Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 96 - tergores


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya πŸ˜€


Next


Β 


Sesuatu menimpa kaki kiri Yea yang menyaksikan langsung menolong dan menyingkirkan benda-benda tajam tersebut. Joe yang melihat hal itu histeris karena ada darah di kaki isterinya.


Yea pun di gendong perlahan oleh petugas karena Joe hanya mematung dan menangis. Elang yang menyaksikan hal tersebut langsung menepuk pundak Joe agar segera ikut istrinya ke mobil dan mereka akan menyusul ke rumah sakit.


Sebelum masuk ke mobil Joe menemui mertua dan mama nya untuk menyelesaikan urusan di sini. Sedangkan Joe, Nayna dan Elang pergi menemani Yea.


Orang tua Yea sebenarnya panik karena hal itu membuat mereka tidak fokus menyelesaikan tugas pernikahan anak nya. Akan tetapi orang tua pasangan yang menikah hari itu menyelesaikan dan menenangkan para tamu.


Tidak lama dari itu mereka sampai di rumah sakit. Joe memegang tangan istrinya, Yea pun menghibur suaminya yang tengah menangis dan itu yang pertama kali di lihat nya.


"Suamiku, jangan menangis kita sudah sah, aku kan tidak meninggal hanya terluka saja, nanti jika ada apapun dengan aku, kamu yang harus selalu di samping ku," ucap Yea tersenyum.


"Aku janji sayang, aku selalu ada untukmu, maafin aku tidak di samping mu, jika saja kita bisa mengelak takdir," ucap Joe sambil membelai rambut istrinya.


"Jangan bilang begitu sayang, kan sudah di katakan oleh Nayna hal itu akan terjadi setidaknya hanya luka kecil kan, sudah ya sayang aku harus masuk ke ruangan dulu," ucap Yea melepaskan genggaman tangan suaminya.


Elang dan Nayna yang sudah tiba pas Yea masuk melihat Joe tengah menangis. Elang pun memeluk Joe, Joe pun mulai menangis dengan tatapan istrinya yang sayu.


Nayna memberikan minuman kepada Joe. Agar Joe bisa kuat menghadapi ini semua, setidaknya yang sakit hanya istrinya saja.


"Kenapa ini semua terjadi pada ku Elang? hari ini adalah hari pernikahan kami, aku ingin kami bahagia setidaknya hanya sekali aku melihat kebahagiaan orang tua dan orang yang ku sayangi, kenapa jadi begini?" ucap Joe seolah-olah menyalahkan takdir.


"Joe kita tidak beberapa menit atau detik yang akan terjadi pada kita, intinya kita harus mempersiapkan diri tentang hal itu, kamu jangan putus harapan, kita semua yakin kah kalau Yea pasti akan kembali sehat, walau nanti ada yang luka," ucap Elang memberi nasehat pada Joe.


"Iya sih, makasih ya atas semua perhatian kalian berdua dan perlindungan kepada kami," ucap Joe

__ADS_1


"Itu perlindungan dari Tuhan semua Joe, kamu harus yakin itu," ucap Nayna.


Nayna pun berbisik pada suaminya untuk pergi ke mini market untuk membelikan beberapa makanan. Elang pun mengizinkan istrinya. Nayna pun izin kepada Joe untuk pergi sejenak, akan tetapi malah Joe tidak mau di temani.


"Kamu dengan suami mu saja, kalian harus saling berdua, aku sudah baikan kok," ucap Joe sambil tersenyum.


"Nggak apa-apa kok Joe, lagian mini market nya masih lingkungan rumah sakit juga, biar suami ku di sini menemani mu," ucap Nayna.


"Ya sudah, Nayna hati-hati ya," ucap Elang kepada Nayna.


Nayna pun melambaikan tangan nya. Nayna mulai memikirkan yang akan di beli olehnya. Tidak lama dari itu dia sampai di mini market, akan tetapi dia terpeleset karena bertabrakan dengan seseorang.


Nayna pun mulai menyebutkan "gaun usang" penglihatan nya pun langsung melihat bahwa lelaki yang menabraknya tadi adalah seorang penjahat. Nayna pun mendekat kasir dan memberi kode, kasir tersebut langsung menghubungi kode darurat.


Hal itu pun tidak lama terjadi, penjahat tersebut meletakkan pisau nya pada petugas kasir tersebut. Petugas tersebut bergetar luar biasa, hingga Nayna memukul leher lelaki tersebut dari belakang.


Terlepas lah pisau tersebut, penjahat tersebut pun hampir saja melukai Namun tepat kepolisian datang dengan sigap. Petugas pun mengucapkan terima kasih pada keduanya. Para pegawai yang berada keluar berhamburan dan membantu membereskan barang yang terjatuh.


"Nona, anda terluka di bagian lutut seperti nya," ucap manager tersebut.


"Ya ampun ini bekas terjatuh tadi, terima kasih ya," ucap Nayna.


"Biar kamu obati nona, kami ada kotak P3K," ucap manager tersebut.


Manager tersebut pun mengobati Nayna. Nayna lupa bahwa dia juga memencet tombol darurat nomor ponsel suaminya. Suaminya datang tepat setelah Nayna di obati.


Elang langsung memeluk istrinya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan, terus apa luka ini sayang? penjahat sudah di tangkap kan," ucap Elang khawatir.


"Oh ini istri anda, terima kasih Pak atas bantuannya, silahkan menggunakan kartu ini dan daftarkan nama anda, maka anda akan mendapatkan diskon dari kami," ucap manager tersebut.

__ADS_1


"Lain kali saja ya mba, saya mau bawa istri saya ke rumah sakit dulu," ucap Elang menggendong istrinya.


"Sayang, aku belum membeli apapun," ucap Nayna.


"Ssssst, kesehatan kamu dan diri kamu lebih penting dari siapapun, aku tidak mau tubuh mu lecet sedikitpun," ucap Elang sambil menggendong istrinya.


Nayna hanya menutupi wajah nya yang terlihat malu karena sang suami menggendong dirinya. Yang menyaksikan nya malah melihat nya begitu romantis, apalagi pegawai yang berada di mini market.


Tidak jauh itu Nayna pun di obati oleh perawat setempat. Elang bertanya berkali-kali pada perawat, perawat pun menjelaskan bahwa istrinya dalam konsisi baik saja hanya ada yang tergores.


Elang pun bernafas lega karena mendengar istrinya tidak terjadi apapun. Keduanya pun berbicara satu sama lain, hingga wajah khawatir masih ada di wajah suaminya.


"Sayang, maaf ya ini semua karena aku jika saja tadi aku menemani mu sesuai perkataan Joe," ucap Elang merasa bersalah dan mencium tangan istrinya.


"Suamiku tersayang, aku baik-baik saja kok, lihat diriku hanya tergores saja sayang, jadi kamu jangan bersedih dan khawatir lagi ya sayang," ucap Nayna menghapus air mata yang hampir jatuh di pelupuk wajah suaminya.


"Ya wajar saja aku khawatir, kamu itu Istriku, mama dan papa mu meminta aku menjaga ku, maka tidak boleh ada satu gores di tubuh mu, karena semua nya milik ku," ucap Elang memeluk istrinya.


Nayna pun memeluk suaminya dengan erat, dia sangat tahu bahwa hati suaminya sangat lah lembut. Nayna tidak menyangka bahwa kekhawatiran suaminya terhadap dirimu begitu besar. Nayna pun berusaha menenangkan suaminya.


Nayna pun mulai mencium bibir suaminya. Elang malah malu air mata nya di cium oleh istrinya.


"Sayang, kenapa air mata ku di cium? asin sayang," ucap Elang tersenyum.


"Iya lah asin, akan tetapi aku tidak air mata ini terjatuh lagi, karena aku ingin melewatkan hari-hari ku hanya bersama suamiku Elang," ucap Nayna memegang pipi suaminya.


Elang jadi serba salah dengan sikap manis istrinya.


🍁


Bersambung 🍁

__ADS_1


Like dan comment ya😍


__ADS_2