
Nayna dan Elang pun kembali berpelukan rindu. Namun, kerinduan mereka tertunda karena orang tua Elang datang mengunjungi Elang.
"Eeh, ada Nayna terima kasih yaa sudah menjaga Elang dengan baik," ucap Nyonya Dian memeluk Nayna.
"Tante disini sudah berapa lama, Tante baru sampai 2 jam lalu, istirahat dulu di rumah Elang, lalu ke sini dengan papa nya, tapi papa nya lagi bertemu klien jadi Tante duluan nemui Elang," ucap Nyonya Dian kepada Nayna.
"Ohw begitu yaa Tante, Tante sudah makan belum," ucap Nayna bertanya.
"Belum sayang, apakah kamu mau membeli makanan buat Tante?" Ucap Nyonya Dian bertanya.
"Boleh Tante mau dibelikan apa?" Ucap Nayna bertanya.
"Ehm, belikan saja buah sayang," ucap Nyonya Dian.
"Baik Tante, Nayna pamit dulu," ucap Nayna undur diri.
Nayna pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan menutup pintu perlahan. Padahal pas masuk tadi Nayna menubruk pintu tersebut untuk menemui Elang, saat dia tahu Elang masuk Rumah Sakit.
Nayna pun menuju mini market membeli cemilan dan makanan yang dibutuhkan.
Percakapan Nyonya Dian dan Elang
"Elang, apakah kamu serius berhubungan dengan Nayna?" Ucap Nyonya Dian bertanya.
"Iyaa serius lah ma, masa' aku mau mainin anak orang sih," ucap Elang.
"Kalau kamu serius berarti harus dipertahankan, jangan di kasih kendor apalagi jika didekati orang lain, anak mama si Elang pendiam begini susah ditaklukkan, makanya mama penasaran dengan Nayna, siapakah gerangan yang sudah membuat anak mama jatuh cinta," ucap Nyonya Dian tersenyum kecil.
Kedua nya pun tertawa bersamaan. Di saat tertawa tersebut datanglah papa nya Elang.
"Maaf yaa anak papa paling ganteng datang terlambat, lagian juga kan ada yang menjaga kamu disini, jadi papa dan mama tak perlu khawatir lagi kan," ucap Papa Elang.
"Hihi, papa ada-ada saja deh," ucap Elang memukul lengan papanya.
Elang pun bercandaan dengan kedua orangtuanya.
Nayna yang melihat hal itu merasa bahagia dengan kebersamaan mereka.
tok.....tok....
Pintu di ketok dari luar...
"Yaa masuk saja Nayna," ucap Nyonya Dian.
Nayna pun masuk dengan malu-malu serta memberi salam ke Papa Elang.
__ADS_1
"Ohw Nayna, bagaimana kabarmu sekarang?" Ucap Papa Elang basa-basi.
"Baik Om, kalau om sendiri bagaimana kabarnya?" Ucap Nayna bertanya kembali.
"Sama, om juga baik hanya saja, om titip yaa Elang, dia nie susah dibilangin orangnya, suka bandel dan ngeyel kalau dibilangin," ucap Papa Elang sambil tersenyum.
"Iiih papa apaan sih? Malu-maluin anaknya saja, jangan percaya Nayna dengan papa, lagian aku sudah besar kali pa, kenapa juga diingatin dengan Nayna?, iih papa buat aku malu saja," ucap Elang memukul lengan papa nya.
"Hihi, biarin saja emang benar kan adanya begitu," ucap Papa Elang menggoda anaknya.
Nyonya Dian dan Nayna hanya tersenyum melihat tingkah Elang dan papa nya.
Nyonya Dian pun menghampiri Nayna
"Nayna, Tante titip yaa Elang karena dia sudah banyak berubah sejak bertemu kamu, bahkan dia terlihat dewasa setelah kamu memiliki pacar kala itu, dia berpikir harus bersikap dewasa agar disukai dengan wanita yang dicintai nya, ternyata takdir berpihak pada kalian, jadi Tante tinggal berdoa saja, semoga kalian di mudahkan segala urusan kalian ke depannya," ucap Nyonya Dian panjang lebar.
"Baik Tante, Nayna akan berusaha menjaga Elang dengan baik ke depannya," ucap Nayna tersenyum.
Elang dan Papanya masih asyik dalam candaan keduanya.
Begitupun dengan Nyonya Dian dan Nayna asyik dalam pembicaraan mereka.
***
"Sheila, banguuun nak," ucap Mamanya.
"Eeh mama, sekarang jam berapa yaa ma?" ucap Sheila bertanya.
"Jam 09.00 pagi sayang, di luar ada Redy menjemput kamu katanya kalian ada janjian dengan klien pukul 11.00," ucap Mamanya.
"Ampun dah, aku lupa," ucap Sheila ke kamar mandi.
Mamanya yang melihat anaknya seperti itu hanya menggelengkan kepalanya.
[Gara-gara begadang semalam kan jadi begitu efeknya, sepertinya aku harus keluar nemui Redy, kasian dia menunggu lama Sheila] gumam Mamanya.
Mamanya Sheila pun menemui Redy yang sedari tadi menunggu sambil memegang ponselnya.
"Redy tunggulah sekitar 1 jam kurang lebih yaa, dan makanan di atas meja makan saja, kalau kamu bosen di sana ada kamu tamu untuk kami beristirahat," ucap Mama Sheila.
"Ohw baik Tante terima kasih, saya akan ke ruang tamu saja jika memang diperkenankan," ucap Redy masuk ke ruang tamu.
Redy pun menelpon Sheila
Dering ponsel Sheila pun berbunyi
__ADS_1
drrrrtttt..... drrrrtttt...
"Ya Hallo Redy, sabar ya aku la...." Ucapan Sheila berhenti karena Redy langsung memotong.
"Aku menunggu mu di kamar tamu ya, jadi telpon kembali jika kamu sudah beres semuanya, oke sayang," ucap Redy merebahkan tubuhnya.
"Oke Redy," ucap Sheila langsung mematikan ponselnya.
Sejam pun telah berlalu, Sheila menelpon Redy tidak di angkat juga. Dia pun masuk ke kamar tamu dan melihat Redy terlelap dalam tidurnya.
Sheila pun mendorong tubuh Redy agar bangun. Redy pun perlahan membuka matanya.
"Eeh ada bidadari ku, aku cuci muka dulu ya Sheila," ucap Redy berjalan menuju kamar mandi.
"Beneran sudah bangun, semudah itu membangunkan nya, kalau aku lama prosesnya," ucap Sheila tersenyum sendiri.
Setelah usai keduanya pun berpamitan dengan mamanya Sheila.
Redy pun mengendarai mobilnya cukup perlahan.
"Redy, maafin aku yaa beneran lupa kalau hari ini nemani kamu bertemu klien," ucap Sheila meminta maaf.
"Iyaa aku maafin, tapi hukumannya kamu cium aku dulu," ucap Redy menggoda pacarnya.
"Iih kita belum menikah, aku nggak mau nyium kamu," ucap Sheila melongoskan wajah nya ke arah jalan.
"Ohw jadi harus menikah dengan kamu dulu gitu agar aku memiliki kamu seutuhnya," ucap Redy tersenyum.
"Iyaaa lah, aku nggak mau di pegang sebelum kita menikah," ucap Sheila mengatakan dengan serius.
"Waah sayang kamu serius tentang hal ini, bisa saja loe, aku meminta mama untuk menikahkan kita dalam waktu dekat tapi aku mau nurutin kamu saja, karena aku tidak mau pernikahan yang tergesa-gesa," ucap Redy menjawab sambil mengemudikan mobilnya.
"Hihi, lagian aku belum mau juga menikah karena masih ingin melakukan beberapa hal," ucap Sheila tersenyum.
"Ohw kamu memiliki target yaa sayang, kalau gitu aku mau melakukan target itu bersama mu," ucap Redy berkata serius sambil fokus mengemudi.
"Ehm masa' sih mau, kamu kan sibuk fokus dengan perusahaan mama," ucap Sheila menjawab.
"Waah, pacar aku sudah mau mengatakan ibu ku sebagai mama nya, aku bahagia sayang kamu berkata begitu," ucap Redy tersenyum manis.
"Iiih jangan tersenyum gitu, aku jadi malu kan," ucap Sheila salah tingkah.
"Kamu itu manis banget loe sayang, aku beruntung segera menemukanmu, dan lebih beruntung lagi aku sudah tobat tidak banyak pacar lagi," ucap Redy tersenyum.
Keduanya pun hanya tersenyum malu dengan tingkah mereka. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka atas pembicaraan tersebut.
__ADS_1
πππππ