Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 20-Masa Lalu Ravan dengan Nayna


__ADS_3

Nayna sungguh tidak mengetahui bahwa makan sore itu terakhir dia bertemu dengan Ravan. Meskipun Ravan nyebelin tapi Nayna masih menganggapnya sebagai teman walau tidak bisa bersama seperti dulu.


Sesungguhnya Ravan datang ke Indonesia hanya ingin mengetahui hati Nayna saja, Ravan tidak mencintai tunangannya sekarang bahkan keduanya terkesan ingin membatalkan, keduanya mencari alasan agar mereka bisa bebas. Salah satu alasan Ravan menemui masa lalu bisa membatalkan pertunangan mereka. Ternyata, semua di luar dugaan Ravan. Nayna begitu terluka, hingga Ravan tidak sanggup melihat luka yang mendalam dari wajah Nayna.


Ravan meninggalkan luka kala kepergiannya. Nayna sampai sakit ber minggu - minggu karena kerinduannya pada sosok Ravan yang sangat dicintainya. Hingga puncak emosi itu di kala Nayna tidak mendapati kabar apapun atas kepergian Ravan. Bahkan kedua orang tuanya pun seperti hilang jejak, yang hanya diketahui oleh Nayna. Ravan pergi ke Singapura relatif lama bahkan kabar apapun tidak ada sama sekali.


Nayna merasakan kesakitan yang luar biasa bahkan tak ingin melihat muka Ravan sama sekali. Nayna merasa jijik dan kesal semua tingkah Ravan datang sekarang. Namun, Nayna tidak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi pada Ravan.


Ravan menderita sebuah penyakit yang mematikan. Sehingga dia perlu perawatan dan tidak banyak aktifitas sehingga waktu 2 tahun itu sudah cukup untuk memulihkan kondisinya. Bahkan saat di rujuk ke RS Singapura kondisi Ravan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sehingga sulit baginya untuk menghubungi Nayna. Orang tua pun sengaja menutup akses ke siapapun, sehingga sulit bagi Nayna untuk menghubungi Ravan.


Ravan tidak mampu mengungkapkan fakta itu kepada Nayna. Baginya Nayna adalah segalanya jika kebahagiaan Nayna bukan dengannya maka lebih baik dia meninggalkannya.


Ravan pun pergi dari Indonesia dengan keadaan tenang meskipun fakta atau alasan dia meninggalkan Nayna 2 tahun yang lalu belum di ungkapkan oleh Ravan.


Ketika Nayna asyik dengan belajar di kamar, penuh ruang kamarnya oleh buku-buku pelajaran dia tersentak dan terduduk pada sebuah pesan entah dari siapa?. Diagnosa Ravan saat dua tahun yang lalu. Nayna mengingat kenangan bersama dan hal apa yang menjadikannya lebih banyak diam sebelum kepergianya. Nayna pun memahami semua yang terjadi. Nayna pun menangis sejadi-jadinya atas keselahan yang diungkapkan pada Ravan.


Nayna pun sambil menangis membereskan buku-buku yang berantak di kamarnya. Di saat itu pula Nayna sembari menelpon Ravan, namun tidak ada jawaban bahkan terkesan telah terblokir. Nayna pun terus berusaha mencari Ravan dengan beberapa temannya. Dan dia dapati Ravan sudah kembali ke Singapura. Tempat dia berobat kala itu, Nayna hanya tertunduk lesu dengan semua kejadian itu.


Nayna terus saja menelpon yang mengirim pesan tersebut, benar saja telpon tersebut pun di angkat.


"Hello, apakah tujuan anda mengirimkan diagnosa Ravan kepada saya? ucap Nayna.


"Saya calon tunangan Ravan, kami menunda pertunangan karena Ravan ingin bertemu dengan mu, sebenarnya Ravan ingin kembali padamu. Saya sebagai calon tunangannya mengizinkan jika kalian kembali lagi, tapi saya tidak tahan ketika dia kembali hari ini dan dia menangis karena ulahmu Nayna. Saya pun tidak mengizinkannya kembali bertemu denganmu, tapi yang pasti kamu harus tahu bahwa kesalahan dua tahun yang lalu bukan sepenuhnya kesalahannya karena Ravan sudah berusaha menghubungimu, tapi kamu memblokir semuanya. Saya sebagai calon tunangannya tidak mengizinkannya bertemu denganmu lagi," ucap Zera dengan nada ketus.

__ADS_1


Nayna hanya terdiam membisu mendengar semua pernyataan itu. Kala itu juga Nayna tersungkur pingsan. Saat pembantu rumahnya mengantarkan makanan buat Nayna, betapa terkejutnya Nayna jatuh sakit. Nayna pun dilarikan ke rumah sakit, namun tidak butuh waktu lama dua jam setelahnya Nayna pun bangun dari lelapnya.


"Nayna, kamu ada apa nak?" ucap mama nya.


"Ma, semua salah Nayna. Kenapa saat Ravan kembali bukannya Nayna memaafkan nya malah sok jual mahal," ucap Nayna sembari menangis.


Nayna terus saja menyalahkan dirinya, Nayna tidak berhenti bergumam meminta pada Ravan. Nayna tidak mengetahui semua itu sehingga dia hanya melihat lukanya saja. Mama terus memberikan semangat dan arahan pada Nayna, agar sabar menghadapi semuanya.


"Nayna, kita akan mencari cara untuk bisa menghubungi Ravan ya, tapi kamu jangan menyalakan dirimu terus nak, mama sedih melihatmu begini," ucap mama menangis.


"Ravan sakit parah ma, akan tetapi aku terus memendam kebencian pada orang yang pernah aku cintai, Ravan sakit parah ma, tapi aku sibuk dengan luka ku yang tak seberapa, aku salah ma pada Ravan," ucap Nayna terisak nangis.


Mama pun memeluk anaknya dengan sangat erat dan membelai rambut anaknya. Mama merasakan tangisan yang tulus dari Nayna, namun mama nya tidak bisa berbuat apa-apa karena Ravan sudah berangkat ke Singapura, jadi tidak mungkin dia bisa kembali. Kecuali, melalui video call.


Dalam hitungan jam pun Elang mendapatkan nomor tersebut dan menelpon Ravan menjelaskan semua kondisi Nayna.


Saat Ravan sudah berada di kamar dan beristirahat, terdapat panggilan, dia pun mengangkat telpon tersebut.


Elang terus saja bicara dengan Ravan, dan menjelaskan keadaan Elang. Ravan pun tersadar namun dia tidak dapat ke Indonesia karena tidak diperbolehkan lagi kesana. Elang pun ingin memfasilitasi mereka berdua meskipun hanya melalui online.


Ravan pun menyanggupi pendapat yang di berikan oleh Elang, yaitu melakukan panggilan video call dengan Nayna. Elang pun masuk ke ruangan untuk memberikan ponselnya.


"Permisi tante, apakah bisa kita tinggalkan Nayna video call dengan Ravan," ucap Elang tanpa basa basi lagi.

__ADS_1


"Apaaa??? Elang bisa menghubungi Ravan, bagaimana bisa?" ucap Nayna dengan keterkejutannya.


"Nanti saya kasih tahu, saat ini silahkan pakai ponsel saya untuk video call dengan Ravan," ucap Elang.


Elang dan Mama Nayna pun keluar dari kamar tersebut, agar Nayna leluasa berbicara dengan Ravan.


"Elang, terima kasih yaa sudah membantu Tante dalam menyelesaikan masalah Nayna," ucap Mama Nayna.


"Iya Tante santai saja, Tante harus nya istirahat nanti tante sakit," ucap Elang perhatihan.


"Hahaha, Elang kamu memang perhatian pada siapapun? apakah kamu menyukai Nayna anak Tante?" ucap mama Nayna.


"Hahahaha, Tante ada-ada saja, kita kan hanya berteman saja," ucap Elang tersenyum.


"Elang-Elang, kamu pintar menyimpan rahasia, akan tetapi Tante bisa membedakan loe," ucap mama Nayna.


Elang pun pamit ke kamar kecil karena kebelet. Mama Nayna pun mengizinkan dan memilik duduk saja.


🌷🌷🌷🌷🌷


Bagaimana kelanjutannya??


Tunggu saja yaa 😊

__ADS_1


__ADS_2