Gaun Usang

Gaun Usang
Merona


__ADS_3

Redy mencari keberadaan sumber suara. Namun, belum ditemukannya juga. Terkejutnya Redy saat melihat seseorang dengan senter ponselnya.


"Sheila, kamu ngapain disini?" Ucap Redy terkejut sambil memegang pundak Sheila agar segera bangun dan duduk di sofa.


"Argh," teriak Sheila.


Sheila pun langsung memeluk Redy, karena dia takut dengan kegelapan.


Redy pun membawa Sheila duduk di sofa. Sheila dengan tangan yang masih gemetar mencoba menenangkan pacarnya.


Redy pun menelpon satpamnya untuk memeriksa listrik perusahaan. Setelah beberapa menit kemudian listrik pun hidup kembali.


Namun, Sheila tidak berbicara sama sekali. Hingga tubuhnya terlihat lemas dan jatuh pingsan. Redy yang melihat hal itu pun terlihat panik dan segera membereskan keperluannya.


Redy pun menelpon satpamnya.


Satpamnya pun datang tepat waktu. Redy pun membopong tubuh Sheila, begitupun dengan satpam yang membawa barang-barang Redy ke dalam mobil.


Redy pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai di rumah sakit tersebut.


Sheila pun segera di bawa ke ruang rawat inap untuk segera di periksa.


Redy sibuk bolak-balik di depan ruangan tersebut.


Hingga beberapa saat, dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


Dan mengatakan bahwa Sheila hanya syok dan trauma saja. Butuh pemulihan atas kejadian tersebut.


Redy pun masuk ke ruangan tersebut. Dan menatap wajah cantik Sheila. Tanpa sengaja Redy menetes air mata, dia menyesal telah menyuekin Sheila.


Sheila wanita yang baik, hanya dirinya saja yang belum mampu mengendalikan emosinya. Lagi-lagi Redy hanya bisa menatap Sheila dalam tidurnya yang belum juga terbangun.


Hingga ponsel Sheila berbunyi dan diangkat oleh Redy.


Yang ternyata panggilan tersebut dari Mamanya Sheila. Redy pun menjelaskan semuanya, Mama nya Sheila pun segera menuju ke sana.


Dari arah pintu datanglah mamanya Redy. Dengan berlari mamanya Redy memeluk Sheila dengan sangat erat.


"Sheila, cepat sembuh nak, kamu putus saja dengan anak mama, kalau dia membuatmu sedih begitu," ucap Mama Redy.


"Iih mama apaan sih, aku tidak mau putus dengan Sheila, aku yang bersalah dalam hal ini, biarkan aku menyelesaikan dengan Sheila," ucap Redy mendengus kesal dengan mama nya.

__ADS_1


Redy pun cemberut dengan mama nya. Saat keduanya diam dalam seribu kata. Datanglah mama nya Sheila.


Mamanya Sheila pun langsung memeluk anaknya.


"Sheila bangun yaa sayang, ini mama," ucap Mama Sheila.


Mendengar mamanya yang berbicara, perlahan mata Sheila terbuka dan melihat orang sekitarnya.


"Mama, Sheila berada dimana sekarang? kenapa banyak orang di sini?" ucap Sheila bertanya pada mama nya.


Mama Sheila pun mendekati anaknya.


"Iya sayang, kamu tenang saja semua yang berada di sini kamu mengenal mereka, jadi tak perlu takut ya sayang," ucap Mama Sheila.


"Tapi ma, Sheila hanya ingin berdua dengan mama, tidak ingin berbicara dengan orang lain," ucap Sheila meminta maaf pada Redy dan mamanya Redy.


Mamanya Sheila pun mengajak Redy dan Mamanya Redy berbicara diluar. Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.


"Maaf yaa Redy dan mama Redy, Sheila menjadi linglung setelah dia mengalami trauma seperti ini, jadi Tante berharap Redy bersabar ya," ucap Mama Sheila.


"Jadi sementara Sheila tidak bisa aku temui dong Tante," ucap Redy terkejut.


"Iya Redy, jika Sheila sudah kembali seperti sedia kala, dia pasti akan menemui, jadi mohon bersabar saja ya," ucap Mama Sheila.


Redy pun dengan terpaksa hanya menatap Sheila terakhir kali dari kaca jendela.


Redy pun pergi meninggalkan Sheila yang masih dalam perawatan di ruang inap tersebut.


Redy pergi dengan hati yang gelisah, dia harus berjauhan dengan Sheila karena kesalahan dirinya sendiri.


Sesampainya di rumah Redy tidak bisa melakukan apapun selain memikirkan Sheila.


Beberapa hari kemudian.


Sheila sudah sembuh dari masa pemulihan nya. Sheila sudah 3 hari tidak melakukan aktivitas seperti biasanya. Sehingga membuatnya untuk bertahap memahami selama beberapa hari tersebut.


Saat Sheila ingin keluar rumah, tampak Redy menunggunya di luar pagar rumah.


"Redy, kamu sudah lama menunggu di depan, kenapa tidak masuk ke dalam rumah?" ucap Sheila.


Redy langsung memeluk Sheila, biasanya yang akan berbicara begitu mama Sheila. Namun, saat ini yang dilihatnya adalah Sheila sendiri, betapa bahagianya Redy melihat Sheila menyapanya kembali seperti sedia kala.


"Kamu kenapa Redy?" ucap Sheila bertanya.

__ADS_1


"Argh, aku tidak apa-apa kok? hayoo kita berangkat, masuklah ke dalam mobilku, aku antar Sheila ke kampus ya," ucap Redy melepas pelukannya.


"Terima kasih Redy," ucap Sheila.


Sheila pun masuk ke dalam mobil Redy.


***


Yea tengah asyik membaca buku di taman dengan khusuknya. Namun, tiba-tiba sebuah minuman hampir saja mengenai wajahnya dan ditangkis oleh Joe yang berada dekat jalan tersebut.


Yea langsung terkesiap wajahnya, saat Joe melakukan hal itu di depannya. Mata keduanya saling beradu satu sama lain, untuk sesaat keduanya saling menatap. Entah, bahasa apa yang digunakan hingga keduanya cukup lama bertatapan dan buyar ketika salah satu tertawa lebar.


"Kamu tidak apa-apa Joe?" ucap Yea melihat pakaian Joe kotor.


"Ini jaket ku bisa kamu pakai," ucap Ye menyodorkan jaketnya.


"Ehm, biarin saja Yea, terima kasih atas bantuan mu, aku pergi dulu kalau begitu," ucap Joe tersenyum pada Yea.


Yea pun berbalik tersenyum kepada Joe. Joe tidak berhenti untuk tersenyum dan wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus. Begitupun dengan Yea yang salah tingkah.


"Ohya Joe, terima kasih yaa, ohya aku sedang mencari teman untuk menonton ke bioskop, mau kah kamu menemaniku," ucap Yea menyodorkan tiket tersebut.


Joe pun menerima tiket tersebut dan langsung melihat time nonton tersebut.


"Oke kita berangkat, nanti aku jemput kamu di rumah ya Yea," ucap Joe melambaikan tangannya.


Yea pun membalas dengan lambaian tangan. Keduanya sama-sama tidak ingin lepas pandangan keduanya. Seperti nya ada kapal yang mau berlabuh nie.


Joe pun berlari segera ke kelas, untuk berganti pakaian dan menemui Yea di taman tersebut.


Setelah menit pun berlalu, mereka pun bersama berdiskusi tentang perihal mata kuliah yang di ampu satu sama lain.


Malam pun tiba, Joe merasakan bahwa dirinya sudah jatuh cinta dengan wanita culun seperti Yea. Dia bahkan tidak memikirkan penampilan Yea, baginya jika sudah cinta tidak ada kata kekurangan.


Joe pun menjemput Yea menuju ke rumahnya. Namun, mama Joe penasaran dengan kelakuan anaknya yang begitu bahagia. Hingga mamanya Joe berkata :


"Seperti nya anakku kembali jatuh cinta kembali, jadi penasaran siapakah wanita yang dicintai anakku kali ini?" ucap Mama Joe.


Joe pun sampai di rumah Yea, Joe pun dipersilahkan oleh keluarganya Yea. Betapa terkejutnya dia ternyata Yea anak seorang pemusik terkenal, tapi Yea tidak pernah menampilkan ataupun memamerkannya. Joe pun makin terpesona dengan sikap Yea.


Apakah keduanya akan jadian???


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ

__ADS_1


__ADS_2