Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 80 - Hayyan kembali


__ADS_3

*Di Hari pertunangan Yea dan Joe*


Semua sahabat serta keluarga besar dari keluarga belah pihak pun berdatangan. Setelah acara ingin selesai mereka pun makan bersama, Nayna pun memaksa gaun biru indah yang diberikan oleh mama Joe.


Saat Nayna hendak berbicara di tarik oleh Elang dan Arvan. Nayna yang merasa risih dengan keduanya pun melepaskan kedua nya, akan tetapi saat bersentuhan dengan keduanya dia melihat pandangan masa depan lainnya.


Hingga Nayna hanya terduduk sementara, Elang yang terkejut melihat hal itu pun berusaha memanggil Nayna. Setelah Nayna dipanggil cukup lama, Nayna pun sadar dan langsung melihat sekitar dengan tersenyum.


"Nayna, apakah kamu melihat sesuatu di antara kami berdua?" ucap Elang bertanya.


"Ntar dulu, maksud kamu apa Elang berkata demikian? apakah Nayna bisa melihat masa depan?" ucap Arvan bingung.


"Cu-kup, kalian pergi ke sana dulu, aku ingin menenangkan pikiran ku," ucap Nayna pada keduanya.


Elang yang memahami Nayna memiliki kekuatan supranatural merasa paham dengan yang di maksud sehingga membawa Arvan menjauh dari Nayna.


Nayna pun menganalisis yang dipahaminya, setelah dia mengetahui nya, dia pun melihat orang sekitar.


Akan tetapi hal yang dilihatnya malah tidak ada sama sekali, Nayna pun terus mencari keberadaan seseorang yang dilihatnya. Lagi-lagi tidak di dapati orang tersebut.


Nayna pun mulai menyepi ke kamar dan meminta izin pada mama Joe untuk ke kamar. Sampai di kamar Nayna pun mulai bergumam pada dirinya sendiri.


"Apakah yang kulihat dengan wajah berbeda adalah Hayyan? dan mereka akan mulai memperebutkan ku lagi, di antara keduanya akan mengalami sebuah kecelakaan karena ingin bertemu dengan ku, bagaimana mencegah hal ini agar tidak terjadi?" gumam Nayna mulai geram dengan pikirannya.


Nayna pun menenangkan pikirannya dengan menarik nafas secara perlahan, saat dia khusus dengan menarik nafas. Mama Joe mengetok pintu kamarnya, Nayna pun keluar dengan hati yang sudah membaik.


Setelah dirasa selesai Nayna pun membuka pintu dan langsung tersenyum dengan wajah melebar.


"Ada apa mama Joe?" ucap Nayna bertanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tante khawatir dengan kamu, Jihan yang mendampingi Joe dan Yea, kamu punya masalah kah sayang," ucap mama Joe sambil memegang rambut Nayna yang tergerai panjang.


"Hehe, aku baik Tante tersayang, ke kamar ada sesuatu yang di ambil," ucap Nayna memperlihatkan barang yang di ambilnya.


"Oh begitu, kalau begitu mari kita kembali ke pesta, Tante tidak mau kamu di kamar berlama-lama, Tante khawatir nanti kamu kenapa-kenapa, sebab Tante sudah janji dengan mama kamu akan menjaga mu di sini dengan baik," ucap mama Joe.


"Siap, laksanakan Tante, mari kita kembali ke pesta," ucap Nayna menggandengkan tangan mama Joe dan mengunci pintu kamarnya.


Mama Joe dan Nayna pun menuju ke pesta. Setelah mereka sampai di pesta, ada sesosok lelaki yang melihat sembari tadi, dia adalah Hayyan dengan wajah yang berbeda.


Akan tetapi Hayyan belum bisa memperkenalkan dirinya, dia hanya mengatakan bahwa berteman dengan Yea meskipun nyatanya Hayyan satu kampus dengan Yea.


Pesta pun berjalan dengan lancar tanpa gangguan apapun. Setelah semua pulang begitupun Elang dan Arvan pulang bersamaan karena mereka sibuk saling mengejar Nayna dan berbicara dengannya.


Nayna pun berinisiatif bahwa ingin segera istirahat, keduanya pun tidak banyak bicara dan langsung pamit pulang dari kediaman keluarga Joe.


Saat Nayna ingin masuk ke dalam rumah, dia melihat sesosok yang dia lihat dalam bayangan sekejap nya.


Nayna pun langsung terus memanggil, lelaki tersebut pun berhenti dari langkah menuju mobilnya, melihat Nayna menemuinya. Hayyan yang merasakan cintanya mulai tumbuh kembali ke Nayna mulai dag Dig dug jantung seperti irama lagu.


"Ya ampun, jantung ini kenapa bisa berdetak lebih kencang sih? meskipun memang sudah lama tidak bertemu dengan Nayna, karena Hayyan malu memberi tahu kondisinya, sehingga dia memilih menghilang," gumam Hayyan dalam hati.


Nayna pun sampai dihadapan Hayyan, Nayna mengelilingi Hayyan dengan wajah yang berbeda, Nayna pun langsung memeluknya dan menangis. Hayyan yang melihat hal itu bingung harus melakukan apa.


Setelah beberapa menit Nayna menangis dalam pelukan Hayyan, dia pun berkata ;


"Hayyan kenapa kamu tidak pernah melihatku,? kenapa kamu tidak memberi tahu aku bahwa satu tahun ini kamu mengalami kecelakaan dan operasi wajah, kenapa ketika kamu datang ke pesta ini tidak menyala ku? malah hanya memandang ku dari jauh," ucap Nayna mendongakkan wajahnya ke Hayyan.


Hayyan terdiam membisu dengan semua perkataan Nayna. Karena Hayyan tidak memberi tahu siapapun dan hanya keluarga nya yang tahu tentang hal tersebut.

__ADS_1


Akan tetapi Hayyan masih mengatakan pada Nayna bahwa dia adalah orang lain bukan Hayyan. Nayna tetap bersikeras bahwa lelaki yang di peluknya adalah Hayyan.


Hayyan pun berusaha berbicara lembut dengan Nayna.


"Maaf Nona, saya tidak mengenal anda, saya datang ke pertunangan ini atas undangan dari Nona Yea, pelukan nya kita lepas ya, saya mau pamit pulang dahulu," ucap Hayyan mencoba melepas pelukan tersebut akan tetapi Nayna bersikeras bahwa lelaki tersebut adalah Hayyan.


"Bohong, kamu adalah Hayyan, akan tahu hal itu, Hayyan tetaplah Hayyan mau dia berubah seribu wajah pun aku tetap bisa mengenal wajahnya," ucap Nayna menghapus air matanya.


"Baiklah, terserah Nona, akan tetapi saya harus pulang sekarang, karena masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan," ucap Hayyan mencoba melepaskan pelukan Nayna.


"Oke aku lepas, akan tetapi janji untuk bertemu dan membicarakan hal tersebut," ucap Nayna memaksa.


"Ehm, akan tetapi tidak janji, karena saya bukan Hayyan, maaf ya Nona Nayna saya pamit maaf pelukannya saya lepas dengan kasar," ucap Hayyan melepas dengan kuat dan memang tangan Nayna dari tadi tidak terlalu kuat.


Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Hayyan, Hayyan mengubah tampilannya tanpa diketahui siapapun, hanya orang tua yang tahu.


Selama setahun Hayyan pemulihan, dia ingin memberi tahu Nayna akan tetapi selalu saja urung dan tidak jadi dengan beralasan bahwa Hayyan ingin menjauh dari kehidupan Nayna.


Ternyata takdir berkata lain, Hayyan yang datang ke pertunangan Yea dan Joe malah mempertemukan dengan cinta pertamanya. Sebenarnya hal itu membuat Hayyan bahagia sekaligus bingung harus berbuat apa ketika bertemu.


Maka dari itu Hayyan hanya memandang Nayna dari kejauahan. Bahkan Hayyan pun mengetahui bahwa Nayna berstatus tidak memiliki kekasih, akan tetapi diperebutkan oleh mantannya dan kekasih masa lalunya.


Sehingga Hayyan malu mengungkapkan dirinya. Hayyan bingung harus memulai cerita darimana.


Hayyan pun menuju mobilnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Nayna pun masih berpikir bahwa lelaki tersebut adalah Hayyan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Next

__ADS_1


__ADS_2