Gaun Usang

Gaun Usang
Pingsan


__ADS_3

Redy, Nayna dan Elang pun bercakap dengan serius sehingga Sheila hanya tersenyum melihat perdebatan ketiganya. Sehingga Sheila pun jadi kepo.


"Jadi Nayna, apakah sekarang kamu ke penjara untuk memaafkan anak Bapak tersebut?" ucap Sheila.


"Yups benar juga yaa Sheila, makasih sudah mengingatkan" ucap Nayna.


"Hayoo Elang, temani aku ke penjara menemui polisi sekaligus menemui Bapak tersebut" ucap Nayna.


"Oke-oke, Redy dan Sheila kita pergi dulu yaa kalau ada waktu kita akan bantu jemput kamu, kalau kuliah kita sudah selesai" ucap Elang.


Elang dan Nayna pun berangkat dengan segera. Sesampainya beberapa menit kemudian mereka pun sampai di penjara.


"Pak Polisi saya ingin mencabut gugatan saya terhadap tersangka yang mengobrak-abrik rumah saya" ucap Senja kepada Pak Polisi.


"Anda yakin Nona Nayna yang anda katakan" ucap Pak Polisi.


"Bener Pak, saya dengan sadar mencabut gugatan dan memaafkannya tapi sebelum itu izin saya bertemu dengan Pak Putra" ucap Nayna.


Pak Polisi pun mengeluarkan Pak Putra, dan mereka pun berbicara.


"Terima kasih Nona, sudah memaafkan anak sayang, maaf atas kesalahpahaman ini, jadi aku harap semoga Nona menerima maaf dari kami" ucap Pak Putra.


"Iya Pak, yang pasti Bapak harus mempertanggung jawabkan kesalahanmu, Bapak yang menyabutase mobil Redy teman kami" ucap Elang.


"Saya pasti akan mempertanggung jawabkan semuanya, sekali lagi terima kasih Nona" ucap Pak Putra pergi meninggalkan keduanya.


Elang dan Nayna pun selesai dengan urusan mereka ke kantor polisi. Setelah itu keduanya pun menuju ke kampus. Beberapa menit kemudian.


"Nay, sampai ketemu pas pulang yaa ingat kabari aku kalau sudah menyelesaikan perkuliahannya, aku selesai jam 17.00" ucap Elang.


Nayna pun melambaikan tangan ke Elang, mereka pun berpisah satu sama lain.


"Nay, ada yang ingin bertemu dengan mu" ucap Yea sahabatnya.


"Oke Yea, terima kasih" ucap Nayna.


Betapa terkejutnya Nayna yang datang adalah Hayyan.


"Hay Nayna, sebelumnya aku minta maaf sudah menganggu, boleh kah aku mengajak mu sehari saja jalan-jalan bila perlu aku akan memberi tahu Elang" ucap Hayyan.


Nayna dan Hayyan pun cukup banyak yang dibicarakan selain itu, Hayyan ingin Nayna datang ke pesta sebagai pasangan dalan acara keluarga nya.

__ADS_1


"Maaf Hayyan, aku tidak bisa meskipun kamu mau izin dengan Elang" ucap Nayna mengacuhkannya.


"Baiklah, aku pergi kalau begitu" ucap Hayyan dengan wajah lesu.


Yea pun mendatangi Nayna dan bertanya.


"Nayna, ada apa dengan laki-laki itu?" ucap Yea kepo.


"Hehe, hanya seorang mantan saja kok" ucap Nayna.


"Wah sejak kapan Nayna memiliki mantan yang ganteng itu, kenalin dong satu laki-laki buat aku" ucap Yea tersenyum kecil.


"Beneran kamu ingin ku kenalkan dengan seseorang, nanti aku rencanakan untuk pertemuan kalian" ucap Nayna.


"Waah mau banget dong, masa' nggak sih" ucap Yea tersenyum kecil.


Yea dan Nayna berbicara banyak hal, hingga terdengar canda tawa mereka. Hingga kedatangan Joe mendiamkan keduanya.


"Kalian kok diam sejak aku datang kesini" ucap Joe memberikan makanan ke Nayna.


"Adik angkat ku tersayang ini makanan dari mama ku, kamu boleh makan dengan teman cantikmu ini" ucap Joe tersenyum kecil.


"Joe, sejak kapan aku jadi adik angkatmu?, dan terima kasih yaa bilang sama mama mu atas makanan hari ini" ucap Nayna sambil tersenyum.


"Oke deh, aku kenalkan ini sahabatku Yea Senay, biasa dipanggil Yea dia seorang yang sangat cerdas dan memiliki kepribadian yang baik" ucap Nayna menunjuk ke Yea.


Yea bingung dengan semua sikap Nayna. Yea hanya tersenyum kepada Joe. Begitu lah Joe membalas senyuman tersebut dengan Yea.


"Nay, aku pergi dulu yaa nanti balas wadah makanan dengan isi juga yaa hahahah" ucap Joe tersenyum kecil.


Joe pun melambaikan tangan kepada Yea dan Nayna. Yea hanya tertunduk malu dengan sikap Joe yang manis kepadanya.


"Hey Yea, Kenapa muka kamu jadi malau begitu?'" ucap Nayna tersenyum kecil.


Dering ponsel Nayna pun berbunyi.


"Yaa Tante, aku paham baik kalau begitu lusa kita bertemu di cafe" ucap Mama Joe.


"Kenapa Nayna?" ucap Yea.


"Lusa temani aku menemui mama nya Joe ada hal penting yang ingin kami bicarakan" ucap Nayna.

__ADS_1


Nayna melakukan aktifitas seperti biasanya. Ke kampus bertemu dengan Elang, namun beberapa hari ini mereka sibuk dengan urusan kegiatan kampus jadi hanya berkirim pesan terkadang video call satu sama lain.


Bahkan Yea yang melihat nya selalu menggodai kemesraan keduanya yang saling pengertian satu sama lain.


"Ohya Yes, besok temani aku yaa nemui mama Joe" ucap Nayna.


Hari itu pun tiba., mereka berjanjian bertemu di cafe siang itu.



Nayna pun bertemu dengan Mama Joe setelah mereka berpelukan. Nayna pun memperkenalkan sahabatnya kepada mama Joe, Mama Joe dengan ramah memeluk Yea.


"Tante, kenalkan ini Yea sahabat dekat ku di kampus dan calon mantu rekomendasi dari saya" ucap Nayna dengan guyonan.


"Iih heheh, nggak usah dengerin Tante biasalah Nayna suka banget bercandanya" ucap Nayna.


"Dengan senang hati Tante menerimanya" ucap Mama Joe.


Mereka membicarakan acara mengejutkan bagi Joe karena lusa ultahnya Kakak angkatnya itu. Setelah mereka selesai membuat planning, mereka pun pulang ke tempatnya masing-masing. Mama Joe pamit lebih duluan dari keduanya. Setelah itu di susul oleh Yea yang duluan karena memiliki pekerjaan.


Setelah mereka menjauh, Nayna merasakan jika dirinya sudah sangat pusing. Nayna pun menelpon Elang.


"Elang, tolong ke alamat yang aku kirim, please aku mau pingsan" ucap Nayna memutuskan panggilan.


tuuut....tuuuut.....


Panggilan pun terputus...


Bergegas Elang mengendarai mobilnya di depan cafe yang di sharelock oleh Nayna. Betapa terkejutnya Elang, Nayna tengah duduk di kursi dengan kepala seperti bersandar di meja.


"Sayang bangun, ini aku Elang" ucap Elang berbicara ke telinga Nayna.


Nayna pun membuka matanya perlahan dan menatap pipi Elang dengan telapak tangannya.


"Iyaa kamu adalak Elang lelaki ku" ucap Nayna langsung pingsan..


Elang pun langsung membopong Nayna ke dalam mobil. Dia pun segera melaju dengan cepat menuju Rumah Sakit.


Pasti mantra Gaun Usang mulai bereaksi di dalam dirinya. Biasanya ini terjadi tanpa di duga bahkan tidak mengenal tempat dan waktu, efek dari semuanya dengan Nayna pingsan dan baru sadar beberapa hari kemudian.


[Wahai Nayna, aku sudah berjanji dengan kedua orangtua mu serta adikmu yang sudah besar saat ini aku akan melindungimu dalam keadaan apapun, jadi tetaplah berjuang dengan kondisimu sekarang, aku selalu disampingmu] gumam Elang dalam hati.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2