
Hayyan dan Nayna pun larut dalam buaian ciuman mereka hanya bergelut pada bibir saja. Akhirnya keduanya merasa lelah dengan semuanya.
"Nay, besok loe akan berangkat ke Paris, hati-hati dan jaga diri di sana ya," ucap Hayyan.
"Ia Hayyan makasih yaa kebersamaan malam nie, karena sudah larut hayoo kita pulang," ucap Nayna.
Keduanya pun kembali ke rumah masing-masing meskipun Hayyan masih terbayang dengan pergelutan mereka, Hayyan tidak menyangka Nayna memiliki keinginan itu. Begitu pun dengan Hayyan hanya saja dia tahan saja hasratnya.
Begitupun dengan Nay, malu dengan tingkahnya, dia hanya senyum malu-malu dengan tingkahnya tersebut.
Keduanya hanya tersenyum di tempat kediamannya masing-masing.
"Elang bingung dengan sikap keduanya, kenapa ya mereka berdua tidak bareng dengan gue dan yang lainnya. Apakah mereka akan melakukan sesuatu?" gumam Elang bicara sendiri setelah tiba di rumah.
"Ehm kayaknya aku telpon saja deh, nanti nggak sempat lagi berbicara," ucap Elang dalam hati.
Elang pun menelpon Nayna.
Dering ponsel Nayna pun bersuara.
π"Ya Hallo Elang ada apa?" ucap Nayna.
π"Bolehlah aku mencium mu untuk terakhir kalinya, karena setelah malam nie kemungkinan tidak akan bertemu denganmu, karena kamu berangkat pagi kan," ucap Elang.
π"Whats?? kenapa harus aku Elang, bukankah kamu pernah bilang menyukai seorang wanita?" ucap Nayna.
π"Wanita itu kamu Nay, please aku hanya ingin berciuman dengan mu tidak akan melakukan apa-apa?" ucap Elang.
π"Kamu janji kan hanya sekedar ciuman saja," ucap Nayna.
π"Nay, tunggu aku di luar apartemen ku, aku akan keluar menjemputmu?" ucap Elang.
π"Baik, aku akan kesana dalam 10 menit, karena jalan yang ku lalui dekat dengan apartemen mu," ucap Nayna.
Tiba lah Nayna di parkiran apartemen Elang. Jika Elang frustasi dengan keadaannya, dia pasti berdiam diri di apartemennya.
Elang pun mengajak Nayna untuk masuk ke apartemennya.
__ADS_1
"Nay, apakah aku bisa mencium mu sekarang?" ucap Elang.
"Asal tidak melakukan yang lainnya," ucap Nay.
Mereka pun berciuman, bahkan Nayna tidak bisa bernafas dengan ciuman Elang. Sebenarnya Nayna ingin lebih tapi dia ingin dengan dirinya. Dia pun meminta Elang untuk menghentikan ciumannya.
"Elang, loe nggak beri gue buat nafas sedikit pun, loe udah pengalaman ya," ucap Nayna menghela nafasnya.
"Ehm nggak sih Nay, tapi terkadang ketika gabut gue nonton film yang ada ciumannya, jadi gue hanya mau ciuman pertama dengan cewek yang gue sukai yaitu loe, walau status kita hanya berteman," ucap Elang dengan malu-malu.
"Iih memang nya cowok suka banget ya nonton gituan," ucap Nayna bertanya.
"Yaa nggak lah Nayna, kamu gimana sih?, lagian itu pas aku gabut saja kok, kamu jangan mikir yang macam-macam dong," ucap Elang membela diri.
"Oke deh baiklah kalau gitu, apakah gue boleh pergi sekarang kan kita sudah ciuman?, ini sudah larut takut orangtua gue banyak tanya nanti," ucap Nayna.
"Oke, makasih ya Nay atas ciumannya, besok hati-hati ya Nay semoga lancar perjalanan besok," ucap Elang.
"Thanks Elang, muuah...." ucap Nayna terakhir kali.
Elang hanya tersenyum melihat kemesraan mereka. Elang merasa bahagia meskipun harus lama tidak bertemu dengan Nayna.
"Gila, hari ini gue pertama kali melakukan ciuman pertama gue dengan dua laki-laki di hari yang sama," gumam Nayna.
"Aduuh, kelepasan pula lagi, duuh dasar Nayna tidak bisa menahan diri walau sedikit saja" ucap Nayna dalam hati.
"Ehm jangan sampai gue kelepasan kayak gitu, kalau nggak bisa gawat nantinya," ucap Nayna mengeluh dalam hati.
Nayna terus saja menyalahkan dirinya sesampainya di kamar, dia terus saja mengatakan dirinya tidak baik, bahkan lebih mengumpat dirinya sendiri. Karena Nayna ngomel terus, dia pun tertidur dengan sendirinya.
Nayna pun bersiap menyelesaikan barang-barangnya, Mama dan papa nya pun mengantar Nayna ke Bandara pukul 05.45 karena pukul 07.00 akan lepas landas, karena jarak bandara dengan rumah nayna hanya 15 menit.
Setelah sampai di bandara, Nayna memeluk kedua orangtuanya akan mengabari jika sudah tiba nantinya.
Sebenarnya Nayna sudah biasa berpergian namun kali ini berbeda. Nayna berpergian untuk belajar.
"Mama dan papa, Nayna pergi yaa, mama semoga sehat dengan adek bayi ya, semoga sehat selalu," ucap Nayna memeluk orangtuanya.
__ADS_1
"Iya sayang, mama dan papa pasti akan selalu mendoakan mu sayang, selamat sampai tujuan yaa," ucap mama sambil menangis.
"Iih mama, jangan nangis dong, nanti aku nggak bisa berangkat kalau lihat mama nangis begini," ucap Nayna membersihkan air mata mamanya.
"Sudah nggak ada Nayna, mama kamu kan lagi hamil jadi rada sensitif dia nya, kalau sudah sampai disana, kabari papa dan mama ya," ucap papa memeluk Nayna.
"Siap pa laksanakan, jaga mama dan adik dalam perut mama ya pa," ucap Nayna.
"Aman itu, kamu jaga dirimu yaa," ucap Papa.
Nayna pun berjalan menyusuri bandara mengikuti rute yang biasa yang dilalui dari masukan barang-barang, pergantian tiket terus ruang tunggu.
Ketika tiba di ruang tunggu, sekitar 20 menit dari itu Nayna pun bersiap masuk ke dalam bis menuju kabin pesawat.
"Sungguh banyak menorehkan kenangan, setidaknya kenangan yang baik dan membekas," begitulah gumam Nayna pada dirinya sendiri.
Nayna pun menikmati kesendirian di dalam pesawat tersebut, hal yang dilakukan di dalam pesawat selain membaca buku, berbicara dengan orang di sebelahnya. Akan tetapi kejenuhan mulai melanda Nayna.
"Ehm, apakah Hayyan dan Elang benar-benar menyukaiku yaa? tapi yang aku sukai hanyalah Hayyan, tapi Elang juga laki-laki baik, argh aku harus milih siapa di antara keduanya," ucap Nayna langsung tertidur pulas.
Lagi-lagi Nayna masuk ke dalam mimpi.
Nayna bertemu dengan neneknya, banyak hal yang di ceritakan oleh neneknya, bahkan tentang masa depannya.
"Nayna, jodoh kamu bukanlah orang yang kamu sukai sekarang, akan tetapi dia juga menyukaimu dengan sangat tulus," ucap nenek dalam mimpinya.
"Argh, nenek mana mungkin, aku menyukai Hayyan begitupun dengan dia, jadi mana mungkin aku tidak bersama dengannya," jawab Nayna.
"Baiklah kalau kamu tidak percaya, nanti akan terbukti seiring berjalannya waktu," ucap nenek.
"Nenek, aku datang ke alam mimpi karena merindukan nenek jadi berhenti memikirkan itu," ucap Nayna protes.
"Baiklah cucu ku yang cantik, akan tetapi ke depannya jika kamu memiliki sinyal tentang gaun usang, kamu pasti akan pingsan atau bisa jadi tidak sadarkan diri, sebab sebagai belum seutuhnya mantra gaun usang akan bergerak," ucap nenek pada Nayna.
Nayna pun terbangun dari mimpinya.
π·π·π·π·π·
__ADS_1
Like and comment ya.