
Suasana sekolah kembali ramah karena kedatangan tamu istimewa Kim Hana dari Korea, artis korea muslim yang berkunjung ke School Desain Internasional. Semuanya berebut meminta tanda tangan. Kim Hana seorang wanita cantik keturunan Korea, yang lagi keliling Indonesia. Kebetulan Hayyan menawarkan Kim Hana untuk berkunjung ke School Desain Internasional. Selain Kim Hana pernah menggeluti Desain, Kim Hana memiliki produk pakaian sendiri buatannya. Sehingga cocok kedatangan dijadikan kuliah tamu sementara.
Hanya Nayna yang tidak heboh sama sekali. Melihat Nayna acuh tak acuh, semakin membuat penasaran Hayyan.
"Hei Nayna, kenapa kamu tidak mendengarkan yang disampaikan oleh Kim Hana? Kan bagus karena pengalamannya langsung" ucap Hayyan dengan panjang lebar.
"Nggak apa-apa, nanti saya kesana juga Pak Hayyan," ucap Nayna dengan wajah cuek.
"kamu punya permasalahan apa dengan saya, muka manyun gitu," ucap Hayyan bertanya.
Nayna pun pergi tanpa mendengarkan semua ucapan Hayyan. Sebenarnya Nayna lagi kurang sehat, makanya dia lebih memilih ke ruang UKS. Agar bisa beristirahat mumpung penghuni sekolah menghadiri seminar tersebut. Nayna pun istirahat di dalam UKS.
Di dalam UKS tersebut Nayna tidak mengetahui bahwa ada Elang di ruang tersebut. Elang salah satu siswa pemain basket di sekolahnya dan Elang tipekal laki-laki cuek bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
"Iiiidih ribut banget diluar sana, enak juga bisa istirahat disini. Nggak ada gangguan sama sekali," ucap Elang dengan lugasnya.
"Duuh, ruang sebelah nie siapa sih? ngomong sendiri semuanya lebih ke dirinya," ucap Nayna dengan wajah yang penuh kekesalan. Karena ketentraman istirahatnya terganggu atas omelan teman sebelahnya.
Waktu pun terus berlalu, Hayyan tanpa sengaja memasuki ruangan UKS. Betapa terkejutnya dalam satu ruangan beda kamar ada Elang dan Nayna.
"Elang dan Nayna, apa yang kalian lakukan di ruang UK" ucap Hayyan bertanya.
Elang pun langsung membuka tirai tersebut dia pun terkejut mendapati Nayna ada di sebelah. Elang pun pergi dengan acuhnya.
Nayna pun beranjak keluar ruang UKS.
Namun
"Nay, saya tidak menyangka kamu bisa satu ruangan dengan seorang laki-laki," ucap Hayyan mendengus kesal.
"Pak Hayyan, bisa nggak keluar saja. Saya lagi tidak mau berantem dengan Bapak, kepala saya makin pusing mendengarnya," ucap Nayna mendengus kesal.
"Kamuu.... " ucap Hayyan dengan wajah kesal.
"Yaa sudah, Bapak saja yang istirahat di ruangan ini. Saya akan pergi, puas!" ucap Nayna dengan wajah lemasnya.
"Ehm lagi-lagi yang mengganggu istirahat gue Hayyan, gue punya dosa apa sih selalu ketemu nie orang," gumam Nayna dalam hati.
__ADS_1
Namun, belum sampai keluar ruangan. Nayna jatuh pingsan, akhirnya Hayyan membopong badan Nayna ke kasur. Dan menelpon Bu Weni sebagai perawat di sekolah ini.
"Bu Weni, tolong ke ruangan UKS sekarang, Nayna jatuh pingsan," ucap Hayyan dengan logat panik.
"Baik, Ibu akan segera kesana," ucap Bu Weni bergegas ke ruangan UKS.
Bu Weni pun segera ke ruangan UKS dan memeriksa kondisi Nayna dan menjelaskan kepada Hayyan tentang kondisi Nayna. Hayyan pun merasa lega, Nayna hanya butuh istirahat.
"Hayyan, Nayna butuh istirahat saja, biarlah dia istirahat di sini, anda kembali lah ke kelas mengajar," ucap Bu Weni.
"Baik Bu, terima kasih atas pemberiantahuannya," ucap Hayyan meninggalkan Nayna sendiri.
"Kamu tenang saja, saya masih disini ada yang mau saya kerjakan," ucap Bu Weni.
Hayyan pun segera ke kantor dan bergegas mengajar di kelas lain. Namun, pikirannya ke Nayna yang jatuh pingsan tadi.
Tiga jam sudah berlalu, Nayna masih terbaring di atas kasur UKS. Para siswa memasuki jam terakhir sehingga Nayna tidak mengikuti pelajaran hari ini sampai usai.
Hayyan pun sesekali memeriksa keadaan Nayna, karena dia merasa bersalah telah menganggu istirahat Nayna. Karena kesalahannya tersebutlah membuatnya gelisah sepanjang Nayna terbaring di kasur UKS. Para teman-temannya pun terkadang melihat ke ruanh UKS sekadar mwlihat Nayna.
Nayna pun terbangun tepat pukul 3 sore. Elang berada di sampingnya saat terbangun.
"Iyaa, ada sopirmu menunggu di luar, aku bilang Nayna lagi bersiap, eeh beneran kamu sudah sadar, apakah sudah sehat nie," ucap Elang bertanya.
"Iya sudah baikan," ucap Nayna bangun dari tempat kasurnya.
Elang pun hanya membantu Nayna untuk bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke sopirnya. Setelah sampai di parkiran, Nayna pun duduk dengan tenang. Nayna pun di antar oleh supirnya untuk beristirahat ke rumah.
"Terima kasih ya Elang, sudah membantuku," ucap Nayna mengucapkannya.
"Sama-sama, tapi yang merawatmu di awal itu Pak Hayyan, jadi jika sembuh nanti, jangan lupa terima kasih pada nya," ucap Elang menjelaskan.
"Baiklah, terima kasih ya Elang, aku duluan pulang," ucap Nayna menutup pintu mobilnya.
Mobil Nayna pun melaju meninggalkan Elang. Elang pun menuju parkiran untuk pulang. Hayyan hanya melihat dari kejauahan. Dia pun harus segera pulang dan bersiap menelpon Nayna.
Tiba-tiba ponsel nya berdering.
__ADS_1
drrrrrrttt.....dreeeeet.....
Ponsel Nayna pun berbunyi. Nayna yang masih di mobil belum sampai rumah, karena kemacetan di jalan, tidak mengangkat telpon itu. Hingga ke berapa deringan di angkat oleh Nayna.
π"Iyaa Hallo, ini siapa sih?" ucap Nayna mendengus kesal.
π" Ini aku Nay, aku Hayyan, gimana keadaan mu sekarang?" ucap Hayyan menjawab.
π"Aku baik kok Pak Hayyan, jadi bisakah istirahat sekarang," ucap Nayna bertanya.
π"Bisa, maaf yaa Nayna, Bapak menganggu," ucap Hayyan menjelaskan.
π"Iya Pak, tidak apa-apa, saya matikan yaa Pak panggilannya," ucap Nayna menjawab.
π"Iya Nayna, selamat beristirahat," ucap Hayyan.
Nayna pun memutuskan panggilan tersebut. Hayyan pun meneruskan mobilnya. Sepanjang perjalanan Hayyan masih mengkhawatirkan Nayna, tapi di tepisnya dan selalu di doakan agar Nayna segera sembuh.
Nayna pun sampai di rumah dengan selamat, dia pun beristirahat.
Mama Nayna pun menghampiri nya.
"Sayang, hayo mama antar ke kamar mu ya," ucap mama.
"Terima kasih ma," ucap Nayna.
Mama pun mengantarkan Nayna ke kamarnya, Nayna pun beristirahat dan melepas pakaiannya satu persatu. Lalu, dia pun tidur di atas kasurnya dengan tenang.
Nayna pun lelap dalam tidurnya, hingga sampai sore. Setelah itu dia pun terbangun dan bersiap mandi, sholat dan makan malam. Setelah semua yang dilakukannya, Nayna kembali beristirahat, di bantu oleh mama nya.
Keadaan Nayna sebenarnya sudah cukup stabil, hanya saja terkadang harus perlu di papah, karena mama nya tidak tenang sebelum melihat Nayna lelap dalam tidurnya.
"Nayna, jika ada apa-apa, panggil papa dan mama di kamar ya," ucap mama kepada Nayna.
"Siap ma, akan Nayna beri tahu, jika Nayna perlu bantuan," ucap Nayna langsung tertidur.
Nayna pun lelap dalam tidurnya.
__ADS_1
πππππ
π·π·π·π·π·π·