
Nayna memandang sekitarnya. Dia masih memandang heran dengan Elang yang berada di depannya, hingga dia bertanya.
"Kamu siapa? Hayyan kemana?" ucap Naya bertanya.
"Aku Elang pacar kamu, kenapa kamu malah mencari lelaki lain?" ucap Elang balik bertanya.
Elang pun menghidupkan bel untuk memanggil dokter, dokter pun tiba pada waktu yang tepat.
Setelah melakukan pemeriksaan dokter pun meminta Elang untuk menemuinya ke ruangan, Elang pun berpamitan dengan Nayna sebentar untuk menanyakan tentang kondisinya.
Setelah Elang mendengar semua penjelasan tersebut dia bingung harus berbuat apa. Elang masih saja termangu bahwa Nayna hanya mengingat masa 5 tahun yang lalu. Dan itu memang dia menjalin hubungan dengan Hayyan.
Sedangkan dengan dirinya baru setahun ini, Elang pun sampai di ruangan tempat Nayna di rawat, Nayna yang melihat hal itu justru bertanya.
"Kamu kenapa Elang? jadi apa kata dokter katakan saja?" ucap Nayna bertanya.
"Nayna kamu hanya mengingat masa-masa 5 tahun yang lalu, dan aku tidak berada di samping mu, laki-laki yang kamu kenal sebagai Hayyan sebagai kekasih kamu saat itu," ucap Elang menarik nafas.
"Ehm, apakah aku begitu berharga bagi kamu?" ucap Nayna bertanya.
"Iya kamu berharga, aku tahu salah saat aku sakit, akan tetapi aku tidak mau menyusahkan kamu saat itu, aku tidak tahu jika kamu sakit hati kala itu," ucap Elang menjelaskan.
"Aaarghh," teriak Nayna dengan keras.
Dokter pun segera datang setelah Elang memencet tombol tersebut. Dokter pun berkata harus bersabar, Nayna sekarang sedang proses mengingat, amnesia nya hanya sementara.
Dokter pun meninggalkan Nayna. Nayna diberikan obat bius oleh dokter, sehingga Nayna terlelap dalam tidurnya.
Nayna dalam mimpinya.
Nayna mengingat masa lalu nya selama lima tahun, kebahagiaan dengan Hayyan hingga saat ini dia bersama Elang.
Akan tetapi dia dengan Elang pun kandas, sehingga saat ini Nayna hanya seorang diri tanpa kekasih. Nayna pun hanya merunduk ketika salah keduanya memperebutkan nya.
Di tengah kebimbangannya, datang lah seorang lelaki masa lalu nya yang membuat Nayna berpaling dari keduanya.
Lelaki tersebut adalah cinta monyet Nayna di kala kelas 1 SMP, kala itu Nayna terpaksa menerima cinta seorang lelaki populer kala itu sedangkan dirinya kala itu berpenampilan culun bahkan cupu.
__ADS_1
Nayna memandang lelaki tersebut dengan seksama, Nayna hanya menggelengkan kepalanya. Di dalam halusinasi di dunia itu keduanya saling berbicara.
"Nayna, kita nanti bertemu di waktu yang tepat, aku sudah lama mencari mu, jadi persiapkan waktu mu buat aku jika kita bertemu," ucap Lelaki tersebut.
Nayna ingin menjawab akan tetapi ada cahaya yang membatasi mereka sehingga lelaki tersebut tidak tampak lagi.
Saat Nayna bangun, dia mengingat lelaki di sampingnya.
"E-lang," ucap Nayna terbata-bata.
Elang pun bangun dan merasa bahagia melihat Nayna sadar kembali, Nayna koma sudah tiga hari. Akan tetapi Elang merasa Nayna menjadi jiwa baru, sehingga Elang pun bertanya.
"Nayna, apakah kamu merasa sehat sekarang?" ucap Elang bertanya.
"I-ya aku merasa sehat sekarang, mau segera pulang untuk menyelesaikan perkuliahan," ucap Nayna dengan bahagia.
"Kenapa dengan wajah kamu Nayna? apakah ada sesuatu yang baik?" ucap Elang bertanya.
"Ehm tidak apa-apa, aku hanya bermimpi bertemu dengan teman lama sebentar lagi," ucap Nayna dengan tersenyum.
Nayna pun kembali rebahan, karena belum di perbolehkan pulang oleh dokter sampai nanti siang di periksa lagi.
"Pagi Nayna," ucap mama Joe.
"Hay Tante, ehm mereka siapa Tante?" ucap Nayna bertanya.
Karena Joe kesal dengan Nayna, dia pun menghampirinya.
"Kamu tidak mengenalku!!" ucap Joe dengan nada kecewa.
"Kalau saya pacarnya Joe, nama saya Yea panggil saja begitu," ucap Yea menjulurkan tangannya.
Nayna pun menjulurkan tangannya sambil tersenyum.
"Elang ceritakan dengan kami sebenarnya ada apa dengan Nayna?," ucap mama Joe bertanya.
"Tante dari tadi dia tidak mau mengatakan apa yang dikatakan dokter malah aku di suruh nya untuk fokus kepada kesehatan ku saja," ucap Nayna merengek.
__ADS_1
"Kalau begitu hayo Elang kita bicara di luar saja, Nayna Tante janji akan kasih tahu ya, Tante keluar dulu, kamu bicara dengan Joe anak Tante dan pacarnya ya," ucap mama Joe kepada Nayna.
"Oke Tante siap," ucap Nayna memberi kode setuju.
Nayna pun berbicara dengan Joe, Joe pun berkata adanya. Bahkan dia bercerita bahwa Nayna pernah tinggal dengannya saat pertama kalian datang kesini.
Di tempat sama pembicaraan Elang dan mama Joe terlihat serius. Elang pun menjelaskan semuanya kepada mama Joe. Mama Joe yang mendengar hal itu sebenarnya sedih, akan tetapi dia yakin jika Nayna akan segera kembali pulih ingatannya.
"Jadi Tante, aku sarankan Nayna tinggal di rumah Tante saja, selain dia mengingat pertama kali datang kesini, dia juga bisa berada dengan banyak orang dan tidak merasa sendiri," ucap Elang memberi saran.
"Sepertinya saran kamu juga baik, Nayna juga sudah Tante anggap anak sendiri, oh ya Elang tinggal sebulan lagi Yea dan Joe akan bertunangan kamu juga lupa datang ya, ajak Nayna bersama kamu," ucap mama Joe mengatakan.
Selesai mereka bicara, keduanya pun kembali ke ruang pasien. Mereka pun berbicara banyak hingga tanpa terasa waktu siang pun berlalu, dokter memeriksa Nayna dan bersyukur nya Nayna di perbolehkan kembali ke rumah.
Nayna bingung dengan rumah, karena dia merasa rumahnya di Indonesia, hingga dia berpikir bahwa di sini hanyalah tempat jalan-jalan saja.
"Emangnya Nayna punya rumah di sini, bukankah Nayna tinggal di Indonesia," ucap Nayna tampak bingung.
"Nayna dulu pertama datang ke sini, kamu tinggal di rumah Tante, bahkan tiap hari berantem dengan Joe, dan lelaki ini dulu pacar mu, akan tetapi Tante tidak tahu kenapa kalian jaga jarak setelah kamu pulang dari Indonesia," ucap mama Joe menjelaskan.
"Begitu kah Tante, Nayna lupa, sebenarnya apa yang terjadi pada Nayna? Tante tadi kan janji akan menjelaskan nya," ucap Nayna kembali bertanya.
"Iya Nayna nanti kita pulang ya, kamu tinggal di rumah Tante, dan Tante aman menjelaskan apa yang di katakan oleh dokter yang dijaga oleh Elang," ucap mama Joe
"Hore, kalau begitu hayo kita bereskan semuanya agar cepat pulang," ucap Nayna dengan hati yang gembira.
Mereka pun membereskan barang-barang kepemilikan Nayna, Nayna pun berada di mobilnya mama Joe, Elang pun menitipkan Nayna pada mama Joe.
"Tante tolong jagakan Nayna ya, aku harus pulang," ucap Elang sambil melambaikan tangan.
"Tunggu ! apakah kamu tidak mau ikut mengantarkan aku sampai di depan rumah Joe," ucap Nayna bertanya.
"Nayna, kita sudah lama putus, dan semua itu adalah salah ku, kamu jaga kesehatan ya, aku harus pulang, terima kasih Tante semuanya," ucap Elang pergi.
Nayna hanya tertunduk saja atas pernyataan Elang, meskipun hatinya sedikit terluka atas pernyataan itu.
πππππ
__ADS_1
like, comment, gift dan vote
terima Kasih