
Dalam mimpi Nayna.....
Nayna berada di sebuah jalan lalu lintas dia melihat seseorang yang berada di seberang sana yang sangat dikenalnya. Dia seorang laki-laki yang saat ini masih mencintai Nayna. Lambat lain wajah itu terlihat dengan jelas dan mendekati Nayna.
"Nayna aku mencintaimu hingga sekarang aku hanya menunggu cintamu di sini" ucap lelaki itu
Namun, Nayna tidak mengenal wajah itu karena ditutupi awan gelap. Saat lelaki itu kembali ke tempatnya semula terjadi sebuah kecelakaan...
Braaaakkkk... traaaak... (Tabrakan tak dapat dielakkan, lelaki itu tergeletak, Nayna pun mendekati nya saat dilihat ada sebuah gelang bertuliskan "Hayyan").
"Arrrghh, tiiiiidakkkk" teriak Nayna dengan keras.
Ternyata efek itu terjadi padanya di dunia nyata. Elang terus memeluk Nayna, dan membisikan padanya untuk tenang. Tiba-tiba air mata keluar yang menyusuri pipi cantiknya.
Elang pun terus membisikkan hal-hal positif dan menenangkan Nayna ternyata hal itu pun berdampak pada nya di alam mimpi.
"Nayna, berhenti menangis nya masih ada aku akan selalu melindungi dan menyayangimu, kembali lah kita akan hadapi bersama-sama" ucap Herlan mengucapkan kalimat tersebut ke telinga Nayna.
Nayna pun seketika tenang dengan ucapan Elang. Sejenak Nayna pun berhenti dari tangisannya. Dan ruh Nayna kembali ke jiwa nya kembali. Nayna pun terbangun di kala Elang terlelap dalam tidurnya.
"Eelang, bangunlah aku mau minum" ucap Nayna mengusap rambut Elang.
Elang pun terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya dengan segera, apakah benar suara itu dari Nayna?
Ketika membuka mata benar saja, Nayna sudah bangun dari mimpinya. Elang pun bangun dan bertanya pada Nayna.
"Sayang, kamu sudah bangun dari tadi ya, kamu mau minta apa?" ucap Elang membuka matanya dengan lebar.
"Mau minum Elang, tolong ambilkan" ucap Nayna dengan suara lemahnya.
"Tunggu yaa Nayna" ucap Elang mengambil air putih di atas meja.
Elang pun memberikan minuman ke Nayna. Nayna pun meneguk minuman tersebut secara perlahan. Setelah itu Elang membantu Nayna kembali rebahan di atas bantal nya.
"Nayna, boleh kah aku bertanya?" ucap Elang.
"Boleh asal nggak terlalu berat ujiannya" ucap Nayna sambil bercanda.
"Bhahah, sejak kapan Nayna bisa cara bercanda di saat sakit begini" ucap Elang memegang pipi Nayna.
"Hihi, ehm sejak Elang bersama dengan ku" ucap Nayna tersenyum kecil.
__ADS_1
Keduanya pun tersenyum dan tertawa bersamaan. Bahkan saking bercanda satu sama lain. Di luar ruangan ada seseorang yang memperhatikan keduanya dan ingin masuk ke dalam ruangan tersebut. Namun, di pegang oleh Yea dan mereka pun membuyarkan kemesraan keduanya.
"Waah pagi-pagi sudah bermesraan saja kalian berdua" ucap Yea memeluk sahabatnya.
"Bagaimana Nayna kabar kamu?, ini buah maaf mama belum bisa menjengukmu" ucap Joe berusaha tersenyum.
"Baik, terima kasih Joe atas buahnya, titip salam buat mama kamu yaa" ucap Nayna tersenyum.
"Ohya kok kalian bisa bareng berdua Yea dengan Kak Joe" ucap Nayna.
"Tadi kami bertemu di pintu jadi sekaligus saja bareng masuknya, iyaa kan Kak Joe" ucap Yea memandang Joe dan memberi isyarat.
"Eeeh iyaaa bener" ucap Joe gelagap.
"Waah kirain kalian sudah jadian" ujar Elang memegang pundak Joe.
"Bhahahah, mana mungkin jadian kenalan saja belum terlalu dekat" ujar Joe malu-malu.
"Bhahaha, sejak kapan Kak Joe malu-malu dengan seorang wanita" ucap Nayna bercanda.
"Sudah-sudah jangan diteruskan lagi bercandanya" ucap Yea menenangkan.
Saatnya Yea mengikuti Joe, ternyata Joe menuju rooftop Rumah Sakit.
(gambar hanya ilustrasi)
Yea pun mendekati Joe dan memberanikan buat bertanya.
"Kak Joe, boleh kah Yea bertanya" ucap Yea mendekat.
Keduanya pun duduk sambil mesan teh untuk diminum. Joe diam sesaat tidak menjawab, karena dia bingung harus menjawab apa?, karena dirinya memang tidak pantas buat Nayna. Joe masih terdiam sehingga teh pun datang. Yea pun ikut diam, karena menunggu jawaban dari Joe.
"Dulu aku pernah menyukai Nayna, dia wanita yang sangat berbeda dengan wanita pada umumnya" ucap Joe mengenang masa lalu dengan Nayna.
"Kalau begitu jangan mencari dengan type seperti Nayna dong, karena setiap wanita itu memiliki keunikannya masing-masing, selama kamu dapat menghargainya" ucap Yea memberikan dorongan semangat.
"Baiklah, aku harus move on, lagian aku sudah meminta nya menjadikan aku kakak angkatnya jadi harus mengikhlaskan dan berusaha melindungi nya" ucap Joe sambil menyeruput teh nya.
"Nah gitu dong, itu baru namanya Joe" ucap Yea dengan senyuman indahnya.
__ADS_1
Keduanya pun tampak berbicara panjang satu sama lain, tampak ada canda tawa dan membicarakan berbagai hal sehingga keduanya semakin akrab satu sama lain.
Hingga tidak terasa sore pun menjelang mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
***
"Bagaimana Sheila?, apa kata mama tentang desain mu?" ucap Redy penasaran.
"Kamu baca sendiri.." ucap Sheila memberikan sebuah map merah bertuliskan 'lanjut kontrak'.
Redy pun sangat bahagia atas kabar tersebut dia pun langsung memeluk Sheila tanpa sadar dilihat oleh penghuni perusahaan tersebut. Mama Redy yang melihat anaknya kembali bahagia merasa bahagia yang sama.
[Sheila memiliki potensi yang bagus untuk mengelola desain pakaian, meskipun pengetahuannya masih dangkal namun desain-desain nya bagus semua] gumam Mama Redy.
Redy pun mengajak Sheila untuk pergi makan merayakan keberhasilan di terima Sheila sebagai pegawai freelance karena Sheila berstatus mahasiswa dan dia juga memiliki sebuah usaha konveksi menengah.
Usaha Konveksi Sheila hanya menyasar kalangan menengah ke bawah, baginya dasar dan bahan itu perlu dalam pembuatan desain selain beberapa hiasan dibalik pakaian tersebut.
Mereka pun sampai di tempat yang sudah di tentukan. Sheila pun berbicara dengan Redy.
"Memangnya kamu kenapa bisa bersemangat seperti ini?" ucap Sheila bertanya.
"Yaa bahagia saja, karena kemampuan kamu bisa tambah di asah di sini, mama juga bahagia kamu memiliki kemampuan yang mereka cari meskipun kamu masih harus belajar" ucap Redy sambil memanggil pelayan.
"Sheila kamu mau pesan apa?" ucap Redy bertanya.
"Pesan saja selama bukan makanan yang membuatku alergi pasti aku makan" ucap Sheila duduk dengan tenang.
"Oke deh sayang" ucap Redy menyodorkan menu dan memilih makanan.
"Ohya yaa sayang, besok kamu kuliah lagi nggak" ucap Redy bertanya.
"Ehm iyaa besok aku padat banget dari pagi sampai sore, dari aku presentasi sampai kami berkunjung" ucap Sheila menjelaskan.
"Tapi kamu nggak selingkuh kan, atau kamu primadona di kelas mu" ujar Redy cemberut.
"Bhahahah, Redy... Redy... di kelas aku di kenal sebagai wanita yang super cuek, bahkan kalau ada jam kosong saja masih belajar, jadi tidak ada kepikiran tentang hal lain" ucap Sheila sambil berjalan.
Redy dan Sheila pun sampai ke tempat parkiran dan mengantar Sheila pulang ke rumah.
πππππ
__ADS_1