
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya π
Next
Joe dan Yea, Nayna dan Elang mereka liburan bersama menikmati kebersamaan bulan madu di tempat yang sama.
Saat mereka asyik bersama berjalan bersama, ada sebuah tabrakan di depan mata mereka dan Nayna melihat langsung, dia pun langsung histeris berteriak.
Elang yang berada di sampingnya memeluk istrinya. Untungnya mereka memakai jasa sopir sehingga Elang bisa berada di samping istrinya, sebab karena beberapa hal.
"Sayang, tenangkan dirimu, lihat aku sayang, ini aku suami mu," ucap Nayna meringkuk ketakutan menaikan kaki nya di pangkuannya.
Nayna menangis dalam diam, Elang bingung harus bersikap bagaimana. Mama Nayna pernah berpesan jika terjadi sesuatu pada Nayna ketika melihat suatu kecelakaan cukup berada di dekatnya menyentuh tangan atau memeluk nya.
Agar dia merasa tidak sendirian. Hal itu lah yang dilakukan oleh Elang, padahal mereka baru melakukan satu perjalanan. Nayna masih saja meringkuk dengan menahan kedua kakinya dan menutup mata nya ke bawah.
Elang pun perlahan memegang tangan istrinya dan berbisik pada telinga istrinya.
"Sayang, ada aku di samping mu, kamu jangan bersedih ya sayang," bisik Elang.
Nayna belum juga sadar jika Elang berada di sampingnya. Sedangkan kemacetan masih saja terjadi, jika segera di urus kecelakaan depan mereka bisa saja istrinya akan membuka mata nya.
"Sayang, kalau kamu masih seperti ini, aku saja keluar dan menyelesaikan urusan kecelakaan orang tersebut," bisik Elang di telinga istrinya.
Saat Elang hendak membuka pintu mobil, tangan Nayna memegang tangan Elang.
"Ja-ngan pergi, tetap lah di-sini," ucap Nayna terbata-bata.
Elang menutup kembali dan mencoba bicara pada istrinya.
"Nayna, lihat aku sekarang aku Elang adalah suami sah mu, jika kamu ada permasalahan apapun cerita kan pada ku," ucap Elang perlahan berbicara.
"Aku ti-dak mau kehi-langan ka-mu suami-ku," ucap Nayna terbata-bata.
"Kamu tidak akan kehilangan ku sayang, lihat aku sehat dan ada di samping mu sekarang, hal apa yang kamu gelisah sekarang sayang," ucap Elang bertanya.
Tanpa menjawab lagi Nayna memeluk suaminya dengan tangisan. Elang hanya membalas pelukan istrinya dan mengelus pundak istrinya. Nayna perlahan merasa tenang, dan kemacetan pun akhirnya reda.
__ADS_1
Nayna pun terlelap dalam tidurnya di samping Elang. Elang pun menelpon Joe, agar mencari penginapan sekitar jalan. Joe pun memahami bisa saja Nayna kecapekan.
Joe pun memaklumi, kebetulan Yea juga kelelahan hingga penginapan di butuhkan. Dalam perjalanan tersebut Yea bertanya pada Joe.
"Sayang, apakah Nayna memiliki semacam penglihatan?" tanya Yea.
"Yang aku tahu sih memang seperti itu sayang, bahkan penglihatan nya itu benar ada nya, walau masih saja terjadi akan tetapi tidak mengalami luka yang terlalu parah," ucap Joe menjelaskan.
"Melalui apa dia mengetahui kalau terjadi sesuatu pada orang sekitarnya," ucap Yea bertanya kembali.
"Acak sayang, bisa melalui mimpi, dari trauma nya atau penglihatan semata, dan itu dadakan kecuali dalam mimpinya, karena hal itu lah sulit di periksa, ada yang lama prosesnya bahkan ada yang cepat," ucap Joe menjelaskan.
"Oh begitu, aku paham kalau begitu sayang," ucap Yea.
"Perjalanan penginapan yang di pesan oleh Elang, sekitar 30 menit lagi sayang, jadi kamu makan saja sesuatu yang kita beli tadi," ucap Joe.
"Oke sayang, oh ya sayang kenapa kita nggak jadi jalan-jalannya nya, apakah Nayna memang sakit?" ucap Yea bertanya.
"Tadi Elang menceritakan bahwa Nayna mengalami syok berat karena kecelakaan di depan mobil mereka tadi menyebutkan Nayna histeris dan tidak berhenti menangis, sekarang sudah tenang malah tertidur setelah dia reda," ucap Joe menjelaskan.
"Oh begitu ya sayang, kalau pesan makanan gimana sayang? kan nanti Nayna bangun pasti lapar," ucap Yea bertanya.
"Wah kamu serius sayang, enak dong kalau begitu," ucap Yea berbahagia.
"Iya sayang, santai saja tapi kan cemilan di mobil masih ada, nanti beli lagi kalau sudah habis okey," ucap Joe.
"Siap suami ku," ucap Yea.
Mobil mereka pun sudah tiba, dan Elang serta Nayna sudah lebih dulu terlihat Pak sopir sewaan mereka membawakan barang mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya Joe dan Yea menuju kamar. Pas di depan bertemu dengan Elang dan berkata.
"Maaf ya Joe dan Yea tidak sesuai rencana," ucap Elang minta maaf.
"Tidak apa-apa Elang, bagaimana kondisi Nayna sekarang?" tanya Joe.
"Sedang tertidur sekarang, oh ya setengah jam lagi makanan akan datang, malam ini kita istirahat dulu ya, besok kita lanjutkan lagi," ucap Elang.
__ADS_1
"Santai saja Elang, aku juga capek, semoga Nayna cepat sembuh ya," ucap Yea.
"Iya benar yang dikatakan istriku santai saja Elang, pokoknya kita tunggu Nayna besok, kalau begitu kami masuk dulu," ucap Joe.
"Oke selamat malam," ucap Elang melambaikan tangan pada Joe.
Joe dan Yea pun masuk ke dalam kamar hotel tersebut begitu pun dengan Elang.
Di Lokasi berbeda.
Leo beraktivitas kuliah dari pagi hingga sore hari. Sedangkan jaga cafe nya di mulai pukul 18.30, masih memiliki waktu 2,5 jam. Jam 16.00 Leo pun kembali ke kosan nya. Dering ponselnya berbunyi dari Nely.
"Maaf Ya Leo seperti nya kita belum bisa bertemu dulu, sebab nanti malam saya harus bertemu dengan pegawai baru saya," ucap Nely dalam panggilan tersebut.
"Baik Kak Nelly, aku juga malam ini jaga malam jadi belum bisa bertemu nya," jawab Leo.
"Ya sudah lain kali kita rencana kan lagi ya, karena aku sudah terlanjur janji dengan mu," ucap Nelly.
"Oke, saya tutup dulu panggilan nya Kak Nely," ucap Leo mematikan panggilan tersebut.
Nely pun bersiap menuju kantornya. Sebab dia tidak ingin terlambat sampai di cafe nya. Sebab Nelly ingin menanyakan keberlanjutan kerja pegawai baru nya, yang ternyata sebentar lagi mau sebulan.
Mumpung Nely memiliki waktu sehingga malam itu lah dia ingin bertemu dengan pegawai baru nya.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, saat Leo sampai di depan cafe seorang pegawai mengambil kepadanya untuk menemui bos mereka.
Leo pun menuruti saja sebab sejak dia bekerja di sini tidak pernah melihat bos mereka.
Leo pun mengetok pintu nya, sedangkan Nely sedang fokus membelakanginya.
"Masuk saja," teriak Nely.
Leo pun masuk, saat Nely putar kursinya.
"Kamu" ucap keduanya bersamaan.
Keduanya terkejut atas pertemuan mereka.
__ADS_1
π
Bersambung π