
#Biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih🤭
#Jangan lupa untuk selalu tersenyum#
Next
**
Nayna kembali beraktivitas, dia bersemangat untuk kembali berkuliah. Selain semangat dari Elang, ada semangat dari kedua orang tua dan adiknya yang masih kecil umur 3 tahun.
Nayna sangat menyayangi keluarganya hingga dia tidak tega untuk membuat mereka bersedih. Sehingga Nayna tidak tega jika dia harus berlarut dalam sedih.
Setelah dia beberes bersiap untuk pergi ke kampus Nayna bermain dulu sama adiknya. Saat itu papa nya pun sudah selesai sarapan, sehingga Nayna dan papa nya berangkat bersamaan.
Nayna pun sambil mendengarkan musik di dalam mobil, papa nya hanya melirik anaknya yang kembali ceria. Papa nya sangat bahagia melihat Nayna kembali bahagia dan ceria, papa pun hanya tersenyum saja.
Setelah beberapa menit, sampailah Nayna di kampus nya. Nayna pun berpamitan dengan papa nya. Papa nya pun melambaikan tangan nya.
Nayna pun berjalan menuju kampus baru nya, meskipun sungguh berbeda dengan suasana kampus sebelumnya. Sehingga Nayna kembali harus mengenal kampus dan teman barunya.
Tidak ada yang begitu istimewa di kampusnya. Sehingga ada waktu 2 jam istirahat karena dosen memberikan tugas kepada mereka, akan tetapi Nayna lebih memilih untuk tidur.
Di dalam mimpi Nayna kembali bermimpi, kali ini mimpi nya cukup panjang.
Nayna bertemu dengan sesosok wanita yang pernah dilihatnya, yang tertabrak oleh mobil di kampusnya. Nayna pun hanya terdiam saja tanpa bisa bersuara.
Nayna mendekati tapi tidak bisa bergerak dan berbicara apapun. Sesaat setelah mimpi itu Nayna di bangunkan oleh teman yang di sampingnya.
"Nayna bangun dong, sebentar lagi dosen datang," ucap Dita membangunkan Nayna.
"I-ya makasih Dita," ucap Nayna mengucek matanya.
Nayna pun bangun dari tidurnya, dan mengikuti pembelajaran seperti biasanya. Dan dia ingat cerita di dalam mimpinya tadi.
"Dita, aku duluan ya, lain kali saja kita ngobrol lagi oke," ucap Nayna melambaikan tangan pada Dita.
"Oke deh, hati-hati Nayna," ucap Dita melambaikan tangannya.
Sampailah Nayna di lokasi yang dilihatnya dalam mimpi, dia melihat sesosok wanita yang berpakaian sama di dalam mimpinya. Nayna pun melihat kendaraan yang di carinya, akan tetapi belum dilihatnya.
Sosok wanita itu pun menyeberang menuju dirinya, akan tetapi saat menuju ke arahnya ada mobil yang ugal-ugalan. Nayna melihat mobil itu menuju mereka, dia pun menarik wanita itu dengan sigap.
__ADS_1
Nayna dan wanita itu selamat, akan tetapi keduanya luka-luka, Nayna yang luka nya banyak hingga di kepala nya ada sebuah benturan yang membuatnya pingsan.
Wanita yang di tolong nya tadi pun menolong Nayna dan menyuruh sopirnya menemui dirinya. Wanita tersebut membawa Nayna ke rumah sakit.
Bahkan sopirnya di minta untuk segera mengebut ke rumah sakit.
"Siapa anak ini? bisa-bisanya dia menyelamatkan aku dari kecelakaan malah dirinya yang terluka," ucap Bu Fenny yang ternyata dosen killer di kampus tempat Nayna mengenyam pendidikan.
Sampailah di rumah sakit, Nayna segera di obati oleh pihak dokter, dan dokter pun menyampaikan kepada Bu Fenny bahwa siswanya hanya syok saja.
Bu Fenny pun mengcancel semua jadwalnya untuk melihat kesadaran mahasiswa nya meskipun dia belum mengenalnya setidaknya harus mengucapkan terima kasih.
Akan tetapi, orang tua Nayna sudah datang lebih awal dan melihat anaknya.
"Ya ampun Nayna, gimana kondisi anak ku dokter?" ucap mama Nayna langsung menemui dokter.
"Anak Ibu hanya syok saja, apakah dia takut dengan darah?" ucap dokter bertanya.
"Iya benar dokter, anak saya takut dengan darah, bahkan kalau di lihatnya itu darah merah dari dirinya langsung pingsan dia nya," ucap mama nya.
"Oh begitu, sebentar lagi pasti anak Ibu sembuh kok," ucap dokter menyemangatkan.
"Terima kasih dokter," ucap mama Nayna pada dokter.
"Maaf anda siapa?" ucap mama Nayna.
"Saya Bu Fenny yang di tolong oleh anak Ibu, maaf atas ketidakhati-hatian saya sehingga membuat anak Ibu jadi terluka," ucap Bu Fenny.
"Oh begitu, tidak apa-apa Bu Fenny, Nayna memang paling suka membantu orang lain, perkenalkan saya mama Nayna dan ini papa Nayna," ucap mama Nayna.
Saat keduanya berbicara tentang kronologi kecelakaan tersebut, papa Nayna berteriak.
"Mama, panggil dokter, Nayna sudah bangun," ucap papa Nayna.
"Baik pa," ucap mama Nayna, akan tetapi di cegah oleh Bu Fenny.
"Biar saya saja Bu, jaga lah Nayna dulu, saya akan memanggil dokter nya," ucap Bu Fenny berlalu.
Mama Nayna mengucapkan terima kasih sebelum Bu Fenny berlalu, papa dan mama Nayna berucap syukur anaknya sudah kembali sembuh.
"Mama dan papa, saya ada dimana?" ucap Nayna bertanya dengan linglung.
__ADS_1
"Kamu di rumah sakit sayang, nanti mama jelaskan, nah dokter sudah datang," ucap mama Nayna.
Dokter pun memeriksa Nayna dengan di saksikan oleh papa, mama dan Bu Fenny. Setelah selesai dokter pun berpesan agar Nayna beristirahat total setelah dia sadar kembali setidaknya seharian atau dua hari.
"Terima kasih dokter," ucap papa Nayna mengantarkan dokter ke depan ruang pasien.
"Nayna, ini dosen kamu sayang," ucap mama Nayna.
"Hay Nayna, terima kasih ya, kamu sudah membantu saya, kalau tidak mungkin saya yang akan terbaring di sini," ucap Bu Fenny.
"Oh iya Bu tidak apa-apa, terima kasih Ibu sudah mengantarkan saya," ucap Nayna tersenyum.
Saat mereka mengobrol dari luar pintu ada yang mencari, ternyata sopir dari Bu Fenny. Bu Fenny pun permisi sementara untuk keluar. Setelah keluar beberapa menit Bu Fenny pun membawa kan bingkisan buat Nayna.
"Bu, ini bingkisan buat Nayna ya," ucap Bu Fenny.
"Terima kasih ya Bu Fenny," ucap mama Nayna.
"Nayna cepat sehat ya, semoga kita segera ketemu di kampus, saya izin pamit dulu ya Bapak, Ibu dan Nayna karena masih ada urusan, masalah biaya rumah sakit semuanya sudah saya urus yang penting Nayna sehat," ucap Bu Fenny bersalaman dengan mama Nayna.
Bu Fenny pun keluar dengan di temani oleh sopirnya. Mama Nayna melambaikan tangan karena hanya mengantarkan sampai di depan ruangan pasien saja.
"Mama dan papa sudah makan belum," ucap Nayna bertanya.
"Ehm belum sayang," ucap mama tersenyum.
"Brak," pintu terbuka lebar, Elang datang dengan tergesa-gesa.
"Elang, bukannya kamu berada di luar negeri," ucap papa Nayna.
"Ehm saya mengambil penerbangan pulang cepat om," ucap Elang menjawab.
"Nah ada Elang, papa dan mama pulang lah dulu nanti biar Elang saja di sini, kasihan adik sama bibik di rumah," ucap Nayna.
"Elang, beneran kamu mau menjaga Nayna," ucap mama Nayna bertanya.
"Iya Tante, aku bisa rehat di sini, saya sudah menyuruh sopir saya mengambil pakaian dan makanan ke sini, Tante sama Om jangan khawatir, Nayna saya yang menjaga nya malam ini," ucap Elang.
Papa dan mama Nayna pun pergi meninggalkan Nayna, mencium Nayna terlebih dahulu. Setelah itu keduanya pun pulang dengan di jemput oleh sopir mereka.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung
Like dan comment ya🤭