
Nayna pun sampai di Indonesia dengan selamat, dan tiba juga di rumah.... Orangtuanya pun menyambut bahagia akan kedatangan Nayna yang sudah dikabari oleh mama Joe. Nayna pun beristirahat dari perjalanan yang cukup melelahkan.
Di Austria...
"Apaaa?, jadi mama membantu Nayna untuk pulang ke Indonesia, kenapa tidak memberi tahuku ma? Apakah semua atas keinginan Nayna tidak ingin memberi tahuku?" ucap Joe kesal.
"Maaf Joe.. Nayna ingin pulang ke Indonesia tanpa diketahui orang lain karena dia ingin menenangkan diri dan menunggu kelahiran adiknya" ucap mama Joe.
"Baiklah Ma, tapi aku minta tolong sama mama, hubungkan aku dengan Nayna jika mama menghubungi mama nya Nay" ucap Joe meredam emosinya dan kembali ke kamar.
"Kenapa, tidak bisa dihubungin sih Nayna kemana? masa' gue harus ke rumah Joe, gengsi banget tapi gelisah banget deh" ucap Hayyan berjalan seperti setrikaan.
"Hayyan.. kamu kenapa sih? berjalan seperti itu mama pusing lihatnya?" ucap mama Hayyan.
"Aku ngga bisa ngehubungi Nayna Ma, aku takut dia kenapa-kenapa?" ucap Hayyan dengan wajah yang khawatir.
"Coba kamu lihat foto yang dikirim sama Papa kamu, apakah benar wanita yang terfoto itu adalah Nayna" ucap Mama memperlihatkan foto yang dikirim oleh suaminya.
"Iya Ma bener, kira-kira Papa sudah turun dari pesawat belum ya Ma" ucap Hayyan bertanya dengan Mama nya.
"bisa jadi sudah sampai atau nggak sayang" ucap Mama.
Hayyan pun mencoba menelpon Papa nya dengan menggunakan no. whatshaap Indonesia sehingga bisa dihubungi. Namun, papa nya tidak mengangkat dia pun selalu mencoba hingga Hayyan kesal sendiri.
Hayyan pun kembali ke kamar dan merenungi dirinya selama beberapa hari karena kesal tidak ada waktu buat Nayna. Bahkan, dia tidak cerita tentang kepulangannya ke Indonesia. Hingga Hayyan terlelap dalam tidurnya.
Di tempat berbeda......
"Akhirnya sampai juga di Indonesia" gumam Elang lega.
Elang pun dijemput oleh orangtuanya. Elang pun sangat bahagia kedua orangtuanya mempunyai waktu untuk menjemputnya. Meskipun Elang merupakan anak sulung tapi orangtuanya sangat adil dengan ketiga anak-anaknya. Karena adik-adik Elang kembar laki-laki dan perempuan masih kondisi Sekolah Menengah Pertama. Elang pun tertidur pulas dengan bahagia, kehangatan atas keluarganya sungguh membuatnya bahagia.
Di pagi hari....
"Good morning Mama dan Papa?" sapa Nayna pagi-pagi.
"Sayang, jam berapa kamu bangun bisa masak sebanyak ini" ucap mama nya.
__ADS_1
"Setelah subuh Nayna langsung masak Ma, Hayoo Papa dan Mama coba yaa, bentar lagi kan Mama mau lahiran jadi spesial buat orangtuaku tercinta" ucap Nayna sambil tersenyum kepada orangtuanya.
Kebahagiaan pagi thu membuat Nayna sangat merindukan masa-masa itu. Nayna pun ketawa-ketawi dengan orangtuanya, dia sangat bahagia dengan kedua orangtuanya.
Setelah selesai sarapan papa dan mama nya bersiap pergi begitupun Nayna yang berencana ke Toko Buku setelah beberes kamarnya.
Papa dan mama Nayna meminta izin dengan Nayna. Namun, Nayna heran dengan mama nya padahal dalam hitungan harian akan lahiran masih saja kerja.
"Ma, yakin mau kerja bentar lagi kan mau lahiran" ucap Nayna khawatir.
"Iya sayang, bener yang dikatakan oleh Nayna" ucap papa Nay.
"Mama bosen sayang, Nay yakin saja yaa semuanya baik-baik saja" ucap mama meyakinkan suaminya dan Nayna.
Mama dan Papa nya Nayna pun berangkat. Nayna hanya bisa mendoakan saja. Ternyata dalam pertengahan perjalanan Mama nya seakan-akan tidak tahan ingin melahirkan. Papa Nayna pun segera menyuruh sopirnya ke RS yang biasa dikunjungi istrinya. Papa Nayna pun segera menghubungi sekretarisnya untuk tidak bisa datang ke Perusahaan karena istrinya ingin melahirkan. Namun, saat papa nya menghubungi Nayna tidak di angkat. Papa nya pun menghubungi melalui voice di whatshaap. Saat Nayna selesai setengah jam dari kamar mandinya. Di lihatnya ponsel ternyata banyak panggilana dari papa nya. Dia pun melihat pesan dan bergegas meninggalkan rumah untuk menuju ke RS. Nayna pun memanggil taxi yang tepat lewat di depannya.
"Semoga mama dan debay baik-baik saja" gumam Nayna dalam hati.
Nayna pun terus berdoa dalam hati. Agar mama dan debay dalam keadaan baik-baik saja.
"oweeeeekkkk........" suara debay akhirnya keluar terdengar dari luar Nayna mendengar saudara kandungnya.
Papa dan Mama terdengar bahagia. Setelah semuanya dibersihkan aku pun diperbolehkan masuk ke ruangan tersebut. Papa pun mengadzankan debay berjenis kelamin laki-laki.
Mama pun memeluk bayi kecilnya tersebut. Papa sangat bahagia atas kehadirannya.
"Jadi, papa dan mama mau memberi nama siapa?" ucap Nayna penasaran.
"Salman Zeinfiran..." ucap kedua orangtuanya.
"Waah bagus-bagus itu penggabungan dari nama mama dan papa kan ehm tapi huruf N thu siapa" ucap Nayna penasaran kembali.
"N itu inisial nama kamu sayang, agar adikmu selalu ingat dengamu karena kan perbedaaan usia kalian sangat jauh" ucap mama.
Tanpa terasa perut Nayna dan Papa bersuara cukup keras...
"Ohya Pa, ini roti makan dulu sebagai penganjal nanti aku pesani makanan kesukaan papa, kalau mama dibelikan buah saja ya" ucap Nayna pada kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Terima kasih yaa sayang" ucap papa.
"sama-sama Pa..." ucap Nayna tenang dan bahagia atas kehadiran anggota baru dirumahnya.
Di saat Nayna diliputi kebahagiaan. Ada panggilan telpon dari whatshaap nya...
"Ya hallo... sayang kalau aku salah aku minta maaf" ucap Hayyan penuh dengan penyesalan.
"Ma... Pa... Nayna izin angkat telpon sebentar ya" ucap Nayna izin dengan orangtuanya.
"oke sayang..." ucap papa.
"Maaf anda siapa?" ucap Nayna jengkel.
"aku Hayyan sayang... please jawab pertanyaanku" ucap Hayyan.
"Oh Bang Hayyan... ada salah nggak ada salah, saya ke Indonesia ingin ketenangan dan juga kangen dengan orangtua, bisakah aku tutup telponnya sekarang" ucap Nayna dengan nada cuek.
"Jangan di tutup dulu, jawab pertanyaan ku tadi kalau aku salah aku minta maaf" ucap Hayyan dengan penuh penyesalan.
"Bang Hayyan, aku sekarang ingin menyendiri untuk sementara jika hatiku sudah tenang aku akan menjawab pertanyaan mu itu, jadi aku harap abang bersabar atas hal itu dan fokus lah dengan kuliahnya" ucap Nayna dengan nada datar.
"Bagaimana aku bisa fokus kuliah, kalau pacar aku saja tidak ingin bicara dengan aku?" katakan jika ada hal yang membuatmu kesal hingga kamu harus lari ke Indonesia tanpa sepengetahuanku" ucap Hayyan dengan nada kesal.
"Bang maaf sekali lagi yaa... aku harus kembali ruangan bersalin, mama ku lahiran sekarang ada makanan yang mau saya antar ke papa buat kami makan, sudah dulu ya" ucap Nayna langsung mematikan ponselnya dengan mode pesawat.
Saat Hayyan menelpon sudah tidak bisa lagi..
Hayyan kesal....
Nayna yang berada di sana menahan tangisan atas sikapnya terhadap Hayyan...
Bagaimana keduanya, bisakah menyelesaikan permasalahan mereka??
Tunggu episode selanjutnya.
ππ·π·π·π
__ADS_1