
Nayna terus saja mencari sosok Hayyan, akan tetapi tidak dia menemui Hayyan sama sekali. Hayyan yang merasa ada sosok Nayna pun melihat ke arah manapun, akan tetapi kembali suara itu tidak terdengar.
Hayyan melihat Nayna tengah mencarinya, dan dia pun menghampiri Nayna yang tengah panik, Nayna bahkan tidak menyadari bahwa Hayyan sudah di depan matanya hingga Joe yang memberi tahu Nayna akan hal itu.
"Nayna lihatlah di hadapan mu, ada seorang lelaki yang melihat mu dari tadi, kenapa kamu malah mendiamkan nya," ucap Joe dari dekat.
Nayna pun melihat dengan seksama orang tersebut, bahwa benar adanya bahwa Hayyan berada di depan matanya. Hayyan pun langsung memeluk Nayna tanpa berucap apapun. Joe yang melihat hal itu hanya tersenyum, dengan diikuti Yea di belakang nya.
"Eh sayangku datang," ucap Joe mengatakan pada Yea.
"Iya dong, Nayna kan sahabat aku, dan kamu calon suami aku, kalian semua penting bagi ku," ucap Yea.
"Iya Yea sayang, aku pun demikian menyayangi mu," ucap Joe dengan tersenyum.
Joe dan Yea pun saling berpelukan satu sama lain, melihat kebahagiaan dua insan yang kembali di pertemukan.
"Nayna, maukah kamu menjadi pasangan ku kembali," ucap Hayyan bertanya.
"Ehm apakah bisa?" ucap Nayna bertanya sambil tersenyum.
"Jadi kita jadian nie," ucap Hayyan bertanya.
"I-ya," ucap Nayna sambil tersenyum.
Nayna pun hanya tersenyum malu menatap wajah Hayyan yang sudah lama tidak bertemu. Begitupun dengan Hayyan yang tersenyum malu atas keduanya.
"Hayyan, aku mau tahu deh kenapa kamu nggak jadi naik pesawat?" ucap Nayna bertanya.
"Tadi ada yang lebih urgent tadi makanya saya memberikan tiket saya, maka saya memberikannya tiket tersebut," ucap Hayyan memberi tahu
"Oh begitu, terus kamu memikirkan apa setelah dari kejadian ini? coba sekarang kabari orang tua mu agar mereka tidak panik," ucap Nayna berkata.
"Ohya benar juga yang kamu bilang Nayna, aku telpon papa dan mama ku dulu ya," ucap Hayyan bertanya.
__ADS_1
Hayyan pun menghubungi orang tua nya, dan mengatakan bahwa dirinya selamat serta masih memilih waktu yang pas untuk ke Indonesia. Hayyan pun sudah menjelaskan semua kepada orangtuanya.
Setelah selesai Hayyan pun meminta untuk makan bersama. Joe pun meminjam mobil nya, sedangkan dia bersama Yea di dalam mobilnya.
Mereka pun menuju restoran yang terdekat dari bandara tersebut, diikuti oleh Joe dan Nayna di belakang.
"Nayna, ingat kita sudah jadian, jika ada lelaki yang mendekati kamu bilang kalau kamu sudah jadi milik aku," ucap Hayyan mengatakan.
"Haha, ada-ada saja kamu Hayyan, kalau ada yang nanya pasti aku jawab, kalau nggak ada yang bertanya ngapain juga aku jawab kan," ucap Nayna sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku berharap jangan pernah bohongi hubungan kita ya," ucap Hayyan sambil menyetir.
Tiba lah mereka disebuah tempat setelah itu mencari tempat untuk makan. Mereka pun makan bersama di tempat yang sudah ditentukan.
Hayyan pun mengajak Nayna untuk dekat dengannya begitupun dengan Joe dekat dengan Yea.
"Hayyan, apakah kamu serius dengan Nayna? saya sarankan jangan berlama-lama kalau bisa menikah," ucap Joe sambil memanggil pelayan.
"Iya lah, aku tidak ingin berpisah dengan Nayna, Nayna bagian dari hidup ku," ucap Hayyan sambil tersenyum.
Ternyata musibah masih saja terjadi dengan Hayyan, dan lagi dia pun selamat dari maut tersebut. Hingga waktu pun berlalu, Hayyan harus kembali ke Indonesia untuk meminta izin pada orang tuanya untuk bertunangan dengan Nayna.
Nayna begitu bahagia dengan hal itu, hingga Nayna dan Hayyan tidak berkomunikasi dikarenakan Hayyan sibuk mengurus keperluan papa nya.
Di tempat berbeda.
Elang dan saingan satunya menerima dengan sikap lapang dada bahwa Nayna akan bertunangan dengan Hayyan. Akan tetapi Elang masih menganggap Nayna sebagai teman nya hingga dia bisa melihat sendiri jika Nayna sudah menikah.
Dan itu kebahagiaan yang tak terkira dari Elang. Elang begitu tulus mencintai Nayna, walau seperti tidak serius akan tetapi Elang sengaja menutup keseriusan nya karena dia sibuk memperebutkan hati Nayna.
Hingga Elang menyerah pada titik menyerahkan Nayna sepenuh hati ke Hayyan.
"Nayna, kenapa kamu melamun? adakah sesuatu yang membuat mu merasa sedih?" ucap Elang bertanya dan duduk di hadapannya.
__ADS_1
"I-ya Elang, aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi dan membuat ku harus siap menerima nantinya," ucap Nayna menjelaskan.
"Apakah kamu bermimpi atau hanya sekedar merasa saja?" ucap Elang bertanya.
"Kalau mimpi sih pernah tentang Hayyan, dan bersyukur nya dia selalu selamat dan selalu selamat dari marabahaya, apakah ada hal lain nantinya," ucap Nayna khawatir.
"Ehm, aku sih tidak bisa berpikir apapun saat ini, hanya saja aku berharap kamu berpikir positif saja sekarang, mungkin itu hanya pikiran mu saja," ucap Elang menenangkan.
"Ehm iya juga sih, aku harus meyakinkan diri, bahwa semuanya baik-baik saja," ucap Nayna mulai merasa tenang.
Hingga sebuah ponsel berbunyi dengan sangat keras dari ponselnya Elang. Elang pun permisi pada Nayna untuk mengangkat telpon tersebut, betapa terkejut dirinya bahwa kabar duka di dapat dari Hayyan.
Elang bingung harus mengatakan sesuatu, akan tetapi Elang di suruh untuk menyerahkan ponsel tersebut pada Nayna. Agar mama Hayyan bisa menguatkan Nayna yang tengah menunggu kabar Hayyan.
Elang pun maju mundur mau memberikan ponsel tersebut, hingga Nayna pun bingung dengan sikap Elang.
"Kamu kenapa Elang? katakan saja kenapa dengan ponselmu?" ucap Nayna bertanya dengan mengerutkan kening.
"Ini ada telpon dari mama Hayyan," ucap Elang memberikan ponsel pada Nayna.
Nayna pun menerima ponsel tersebut dengan hati yang gembira.
",Oke makasih Elang," ucap Nayna menerima ponsel tersebut.
Setelah dia mengambil ponsel tersebut, mama Hayyan seperti biasa menanyakan kabar Hayyan, setelah dirasa hati Nayna tenang, mama Hayyan pun menjelaskan pada Nayna tentang Hayyan.
Nayna yang mendengar berita itu langsung terdiam, dan dia berkeinginan untuk mengambil penerbangan saat itu juga, mama Hayyan pun sudah mengirim tiket Nayna dan Elang untuk ke Indonesia.
Tanpa basa basi, Elang meminta Nayna untuk segera bersiap kembali ke Indonesia. Setelah semua selesai membereskan barangnya, Nayna pun kembali ke rumahnya dan berpamitan pada keluarga Joe.
Sesampai nya di bandara Nayna terus saja menangis yang membuat orang sekitar bingung dengan sikap Nayna. Elang tidak memperdulikan kondisi sekitar sehingga Elang hanya fokus pada Nayna yang benar-benar terpukul akan kematian Hayyan.
Padahal baru saja mereka jadian selama seminggu, akan tetapi Tuhan berkehendak lain.
__ADS_1
ππππ
like dan comment yaπ