
"Lagi dan lagi kenapa jika mimpi tentang gaun usang pasti akan kembali ke masa lampau. Apakah filosofi dari gaun usang adalah masa lampau. Aah memikirkan membuatku pusing," gumam Nayna.
Nayna pun setelah sembuh tidak banyak bicara. Meskipun teman-temannya khawatir, tapi orangtua Nayna lebih memilih agar Nayna untuk sementara tidak dijenguk karena kondisinya belum memungkinkan.
Sesampainya dirumah, mama dan papa nya terus bertanya tentang kejadian dia tidak bangun setelah tidur. Nayna hanya menjawab lelah dan bilang jika sudah sehat akan Nayna ceritakan.
Namun satu hal papa dan mama haru tahu kalau Nayna tidak berbuat macam-macam yang membuat mama dan papa khawatir begitulah ucapan Nayna untuk menenangkan kedua orangtuanya.
Nayna pun kembali beristirahat dengan tenang dengan meminum obat dari dokter meskipun dia pura-pura melakukannya.
Pagi pun tiba matahari menampakkan sinar muda dengan indahnya. Nayna pun terbangun dari lelapnya namun betapa terkejut dirinya kedua orangtuanya sudah berada disampingnya.
"Mama sama papa sudah pakaian rapi bukannya pergi kok malah ke kamar Nay," ucap Nayna kepada orangtuanya.
Mama pun langsung memeluk Nayna karena takut hal yang sama akan terjadi. Nayna paham dengan kekhawatiran mama nya. Nayna pum berusaha menenangkan mama nya, karena Nayna mau bersiap ke sekolah. Orangtua nya pun berpamitan pergi ke kantor. Nayna bersiap-siap ke sekolah sebelumnya sarapan terlebih dulu.
Setelah sampai di sekolah teman-teman dekat Nayna mulai mengintrogasinya. Merek Begitu khawatir dengan keadaan Nayna, karena Nayna sering kali tiba-tiba pingsan dan lama sadarkan diri.
Orangtua Nayna pun sudah berpesan pada pihak sekolah, agar mengabari jika terjadi sesuatu pada Nayna. Namun, hal yang membuat Nayna makin pusing kehadiran Ravan di sekolahnya.
Para siswa kita telah kedatangan anak baru dari Austria, silahkan perkenalan diri.
"Hai semua saya Ravan, salam kenal semuanya, " ucap Ravan tersenyum kepada semua orang.
Semua wanita di kelas tersebut terpesona dengan ketempanan Ravan. Namun, Nayna tidak memperdulikannya hanya saja Ravan yang terus menganggunya.
__ADS_1
Kehidupan Nayna pun mulai terusik sejak kehadiran Ravan di sekolahnya. Ravan mengumumkan ke teman-teman di sekolahnya bahwa Nayna adalah pacarnya. Sehingga membuat kehebohan seisi sekolah. Bahkan wanita yang merasa paling cantik di sekolah tersebut merasa risih dengan Nayna.
Nayna tidak menggubris semua tingkah Ravan bahkan seolah acuh dan cuek membuat Ravan makin penasaran dengan tingkahnya. Ravan makin melihat pesona tak kalah Nayna cuek padanya. Karena dulu Nayna menjadi sosok yang sangat manja dengannya saat mereka bersama. Siapa sangka disebabkan kesalahannya sendiri membuat Nayna menjadi sosok cuek dan acuh padanya. Namun, Nayna benar-benar tidak memperdulikannya sama sekali meskipun terus diusik.
"Sepertinya saingan gue orang-orang yang berpengaruh dalam hidup Nayna sejak kepergian gue, sepertinya harus dikiatkan kedekatan dengan Nayna. Agar tak ada celah mereka mendekati Nayna. Laki-laki saingan gue itu Elang dan Hayyan. Apa lagi Hayyan salah satu laki-laki yang terbilang intens meskipun sikap Hayyan itu cuek dengan Nayna," gumam Ravan dalam hati.
"Nay, kayak nya loe harus bicara deh dengan Ravan. Kalau loe terus menghindar darinya tidak akan menyelesaikan masalah kalian, jadi bicara berdua dengannya itu adalah hal yang baik," ucap Vira.
"Iya nay, gue sepakat dengan pendapat Vira," ucap Dila.
"Oke, akan gue pikirkan pendapat dari kalian, thanks yaa teman-temanku," ucap Nayna.
"Oke Nay, sama-sama," ucap kedua sahabatnya.
Nayna bahagia dengan kehadiran kedua sahabatnya itu. Karena mereka lah hidupnya lebih berarti, bahkan mereka mengetahui kegalauan pasca ditinggalkan oleh Ravan kala itu. Meskipun demikian sahabat-sahabatnya tidak selalu mempertanyakan hubungannya Ravan setelahnya, karena mereka menjaga perasaan Nayna.
Saat Nayna asyik ke perpustakaan Ravan datang secara tiba-tiba dan mendekat. Ravan terus saja menggangu Nayna, Vira dan Dila tidak ada bersama nya karena memiliki urusan mereka masing-masing. Sehingga Nayna sendirian di perpustakaan tersebut tanpa temannya.
"Iih Ravan, kamu ganggu tahu nggak," ucap Nayna teriak.
"Huuuuuss," ucap siswa lainnya pada Nayna.
Ravan pun mendekat dan berkata ;
"Makanya bicara, jangan aku ganggu dulu baru kamu ajak aku bicara, siapa coba yang ingin di diamkan ketika bicara, aku kan hanya ingin kamu menyapa ku kayak lainnya, walau aku akui salah di masa lampau," ucap Ravan menjelaskan.
__ADS_1
"Nanti, kita lanjutkan bicara nya, tapi jangan di sini, aku sedang fokus membaca," ucap Nayna mengomel.
"Oke aku akan pergi, tapi janji yaa nanti setelah baca kita bicara, kamu harus menepati janjimu," ucap Ravan.
Ravan pun pergi meninggalkan Nayna yang masih di perpustakaan. Nayna pun lega bisa mengusir Ravan, saat Ravan pergi dari belakang seperti banyak yang berbisik tentangnya.
Setelah Nayna selesai bicara, dari arah samping ada sengaja melewatinya.
"Up sorry Nayna, aku tidak sengaja bersenggolan dengan kamu, aku penasaran dengan parasmu ini, kenapa banyak sekali lelaki yang terpikat dengan wajah polosmu ini, kamu pakai pelet yaa," ucap Putri memegang rambut panjang Nayna.
"Iih kamu apaan sih Putri, aku tidak pernah mengusik mu bahkan mengganggumu, kenapa kamu usil dengan hidup ku," ucap Nayna mendengus kesal.
"Yaa kesal lah, dari Pak Hayyan, Elang hingga anak baru itu semua mendekati mu, yaa wajarlah kita bertanya kamu pakai pelet atau pakai susuk, wajah kamu saja polos, sikap kamu saja seperti wanita culun, cantik dari mana," ucap Putri mengitari Nayna.
"Ehm," ucap Nayna kesal.
"Kenapa kamu kesal dengan ku? lagian seisi sekolah ini sudah membenci elo, elo tahu alasannya kenapa? elo terlalu sempurna bagi karakter wanita utama, bagi kita elo nggak pantas bahagia," ucap Putri ingin menyiram air putih kepada Nayna, namun di tendang langsung oleh Vira.
"Argh, siapa sih yang nyiram muka ke gue?" ucap Putri membersihkan mukanya.
"Kamu tidak apa-apa kan Nayna?" ucap Vira dan Dila melindungi Nayna.
"Iih Vira elo nggak bisa berkaca apa? elo lebih cantik dari Nayna, tapi kenapa nggak ada rasa iri sama dia, malah mau saja berteman dengannya?" ucap Putri mendengus kesal.
"Hahaha, elo lucu Putri, kita berteman bukan karena hal apapun, dan juga gue saranin sama elo, mending elo perbaiki etika deh, agar banyak para lelaki menyukai elo, okey," ucap Vira menarik teman-temannya pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Putri pun kesal dengan sikap Vira, hingga ia ingin balasa dendam pada Nayna dan teman-temannya.
π·π·π·π·π·