Gaun Usang

Gaun Usang
Tidak menyerah


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..,


Hayyan dan Nayna belum memperbaiki hubungannya begitu dengan Joe belum sama sekali berbicara dengannya. Entah kenapa sejak kedua laki-laki itu memasuki kehidupan nya semua terasa berwarna sehingga membuat Nayna ingin menghentikan semuanya...


Para siswa pun berkumpul mendapatkan pengumuman tentang kelulusan mereka. Ketika Direktur Sekolah mengumumkan siswa terbaik ketiga adalah Beon Kyi, siswa terbaik kedua Nayna, siswa terbaik pertama Joe begitulah pengumuman yang diucapkan oleh direktur sekolah. Setelah selesai para siswa memberikan hadiah kepada guru dan menikmati makan bersama.


Nayna pun berfoto sejenak dengan teman-teman nya, dan menyepi ke sebuah taman yang biasa tempat dia menyendiri namun ada sebuah tangan yang menarik tangganya.


" please ikut dengan ku sekarang..." ucap Joe menarik tangan Nayna.


Nayna hanya diam dan mengikuti saja..


"Nay.. aku minta maaf dan terima kasih atas semua waktu yang berikan padaku bisakah sejenak kita berfoto bersama" ucap Joe dan Nayna hanya mengangguk setuju dengan pernyataan Joe.


Nayna tidak berkata apapun, dia pergi saja setelah Joe berkata demikian.


"Nay... elo kenapa sih kayak linglung begitu, ceritakan sama aku" ucap Joe kembali memegang tangan Nayna.


Nayna pun melepaskan genggaman tangan tersebut dan berkata "Tidak apa-apa kok Joe saya baik-baik saja, saya pergi dulu ya" ucap Nayna pergi dengan senyumannya.


Beberapa Minggu kemudian...


Semua orang menikmati liburannya di tempat yang menyenangkan, hanya Nayna yang membereskan rumah barunya. Sejak Nayna tidak lagi tinggal di rumah Joe, Nayna berubah menjadi sosok yang dewasa dan bijaksana. Entah hal apa yang membuatnya memiliki sikap begitu.


Dering ponsel Nayna pun berbunyi ....


drrrrrrtttt......


"Nay, aku boleh nggak ke rumah mu" ucap Hayyan dalam panggilan telponnya. Sejak mereka putus baru kali ini Hayyan menelpon kembali. Entah hal apa yang membuat Hayyan baru menghubungi Nayna sekarang.

__ADS_1


"Ehm maaf Abang Hayyan, aku lagi sibuk beres-beres rumah jadi tidak menerima tamu" ucap Nayna berbicara datar.


"Nay... please jangan berlagak sok dewasa di depanku, jika kamu sedih dan menangis maka lakukan saja jangan ditahan lagi" ucap Hayyan berbicara lantang.


"Terima kasih nasehat nya Bang Hayyan... Nay tutup dulu yaa mau lanjut lagi" ucap Nayna langsung mematikan panggilan tersebut dan mematikan ponselnya dan menghidupkan ponsel yang lainnya.


Nayna berubah sejak pengumuman prestasi tersebut, orang tuanya memberi kabar bahwa Nayna menetap saja di Austria dan sudah dibelikan rumah disana. sehingga Nayna berpikir bahwa orang tuanya tidak menginginkannya lagi, padahal orang tuanya sudah memberi pengertian sehingga Nayna belajar memahami semua hal itu meskipun terasa berat bagi Nayna bagi usia nya yang cukup belia.


Nayna pun kembali memeluk guling yang ada dikamarnya dan terus menangis atas kesendirian nya, sebulan lagi dia akan menjadi mahasiswa baru sehingga dia akan memulai aktivitas yang padat. Namun, sejak liburan berjalan 3 hari Nayna hanya mengurung diri di rumah saja. Meskipun orangtuanya selalu menelpon Nayna menjawab dengan senyum bahagia bahwa dia baik-baik saja.


Hingga hari itu tiba....


Dering ponsel Nayna pun berbunyi dengan kerasnya, saat Nayna sibuk menanam tanaman dan menyiram nya. Seseorang datang menemuinya, siapa lagi kalau bukan Joe yang selalu diam-diam menatap Nayna dari kejauhan.


Joe pun memberanikan diri memasuki halaman rumah Nayna dan menyapanya "Hai Nay, gimana kabarmu? wah lagi bertanaman yaa, boleh ikutan dong" ucap Joe dengan senyuman terindahnya.


Nayna pun berdiri dan menghampiri nya "kamu tahu apa dengan tanaman" ucap Nayna memonyongkan mulutnya.


Nayna pun berdiri dan berkata "Tak perlu Joe nanti saya saja yang mengambilkannya, kamu cucilah tangan di dekat tanaman disana" ucap Nayna menunjukkan arah keran tersebut.


Joe pun menuju keran tersebut untuk mencuci tangan sedangkan Nayna masuk ke dalam rumah mengambil piring dan sendok. Mereka berdua pun makan bersama sambil dengan canda tawanya...


"Ohya Joe, kamu kuliah dimana? apakah kita satu kampus?" ucap Nayna penasaran.


"ehm seperti nya tidak Nay.. karena saya mengambil jurusan Administrasi Tata Kota" ucap Joe.


Keduanya pun kembali berbincang satu sama lain karena sudah lama tidak bertemu, keduanya banyak hal yang dibicarakan namun ada sosok yang terbakar api cemburu atas keduanya.


Sosok tersebut tanpa dosa memasuki halaman rumah Nayna dengan senyuman " Hai Nayna dan Joe... wah kalian makan siang bareng yaa boleh dong aku ikutan" ucap Hayyan sinis dengan Joe, begitu pun Joe tatap keduanya sungguh tajam hingga disadarkan oleh Nayna.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu disini Hayyan, ohw tadi aku lewat saja eeh ternyata melihat lagi ada tamu, jadi kebetulan aku tadi beli makanan kita makan bersama saja yaa Nay" ucap Hayyan bermuka manis dengan Nay.


"Baiklah nanti aku ambilkan piring dan sendok yaa tunggu sebentar... awas kalian jangan sampai berantem ya" ucap Nay kepada keduanya.


Nay pun masuk ke dapurnya mengambil piring dan sendok, saat Nay mengambilnya keduanya berbicara...


Mata Hayyan pun seolah-olah mengajak bersaing sehat untuk mendapatkan kembali hati Nay meskipun hanya isyarat salaman keduanya syarat akan kecemburuan yang terpendam di dalam hati mereka.


Nayna pun berjalan menuju meja makan di depan kolam tersebut dan berkata "wah kalian berdua cukup romantis ya pakai salaman segala, kalian sudah menjadi teman baik kan" ucap Nay dengan gembira.


Hayyan pun mendekati Joe dan merangkul nya dan berkata "heheh iya dong kita sudah berteman pastinya, iyaa nggak Joe (sambil memicingkan matanya ke arah Joe)".


Joe yang melihat tatapan tajam Hayyan pun membalas dengan hal yang tak terduga, dia pun memeluk Hayyan dengan sangat erat dan berkata "iyaa dong kita berteman, lihat kan kita pelukan Nay (ingat ya kita bersaing sehat untuk mendapatkan hati Nay awas saja jika di antara kita curang)".


Nay pun mencairkan suasana tersebut dan berkata "kalau begitu hayoo kita makan lagi, nie piring dan sendok kamu yaa Hayyan" ucap Nayna.


"Terima kasih Nay atas piring dan sendok nya kamu memang istri idaman" ucap Hayyan dengan suara pelan.


"Apa?? bilang apa tadi" ucap Nayna penasaran.


Joe pun menjawab atas pertanyaan Nay yang ditujukan ke Hayyan "dia bilang terima kasih Nay sudah membantu mengambilkan piring dan sendok" ucap Joe dengan senyuman.


"Ohw begitu baiklah, mari lanjut makan" ucap Nayna.


Saat bertiga asyik dengan makanan mereka, ada sebuah kendaraan yang melewati rumah itu dan mengamati penghuninya lalu berlalu setelah semenit berhenti sejenak...


Siapakah dia ???


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ

__ADS_1


Like and Comment ya☺️


__ADS_2