
Semalaman Nayna memikirkan hal itu, untuk menutupi kegalauannya, dia pun menghubungi Hayyan.
"Yaa sayang ada apa?" ucap Hayyan dengan segudang tugas.
"kamu sibuk banget ya sayang, ngga biasa cara bicaranya" ucap Nayna.
"Iyaa nie sayang tugas kampus makin banyak nie, tapi aku bisa menundanya sayang demi kamu, yaa udah kamu mau cerita apa?" ucap Hayyan.
Nayna pun berpikir lama sehingga sedari tadi Hayyan memperhatian mimik muka pacarnya.
"Kamu mikirin apa sih sayang, kamu ada masalah apa cerita saja?" ucap Hayyan.
"tapi janji dulu kamu bakal nggak marah" ucap Nayna.
"Baiklah, aku ngga marah demi kamu deh, cepat bilang apa?" ucap Hayyan penasaran.
"Joe meminta hubungan palsu kami hanya di sekolah saja, dan aku menyetujuinya aku punya alasan karena menyetujuinya sayang" ucap Nayna menjelaskan.
"Apa? bagaimana bisa sayang kamu memiliki dua hati yang harus diperhatikan meski satunya habungan palsu" ucap Hayyan cemburu...
"saa...yang... aku perhatiannya hanya dengan kamu saja kok, waktu ku lebih banyak dengan kamu daripada Joe" ucap Nay memberikan penjelasan.
"pesona apa sih sayang, hingga banyak laki-laki jatuh cinta dengan kamu?" ucap Hayyan.
"ehm kamu beneran kesal dan marah ya sayang" ucap Nayna berusaha membujuk.
"pastilah akan kesal dan cemburu, belum lagi nanti Elang akan kesini mengejar kamu, aku apalah daya kalau begitu 3 laki-laki mengejarmu, hanya bergantung pada takdir saja kalau begitu" ucap Hayyan.
"kok jadi melantur sih bicaranya, aku kan nanya yang serius malah bahas yang lain" ucap Nayna mulai kesal dengan Hayyan.
Nayna pun langsung memutuskan panggilan tersebut...
"hal ini lah yang membuatku kesal dengan Hayyan, dia selalu berusaha mengalihkan pembicaraan... iiih kesal banget deh" ucap Nayna dalam hati.
Dalam hati Nayna berkecamuk, datanglah pesan dari Hayyan.
"Kenapa dimatikan panggilannya?, kamu kesal sama aku karena tidak menanggapimu, kan tadi aku udah jawab sayang kalau aku cemburu dan kesal, jadi aku bilang bergantung takdir maksudnya sebisa aku selalu ada waktu untukmu, namun beberapa hari ke depan aku sibuk dengan urusan kampus jadi sementara nie kita belum dulu ketemuan, kalau pun untuk berbicara cukup di ponsel saja, jadi jika nanti aku slow respon kamu jangan ngambek ya sayang" ucap Hayyan dalam pesan tersebut.
Nayna tidak membalas pesan itu sama sekali, karena dia masih kesal dengan sikap Hayyan. Nayna pun masih ngedumel dengan hatinya sendiri.
"Lihat saja nanti, kalau aku senggang aku datangi kampusnya buat kejutan" gumam Nayna dalam hati.
__ADS_1
Nayna pun berusaha istirahat meskipun matanya sulit untuk terpejam.
Di tempat yang berbeda....
Hayyan masih mengerjakan tugasnya dengan serius, meskipun pikirannya masih ke Nayna.
"Punya pacar lebih muda, yaa ginie mudah banget ngambekkan, meskipun kalau ngambekkan emang karakter lahiriah wanita sih" gumam Hayyan dalam hati.
Saat Hati Nayna lagi gelisah panggilan Videk dari Elang...
"Hay Nay, apa kabar?" ucap Elang.
"Baik nie, ohya kamu lagi dimana Elang, kayakanya bukan di Indonesia" ucap Nayna penasaran.
"heheh kami lagi study banding, yang di utus gue dengan beberapa teman jadi dapat fasilitas nginap di hotel, ehm sekarang lagi di Austria Hotel Fun Happy" ucap Elang.
"apaaa?" kamu ada di Austria, bagaimana mungkin Hayyan?" ucap Nayna.
"hahaha... Nay gue Elang bukan Hayyan, elo lagi berantem yaa sama Hayyan sampai salah sebut nama" ucap Elang dengan gelak tawa..
"ehm iya kita berantem, intinya gue kesal pokoknya, ohya Elang berapa lama kalian disini?" ucap Nayna dengan muka cemberut.
"mau minta apa?" ucap Nayna.
"Minta waktu kamu selama satu hari, di waktu minggu nanti, karena hari itu aku memiliki waktu" ucap Elang.
"aku usahain yaa Elang" ucap Nayna.
"Baiklah, aku tidak memaksamu Nay. Terima kasih yaa atas waktunya" ucap Elang.
Panggilan pun terputus....
"Ya Ampun, apa yang harus perbuat sekarang? Joe memintaku masih tetap menjadi pacar bohongannya, Hayyan yang sibuk dan tidak terlalu memperdulikanku, Elang yang selalu ada dikala kesulitan gue" gumam Nayna dalam hati.
Di saat Nayna pusing memikirkan ke tiga laki-lakinya yang menginginkan dirinya...
Tiba... Tiba dia jatuh tersungkur ke kasurnya...
Tiada yang menduga Nayna pingsan dikamar, karena suasana sudah malam sehingga tiada yang memperdulikannya...
Pagi pun menjelang...
__ADS_1
"Kok tidak biasanya Nayna belum turun" ucap mamanya Joe.
Mama Joe pun mengetok pintu Nayna, Tapi tidak ada suara, beliau pun mencoba masuk. Dan menyentuh tubuh Nayna namun tiada reaksi apa-apa.
Mamanya Joe pun berteriak dengan keras sehingga papa dan Joe menghampiri mama dikamarnya Nayna. Mereka pun membawa Nayna ke Rumah Sakit terdekat agar Nayna segera ditangani. Nayna pun segera ditangani oleh tim dokter. Ketika semuanya selesai serta prosedur administrasi diselesaikan oleh papa nya Joe, dokter pun menjelaskan kepada keluarganya Joe sehingga semua tidak terlalu khawatir dengan kondisi Nayna. Karena Nayna dalam kondisi stress saja jadi butuh istirahat.
Nayna dalm mimpinya...
"Nay masih ingat kah sama nenek" ucap nenek.
"Ingat kok nek, ohya kenapa aku dibuat pingsan lagi nek, pesan apa yang mau nenek sampaikan buat aku" ucap Nayna.
"Setelah sadar, kamu segera balik ke Indonesia karena mama kamu dalam waktu seminggu akan melahirkan" ucap nenek.
"Ya ampun, aku selama ini tidak sadar menghitung kalender nek, jadi aku bisa menghindar sementara dengan mereka" ucap Nayna.
"benar sekali, sementara ini kamu akan sadar beberapa jam lagi, namun dalam proses istirahat kamu usahakan memesan tiket pesawat dan mengabarin orangtuamu" ucap nenek.
"makasih nenek atas pesannya, nenek tahu nggak adikku laki-laki atau perempuan" ucap Nayna.
"hahaha... nenek bukan peramal sayang,nenek hanya merindukanmu saja dan kasihan melihat kamu stress dengan tingkah ketiga laki-laki yang menyukaimu" ucap nenek.
"aargh nenek bercanda, bagaimana mungkin ketiganya menyukaiku? pacarku kan hanya Hayyan seorang, kalau Joe hanya pacar bohongan sedangkan Elang hanya seorang teman" ucap Nayna menjelaskan kepada nenek.
"hehehe... Nayna.. nayna... sungguh polos dirimu, nenek berharap kamu tetap fokus menggapai impianmu yaa, jika perlu sesuatu bilang sama nenek ya" ucap nenek dalam mimpi.
Ketika beberapa jam Nayna belum sadar, dia pun tiba-tiba menggerakkan tangan dan berteriak...
"Neeeneeeekkk......" ucap Nayna teriak sekecang-kencang.
Para tamu yang datang terkejut dengan teriakan Nayna. Dia pun segera diperiksa dokter dan dinyatakan sudah boleh pulang tapi harus total istirahatnya.
Nayna pun segera pulang ke rumah untuk istirahat di rumah...
๐๐ท๐ท๐ท๐
Bagaimana kelanjutannya??
Like and comment ya๐
Terima kasih๐
__ADS_1