
"Papa... maaf yaa Nayna telat ngantarkan makanan" ucap Nayna.
"nggak apa-apa sayang, papa tadi lagi main sama adek kamu" ucap mama.
"Ohya ma.. apakah sudah di adzankan oleh papa?" ucap Nayna.
"sudah sayang..."ucap mama.
"hayoo pa.. kita makan, ma.. aku sudah membelikan buah yang mama mau" ucap Nayna.
Mereka pun makan bersama bahagia atas kelahiran Salman Zeinfiran. Namun ketiganya dalam keluarga tersebut berbeda memanggil bayi yang baru lahir tersebut. Sang kakak Nayna memanggilnya Salman, Mama memanggilnya Zein sedangkan Papanya Firan. Meskipun berbeda mereka tidak berdebat sama sekali malah kocak tertawa karena perbedaan tersebut. Hal itu lah yang membuatnya nyaman di rumah, meskipun orangtuanya selalu beda pendapat keduanya dengan sikap dewasa tidak pernah marahan sehingga rumah tangga orangtuanya damai walaupun hanya sedikit ada gesekan konflik keduanya menyelesaikan dengan tangisan. Hal itulah yang dipelajari Nayna dari kedua orangtuanya sehingga Nayna menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab bukan wanita manja yang sering dilebelkan kepada anak pengusaha kaya bahkan Nayna terkesan sederhana dan tidak suka berfoya-foya karena karakter itulah Nayna disukai banyak orang hingga membuat orang sekitarnya iri dengannya.
"Apakah aku harus pindah kembali ke Indonesia setelah selesai sekolah selesai, karena nyamanlah bersama dengan keluarga daripada disana tinggal sendirian" gumam Nayna dalam hati.
Nayna merasakan kebahagiaan tiada tara atas kelahiran Salman, bagi mereka Salman dunia baru bagi mereka semua. Begitupun dengan orangtuanya. Meskipun sangat terlihat jika papa nya lebih menyukai Salman ketimbang dirinya. Entah kenapa pikiran cemburu menggentayangi Nayna. Namun, Nayna kembali berpikir bahwa yang dilakukan oleh orangtua.
"argh... Masa' aku iri dengan adik kecilku ini yang belum tahu apa-apa tentang dunia" gumam Nayna dalam hati.
Di tempat berbeda.....
"aku sungguh kesal dengan diriku sendiri, kenapa Nayna tidak menghubungiku lagi setelah aku menelpon sekali" ucap Hayyan dengan dirinya sendiri.
"Hayyan... Kamu nggak kampus kah?" ucap Mama hayyan.
"Badanku lagi tidak sehat ma, jadi aku izin tidak kuliah dulu"ucap Hayyan dalam hati.
"Oke baiklah, kalau begitu mama tidak bertanya lagi" ucap mama Hayyan.
Mama Hayyan hanya mengernyitkan keningnya saja.
Hayyan terus saja mengurung dirinya, makanpun hanya di dalam kamar. Dia menunggu panggilan telpon dari Nayna, namun Nayna belum mengabarinya sama sekali. Hayyan serba salah melakukan kegiatan hari ini sehingga dia risau.
"uuh... Sepertinya Nayna masih ada pekerjaan, chatt ku satu pun tidak ada centang biru sehingga dia bingung melakukan apa... Aaaarrrgh Nayna, kenapa kamu buatku galau? Jika aku salah maka katakan saja" ucap Hayyan benar-benar frustasi dengan sikap Nayna.
__ADS_1
Hayyan benar-benar frustasi atas sikap Nayna. Bahkan dia tidak bisa jauh dari Nayna. Hayyan terus saja tidak jelas dikamarnya. Hingga ponselnya berdering panggilan dari Nayna.
"Hai sayang, lah kenapa dengan keadaanmu? Kenapa seperti belum mandi dan tidak sehat" ucap Nayna bertanya.
"Aku sakit, aku tidak berangkat kuliah.. Semuanya serba males kamu pergi tidak mengabarin ku, aku menyalahkan diriku sendiri karena tidak ada waktu buatmu, makanya aku mengurung diri. Ingin menelpon kamu, tapi ingat kamu sibuk atas kelahiran adikmu, aku juga takut kamu akan berpaling diri dengan laki-laki lain, saingan ku sudah banyak ada Joe dan juga Elang, gimana aku ngga khawatir sayang" ucap Elang meluapkan semua emosinya.
"ehm maaf sayang, aku hanya ingin menyendiri saja sekaligus mau nemani mama lahiran. Makanya aku sengaja tidak memberi tahu siapapun, hanya mama Joe saja yang tahu kalau aku ke Indonesia" ucap Naya menjelaskan ke Hayyan.
"Baiklah aku akan mencoba mengerti dan meminta maaf atas ketidakhadiran diriku terhadap kebersamaan kita disini, tapi ke depannya janji yaa sayang kamu harus bilang, please jangan buat aku galau, aku benar-benar sayang sama kamu, aku ngga mau kehilangan kamu" ucap Hayyan.
"heheh... Oke-oke.. Tapi sekarang kamu mandi dan sarapan yaa, terus kembali kuliah" ucap Nayna menenangkan kekasihnya.
"iya aku akan turuti tapi janji yaa sayang" ucap Hayyan dengan nada serius.
"iyaa.. Pergi sana, aku juga mau pulang ke rumah ambil keperluan papa dan mama. Karena papa tidak mau jauh sama si kecil dan mama" ucap Nayna menjelaskan ke Hayyan.
"oke deh sayang, tapi sayang sun buatku mana" ucap Hayyan bersikap manja.
"maalu sayang, aku berada di halaman rumah sakit tahu" ucap Nayna malu-malu..
Nayna pun mendapat panggilan dari mamanya.
"sayang... Kamu istirahatlah dulu yaa nanti saja mengambil keperluan papa dan mama" ucap mamanya.
"ohw baiklah ma, kalau begitu" ucap Nayna.
Nayna pun beristirahat sejenak di bangku taman tersebut. Tanpa terasa dia tertidur dengan nyenyak. Namun, dalam mimpinya.
"aaaargh...." ucap Nayna teriak terbangun dari tidurnya, orang sekitar yang melihatnya kaget.
Orang-orang yang melihat Nayna. Berkeliling melihat Nayna, Nayna pun meminta kepada mereka sambil membungkuk badan karena itu hanya mimpi.
"Gaun Usang.. Lagi-lagi mantra itu menuntunku bertemu dengan mimpi, apakah aku harus menghubungi Joe?, agar aku bisa tenang, aku harus menghubungi tante" gumam Nayna.
__ADS_1
Namun, Nayna bergegas untuk pulang ke rumah karena orangtuanya memberinya pesan untuk istirahat di rumah.
Beberapa jam kemudian...
"Joe bangun sayang, badan kamu panas sekali" ucap mama Joe.
Mama dan Papa Joe mengantarnya ke Rumah sakit terdekat. Setelah tiba disana dan diperiksa dokter dikatakan bahwa Joe kekurangan vitamin dan dalam keadaan stress. Mama pun memahami sikap anaknya seperti ini, tapi dia juga tidak mau memaksa Nayna untuk menyukainya.
Dering ponselnya pun berbunyi, Nayna yang baru sampai rumah dan sempat rebahan sebentar harus mengangkat dering tersebut.
"Yaa Hai tante.. Gimana kabar disana" ucap Nayna.
"Semuanya baik kecuali Joe yang rindu sama kamu, sekarang dia terbaring di Rumah sakit" ucap mama sambil memperlihatkan kondisi Joe.
Untuk sesaat Nayna terdiam....
"Kenapa Joe bisa sakit seperti ini, berarti mimpi ku tadi siang tentangnya benar lagi-lagi mantra gaun usang" gumam Nayna.
"Nay bisa kah sempati waktu buat bicara dengan Joe, tante tahu kamu sibuk mengurusi keperluan orangtuamu atas kelahiran keluarga baru tapi sebentar saja" ucap mama Joe.
"bisa tante, tapi sekarang sepertinya Joe masih tidur" ucap Nayna sambil melihat dari video call tersebut.
"Nanti tante hubungi lagi yaa jika Joe sudah sadar" ucap mama Joe.
"Baik tante... Nay tunggu" ucap Nayna.
Panggilan pun terputus....
"Gaun Usang... Kalau aku memakai Gaun usang atau melihau Gaun usang atau menyebutkan Gaun Usang pasti akan memperlihatkan sesuatu yang sudah terjadi, ehm ada apa sebenarnya semua ini" gumam Nayna bingung.
Nayna pun kembali membereskan keperluan orangtuanya. Meskipun disuruh ke sana jam 5 sore, Nayna hanya menuruti orangtuanya sebab mereka menyuruh Nayna untuk istirahat di rumah. Barang-barang tersebut malah dititipkan pada sopir pribadi mereka saja. Nayna pun hanya menuruti kemauan orangatuanya.
"Gimana yaa keadaan Joe sekarang?" gumam Nayna..
__ADS_1
ππ·π·π·π