Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 95 - Pernikahan Yea dan Joe


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya πŸ˜€


Next


Nayna sangat bahagia bersama suaminya selalu ada waktu keduanya meluangkan waktu berdua. Meskipun Nayna terkadang bersikap aneh tetapi Nayna begitu sabar menghadapi sikap istrinya.


Hingga hari menjelang pernikahan Yea dan Joe menghitung hari, Nayna dan Elang pun mempersiapkan perjalanan mereka. Elang yang masih menyelesaikan beberapa tugasnya begitupun Nayna menyelesaikan tugas perkuliahan.


Keduanya berangkat bersamaan akan tetapi ada hal yang berbeda, Nayna terus memegang lengan suaminya dengan mesra dan merasa tidak mau berjauhan.


Elang merasa heran dengan sikap istrinya, Elang belum memiliki kesempatan untuk menanyakan perihal mimpi istrinya.


Sesampainya di bandara dan masuk ke pesawat Nayna masih memegang lengan suaminya tanpa suara. Hal apa yang di simpan oleh Nayna sehingga dia lebih memilih untuk diam.


Tidak berapa lama mereka sampai, Nayna pun istirahat. Setelah mereka sampai di hotel Nayna diam saja dan terus memegang lengan suaminya.


"Sayang, kamu kenapa sih? bisa katakan kepada ku," tanya Elang pada istrinya.


"Aku takut menceritakan kepada mu sayang, nantinya akan kepikiran, biarlah aku saja yang memikirkan nya," ucap Nayna memandang suaminya.


"Ceritakan saja sayang, aku siap mendengar nya," ucap Elang memeluk istrinya.


"Tapi janji dulu, kalau mau kemanapun kabari aku, aku nggak mau terjadi apapun dengan mu," ucap Nayna khawatir.


"Iya sayang, katakan lah kalau begitu," ucap Elang.


"Setelah kita pulang dari pernikahan Yea dan Joe, mereka mengalami musibah juga, terus salah satu dari kita lebih tepatnya kamu mengalami kecelakaan," ucap Nayna mulai dengan Isak tangisnya.


"Apakah kita bisa mencegah nya sayang?" tanya Elang.


"Kecelakaan itu pasti terjadi sayang, kita tidak bisa menghindari nya, yang pasti lebih waspada saja, aku pun sudah memperingatkan Yea dan Joe," ucap Nayna memegang tangan suaminya.


"Baiklah sayang, sekarang kita tidur ya, besok kan kita harus datang ke pernikahan Yea dan Joe, jadi kita harus istirahat yang panjang," ucap Elang pada istrinya.


"Baik sayang," ucap Nayna memegang tangan suaminya.


Elang pun harus tidur juga selain istrinya yang tidak ingin jauh dari nya selebihnya dia lelah juga. Keduanya pun lelap dalam tidurnya.


Di tempat berbeda.


Yea dan Joe saling berkomunikasi satu sama lain, seperti memberikan peringatan pada keduanya. Panggilan pun di angkat oleh Yea

__ADS_1


πŸ“±"Ya Hallo sayang, ada apa-apa malam menelpon? kan besok kita akan menikah," tanya Yea.


πŸ“±"Aku khawatir sayang dengan ucapan Nayna, biasanya yang di katakan Nayna akan terjadi, jadi besok kamu harus hati-hati ya sayang," ucap Joe memperingatkan.


πŸ“±"Iya sayang, setidaknya kita bisa lebih hati-hati dan waspada nantinya, kita bisa istirahat kan sayang sekarang," tanya Yea yang memang mulai mengantuk.


πŸ“±"Baiklah sayang, kalau begitu saat nya kita tidur kembali ya," ucap Joe.


Keduanya pun memutuskan panggilan mereka, karena sudah malam dan pembicaraan pun sudah selesai.


Malam telah lewat dari peraduannya, bulan dan bintang menampakkan keinginan nya di malam hari saling berkedip satu sama lainnya.


"Aaaaaargh," teriak dari mulut Nayna keluar.


Elang yang sedang mempersiapkan sarapan langsung menuju kamar menemui istrinya. Nayna yang melihat suaminya langsung memeluknya dengar erat.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Elang dengan penuh ke khawatiran.


"Kamu nggak luka kan sayang, aku tadi mimpi kamu terluka," ucap Nayna sambil memeluk suaminya.


"Tidak apa-apa sayang, sekarang kamu mandi ya sayang, aku sudah masak oke," ucap Elang mencium kening istrinya.


Setelah selesai dari kamar mandi dan berpakaian Nayna menuju ke meja makan dan tiba-tiba memeluk suaminya dengan erat dan mencium nya.


Elang pun menenangkan istrinya dengan lembut.


"Sayang, please kamu jangan khawatir ya, kita selalu berdoa pada Tuhan agar kita selalu dilindungi, jadi aku minta dengan mu jika kamu ingin menangis maka lakukan saja, jangan di simpan begitu," tanya suaminya memegang wajah istrinya dan memeluknya.


Tangis Nayna pun pecah, entah hal apa yang membuat tangisnya pecah sehingga Elang hanya memeluk nya agar menenangkan istrinya. Elang tidak pernah melihat tangisan Nayna yang sangat sakit bagi dirinya ketika melihatnya.


Elang pun berusaha sedikit-demi bicara dengan istrinya, sehingga Nayna pun berhenti sendiri dari tangis nya. Dan dia pun pamit ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Setelah selesai dari kamar mandi, Nayna pun makan dan sempat berkata pada suaminya.


"Sayang, aku makan dulu ya, setelah itu kita akan bicara," ucap Nayna sambil makan setelah bicara.


"Baiklah istri ku yang paling cantik, hayo kita makan sayang," ucap Elang dengan lembut.


Tidak lama dari itu mereka pun selesai makan, Elang mencuci piring yang mereka pakai dan mencuci yang kotor di bantu oleh Nayna dengan penuh senyuman.


"Sayang, biarkan aku saja menyelesaikan nya, kamu tunggu di balkon saja," ucap Nayna.

__ADS_1


"Baik sayang, aku tunggu di sana," ucap Elang.


Setelah selesai Nayna pun menuju suaminya, dan dia pun memeluk suaminya dari belakang dan bicara.


"Suamiku, dengar kan saja yang aku katakan dan jangan bicara sebelum aku suruh bicara," ucap Nayna.


"Baik sayang, katakan yang mau kamu katakan pada ku," ucap Elang sambil memegang tangan istrinya.


"Dalam mimpi itu, kamu koma sayang, tidak tahu berapa lama tapi untuk beberapa hari belum sadar, sayang jika boleh memilih biar aku saja koma, aku tidak ingin kehilangan orang yang ku sayang kedua kali," ucap Nayna mengatakan nya.


"Jadi yang mengemudi hari ini biar aku saja," ucap Nayna.


"Kami boleh menjawab sayang," ucap Nayna.


Elang pun membalikkan tubuhnya, dan memegang tangan istrinya dan duduk di sofa.


"Wahai istriku Nayna, hal itu tidak akan terjadi walau akan terjadi yakin lah tidak akan parah, kita yakin saja dengan takdir sayang," ucap Elang menenangkan istrinya dan memegang tangan istrinya.


"Baik sayang, terima kasih kamu sudah membuat ku tenang, dengan sikap mu yang tenang aku pun bisa menghadapinya," ucap Nayna kembali memeluk suaminya.


Setelah selesai mereka pun bersiap untuk ke pernikahan Yea dan Joe yang berada di sebuah gedung.


Tidak lama, mereka pun tiba di lokasi pernikahan dengan selamat. Nayna dan tersenyum dan mengucapkan selamat pada Yea dan Joe.


Mama Joe sangat senang dengan kehadiran Nayna dan Elang.


"Sudah lama tidak bertemu dengan kalian," ucap mama Joe.


"Iya Tante, Nayna juga kangen dengan Tante, semoga Tante sehat selalu ya," ucap Nayna berbisik dengan mama Joe.


"Kamu bisa saja Nayna," ucap mama Joe.


Saat mereka asyik ngobrol dengan diikuti oleh Elang. Datang teriakan dari suara Yea.


"Aaaaaghhh," teriak Yea dengan keras.


🍁🍁


bersambung ❀️


Like dan comment ya🀭

__ADS_1


__ADS_2