Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 14-Antara Aku, kau dan Dia


__ADS_3

Lagi-lagi Nayna menjadi tranding topik di sekolahnya, bahkan mengalahkan tranding-tranding yang lainnya. Nayna di isukan dekat dengan Hayyan dan Elang.


"Gue heran yaa sama si Nayna, semua cowok di dekati. Dasar wanita nggak punya pendirian, semuanya di embatnya, waah secantik apa coba si Nayna itu, bisa diperebutkan oleh dua cowok sekaligus, mata cowok pada kemana ya, iih kesal dah gue," umpat Thela yang memang tidak menyukainya.


"Hei, jangan jadi wanita yang tidak berkelas suka ngegosip dari pagi, itu mulut loe sekolahi dulu, ngumpat dari pagi, lihati muka loe akibat ngumpatin orang jadi mengkerut itu," ucap Dila mengejek.


"Hei Dila, jelas lah loe bela Nay karena dia kan bestie elo, gue tampar nanti muko loe jangan mentang di sekolah ada keluarga elo di sini gue tidak takut, hayoo sini kita berantem," ucap Thela berani dengan mulut embernya.


Belum sampai Thela mau nampar Dila, tangan Nayna sudah melerainya membuat Thela terkejut. Thela pun ingin melepas tangannya dari genggaman tangan Nayna.


"Bagus sekali yaa trik loe Thela, membuat gosip agar you disukai banyak orang, elo pikir dengan cara menjelekan gue di semua orang membuat mereka berpikir negatif tentang gue, lihat wajah loe, dan lihat sekitar elo emang mereka peduli dengan mulut ember elo," ucap Nayna dengan geram.


Nayna pun melepas genggamannya. Thela merasa sakit dengan genggaman dari tangan Nayna. Nayna pun mengajak Dila pergi dari tempat itu. Dila pun mengikutinya dan memberikan isyarat yang membuat Thela geram dibuatnya. Thela pun mengajak kumpul teman-temannya untuk membuat perhitungan dengan Dila dan Nayna. Mereka pun mengatur siasat.


ย 


Nayna, Dila dan Vira sehabis dari sekolah mereka ke Mall. Mereka sudah mengganti pakaiannya. Namun, di tengah perjalanan mereka di hadang oleh seseorang.


"Buuka kaca mobil nya, kalau tidak kami pecahkan," ucap penjahat tersebut mengancam.


"Gimana Nona Nayna?" ucap Pak Sopir ketakutan.


"Kita hadapi saja keluar Pak Sopir, yakin saja akan ada pertolongan, aku akan keluar juga," ucap Nayna.


Nayna dan Pak Sopir pun keluar menghadapi kedua penjahat tersebut. Mereka satu persatu menghadapi penjahat tersebut, Vira dan Dila hanya melihat dari jauh, namun Vira segera menelpon Elang. Elang pun segera mengangkat telpon tersebut dan segera ke lokasi begitu pun bodygourd yang sudah sampai ditempat.

__ADS_1


Ketika para bodygourd ingin membantunya, lengan Nayna tersayat senjata tajam membuat supirnya panik. Bodygourd ny pun menyuruhnya untuk segera pergi biar mereka yang menangani disini. Namun, ketika Nayna dan Pak supir menuju mobil lagi-lagi ada yang mencegat mereka dari belakang pun Elang langsung menendang laki-laki tersebut. Nayna dan Pak supir bersegera melajukan mobil nya dengan cepat. Sehingga tidak terkejar atas penjahat tersebut.


Pak supir pun melaju cepat mobil tersebut karena wajah Nayna sudah mulai memucat disebabkan darah tersebut tidak berhenti mengalir meskipun sudah diikat dengan kain.


Ketika mereka sudah sampai di Rumah Sakit, siapa sangka Hayyan melihat wajah Nayna. Dia pun mengikuti Nayna dan sopirnya tersebut. Dan bertanya tentang kronologis atas tertusuknya Nayna. Pak sopir tersebut pun menceritakan semuanya.


Hayyan pun menelpon orang tuanya bahwa dia akan telat pulang ke rumah. Karena Hayyan ingin melihat kondisi Nayna. Nayna pun di tangani oleh pihak dokter.


Hayyan pun menyuruh sopir Nayna untuk mengobati lukanya. Hayyan pun menunggu kabar Nayna dari dokter yang menanganinya. Dokter pun keluar dari ruangan pasien tersebut.


"Dan menyatakan bahwa Nayna hanya syok saja makanya dia pingsan untuk luka nya tidak terlalu parah dan sudah ditangani dengan baik, nanti juga akan siuman sebentar," ucap dokter menjelaskan. Hayyan pun menunggu Nayna bangun dari pingsannya tersebut.


Selang beberapa waktu Nayna pun terbangun, Hayyan pun segera memanggil dokter dan sopir Nayna sudah berada di depan ruangan.


Ketika Pak Sopir dan Hayyan berbicara, Elang tepat datang di antara keduanya. Dan menanyakan keadaan Nayna, karena Hayyan melihat luka Elang dia pun mengajak Elang untuk mengobati lukanya. Elang pun menyetujuinya dan mereka pun berbicara tentang kronogis kejadian tersebut, dan sama-sama berpikir apakah kejadian 2 kali ini saling berhubungan karena semuanya membidik ke Nayna.


Elang pun diobati oleh pihak dokter, meskipun rasa sakit harus ditahan oleh Elang karena dia tidak menyukai suntikkan. Elang dan Hayyan pun menemui Nayna mereka berdua saling memberikan perhatian satu sama lain. Pak sopir yang melihatnya hanya menggelengkan kepala nya atas tingkah laku keduanya.


Dila dan Vira pun datang menjenguk, namun mereka tertawa melihat tingkah keduanya. Elang dan Hayyan pun berhenti seketika karena Dila dan Vira terus mengolok mereka.


Nayna pun sudah sadarkan diri, namun teman-temannya mengolok dirinya, hingga membuat Nayna malu.


"Loe sakit enak banget yaa Nay, diperhatikan cowok-cowok ganteng, lah gue hanya diperhatikan emak gue saja," ucap Dila sambil tertawa terbahak-bahak.


"Iyaa gue cantik kayak ginie nggak ada yang melirik gue, duuh nasib jomblo mah ngilu gue haha," ucap Vira dengan nada kesal dan manyun.

__ADS_1


"Ahh kalian bisa saja, mereka perhatian saja kok sebagai teman, lagian mana mungkin mereka menyukai gue," ucap Nayna sambil tersenyum.


Mereka berdua pun mendengar percakapan tersebut dan langsung merespon dengan cepat.


"Kita memang menyukaimu Nay, yang dibilang oleh teman-teman mu itu benar adanya," ucap keduanya bersamaan.


Nayna hanya mengerutkan keningnya dan berucap dalam hati ;


" Aduuh masa' sih, antara aku,kau dan dia," gumam nay dalam diamnya.


Dila dan Vira tertawa melihat tertawanya melihat pernyataan perasaan tidak romantis. Hayyan dan Elang pun berpamitan sebentar dengan alasan membeli makanan. Dila dan Vira sakit perut tertawa melihat keduanya. Nayna pun yang menyaksikannya tertawa dengan tingkah teman-temannya.


Keduanya pun malu bukan main, menyatakan cinta dengan tidak romantis. Nayna yang berada di dalam ruangan tersebut hanya menutup mukanya dengan banyaknya saja, karena temannya terus saja mengolok dirinya.


"Sudahlah Nayna, jangan malu dengan kita, lagian wajar saja jika Hayyan dan Elang memperebutkan elo, elo emang pantas di perebutkan, sama kayak kita juga harusnya sudah dapat pacar," ucap Dila memeluk Nayna.


"Haahah elo aja kali yang jomblo, gue udah ada yang dekati, tapi hanya mendekati saja," ucap Vira sambil tertawa.


"Heheh, ih kalian berdua nie aku lagi sakit, malah buat ketawa gitu," ucap Nayna tertawa.


"Iya kan benar Nay kita berdua jomblo, jadi ngarapin sama siapa, terpaksa kita nyanyikan Abang tukang bakso saja yang lagi viral," ucap Dila dalam gelak tawanya.


Mereka bertiga pun tertawa bersamaan, kedua sahabatnya memang pintar buat candaan.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

__ADS_1


__ADS_2