
Sejak kehadiran Ravan kembali membuat Nayna tidak tenang dalam tidurnya. Hingga Nayna terbangun ke dunia mimpinya yang mana dia seorang Ratu Adelf yang sangat dicintai oleh Pangeran Adolf hubungan mereka sangatlah romantis sehingga membuat yang lain iri kepada mereka.
Seorang nenek-nenek menemui Nayna, Nayna mengenali wajah tersebut Nenek yang pernah hadir dalam mimpinya. Nenek Liem begitu dia disapa, tiba-tiba memberikan sebuah gaun beserta tulisan.
"Ratu Adolf terimalah gaun ini, maka kamu akan melihat masa depanmu serta melihat dunia yang lebih indah dari sekarang," ucap Nenek Liem dalam tulisan tersebut.
Ratu Adelf penasaran dengan gaun tersebut ketika dipakainya, dia sudah berada ditempat lain dan bertemu dengan sosok laki-laki yang pernah ada dala kehidupannya dulu. Namun, berbeda karena sosok laki-laki tersebut hanya mirip saja namun karakternya berbanding terbalik dengan Ravan yang hamble menjadi sosok cuek bahkan dikatakan kejam oleh para pengawalnya.
Sosok laki-laki tersebut bernama Pangeran Harlan sikapnya yang kejam, cuek namun penyayang kepada rakyat jelata membuatnya dicintai oleh rakyatnya meskipun para musuhnya membencinya tanpa terkecuali Pangeran Adolf sebagai saudari tirinya membuat keduanya mengikuti jejak Ibu mereka yang saling dendam satu sama lain. Harlan sedikitpun tidak mengusik kehidupan Adolf namun kenyataan tidak sesuai yang dijalankan.
Disaat Pangeran Adolf dan Ratu Adelf menikmati kebahagiaan bahkan saat itu Ratu sedang mengandung janin Pangeran Adolf membuat Adolf meminta permohonan kepada Harlan.
"Harlan, saat ini kita berjuang melawan musuh untuk menang. Jika aku mati, maka tolong nikahi istriku dan jaga anakku yang sedang dalam rahim istriku," pesan Adolf pada Harlan.
"Sudahlah, jangan memikirkan apapun saat ini. Kita hanya bisa fokus menang saat ini, masalah pertengkaran dan pribadi kita, nanti di urus setelahnya," ucap Harlan yang nampak kesal dengan sikap pangeran Adolf yang begitu pasrah fdngan takdir.
Pangeran Harlan dan Pangeran Adolf pun berjuang mati-matian untuk kerajaan namun, lagi-lagi dugaan Adolf benar dia mengalami luka yang sangat parah sehingga nyawa nya tidak dapat tertolong lagi. Dan surat wasiat dia serahkan kepada Pangeran Harlan dan Penasehat yang mendampinginya sebagai saksi.
Lama berkabung kiranya, bahkan Ratu Adelf pun hanya meratapi dirinya sendiri. Selang beberapa bulan dari kematian Pangeran Adolf, mereka pun di nikahkan dengan alasan surat wasiat dari Pangeran Adolf.
Awalnya Ratu Adelf tidak bisa menerima hal itu bahkan dia memberontak, akan tetapi dia lebih memilih berdamai dengan hati dan menerima semua keaadaan ini.
Selang beberapa bulan dari pernikahan mereka, Ratu Adelf melahirkan dengan normal. Keluarga kerajaan pun bahagia karena anak yang dilahirkan oleh Ratu Adelf adalah seorang laki-laki yang mirip dengan almarhum suaminya.
Lama kelamaan Pangeran Harlan menyayangi anak Pangeran Adolf, begitupun Ratu Adelf menerima Pangeran Harlan perlahan. Namun, terkadang Ratu Adelf masih teringat akan kebersamaan mereka.
...Flashback masa lalu...
__ADS_1
"Aaaaahhhh, teriak Ratu Adelf" bagaimana mungkin itu bisa terjadi saat ini istana sedang baik-baik saja," ucap Nayna yang tidak mempercayai pada bayangan masa depan yang dilihatnya.
Pangeran Adelf yang melihat Ratu Adolf yang terkejut menghampirinya dan memeluknya.
"Ada apa denganmu wahai Ratuku," ucap Pangeran Adelf.
Ratu Adolf pun menceritakan semuanya pada suaminya, namun benar dugaannya Pangeran Adelf tidak mempercayai bahwa Pangeran Harlan akan menolong hidup anak dan istrinya atas sepeninggalanannya.
"Itu hanya bayangan setan sayang, mungkin kamu di sihir atau memakan sesuatu yang membuatmu berpikir buruk," ucap Pangeran Adolf menenangkannya.
Ratu Adelf hanya diam saja dan memeluk suaminya seakan-akan dia takut akan kehilangan Pangeran Adolf. Melihat tingkah manja nya Pangeran memeluknya kembali mereka pun ke kamar memadu kasih. Sudah lama Pangeran Adolf tidak bersama istrinya. Pangeran Adolf salah satu kepercyaan dari ayahnya sedangkan Harlan saudari tirinya sibuk berkenala entah kemana.
Hari pun berganti dalam hitungan minggu hingga berbulanan dan tahunan. Istana diguncang kegaduhan yang luar biasa sehingga membuat dua kubu. Pangeran Harlan yang datang ketika konflik memuncak langsung menemui adiknya Pangeran Adolf.
"Bagaimana ini bisa terjadi Adolf?" ucap Pangeran Harlan.
"Terus bagaimana dengan kondisi istrimu," ucap pangeran harlan.
"Dia berada ditempat yang aman, namun jika suatu saat nanti aku meninggal tolong jaga anakku yang tengah dikandung istriku dan nikahi dia," ucap Pangeran Adolf.
"Saya tidak pernah berpikir begitu, saatnya kita mengatur strategi," ucap Pangeran Harlan.
Mereka berdua membuat siasat dan beberapa para penasehat yang masih setia padanya. Pertarungan pun tak bisa di elakkan, pertarungan dimenangkan oleh Pihak pangeran Adolf dan pangeran Harlan, namun kondisi pangeran Adolf dalam kondisi kritis. Dia tidak banyak berkata-kata hanya memberikan secarik tulisan wasiat.
Tahta saat itu pun di duduki oleh Pangeran Harlan.
^^^Kembali setelah pangeran Adolf meninggal.^^^
__ADS_1
Bulan pun terus berganti tahun, anak pangeran Adolf yang diberi nama Sanjaya Adolf sudah berusia 2 tahun, banyak hal yang terjadi selama 2 tahun tersebut, hingga Ratu Adelf baru menerima pangeran Harlan di usia 2 tahun pernikahan.
Pangeran Harlan memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami, hanya pangeran Adelf yang belum bisa menerima nya. Keduanya belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri, karena hati ratu Adelf masih ada pangeran Adolf.
Kesabaran pangeran Harlan pun membuahkan hasil, ratu Adelf mulai terbuka dengan dirinya, mulai suka berbicara dengan nya bahkan berbicara hal-hal yang kecil.
Hingga suatu malam, keduanya tanpa sengaja terhimpit di atas kasur karena ratu Adolf tanpa sengaja menginjak gaunnya. Pangeran Harlan memegang tangan istrinya namun malah keduanya jatuh bersamaan.
Hingga keduanya saling pandang memandang satu sama lain, dan pergelutan keduanya pun terjadi. Hingga keduanya merasakan kenikmatan menjadi sepasang suami istri.
*Sensor*
Saat keduanya terbangun, mereka terkejut satu sama lain. Namun ratu Adelf malah memeluk erat pangeran Harlan dan berkata :
"Maafkan aku suamiku, aku menjalankan kewajiban ku sebagai istri baru malam kemarin, dan terima kasih atas kesabaran mu selama ini," ucap ratu Adelf masih dalam pelukan pangeran Harlan.
"Tidak apa-apa istriku, aku bersabar karena kamu dulu adalah istri dari saudaraku, maka aku harus bersabar hingga kamu memilih ku seutuhnya," ucap Pangeran Harlan.
Kedua pun masih posisi berpelukan, hingga keduanya bertautan di pagi hari. Hingga keduanya di buyarkan oleh si pangeran kecil.
Keduanya hanya tersenyum dan tertawa karena ulah pangeran kecil. Mereka pun beranjak menuju pangeran kecil.
ย
Nayna pun terbangun setelah 3 hari tidak terbangun dalam tidurnya. Orangtua dan para sahabatnya mengelilinginya, mimpi itu seperti nyata bagiku ucap Nayna dalam hati.
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
__ADS_1