Gaun Usang

Gaun Usang
Terpesona


__ADS_3

Nayna terbangun dari mimpinya dan di dapati Elang masih disisinya, dia pun memeluk Elang. Elang yang bingung dengan sikap Nayna, malah bingung harus berkata apa?.


"Nayna, kamu sehat kan kita bentar lagi sampai rumahku" ucap elang sambil membelai Nayna.


Sejak Nayna sering mimpi gaun usang kebanyakan sesuatu yang buruk dilihat dari berbagai macam kejadiannya. Terkadang Elang sport jantung mendengar cerita Nayna. Namun, dia tetap sabar menemani Nayna karena dia tak ingin jika keahlian supranatural nAyna diketahui oleh orang lain dan makin membuatnya makin dikelilingi orang lain


Sesampainya di rumah, Nayna memapah Elang dan barang mereka dibawakan oleh sopir sewaan mereka. sopir tersebut pun setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Elang pun diletakkan dikamar dengan hati-hati oleh Nayna. Saat Nayna hendak pergi Elang menariknya dan mereka tidur bersama dalam pelukan.


"Sekarang menangis lah jangan ditahan lagi, hanya kita berdua di sini tidak akan ada yang melihat, menjadi sok kuat di depan itu tidak mempan Nayna" ucap Elang membelai rambut panjang Nayna.


Nayna pun menangis dengan sejadi-jadinya, namun tidak lama karena Elang mampu meredamkan itu semua sehingga Nayna tertidur pulas setelah menangis hebatnya.


"ehm dasar Nayna... besok dia harus pergi ke kampus karena cuti nya sudah selesai" ucap Elang.


Elang pun tertidur dengan pulasnya sehingga sore pun menjelang. Keduanya pun bangun dari tidur mereka. Setelah bangun keduanya duduk di kursi depan taman yang dibuat oleh Elang.


"*Nayna besok kamu udah harus ke kampus loe, apakah sore ini kamu akan pulang ke rumah?" ucap elang.


"iyaa aku mau pulang sebentar lagi, kamu nggak apa-apa sendirian?" ucap Nayna.


"tidaklah.. besok kamu harus mempersiapkan perkuliahan mu itu" ucap elang tersenyum kecil.


"bolehkah aku menginap semalam disini, aku ke rumah mengambil keperluan pakaian ku dan yang lainnya dan melihat kondisi rumahku" ucap Nayna.


"masalah itu semua sudah beres sayang, rumah kamu setiap hari ada yang membersihkan, aku sudah menyewa orang lain untuk membersihkannya rutin, maka dari itu semuanya aman, bahkan kulkas mu aku isi penuh mulai hari ini karena aku pikir kamu pasti pulang dan tidak sempat membeli sesuatu" ucap elang.


"aapa? kamu melakukan itu semua demi aku elang, iih jangan melakukan apapun tanpa sepengetahuan aku" ucap Nayna memukul dada elang karena salah tingkah.


'iyaa maaf, karena aku ingin jadi kekasihmi yang terbaik selalu membuatmu nyamaan, hanya itu saja alias aku meminta pengakuan pada mu" ucap elang*.


Nayna pun memeluk Elang dan mengucapkan terima kasih. Nayna pun berpamitan dan akan menuruti kata Elang untuk stay di sana saja, Agar Nayna bisa fokus menyelesaikan tugas perkuliahan nya.


Sesampainya di rumah, Nayna mengelist apa yang akan dipelajarinya. Nayna pun giat belajar hingga malam pun tiba.. Dering ponsel Nayna pun berbunyi...


Panggilan Video


"*Good night sayang... idiihh pakaian tidur mu kayak gitu, jangan pakai gitu ih seksi tahu" ucap elang ngomel.


"tunggu sebentar..." ucap Nayna memakai mantel panjang.


"jadi kami tidur kayak tadi yaa, kalau di rumah orang lain nggak boleh gitu" ucap elang ngomel.


"aku nggak pernah pakai kayak ginie kecuali di rumah ini saja, waktu dulu di rumah Joe nggak pakai kayak ginie, habis gerah loe" ucap Nayna.

__ADS_1


"ohya ngomong-ngomong masalah Hayyan dan Joe seperti mereka sudah mengetahui nya sayang?" ucap elang.


"mengetahui apa?" ucap Nayna merebahkan tubuhnya dan melepas mantelnya.


"tentang hubungan kita?" ucap elang.


"ohw biarin argh... jangan terlalu di pusingkan" ucap Nayna.


"jadi jangan terlalu diperdulikan jika di tanya jawab saja seperlunya" ucap Elang.


"yups bener banget, kamu kan tahu harus jawab apa?" ucap Nayna tersenyum kecil.


"cium dulu dong sebelum tidur" ucap elang.


"emuaaah" ucap Nayna.


Panggilan* video pun terputus karena keduanya harus tidur melanjutkan aktivitas mereka.


***


Pagi pun tiba...


Nayna berkeinginan berangkat ke kampus namun di depan rumahnya ada Hayyan dan Joe yang menjemputnya.


"*apa yang kalian lakukan di sini?" ucap Nayna mendengus kesal.


"maaf dan terima kasih yaa, Thu taxi ku sudah tiba jadi kalian berangkat juga yaa" ucap Nayna bernafas lega karena jemputan Elang lebih cepat.


Elang dan Nayna pun berciuman di dalam mobil tersebut hanya di kening saja.


"sayang, kok bisa pas sih kamu jemput aku" ucap Nayna merasa tenang karena elang menjemputnya meskipun sementara mereka simpan hubungan keduanya.


Sesampainya di kampus...


"sayang, jaga diri yaa untuk pakaian nanti malam akan di kirim ke tempat mu yaa" ucap elang*.


Elang pun meneruskan taxi nya menuju ke kampus yang berada di sebelah gedung kampus Nayna, karena mereka di tempat yang sama. Namun cukup jauh jika berhubungan satu sama lain.


Nayna pun merasa tenang bisa menyelesaika perkuliahan dengan tenang karena Hayyan dan Joe memiliki urusannya masing-masing, sehingga Nayna dengan secepat kilat meninggalkan kampus karena mau bersiap ke kampus.


Sesampainya di gerbang kampus, sebuah taxi yang dikenalnya menyuruhnya masuk dan ternyata di dalam nya sudah ada Elang.


"*Sayang, aku antar kamu ke rumah yaa. Dan ini pakaian untuk mu, nanti kabari jika sudah siap ya nanti aku jemput" ucap Elang.


"terima kasih sayang" ucap Nayna*.

__ADS_1


Sore hari......


"*Ma.. Sheila pergi dengan Redy dulu yaa" ucap Sheila pamitan karena Redy tidak bisa menjemput ada pekerjaan yang harus di selesaikan olehnya sehingga mereka hanya bisa bertemu ditempat yang sudah di tentukan.


" Hey Sheila... aku disini" ucap Redy melambaikan tangannya*.


Sheila bingung setiap para karyawan tunduk pada Redy. Namun, tidak dihiraukan sama sekali oleh Sheila. Sheila pun memilih pakaian yang bagus dan pantas buatnya. Sheila terkejut dengan harga yang dilihatnya.


"*Yaa ampun mahal banget, aku malah bisa lebih bagus dari ini, bagaimana ini bisa masuk ke kalangan bawah jika harganya mahal begini" ucap Sheila ngedumel.


Redy yang melihat tingkah Sheila tersenyum saja dengan tingkahnya, hingga Redy bertanya pada Sheila.


"apakah sudah ada yang menarik perhatian mu?" ucap Redy.


"ada sih, tapi Redy harganya mahal banget aku nggak sanggup belinya, bahkan aku bisa lebih baik dari membuat pakaian seperti itu" ucap Sheila sambil menunjukkan pakaian yang disukainya.


"kamu seorang desainer Sheila, apakah kamu memiliki toko sendiri? ini desain kamu sendiri yang buat terus sekarang kamu semester berapa?" ucap Redy penasaran.


"iyaa ini aku desain sendiri, brand kita sudah ada sih tapi aku hanya menjualnya pada kalangan bawah saja, belum memiliki koneksi untuk kelas atas dan juga saya semester 3" ucap Sheila.


"wah bagus, lain kali kita bertemu mama dan papa ku yaa' ucap Redy.


"kok bisa bertemu dengan orangtuamu" ucap Sheila terkejut.


"saat mereka tahu aku serius pacaran dengan mu tanpa kontrak kita itu, mereka penasaran ingin melihat wanita yang sudah membuat anaknya memiliki perubahan" ucap Redy menjelaskan.


"tolong pakaian ini di bungkus ya" ucap Redy memberi kan kartu hitam kepada pelayan toko tersebut*.


Sheila dan Redy pun berjalan lagi, dan Redy mengajak Sheila ke toko high heels yang ternama di sana. Setelah selesai mencoba Sheila ragu.


"kenapa Sheila pilih saja yang cocok dengan kamu, anggap saja ini hadiah dari kencan pertama kita setelah ini aku janji nggak kasih hadiah mahal ke kamu" ucap Redy.


Sheila pun memilih dan mencoba memakainya. Setelah di rasa cocok mereka pun beralih ke salon.


" Sheila, kamu berhias dulu yaa setidaknya rambut kamu atau apa?, aku tunggu di luar yaa" ucap Redy.


Beberapa jam kemudian...


'*wah kami cantik Sheila..." ucap Redy melihat tampilan Sheila yang tak biasa.


Sheila hanya tersenyum kecil. Keduanya pun selesai dari mall tersebut. Redy pun mengantarkan sampai di rumahnya dan di sambut oleh Mama nya Sheila.


"Tante maaf Redy tidak bisa lama, ini untuk Tante semoga Tante berkenan dan izin malam ini mengajak Sheila ke pesta" ucap Redy.


"terima kasih nak Redy" ucap Mama Sheila*.

__ADS_1


Redy pun meninggalkan rumah Sheila dengan perasaan bahagia, yang baru kali ini dia merasa bahagia. entah karena sifat polos Sheila atau hal lain.


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2