Gaun Usang

Gaun Usang
Cemburu


__ADS_3

Hayyan pun meminta izin Mama dan Papa nya untuk mengantar Nayna. Hayyan pun meminta sopir pribadi papa nya. Karena dia ingin mengobrol dengan Nayna dalam mobil. Mobil keluarga Hayyan di desain sedemikian rupa, jadi tempat duduk tengah memiliki penutup kaca orang luar tidak bisa melihatnya sedangkan yang berada di dalam nya mengetahui.


"Sayang, kok ada penghalang jadu sopir kamu tidak akan melihat kita di sini" ucap Nayna.


"heheh... iyaa sayang, ini mobil papa jadi di desainnya saat pergi berduaan dengan mama, jadi mereka bisa bermesraan di dalamnya tanpa diketahui siapapun"ucap Hayyan tertawa.


"oh gitu toh.." ucap Nayna mengangguk.


"Ohya sayang kamu sudahkan menghubungi mama nya Joe, kalau pulang terlambat" ucap Hayyan.


"Iyaa sayang sudah" ucap Nayna.


Hayyan pun perlahan mendekati Nayna dan berbisik.


"Sayang boleh nggak aku menciummu, aku ingin menuntaskan ciuman kita yang kemarin yang belum kelar" ucap Hayyan menceritakan kejadian pada hari itu.


Pada saat Hayyan bercerita Nayna mencium bibir Hayyan, sehingga Hayyan pun membalas ciuman tersebut. Hayyan dan Nayna benar-benar rindu ciuman yang tertunda tersebut. Sehingga Hayyan ingin meminta lebih, namun dia ingat dengan Nayna dia tidak ingin merusak wanita yang dia sayangi.


Keduanya pun saling bergantian posisi keduanya terpaut dalam nafsu yang dalam.


"Saayang aku benar-benar merindukanmu, bisa kau nyelesaikan kerinduanku ini" ucap Hayyan.


Nayna pun melakukan kemauan Hayyan, sehingga benar-benar membuat Hayyan terbuai atas perlakuan Nayna. Nayna pun merasakan kenikmatan tersebut hingga keduanya sudah lelah dan beristirahat.


"Makasih sayang sudah cukup" ucap Hayyan sambil mencium kening Nayna.

__ADS_1


"Yaa sayang, sama-sama" ucap Nayna.


Nayna dan Hayyan pun merapikan pakaian mereka dan rambut yang berantakan.


"Nay, kalau aku memintamu menjadi istrimu, bersediakah kamu?"ucap Hayyan sambil membantu merapikan rambut panjangnya Nay.


"hihi... mau lah sayang, tapi beri aku waktu yaa untuk berpikir, karena sekarang sedang fokus dengan study, aku ngga mau kehilangan kamu ataupun berpisah denganmu" ucap Nayna sambil memeluk Hayyan.


"Iyaa sayang aku juga tidak mau kehilanganmu" ucap Hayyan.


Dering ponsel Hayyan pun berbunyi, mengatakan bahwa sudah sampai dirumahnya Nayna. Mereka berdua pun turun, saat menurunkan barang-barang Joe tampak membuka gerbang rumahnya dan membantu membawa barang-barang Nay. Nay pun langsung memberi kode kepada Hayyan untuk segera pergi. Hayyan pun menuruti saja karena malam akan segera tiba. Joe pun nggak sempat untuk berkata apapun.


"Nay, loe kenapa sih nyuruh pacar loe pulang. Emang gue ngga boleh bicara dengan dia gitu?" ucap Joe.


"Nay, tunggu gue akan membawa barang-barang itu" ucap Joe teriak.


Tiba di dalam rumah, mama Joe sudah menyambutnya.


"Tante maaf yaa Nay telat pulang, ini titipan dari mama, ohya tante Nay izin ke kamar ya mau langsung mandi" ucap Nayna.


"baiklah, setelah mandi makan yaa" ucap mama Joe sambil duduk membuka hadiah dari mama Nay.


Nay pun memasuki kamarnya dan ingin membuka pakaiannya. Tiba-tiba Nay hampir terjatuh dan Joe memegang tubuh Nay yang hanpir terjatuh. Keduanya saling pandang satu sama lain. Joe tampak terbelalak dengan tubuh Nay yang cantik dan mulus.


"tubuh Nay mulus dan cantik" gumam Joe dalam hati.

__ADS_1


Joe pun sadar dan menarik tubuh Nay agar ke posisi semula, karena Nay memberontak mereka pun kehilangan keseimbangan. Dan Joe pun terjatuh ke lantai sedang Nay jatuh dalam pelukan Joe.


"Ya ampun benda kenyal apa yang di atas dadaku ini, terasa sakit dan nyamaan ketika tertekan didadaku" gumam Joe dalam hati.


Nay pun segera bangkit dan menyadari dirinya masih posisi memakai handuk..


"Joe bangun..." ucap Nay memukul lembut wajah Joe. Joe pun terbangun tanpa terasa memegang tangan Nay yang ada di pipinya.


"Joe terima kasih hampir saja aku terjatuh kalau bukan karena mu mungkin aku yang terluka, dan ngapain juga kamu ke kamarku" ucap Nay.


"aku ingin berbicara denganmu, dan aku ngga tahu kalau kamu hampir terjatuh, Nay bisakah kamu jadi pacarku meski hanya backstreet" ucap Joe sambil memegang tangan Nay.


"ngga bisa Joe, aku sangat mencintai Hayyan, mana mungkin aku berpacaran dengan dua laki-laki sekaligus" ucap Nay sambil melepaskan tangannya dari Joe.


"aku nggak apa-apa jadi kedua, yang penting kamu tidak mengumumkan di sekolah kalau kita bohongan, please bantu aku" ucap Joe memohon.


"Baiklah, tapi tidak lebih dari itu, kita hanya pacaran saat di sekolah itu sudah cukup karena aku tidak mau membuat malu" ucap Nay.


Joe pun pergi meninggalkan Nay. Nay pun menutup dan mengunci pintu karena dia ingin segera mandi.


๐Ÿ‚๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ‚


Like and comment ya๐Ÿ˜Š


Terima kasih๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2