
Nayna sudah beberapa hari berada di rumah Joe, dia bahkan mengingat masa kebersamaan dengan keluarga Joe. Di bantu oleh Joe dan mamanya perlahan Nayna bisa sembuh kembali dalam seminggu dengan perawatan dokter yang intens.
Hanya saja setelah amnesia ringannya sembuh, malah Nayna selalu menyebut kata-kata yang menjadikan sesuatu itu benar adanya dengan awal kata "gaun usang".
Hingga mama Joe sendiri yang bertanya dengan Nayna, sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya.
"Nayna, apakah kondisi mu baik-baik saja? dan benarkah kamu mengingat semuanya," ucap mama Joe bertanya.
"Iya Tante aku ingat semuanya, bahkan tentang aku putus dengan Elang, dan aku juga pernah jadi mantan Hayyan, dan yang lain hal nya," ucap Nayna mengatakan dengan jelas.
"Baiklah, kalau begitu kamu tahu nggak yang terjadi di masa akan datang tentang hubungan Yea dan Joe," ucap mama Joe tiba-tiba bertanya.
"Ehm dalam waktu dekat Yea dan Joe akan tunangan Tante, walaupun masa lalu datang akan tetapi Joe tetap berpegang teguh pada pendiriannya, jadi meskipun nanti mereka berjodoh ujian pernikahan selalu ada, bukan dari keluarga sih lebih tepatnya orang luar," ucap Nayna menjawab dengan santainya.
Mama Joe yang mendengar hal itu tak menduga jika benar adanya, jika Yea dan Joe memiliki rencana akan bertunangan dalam waktu dekat ini.
Nayna sengaja belum diberi tahu karena kesehatan yang belum membaik, sehingga Nayna belum bisa di beri tahu tentang pertunangan tersebut.
Mama Joe hanya memeluk Nayna dengan penuh kehangatan setidaknya dia sudah mengingat semua kenangan bersama.
Hari pun berlalu dengan begitu cepat, Nayna pun kembali ke kampus seperti biasa. Elang pun demikian, dia tidak memaksa Nayna lagi karena Nayna sudah mengingat semuanya.
Hingga kampus yang tenang, datang seorang mahasiswa yang memperkenalkan diri. Laki-laki tersebut bernama Arvan Valeo, dia cinta monyet Nayna keduanya belum saling bertemu.
Arvan pun duduk bersebelahan dengan Nayna, dan menyapa nya dengan penuh ramah.
"Hay gadis culun ku dahulu," ucap Arvan sambil tersenyum.
Nayna tidak menghiraukan sama sekali, sehingga dosen kembali memberikan fokus pada mahasiswa untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dipelajari.
Pelajaran pun usai dengan cepatnya, Arvan masih menganggu nya dengan menyebut Nayna seorang gadis calun.
Nayna tidak menggubris lebih tepatnya mendiamkan saja. Hingga Arvan pun berbicara mendekati telinganya.
__ADS_1
"Hey, mantan pacar culun ku, apakah kamu melupakan ku?" ucap Arvan tersenyum manis di depan wajah Nayna.
Nayna terkejut dengan kalimat tersebut, sehingga dia balik bertanya.
"Kamu siapa?" ucap Nayna membelalakkan matanya.
"Haha, akhirnya kamu mendengarkan aku bicara, hayo tebak ingat nggak waktu kita SMP dulu di Indonesia," ucap Arvan meminta Nayna mengingatnya kembali.
Jelas saja Nayna mulai mengernyitkan keningnya dan berusaha menutup mulut Arvan akan tetapi susah di gapai karena Arvan karena tinggi badannya melebihi tubuh Nayna.
"Leo kan, sudah lupakan masa lalu," ucap Nayna mengatakan dengan pelan.
"Haha, jangan sebut nama itu lagi tapi panggil aku Arvan, kamu hanya boleh memanggilku Arvan tidak boleh lagi Leo, karena kenangan manis hanya saat bersama mu sisa nya hanya kenangan buruk," ucap Arvan mulai mengubah ekspresi nya.
"Bisakah kamu ceritakan kenapa Arvan?" ucap Nayna mulai melembut.
"Cerita nya panjang Nayna, intinya aku bahagia bisa bertemu wanita culun ku yang sekarang jadi wanita cantik, aku yakin sudah banyak yang mengantri di belakang mu kan, maka aku akan memgejarmu seperti mantan-mantan mu yang lainnya," ucap Arvan langsung pergi melambaikan tangannya.
Nayna hanya memandang bias saja saat Arvan pergi dari hadapannya. Dia bahkan bingung dengan ucapan Arvan yang seolah-olah tahu siapa saja mantan nya.
" Hay Nayna, bagaimana kabarmu?" ucap Elang menyapa.
"Ehm baik, kalau kamu sendiri bagaimana kok bisa berada di kampus ku?" ucap Nayna bertanya.
"Haha, ternyata kamu tidak menginginkan ku berada di dekatmu sekarang ya," ucap Elang pamit pergi.
"Tunggu !!! kenapa kamu harus pergi?" ucap Nayna bertanya.
"Bukankah kamu mengusirku, lalu buat apa aku berada di sini Nayna?" ucap Elang.
"Ehm, tapi kan aku tidak mengusir mu sama sekali," ucap Nayna menjawab.
Elang pun mengalah dan duduk di samping Nayna untuk menyelesaikan permasalahan mereka yang belum selesai. Nayna pun memaafkan dan sekarang pun mereka hanya berstatus teman, setidaknya itu sudah lega bagi Elang. Meskipun Elang akan berusaha mendapatkan kembali hati Nayna.
__ADS_1
"Elang, kamu tidak ingin menjadi teman ku lagi kah," ucap Nayna bertanya.
"Mau akan tetapi aku lebih suka menjadi kekasih kamu," ucap Elang bicara dengan lugas.
"Oh seperti itu ya, jadi sekarang tidak ingin bersama ku begitu," ucap Nayna kembali bertanya.
Saat Elang ingin bertanya, ada seorang teman yang kenal dengan Elang dan menyapanya.
"Hay Elang, gimana kabar kamu?" ucap Cery sambil tersenyum.
"Oh ini Nayna kan yang sudah menjadi mantan pacar kamu," ucap Cery menjawab dengan melihat Nayna.
"Baik kok," ucap Elang menjawab seadanya.
Cery dan Elang pun berbicara sementara Nayna hanya melihat saja dan mulai menampakkan wajah cemberutnya. Elang pun pamitan dengan Nayna karena ada hal penting yang dibicarakan.
Hingga waktu seminggu pun berlalu pada keduanya tidak bertemu, bahkan Arvan terus saja mendekati Nayna, meskipun Nayna enggan berbicara dengan Arvan.
Pertunangan Yea dan Joe pun semakin mendekat harinya. Meskipun keduanya sibuk masing-masing dengan pekerjaan kampusnya, mereka masih menyempatkan diri fitting pakaian.
Waktu pun berlalu dengan begitu cepat, acara keduanya pun tinggal menghitung beberapa jam, Nayna yang merasakan kebahagiaan mama Joe ikut bahagia melihat hal itu.
Mereka semua pun kembali beristirahat karena pesta pertunangan akan terjadi besok harinya. Nayna bergumam di dalam kamar dan meneteskan air mata.
"Masihkah ada waktu ku dipertemukan dengan jodohku," ucap Nayna dalam rintikan air matanya.
Nayna pun istirahat, sebelumnya dia harus cuci muka, kalau tidak mukanya akan bengkak di pagi harinya.
Malam pun berlalu dengan sangat cepat. Pagi pun mulai menampakkan cahaya nya secara perlahan. Pasangan tersebut di rumahnya masing-masing mulai sibuk mempersiapkan pertunangan tersebut.
Tiba lah waktu yang sangat di tunggu, kedua keluarga bertemu di rumah Yea. Joe dan keluarganya datang tepat pada waktunya, Yea pun sangat cantik dengan gaun panjang abu-abu, Joe yang melihat pun terpesona dengan kecantikan calon istrinya.
Acara pun berjalan dengan baik dan pernikahan akan dilaksanakan dalam waktu satu bulan, karena orang tua Yea tidak ingin berlama-lama. Karena hal baik itu harus disegerakan begitulah kata papa Yea.
__ADS_1
πππππ