
Nayna hanya menahan rindunya tuk bertemu Hayyan, karena masih ada beberapa hal yang harus di urusnya atas kepindahan di kampus yang baru. Namun Hayyan sudah berjanji lusa bertemu dengannya. Hal itu membuat Nayna bahagia tiada tara. Sehingga Joe menatapnya dengan penuh kecurigaan.
"kok kamu bersenandung terus dari tadi, emang ada sesuatu yang membuatmu bahagia" ucap Joe.
"ehm iyaa dong setiap harinya harus bahagialah, masa' sedih terus nanti wajahku ngga cantik lagi" ucap Nayna meninggalkan Joe dalam kebingungan.
"Hal apa yang membuatnya senang begitu" ucap Joe dalam hati.
Pagi itu bagi Joe hal kelam yang di rasakan.. Perasaannya mengatakan kalau Nayna bahagia karena seseorang, apakah dia akan bertemu dengan pacar yang dia bilang waktu itu.
"aaaargh ngga mungkin, tapi jika mungkin aku akan bersaing sehat dengan pacar Nay untuk mendapatkannya" ucap Joe dalam hati.
Nayna pun sarapan seperti biasanya. Saat Nayna selesai sarapan, mama Joe berkata.
"Nay tante dapat pesan dari mama kamu, mama kamu menyewa kan sebuah rumah kecil di dekat sekolah, dan sewa nya sudah dibayarkan oleh papa kamu, karena kata mama kamu jika bayi mereka lahir nantinya mau mengujungi suatu saat jika sudah sehat" ucap mama Joe.
"seriusan tante, terus apakah dedek bayi di dalam perut mama sehat-sehat aja?" karena kalau sudah jam 8 malam Nay selalu tidur di awal setelah beribadah" ucap Nayna.
"sehat semua, coba aja pas jam istirahat kamu video call sama mama kamu" ucap mama Joe.
"siap tante, makasih" ucap Nayna sambil mencium mama Joe dan naik ke dalam mobil.
Joe pun seperti biasa menyopir mobilnya.
"Nay, kalau loe udah pindah kita ngga bisa bareng lagi dong" ucap Joe..
"iyaa mau gimana lagi, malah gue lebih suka kalau tempat tinggal dekat sekolah, jadi bisa berlama di sekolah" ucap Nay sambil membaca buku.
"terus hubungan kita gimana?" ucap Joe.
"ehm kan aku udah bilang di awal, kalau aku udah memiliki seseorang yang aku suka dan aku anggap kamu sebagai temanku Joe tidak lebih dari itu" ucap nayna.
"oke kalau gitu,, sekarang juga aku putus dengan kamu, tapi aku akan bersaing mendapatkan kamu dihatiku kembali" ucap Joe kesal.
"Joe jangan gila kamu, aku sayang sama orang yang ku suka, bagaimana kamu bersaing dengan dia?" ucap Nayna.
"iyaa aku sudah gila Nay sejak kehadiranmu, aku dengan laki-laki itu hanya beda waktu mengenal kamu kan, aku akan berusaha Nay untuk dapati cinta kamu" ucap Joe kesal.
__ADS_1
Joe pun melaju dengan cepat mobilnya. Sebenarnya Nayna takut sih tapi dia yakin dengan kemampuan Joe dalam mengendarai mobil. Hingga 20 menit sampai ke sekolah..
"Joe gue berharap dalam kondisi apapun, jangan mengendarai mobil seperti ini" ucap Nayna keluar dari mobilnya dengan wajah yang kesal.
"aaaarghhh... kenapa gue jadi ginie sih?" ucap Joe kesal dengan dirinya sendiri.
Nayna pun sangat kesal dengan tingkah Joe, terlihat dari wajahnya.
"kenapa sih dengan Joe, salah gue apa sama dia" ucap Nayna dalam hati.
Nayna pun menuju ke kelas...
Dari belakang terlihat Joe mengekor didalamnya dengan wajah sepuluh lipat.
"Hei Joe, muka loe kenapa kesal begitu" ucap Vedro.
"nggak ada apa-apa kok?" ucap Joe.
Pelajaran pun di mulai..
Semua siswa fokus dengan pelajaran masing-masing...
Saat Nayna mau membereskan barangnya, dering telponnya pun berbunyi...
"Yaa hallo sayang, aku kangen sama kamu" ucap Hayyan.
"heheh... sama aku juga yan, rindu sama kamu, oke udah di chatt kan, baiklah kita ketemu disini"ucap Nayna.
Nayna pun bahagia ingin bertemu dengan Joe.
Saat dia berjalan pergi ada yang mengikutinya dari belakang. Nayna pun mengerti yang mengikutinya adalah Joe. Dia pun berhenti sejenak dan mengatakan tidak jadi, padahal bukan itu yang dia sebutkan.
"aargh ngga jadi" ucap Nayna.
Nayna pun mengambil rute bis yang dekat dengan pertemuannya dengan Joe, meskipun Joe ingin menjemputnya tapi Nayna melarangnya.
Saat sampai Nayna berpura-pura berbicara dengan seseorang, sekitar setengah jam dia tidak melihat lagi Joe di belakangnya.
__ADS_1
Dering telpon pun berbunyi...
"sayang kamu dimana?" ucap Hayyan.
"aku lagi di toko pakaian wanita di seberangmu sayang" ucap Nayna.
"aku kesana ya sayang" ucap Hayyan.
"nggak perlu, biar kita ketemu di mall terdekat disini sayang" ucap Nayna.
Mereka pun bertemu di mall terdekat. Hayyan pun memeluk pacarnya dengan sangat erat. Nayna pun melakukan hal yang sama. Seolah-olah dunia ini milik berdua.
"Sayang, kita makan yook aku lapar" ucap Hayyan.
"oke sayang" ucap Nayna.
Keduanya pun makan bersama.. Saling menyuapi satu sama lain..
"Saayang aku rindu banget sama kamu" ucap Hayyan.
"iyaa aku juga, tapi pertemuan kita siang ini nggak bisa lama sayang karena ada janjian dengan temanku" ucap Nayna.
"oke deh lain kali kalau bisa beri waktu untuk berduaan ya sayang" ucap Hayyan.
"siap.." ucap Nayna.
Keduanya pun menikmati hari itu bersama meski hanya sebentar bagi mereka hal itu sangatlah berharga.
Waktu pun telah berlalu satu jam karena keduanya memiliki janji masing-masing. Kembali keduaanya berpelukan, Joe pun mendorong Nayna untuk mencari tempat untuk berciuman, keduanya pun berciuman hangat hingga keduanya hampir terlena dan lupa. Keduanya pun berpisah dengan pertemuan yang manis.
"sampai jumpa lagi sayang" ucap Hayyan.
Nayna pun melambaikan tangannya.
๐๐ท๐ท๐ท๐
Bagaimana kelanjutannya kisah keduanya?
__ADS_1
Like and comment ya๐
Terima kasih๐