
# biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih π€
Next.
Setelah keduanya selesai dari rumah masing-masing, mereka berbincang dengan kedua orang tua mereka masing-masing di rumah. Keduanya di beri nasehat seputar rumah tangga.
Keduanya di berikan semua nasehat seputaran dengan dunia rumah tangga, agar jika ada konflik nanti nya keduanya bisa saling menguatkan satu sama lain.
Elang pun menjemput istrinya di rumahnya. Sesampainya di rumah Nayna memeluk suaminya, Elang heran dengan sikap istrinya, akan tetapi Elang hanya menerima nya dengan sikap yang malu-malu.
Keduanya pun bersama melewati malam itu berdua di dalam mobil tersebut, biasanya ada canda gurau di antara keduanya, entah kenapa malam itu keduanya hanya senyum malu-malu dengan semua yang terjadi.
Elang hanya melirik istrinya sesekali, takut terjadi kenapa-kenapa, sedangkan Nayna hanya bersikap malu-malu dilihat oleh sang suami.
Nayna pun terlelap dalam tidurnya, Elang pun merasa lega jika istri nya tidur. Hampir saja mereka sampai di rumah, Nayna bangun dengan suara yang sangat nyaring.
"Aaargh, pergi kalian jangan ganggu suami ku," teriak Nayna dalam mimpi tersebut.
Elang pun mencium kening istrinya dan berbicara di telinga nya.
"Sayang, bangun lah kita sudah sampai di rumah," ucap Elang dengan nada lembut.
Nayna pun membangun dan menampakkan wajahnya yang seperti mencari seseorang, saat di lihatnya ada Elang di samping nya dia langsung memeluk suaminya.
"Sayang kamu janji ya, tidak akan pergi meninggalkan ku," ucap Nayna sambil memeluk suaminya dengan erat.
"Iya sayang, tidak akan, aku pasti izin jika kemanapun," ucap Elang mencium kening istrinya dan mereka pun turun bersamaan.
Barang keduanya di bawa bersama. Setelah di letakkan di kamar Nayna pun rebahan karena sudah sangat lelah, Nayna pun hanya rebahan dengan kondisi lemah.
"Sayang minum dulu ya, cuci tangan dan cuci muka dulu baru kamu tidur ya sayang," ucap Elang kepada istrinya.
"Baik sayang, aku ke kamar mandi dulu" ucap Nayna melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.
Elang pun meletakkan leptop nya di atas meja rias, karena mereka belum menata sepenuhnya. Nayna pun keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Elang mendekati istrinya dan bertanya tentang mimpinya, Nayna pun mulai buka suara dan bicara pada suaminya.
"Aku bermimpi kalau kamu akan di lukai oleh orang lain sayang, terus kita ke rumah sakit lagi," ucap Nayna memeluk suaminya.
Nayna pun seakan-akan enggan berjauhan dengan suaminya, Elang pun menenangkan istrinya.
"Sayang, kamu yakin saja sepenuhnya ya, dan jangan merasa sedih hati oke sayang, kita akan baik-baik saja dan akan tetap baik, oke sayang," ucap Elang menenangkan istrinya dalam pelukannya.
"Benar ya sayang, kalau kamu ada sesuatu nantinya bilang ke aku, jangan di pendam, terus kalau ada yang menggoda kamu perlihatkan cincin mu ya sayang," ucap Nayna pada suaminya dengan tatapan penuh ketakutan.
"Iya istriku tersayang, tercinta, terbaik, kita tidur ya sekarang, agar besok kamu bisa fresh sayang dan pikiran kamu selalu positif," ucap Elang pada istrinya dengan membelai rambut istrinya.
Keduanya pun terlelap dalam tidurnya. Begitu pun dengan Nayna yang tidur dalam pelukan suaminya.
Di tempat berbeda
Kedua orang tua Hayyan bermimpi tentang Hayyan, orang tuanya pun langsung menghubungi Nayna. Akan tetapi, belum juga di angkat oleh Nayna.
Sehingga mama Hayyan hanya mengirimkan pesan pada Nayna untuk bertemu.
Pagi pun menjelang.
"Eh kok sayang yang masak," ucap Nayna bertanya.
"Nggak apa-apa sayang, tadi kan kamu capek banget semalam, kebetulan aku bangun lebih pagi, jadi masak nasgor dari pagi, kamu masuk kuliah pagi kan sayang," ucap Elang bertanya.
"Iya sayang, benar sekali, aku berangkat pagi," ucap Nayna terpesona dengan masakan yang di sajikan oleh Elang.
"Kamu jangan bawa mobil ya sayang, biar aku yang mengantar kamu ke kampus, pulang nya nanti aku suruh sopir ku saja," ucap Elang sambil memberikan minum pada istrinya.
"Jadi aku di kekang ya sayang, nggak boleh kemanapun," ucap Nayna dengan muka cemberut.
"Hehe, bukan begitu sayang, kamu boleh kemanapun, asal memberi tahu ku, dan selama kamu tidak berbohong maka aku tidak akan marah, janji ya," ucap Elang memberikan kelingking pada istrinya.
"Iya sayang, aku janji deh, tapi aku tidak di kekang kan seperti suami lainnya di luar sana," ucap Nayna kembali bertanya.
__ADS_1
"Nggak sayang, selama tidak berbohong dan selalu mengabarin kemanapun kamu pergi, karena kamu sekarang tanggung jawab ku," ucap Elang kembali menjelaskan kepada istrinya.
Nayna pun mengangguk saja, keduanya pun sarapan dengan sangat nikmat. Hingga dering ponsel Elang berbunyi. Elang pun mengangkat dan berbicara, Elang pun memberikan ponselnya pada Nayna.
"Sayang, mama Hayyan mau bicara, ngobrol lah dulu, nanti makan di teruskan," ucap Elang memberikan.
Nayna pun langsung bicara di depan suaminya.
"Maaf tante, Nayna belum menghidupkan ponsel, karena seharian capek baru pulang dari rumah sakit," ucap Nayna pada mama Hayyan.
"Iya nggak apa-apa sayang, kapan punya waktu kita ke pemakaman Hayyan," ucap mama Hayyan bertanya.
"Ehm, nanti siang saja Tante jam 13.00 kita bertemu di sana saja ya Tante," ucap Nayna.
"Oke kita bertemu di sana saja ya Nayna," ucap mama Hayyan langsung mematikan panggilan tersebut.
Nayna pun meneruskan sarapan nya dan memberi ponselnya.
"Sayang, aku boleh kan ke pemakaman nya Hayyan, atau kamu mau ikut," ucap Nayna bertanya.
"Nggak apa-apa sayang, kamu dengan mama Hayyan saja, kali saja ada hal yang ingin di sampaikan mama nya," ucap Elang kepada Nayna.
"Oke sayang, kalau nanti dijemput sama sopir mu berarti di antar ke sana ya sayang," ucap Nayna pada Elang.
"Iya dong, mana bagusnya, dia menunggu kamu atau kembali ke kantor, mana menurut kamu bagus saja sayang," ucap Elang.
"Terima kasih suamiku, ehm mau peluk tapi lagi makan, makan dulu deh," ucap Nayna bersikap manja.
Elang hanya tersenyum dengan sikap Nayna, Elang adalah satu dari sekian yang dekat dengannya yang mengetahui bahwa Nayna memiliki kekuatan mimpi yang nyata.
Begitu istimewa nya Elang bagi Nayna, selalu ada buat Nayna, bahkan putus dari Nayna masih berteman baik dengan Nayna. Mungkin hal itu lah yang membuat Hayyan merasa lega jika Nayna berjodoh dengan Elang.
Meskipun perubahan sikap Elang sangat jauh menjadi lebih dewasa hal itu membuat Nayna makin menyukai Elang. Terlebih lagi Elang terlihat tegas dan berwibawa ketika menjadi suaminya.
#Nayna makin cinta dehπ
__ADS_1
πππ
bersambung π