Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 84 - putus asa


__ADS_3

Nayna dan Elang pun berangkat malam itu juga, Nayna tidak berhenti menangis di dalam pesawat sehingga membuat orang sekitar bingung dengan kondisi Nayna.


Elang pun hanya menjelaskan bahwa ada yang meninggal makanya Nayna menangis sehingga yang berada di sekitar Nayna pun memahaminya.


Hingga Nayna sendiri yang berhenti dari tangisannya, dan meminta izin ke kamar mandi. Elang ingin mengikuti nya, akan tetapi tidak diperbolehkan oleh Nayna karena dia dalam kondisi baik-baik saja.


Nayna pun menuju kamar mandi, setelah itu dia mencuci mukanya, setelah selesai dia pun kembali duduk dan tertidur dengan pulas nya. Akan tetapi di dalam mimpinya, dia bertemu dengan Hayyan.


Di alam mimpi Nayna.


Nayna menghampiri Hayyan yang menawan dan kelilingi oleh kupu-kupu di alam mimpi tersebut, dan di sapa oleh Nayna, keduanya pun bercakap dengan serius.


"Apakah Hayyan?" ucap Nayna tertegun ketika melihat Hayyan.


"Iya in aku Nayna, kenapa dengan mata mu?" ucap Hayyan dengan tersenyum.


"Apakah kamu tega meninggalkan aku di dunia ini Hayyan?" ucap Nayna sambil menangis.


"Meninggalkan bagaimana Nayna? buktinya sekarang kita bertemu," ucap Hayyan kembali bertanya dengan senyuman.


"Mama yang menelpon ku, bahwa kamu meninggal kecelakaan," ucap Nayna masih dalam tangisannya.


"Kamu percaya begitu saja, kalau pun iya aku meninggal kalau kamu percaya aku hidup maka aku pasti hidup Nayna, jangan menangis lagi ya calon istriku," ucap Hayyan sambil tersenyum menatap wajah Nayna.


"Kenapa kamu malah tersenyum? dan malah menyebutkan kata calon istri, bagaimana kita bisa menikah? aku sudah lama memimpikan kita akan menikah dan punya anak, padahal hanya perlu waktu seminggu kita akan mengadakan pertunangan kita tapi malah kabar duka yang ku dapat," ucap Nayna sambil menangis.


"Nayna percaya saja dengan kehendak Tuhan, yakinlah akan ada keajaiban nantinya, kamu hanya perlu bersabar, jangan tangisin yang belum terjadi," ucap Hayyan menenangkan Nayna yang masih menangis.


"Wajar lah aku menangis, lelaki yang akan menjadi suami ku meninggalkan aku ke dunia ini, bagaimana aku bisa tenang," ucap Nayna sambil mengusap air mata.

__ADS_1


"Nayna aku sudah selamat dalam beberapa kali dalam musibah, dan itu semua keajaiban dari Tuhan untukku, maka kali ini aku yakin bisa mewujudkan itu kembali, kami segera lah ke rumah sakit, sesampainya di sana kamu temui aku sudah berada dalam pelukan mu itu lah janji ku," ucap Hayyan sambil tersenyum dengan manisnya.


"Aaaaaghhh Hayyan, jangan pergi," teriak Nayna bangun dari tidurnya.


Saat dia terbangun semua orang menatapnya dengan heran, karena mereka sudah sampai di Indonesia. Elang hanya menatap Nayna dengan bingung, dan dia hanya menyadarkan Nayna bahwa mereka sudah sampai di Indonesia dan harus segera ke rumah sakit.


Mendengar kata rumah sakit Nayna pun bergegas mengambil barang keperluan nya. Setelah turun dari pesawat Nayna tidak sabar segera menuju rumah sakit, benar saja mereka sudah di jemput oleh sopirnya Elang.


Sopirnya Elang pun segera mengantar mereka ke rumah sakit. Nayna hanya terdiam dan memikirkan perkataan Hayyan dalam mimpinya hingga Elang pun penasaran dengan sikap Nayna.


"Aku boleh bertanya Nayna,, apa yang sedang kamu pikirkan setelah bangun tidur tadi? apakah sedang bermimpi bertemu dengan Hayyan?" tanya Elang dengan wajah menunggu jawaban dari Nayna.


"........" Nayna terdiam untuk sesat.


"Bicaralah Nayna, kita akan sampai nantinya," ucap Elang penasaran.


"Terus keyakinan yang kamu punya apa tentang Hayyan? karena itu akan menjadi jawaban atas kedatangan hari ini di rumah sakit," ucap Elang kembali bertanya.


"Aku berkeyakinan bahwa Hayyan masih hidup dan kami akan hidup bersama nantinya," jawab Nayna dengan yakin jika Hayyan akan hidup kembali.


Sampailah mereka di rumah sakit, Nayna langsung berlari menuju ruangan Hayyan di rawat, jenazah sengaja belum di bawa pergi karena Hayyan meminta agar Nayna melihatnya di sini.


Sesampainya di ruangan tersebut sudah ada mama, papa dan adiknya Hayyan Leo. Mereka menatap sedih ketika melihat Nayna, bahkan Hayyan tersenyum ketika mengingat nama Nayna.


Nayna pun memeluk Hayyan yang terbujur kaku, bahkan dia memukul dada Hayyan dengan sangat keras.


"Kamu bohong dengan ku, kamu bilang kita akan bertemu kembali, tapi kenapa wajah mu masih tertutup, kenapa wajah mu pucat putih, kalau kamu sayang aku, buka mata kamu Hayyan, tepati janji mu, kita mau bertunangan seminggu lagi, tetapi kamu sudah melupakan janji mu, kamu jahat Hayyan," teriak Nayna sambil memukul dada Hayyan.


Saat mama Hayyan ingin menarik Nayna, di pegang punggung mama Hayyan oleh Elang, dan Elang berbisik pada mama Hayyan.

__ADS_1


"Tante, maaf aku telah lancang, bahwa Nayna sempat bermimpi bertemu dengan Hayyan, dan Hayyan berjanji akan ada keajaiban makanya Nayna berusaha menagih janji tersebut, maka biarkan saja Nayna begitu Tante, saya mohon," bisik Elang pada mama Hayyan.


"Baik Elang," ucap mama Hayyan mundur mendekati suami dan anaknya Leo.


Nayna masih saja berusaha meyakinkan bahwa Hayyan akan kembali hidup hingga dokter pun datang untuk membawa Hayyan ke ambulans sebab nyawa Hayyan sudah tidak ada lagi.


"Ti-dak dokter Hayyan masih hidup, jangan bawa dia pergi," ucap Nayna tidak rela.


"Maaf nona, Hayyan kekasih anda sudah meninggal karena pendarahan otak, kami sudah operasi akan tetapi masih saja tidak dapat menolongnya, jadi anda harus mengikhlaskan nya," ucap Dokter pada Nayna.


"Baik jika dokter berkata demikian, beri waktu ku hanya 5 menit saja, maka setelah itu silahkan bahwa Hayyan sesuka kalian," ucap Nayna meyakinkan dokter.


"Baik nona kami akan tunggu 5 menit, kami akan keluar dulu," ucap dokter meninggalkan Nayna yang masih seorang diri di ruangan tersebut.


Nayna kembali berbicara dengan Hayyan dengan tangisanya.


"Kamu lihat itu Hayyan, tega kah kamu melihat aku dikatakan tidak waras yang menginginkan kamu hidup demi masa depan kita," ucap Nayna sudah pasrah pada Hayyan.


Lima menit pun sudah berlalu, Nayna sudah pasrah dengan Hayyan. Meskipun dia masih yakin bahwa Hayyan akan hidup kembali. Dokter pun masuk ke ruangan tersebut, akan tetapi saat Nayna ingin pergi tangannya di pegang oleh Hayyan, dokter yang melihat hal itu pun merasa heran.


Hayyan masih posisi dalam menutup mata, sehingga dokter pun memeriksa kembali dan memasang kembali semua alat untuk memeriksa Hayyan kembali.


Ternyata......


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


penasaran ya๐Ÿคญ


like dan comment ya๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2