
Redy terkesima dengan sikap Sheila, hingga Sheila melihat sikap yang tidak biasa oleh Redy.
'*maaf kenapa kamu jadi melamun" ucap Sheila menggerakkan tangannya di depan wajah Redy.
'ogh sorry... pakaian mu kotor dan kamu tidak marah dengan pelayan tersebut kalau wanita lain sudah marah dengan sikapnya itu, itu kan ceroboh namanya" ucap Redy*.
"sudahlah itu tidak penting... apa yang harus aku lakukan ke pesta besok malam?" ucap Sheila bertanya.
"jadilah pacarku, maka semuanya jadi mudah, tapi yang aku inginkan dari mu jangan mendengarkan apa kata orang lain, nanti aku akan menjelaskan semuanya pada mu, bagaimana kamu terima aku nggak jadi kekasihmu?" ucap Redy langsung bertanya.
"baik aku Terima, sesuai dengan kesepakatan kita masing-masing tidak menggangu privasi apapun" ucap Sheila.
"oke... sejauh ini hubungan sementara ini hanya kita berdua yang tahu, jadi selamat kerja sama untuk kita besok malam, dan apakah kamu pernah pacaran Sheila?" ucap Redy penasaran...
"heheh... belum pernah karena saya sibuk bekerja dan kuliah, tidak ada waktu punya pacar" ucap Sheila.
"masa' wanita cerdas dan cantik seperti kamu tidak ada satu pun yang mau jadi pacarmu" ucap Redy terkejut.
"ehm aku nya yang tidak menerima karena kesibukan kan ku sendiri, lagian yang aku tahu laki-laki Thu terkadang punya kekasih di depan mata saja masih suka jelalatan matanya dengan cewek lain,terus buat apa punya kekasih kalau masih lihat wanita lain" ucap Sheila panjang lebar.
"tapi nggak semua laki-laki seperti itu kok Sheila, ehm meskipun gue playboy tapi gue belum pernah menemui cewek yang tulus dengan gue, makanya sekarang sudah insyaf jadi playboy hingga temanku saja tidak percaya kalau saya sudah berubah" ucap Redy.
Sheila tertawa terkekeh-kekeh melihat Redy berubah dari playboy jadi insyaf.
"ih Sheila... kamu kok gak percaya aku akan berubah sih, mau aku buktikan nggak" ucap Redy serius.
"emang mau buktikan apa? aku saja baru mengenal mu hari ini, mana juga aku sudah berhutang pada mu tadi, dan hutang harus dibayar dong" ucap Sheila.
"aku akan membuktikannya dengan kamu selama jadi pacar ku, lihat saja nanti " ucap Redy menatap serius.
"oke baiklah, selama hutangku belum lunas kita masih berhubungan sesuai dengan kesepakatan kamu" ucap Sheila sambil menyeruput minuman jus jeruk di hadapannya.
"aaapaa?, kok gitu sih dengan mudah pasti kamu membayar hutang tersebut, tadi kamu bilang kamu punya usaha sendiri' ucap Redy.
"hihi.. lihatlah nanti pokoknya yaa Redy, ohya sekarang aku mau nemui mama yaa, kamu boleh pulang" ucap Sheila pergi hendak meninggalkannya.
"tunggu... nomor ponselmu aku nggak ada loe, boleh minta nggak" ucap Redy memberikan ponsel.
"oke..." ucap Sheila mengetik nomornya di hp Redy.
Sheila dan Redy pun berpisah, karena Sheila harus menjaga mama nya sebab sore ini mereka akan segera kembali.
Dering ponsel Sheila pun berbunyi...
__ADS_1
"*Yaa Hallo.," ucap Sheila.
"kamu tahu siapa aku?" ucap Redy mengecek Sheila apakah benar-benar menyimpan nomornya*.
"ehm nggak tahu siapa, di sini nggak ada nama kontaknya" ucap Sheila bingung.
"yaa ampun.. aku pacar kamu 10 menit yang lalu sekarang aku di mobil mau pulang, bagaimana ingat nggak" ucap Redy mendengus kesal.
"hihi nggak boleh marah loe, maaf tadi saat kamu memberikan ponsel ku tidak diperiksa lagi, aku pikir sudah kamu tulis nama kamu jadi langsung aku masukan di saku" ucap Sheila.
"karena sudah membuat aku marah, besok kita janjian yaa jalan kita pilih pakaian yang cocok buat malam besok" ucap Redy dengan senyumnya.
"baiklah... siap, sekali lagi maaf yaa Redy" ucap Sheila.
"bisa nggak kamu panggil aku sayang atau apa gitu biar terasa kita menjalin hubungan kekasih gitu"
" hihi baiklah sayang... kalau gitu aku masuk ke ruangan mama ya, besok kabari saja oke" ucap Sheila.
"nah gitu dong, enak jadi dengernya" ucap Redy bahagia.
[apakah aku sudah jatuh cinta dengan Sheila? wanita satu ini mampu membuatku terus maju dihadapan nya bahkan dia mampu membuat ku salah tingkah, padahal baru mengenalnya sehari, sepertinya aku harus menyuruh seseorang mencari tahu tentang Sheila Putri] gumam Redy dalam hati.
Sesampainya di rumah....
"kamu sehat Redy, kok tidak biasanya dengan senyuman, jangan bilang kamu jatuh cinta lagi" ucap Nyonya Putri.
"Ehm kenapa mom jika aku jatuh cinta lagi? kan tidak ada larangannya" ucap Redy ingin ke kamarnya.
"stop.. mama mau bicara sebentar" ucap nyonya putri.
Redy pun duduk di sofa bersama mama nya.
"*Redy, kamu pasti tahu apa yang mama inginkan, saat ini mama sibuk menjalankan perusahaan tekstil yang dibangun oleh ayahmu, ketika pulang di rumah Mama ingin punya teman ngobrol, nah pacar yang kamu kencani sekarang itulah yang terakhir, mama nggak mau tahu kamu harus ajak dia ke rumah" ucap nyonya putri.
"taapi ma... kita baru jadian seharia ma, mana mungkin dia mau di ajak ke rumah" ucap Redy khawatir.
"oke, mama kasih waktu 2 Minggu saja, deal yaa mama anggap itu janji kamu" ucap nyonya putri.
"taapi ma... " ucap Redy menyela
"nggak ada penolakan, mama tunggu sampai 2 Minggu, masuk kamar sana mandi, sarapan dan tidurlah" ucap nyonya putri*.
Redy pun ke kamar setelah selesai melakukan aktivitasnya dia pun rebahan dan mulai memikirkan tentang bagaimana ngadapi mama nya 2 Minggu nanti.
__ADS_1
tiiing... (pesan masuk dari ponsel Redy)
"wah ini semua tentang Sheila Putri, di baca dulu kalau begitu" ucap Redy.
***
"Kamu bisa jalan kan sayang" ucap Nayna pada Elang.
"*Bisa kok sayang, kan kamu yang memegang tangan ku satunya" ucap elang dengan senyuman manisnya.
"awas loe kalau senyum kayak gitu dengan wanita lain" ucap Nayna.
"waah senyuman ku menawan ya sayang, sampai pipi mu merona begitu" ucap elang menggoda Nayna..
"iih nggak ah... ayoo jalan lihat ke depan sana" ucap Nayna salah tingkah.
"pesona ku hanya untukmu Nayna, aku hanya mampu menggoda mu, aku tidak menginginkan wanita lain" ucap elang serius dengan perkataannya.
"iyaa... iyaa.. ayoo masuk mobil kita sudah di depan" ucap Nayna memapah Elang agar masuk ke mobil*.
Ketika masuk di dalam mobil...
Beberapa saat kemudian Nayna tertidur pulas...
"Yaa ampun Nayna, kamu capek benar yaa sampai di dalam mobil langsung tertidur" ucap Elang menarik kepala Nayna agar tidur di pundaknya.
Beberapa jam kemudian....
"*Arttghhh... jangan... gauuuun usang" teriak Nayna.
Sopir yang berada di depannya tiba-tiba rem mendadak akibat teriakan Nayna. Sopir tersebut pun melanjutkan jalannya karena Elang memberi tahu untuk terus jalan. Nayna pun bangun dari mimpinya.
Saat Nayna bangun, dia melihat Elang dalam keadaan sehat dan langsung memeluknya.
"Elang kalau kemana-mana kasih tahu aku yaa" ucap Nayna.
"kamu mimpi melihat apa lagi?" ucap elang khawatir.
"aku nggak mau kamu terluka lagi" ucap Nayna.
"tenang saja aku tidak akan terluka lagi, karena kamu sudah mimpi lagi aku akan menjaga tubuh ku baik-baik, agar kekasihku tidak terlalu banyak memikirkan ku" ucap Elang menyentil hidung kekasihnya*.
Nayna pun hanya bisa berdoa dalam hati, agar Elang selalu dijaga selalu.
__ADS_1
πππππ