
Elang pun mengikuti permainan Nayna. Dia mengetok balkonnya berkali-kali. Ketika Naya keluar membuka tiada orang yang dilihatnya, hal itu berulang kali. Nayna pun mengambil gagang sapu lidi untuk melindungi dirinya. Saat Elang keluar dengan suasana malam yang gelap Nayna memukul dengan sekuat tenaga. Meskipun Elang sudah bersiaga masih saja kena ke badannya. Dia pun memutur tubuhnya hingga hampir Nayna terjatuh dan langsung ditarik nya tubuh itu hingga kepelukannya.
"Nayna buka matamu, ini aku elang" ucap elang berbisik di telinganya Nayna.
Nayna pun membuka matanya dan memandang dari dekat wajah Elang. Tanpa sengaja Nayna mencubit lengan Elang yang terluka akibat dipukul Nayna dengan kuat.
"*Nay, saakit tau" ucap Elang mengelus lengannya.
"aduuh, maaf Elang yaa sudah ayoo masuk, aku obati kamu dulu yaa" ucap Nayna mengajak Elang masuk ke rumahnya dan segera mengambil kotak P3K.
Nayna pun mengoleskan dan merawat luka Elang dengan hati-hati. Saat Nayna tengah fokus, Elang berkata di telinganya Nayna :
"Nayna jadilah kekasih ku, tapi aku bukan lah yang dulu selalu menemanimu, tapi aku akan selalu ada buatmu, bisa kah kamu menerima kekuranganku ini" ucap Elang.
Nayna sambil merawat lukanya Elang dan berkata "aku terima pernyataan mu tapi ada yang mau aku tanyakan" ucap Nayna setelah selesai memberi perban ke luka nya Elang.
"Silahkan Nayna mau bertanya apa?" ucap Elang balik bertanya.
"Kenapa kamu tidak menerima pernyataan cintaku? terus kedua apakah benar kuliahmu lebih penting dari segalanya" ucap Nayna menunggu jawaban Elang.
"Jawabannya simple, karena aku sudah mencintai mu sejak lama, jadi jika kamu yang menyatakan dulu itu tidak adil di dalam kamus ku hanya aku yang boleh menyatakan cinta pada wanita yang aku sukai, terus jawaban ke 2, iyaa saat ini fokusku hanya ke study namun jika memiliki kekasih aku hanya mau nya kamu, karena Nayna bukan wanita yang merepotkan" ucap Elang sambil mengeluarkan senyum nya dengan lepas*.
Keduanya pun tertawa lepas, saat keduanya bercanda Tubuh Nayna menimpah Elang.
"Nayna ku sayang, apakah kamu tidak sabaran setelah pernyataan cintaku, kamu belum jawab loe, kamu keberangkatan nggak dengan syarat ku" ucap Elang mencubit pipi Nayna dengan posisi mereka masih posisi tadi.
Nayna hanya tersenyum malu dan kembali merapikan pakaiannya dan duduk dengan tenang. Begitupun dengan Elang kembali duduk di tempat semula.
"*Iya aku mau jadi kekasihmu, tidak apa-apa jarang ketemu yang penting saling memberi kabar" ucap Nayna malu-malu.
"Baiklah, tapi Nay... kamu jangan mencoba menghilang dan kabur dari aku lagi yaa, seharian aku mencarimu kemana-mana, kuliah hari ini aku membolos karena gelisah dengan kondisimu" ucap Elang menyerocos tanpa henti.
"cuuuuup" ciuman itu pun mendarat ke bibir Elang.
Elang menelan ludahnya karena sikap tiba-tiba Nayna "tahan jangan sampai kelewatan" ucap Elang bicara dengan lirih.
"Maaf Elang.. kamu nggak marah kan" ucap Nayna tertunduk malu.
__ADS_1
Elang pun mendekati Nayna dan memeluknya "Nggak apa-apa sayang, tapi janji yaa bibir kamu ini hanya milikku jangan sedikit pun mencium orang tanpa sengaja apalagi sengaja, aku pencemburu berat dan ingat jika kamu sudah digenggaman ku maka kamu tidak akan bisa kembali lagi" ucap Elang memberi Lebel bahwa Nayna hanya milknya seorang.
"Terus apakah hubungan kita harus dipublikasi atau di sembunyikan" ucap Nayna bertanya dengan polosnya.
"Jika orang bertanya tinggal kita jawab sayang, dan ingat jangan berpikiran yang macem-macem yaa kita belum halal" ucap Elang memberikan syarat.
Nayna pun kembali memeluk erat tubuh kekar Elang. Entah sejak kapan Elang memiliki tubuh yang proporsional. Nayna begitu nyaman hingga dia terlelap dalam tidurnya. Elang pun memopong tubuh Nayna, saat Elang beranjak tangan Nayna menariknya dan berkata "please elang temani aku malam ini, aku yakin kamu bisa menjaga ku" ucap Nayna dalam lirihnya.
Elang pun mencium kening Nayna dengan lembut. Elang pun tidak pergi kemana-mana, Nayna tidur di atas kasur sedangkan Elang tidur di sofa ruang tamu. Agar ketika Nayna terjaga dia masih diposisi di rumahnya.
Pagi pun tiba*...
Dering ponsel Nayna membangunnya...
"Hallo Nay, benaran kamu sakit terus kenapa tidak ada di rumah" ucap Joe nyerocos tidak berhenti bertanya.
"ehm iyaa Joe maaf, aku lagi istirahat di rumah teman, makanya tidak di rumah sekarang sudah sembuh lusa aku kembali ke kampus kok" ucap Nayna.
"baiklah kalau begitu, sampai ketemu ya Nay" ucap Joe mematikan ponselnya.
Saat Nayna beranjak ponselnya pun kembali berdering...
'Hallo... " ucap Nayna.
"Nayna apa kabarnya*? ucap Hayyan.
"Ehm... Fine tapi sekarang lagi pemulihan sih makanya nggak ke kampus' ucap Nayna.
"Kapan kamu ke kampus Nah, aku sudah kangen dengan kamu?" ucap Hayyan bertanya.
"2 hari lagi aku pulih terus kuliah nanti aku kabarin ya Hayyan, lagi nginap di rumah teman nie nggak enak sama dianya lagi masak" ucap Nayna langsung mematikan ponselnya.
"Nayna kok berubah yaa, sejak nggak ada kabar beberapa hari ini cueknya sudah tampak, apakah Nayna sudah memiliki pacar, tidak bisa aku harus memiliki Nayna dia hanyalah milikku" ucap Hayyan kesal dengan pemikirannya.
Nayna pun bangun dari tempat tidurnya. Dia pun mencari Elang, betapa terkejutnya dia Elang sedang memasak. Nayna pun pelan-pelan memeluk Elang dari belakang.
"*Morning sayang..." ucap Nayna memeluk Elang.
__ADS_1
"Morning juga sayangku, hayoo kita makan dulu yaa, aku sudah masak nasi goreng buatan aku" ucap Elang menjahilin hidung Nayna.
"aku mau digendong" ucap Nayna manja.
"Baiklah sayang, karena kamu pemulihan aku akan mengabulkannya" ucap Elang memeluk Nayna seperti kangguru yang memiliki kantong di depan tubuhnya*.
"*sayang aku nggak mau turun, cium aku dulu" ucap Nayna mulai manja.
Elang pun menyentil keningnya Nayna...
"aww sakit..." ucap Nayna sakit.
"hayoo makan aku mau kuliah sayang, janji sudah kuliah akan Nemani kamu, tapi jangan di hotel kamu nginap di rumah ku saja, agar aku tidak risau" ucap Elang mulai perhatian kepada Nayna.
"benaran aku boleh balik ke rumah mu lagi" ucap Nayna gembira.
"iyaa mama dan papa mu sudah merestui hubungan kita, jadi aku harus menjaga mu selama sakit setelah sehat Baru kembali ke rumahmu" ucap Elang sambil makan nasi goreng.
Nayna pun patuh atas ucapan Elang.. Setelah selesai keduanya pun membereskan kamar hotel tersebut. Dering ponsel Elang pun berbunyi...
"Yaa Hallo.." ucap Elang.
"oh jadi perkuliahan di undur sampai pukul 14.00. oke thanks Deo atas informasi" ucap Elang kepada Deo.
Nayna mendengar hal itu langsung meloncat ke pelukan Elang.
"Yaa ampun Nayna, kalau kamu jatuh gimana? baru juga pulih, bisa nggak mantap dulu" ucap Elang kesal dengan kelincahan Nayna.
Nayna pun manyun dan ingin turun dari pelukan Elang. Namun, Elang tidak membiarkan.
"Aku mau turun, kata mu nggak suka aku lincah dan manja" ucap Nayna manyun.
Elang pun tersenyum melihat muka Nayna manyun.
"Nayna sayang, aku mencintaimu... bukan bermaksud apa? aku tidak mau melihatmu sakit lagi, makanya aku bilang hati-hati" ucap Elang menyentil hidung Nayna.
Elang dan Nayna pun masih berpelukan. Keduanya Bahagia seperti baru mengenal satu sama lain.
__ADS_1
πππππ*