
Naya kembali aktivitas seperti biasa, meskipun sudah pindah kampus, akan tetapi dia tidak menginginkan apapun.
Hingga suatu peristiwa hampir membuat dirinya celaka.
"Kalau jalan lihat ke depan, jangan melamun, kamu paham nggak?" ucap Elang.
Nayna yang mendengar suara lelaki tersebut sontak dia mendongak ke atas dan langsung memeluk Elang, Elang mendiamkan nya saja akan tetapi malah berbisik.
"Nayna, tolong lepaskan kita di Indonesia, aku malu dan kita bicara di restoran saja oke," ucap Elang berbisik pada Nayna.
Nayna pun melepas pelukannya, dan mengikuti Elang untuk makan. Elang pun memesan makanan tersebut akan tetapi dia mulai memberi isyarat pada Elang.
"Kamu kenapa sih?" ucap Elang bertanya.
"Ehm gaun usang Elang," ucap Nayna langsung memberi kode.
"Kali ini, hal apa yang akan terjadi?" ucap Elang bertanya.
"Akan ada perampokan di restoran ini walau bukan kita targetnya," ucap Nayna.
"Kalau begitu kita pergi saja, dan makanan tersebut kita bungkus saja," ucap Elang berdiri.
Elang pun menuju dapur dan meminta waiters nya untuk membungkus makanan mereka, setelah selesai mereka pun keluar secepat mungkin.
Setelah lima menit kedua nya pergi dari tempat itu, mereka melihat dari kejauhan bahwa tempat tersebut sudah di kunci oleh para perampok.
Dengan terdengar suara tembakan, Nayna mendengar suara tembakan tersebut. Nayna langsung menghubungi kepolisian, dan benar saja kepolisian datang tepat waktu. Bahkan mereka bingung mendapatkan telpon dari siapa?
Walau begitu lama negoisasinya berakhir para perampok tersebut bisa di bekuk dengan sangat cepat.
Nayna langsung tersungkur terjatuh dan berkata langsung pada Elang.
"Elang, segera kita pulang dan mencari tempat untuk bisa memakan ini," ucap Nayna tertunduk lesu dan memperlihatkan makanan tersebut.
Elang pun hanya menuruti nya saja, walau dia bingung dengan kedua ekspresi Nayna. Nayna pun terlelap dalam tidurnya, dan Elang sudah menemukan tempat yang bisa menenangkan pikiran Nayna. Elang pun hanya bersandar sejenak dan menatap wajah Nayna yang tengah tertidur.
" Nayna, aku mencintaimu, aku ingin melindungi mu, akan tetapi kenapa kamu begitu egois ingin terluka sendiri tanpa menceritakan apapun pada ku," ucap Elang dalam hatinya.
Nayna pun membuka matanya dan melihat pemandangan indah di depan matanya, dan berucap terima kasih kepada Elang.
"Elang, terima kasih ya atas semua kebaikanmu," ucap Nayna tersenyum.
"Yang penting kamu bahagia itu sudah cukup bagi ku, sekarang kita bisa duduk bersantai di sini sambil memakan makanan yang di beli tadi," ucap Elang membuka makanan yang mereka beli tadi.
__ADS_1
Nayna pun tersenyum indah, Elang Bahagia menatap senyuman Nayna. Dia pun mengangkat telpon nya sejenak.
π±"Iya Hallo, ada apa?" ucap Elang bertanya ada sekretaris nya.
π±"Iya lakukan sesuai dengan planning B kita sudah kita bicarakan tempo lalu," ucap Elang menjelaskan kembali.
π±"Siap pak, akan saya laksanakan sesuai dengan perintah," ucap sekretaris nya.
π±"Ada lagi kah?" ucap Elang kembali bertanya.
π±"Tidak ada pak, selama beraktivitas kembali pak," ucap sekretaris nya.
π±",Oke terima kasih," ucap Elang memutuskan panggilan telpon nya.
Elang pun kembali bicara dengan Nayna, akan tetapi di sela pembicaraan mereka Nayna tiba-tiba bicara serius.
"Elang jika nanti kita jadi suami istri, apakah kamu akan sibuk seperti itu?" ucap Nayna bertanya.
"Uhuk...uhuk...," terdengar suara batuk dari Elang yang mendengar pertanyaan Nayna.
"Maaf Elang, kamu jadi batuk, ini minum dulu ya," ucap Nayna sambil memberikan minuman tersebut.
"Iya makasih Nayna," ucap Elang.
"Ehm, kalau kamu bersedia aku pun mau," ucap Nayna menjawab.
"Kita selesaikan kuliah dulu, setelah nya baru kita pikirkan kembali," ucap Elang bertanya.
"Ehm jika begitu jawabannya, berarti aku boleh dong berteman dengan lelaki manapun," ucap Nayna bertanya.
"Boleh itu hak mu, aku tidak akan memaksa mu, yang penting jaga diri, bagaimana bela dirimu sudah meneruskan jadwal mu belum?" ucap Elang bertanya.
"Hehe, Minggu depan sih rencana aku mau ikut jadwal lagi, tapi kenapa aku harus ikut, bukan kah beli diri ku sudah cukup," ucap Nayna kembali bertanya.
"Semakin kamu ahli, semakin kamu bisa menjaga diri mu, aku belum tentu ada waktu buat mu, kamu di minta ada bodyguard tidak mau, jadi aku tidak bisa berbuat apapun kan," ucap Elang menjelaskan.
Keduanya pun menikmati sore itu dengan makanan yang di santap dengan beberapa cerita.
Setelah selesai mereka pun pulang, Elang mengantarkan Nayna pulang ke rumah nya. Setelah sampai di rumah Nayna kembali bertanya.
"Elang, besok pagi bisa kah kamu mengantarkan ku ke kampus," ucap Nayna bertanya dengan nada serius.
"Boleh dong nanti aku akan menjemputmu ya, tunggu saja di rumah," ucap Elang menjelaskan dengan senyuman.
__ADS_1
"Terima kasih Elang, aku pulang ya," ucap Nayna melambaikan tangan nya pada Elang.
Elang pun melambaikan tangan nya, setelah itu dia pun pergi. Nayna menuju ke kamarnya, mama dan papa nya hanya heran dengan tatapan bahagia nya hari itu.
"Sayang, duduk dulu deh tadi di berita ada perampokan di restoran yang biasa kalian datangin dengan Elang, apakah kalian dari sana?" ucap mama bertanya.
"Ehm kita emang dari saja ma, tapi belum ada perampokan, emang kenapa ma?" ucap Nayna pura-pura nggak tahu.
"Tadi ada berita bahwa ada perampokan di sana, bahkan ada korbannya walaupun polisi sudah datang, tapi mama bersyukur kalian baik-baik saja," ucap mama pada Nayna.
"Oke ma, kalau begitu Nayna masuk kamar mau bersihkan diri ya," ucap Nayna pergi dengan wajah tersenyum.
Ketika Nayna pergi berlalu, papa nya masih fokus menonton pertandingan sepak bola.
"Horeee gooool," teriak papanya.
"Ih papa, peka sedikit dong jadi suami," ucap mama nya.
"Apa sayang? papa sedang fokus nonton bola nie, mama bilang saja papa pasti akan jawab," ucap papa menjawab.
"Papa nggak gelisah dengan anak kita yang terus saja tersenyum hari ini," ucap mama bertanya.
"Kenapa juga gelisah? kan tadi dia jalan dengan Elang, yaa mungkin saja Elang sudah membuang masa suram nya Nayna," ucap papa sambil fokus menonton.
"Haha, papa benar juga ya," ucap mama tersenyum.
"Hadiah papa menjawab benar mana ma," ucap papa.
"Cup," ciuman mendarat di pipi papa dan mama pergi ke kamar.
"Sayang, masa' ciumannya cuma satu sih, awas saja ya kalau papa sudah nonton bola, aku minta lebih dari cium," teriak papa.
Mama hanya tersenyum melihat tingkah papa bicara dengan masih fokus menonton. Mama pun kembali ke kamar untuk rebahan.
Sesaat kemudian, belum lah mama nya tertidur. Papa sudah mencium wajah mama habisan.
Sensor.
Sensor
ππ€
#like dan comment yaπ€
__ADS_1