
Nayna masih belum percaya seutuhnya bahwa Hayyan meninggalkan nya begitu cepat. Nayna masih begitu terpukul atas meninggalnya Hayyan, dia tidak habis pikir harus berpikir begitu cepat.
Elang hanya terdiam dan berusaha menenangkan Nayna begitupun orang tuanya sendiri yang datang melayat. Orang tuan Hayyan pun merasa terpukul atas meninggal anaknya.
Nayna menangis seharian padahal mereka akan bertunangan sekaligus menikah dalam seminggu lagi, akan tetapi Hayyan sudah meninggalkan nya lebih dulu.
Waktu pun sudah berlalu dengan begitu cepat, Nayna linglung dan tiada suara di rumah seharian, di hibur oleh Joe dan Yea serta keluarga Joe dia tetap tanpa suara hanya tangisan yang tiada hentinya.
Bahkan Elang sendiri bingung harus berbuat apa, sehingga mama Hayyan pun mengetok pintu rumah Nayna. Mama Hayyan pun masuk dan meminta izin untuk bertemu dengan Hayyan, dan memberikan surat wasiat dari Hayyan.
Mama Hayyan pun memeluk Nayna dengan tangisan keduanya menghentakkan seisi rumah tersebut. Mama Hayyan berpesan bahwa Hayyan berharap Nayna melakukan sesuai yang dia minta di pesan tersebut.
Ketika Nayna bertanya apakah ada hal lain yang disampaikan oleh Hayyan untuknya. Mama Hayyan pun hanya memberi tahu semuanya ada pada surat tersebut untuk Nayna.
Mama Hayyan pun pamit meninggalkan rumah tersebut, Nayna pun membaca surat wasiat tersebut di temani oleh mama nya. Elang pun meminta izin pada mama Nayna karena harus mengangkat telpon.
Elang pun pergi ke teras rumah Nayna. Sedangkan Nayna dan mama nya berada dikamar membaca surat wasiat tersebut.
Nayna terhenyak pada sebuah kata-kata yang membuat nya terdiam beribu bahasa.
Dear : Calon Istriku **Nayna **
Aku mencintaimu dan menyayangi mu dengan sangat tulus, aku berharap kamu selalu bahagia dimana pun berada.
Nayna, ketika surat ini sudah tiba di tangan mu aku sudah berada di surga. Aku berharap kamu bisa mengabulkan permintaan mu.
Menikah lah dengan Elang, dia pria yang bahkan lebih baik dari ku, bahkan dia lah yang pantas mendapatkan mu, banyak kebaikan yang dilakukan Elang pada mu, walau kamu tidak mengetahuinya.
Tanya kan pada mama mu hal apa yang dilakukan Elang disaat kamu sedang studi diluar, maka akan kamu temui semua kebaikan yang tulus tanpa imbalan apapun.
__ADS_1
Elang memang sekarang sudah banyak berubahnya, bahkan dia selalu berada di samping mu, entah status nya sebagai teman, pacar atau tidak di akui oleh kamu.
Akan tetapi Elang tetap berada di sampingmu, Elang pria yang pantas buat kamu Nayna. Walau aku tahu kamu tidak akan terima semua permintaan ku, aku hanya ingin kamu bahagia.
Aku berharap tidak ada lagi tangisan air mata dari wajah cantikmu, oh ya Nayna doakan aku di setiap sholat mu, maafkan segala khilaf ku, aku hanya ingin kamu bahagia. Terima kasih atas semua waktu mu untukku.
Inilah goresan terakhir ku.
By. Hayyan calon suami mu yang belum jadi.
Nayna yang membaca surat tersebut dengan mama nya pun memeluk erat dan bingung harus berkata apa. Nayna pun menatap lekat mama bagaimana mengatakan hal ini bahkan dia bingung hingga Elang datang mengetok pintu kamar Nayna.
"Iya masuk Elang silahkan," ucap mama Nayna.
"Tante, aku izin ke Australia karena ada klien yang ingin bertemu dengan ku dan aku lama akan di sana, Nayna maaf aku tidak bisa menemani mu, tapi aku janji jika urusan ku sudah selesai, aku akan menemani mu kemanapun," ucap Elang menatap Nayna.
"Kalau menikahi apakah kamu mau?" ucap Nayna langsung mengucapkan kalimat tersebut.
Nayna pun memberikan surat wasiat dari Hayyan yang di antar oleh mama nya Hayyan barusan. Elang membaca nya dengan seksama, dia pun terdiam atas kalimat yang di buat oleh Hayyan. Elang bahkan bingung harus menjawab apa.
Elang pun memberikan surat wasiat ini pada Nayna dan berkata.
"Nayna, urusan ku dengan perusahaan serta kuliah ku serba sibuk beberapa minggu ke depannya, aku janji akan menyelesaikan urusan ku, dan kita bicarakan dengan orang tua Hayyan, orang tua mu dan orang tua ku," ucap Elang menjawab dengan menatap Nayna.
"Tapi jika kamu tidak kembali lagi seperti Hayyan bagaimana Elang?" ucap Nayna kembali menangis dalam pelukan mama nya.
"Nayna dengarkan aku, aku kembali ke kamu, entah jadi apa aku akan selalu di sampingmu, aku janji akan mengabari selalu ketika berada di Australia, kamu mengizinkan aku kan pergi," ucap Elang bertanya pada Nayna.
Nayna pun mengangguk mempercayai perkataan Elang, Elang pun meminta mama Nayna untuk menjaga Nayna. Nayna pun hanya mengantarkan Elang sampai gerbang rumah nya.
__ADS_1
"Elang," teriak Nayna.
"Iya," ucap Elang menjawab sambil membuka kaca mobilnya.
"Kamu janji akan pulang ya dengan selamat tanpa kekurangan apapun," ucap Nayna.
"Iya, doain ya semoga aku selalu sehat,okey," ucap Elang dengan tersenyum.
Elang pun menutup kaca mobilnya dan melaju meninggalkan rumah Nayna. Dilihat dari kejauahan bahwa wajah Nayna sudah bisa tersenyum, setidaknya itu sudah menjadi hal baik.
Nayna kembali masuk ke kamarnya dan merenungi pesan wasiat oleh Hayyan, Nayna tidak habis pikir Hayyan memikirkan hidupnya saat detik-detik dirinya meninggal dunia. Nayna jadi bingung dengan semua keadaan yang ada, bahkan dia tidak habis pikir dengan semua yang terjadi.
Waktu terus berjalan dengan begitu cepat, waktu seminggu pun sudah terlewati, mama Hayyan terus saja menguatkan hati Nayna. Nayna menjadi kuat karena mama Hayyan dan mama nya selalu menyemangati nya. Hingga mama Hayyan sendiri yang berkata dan perkataan itu terngiang dalam akalnya.
"Nayna, Tante sudah menyerahkan wasiat dari Hayyan, jadi Tante berharap kamu tetap bahagia, jangan bersedih dalam kondisi apapun, karena Hayyan ingin kamu hidup bahagia, dia selalu menyanjung mu dan ingin kamu hidup bahagia, Tante berharap kamu bisa bahagia entah pasangan mu nanti siapa?" ucap mama Hayyan kala itu.
Perkataan itu terngiang dalam pikiran Nayna, hingga mama nya masuk ke kamar Nayna.
"Apa yang kamu pikirkan Nayna?" ucap mama mama Nayna.
"Sedang memikirkan perkataan mama Hayyan ma, terus juga sudah seminggu belum dapat kabar dari Elang, aku tanya sama mama nya ponsel Elang hilang, sebab dia hanya hapal no telpon rumah nya," ucap Nayna menjawab pertanyaan mama nya.
"Kalau begitu, kamu istirahat dulu ya sayang, ingat 2 hari lagi kamu kembali kuliah, jangan cemberut terus ya, kan sudah janji dengan papa dan mama, adikmu juga sudah besar sekarang," ucap mama Nayna.
" Baik ma, Nayna akan tidur sekarang," ucap Nayna merebahkan tubuhnya di kasur.
Nayna pun tidur dan mama nya mematikan listrik dikamar anaknya.
πππ
__ADS_1
like dan comment ya