
Nayna dan Elang menikmati kebersamaan pagi itu berdua dengan bahagia. Di sebabkan juga Elang mendapatkan jadwal perkuliahan siang...
"*Elang hari ini kita ngapain di rumah" ucap Nayna manja masih dalam pelukan Elang.
"Sekarang kamu mandi ya Nay, aku janji ngajak kamu jalan, tapi harus turuti aku jika di bilang jangan bandel" ucap Elang menyentil hidupng Nayna.
"Ehm baiklah, aku akan mandi sekarang, tapi janji kamu nggak kemana-mana kan kalau aku di kamar mandi" ucap Nayna.
"Nggak sayang, paling aku duduk nyantai di depan kolam yaa nanti kami nyusul saja karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ku" ucap Elang sambil berkutat di depan leptop ya*.
Setelah Nayna selesai berpakaian...
Dia pun menemui Elang di depan kolam. Tiba-tiba saja Nayna duduk seperti Elang dengan membaca buku yang di bawanya. Elang memperhatikan dengan seksama Nayna.
"Nay... jadilah wanita ku seutuhnya" ucap Elang.
Nayna yang hanya mendengar sedikit, mulai terganggu fokusnya atas pembicaraan Elang.
'*maksudnya wanita seutuhnya bagaimana" ucap Nayna meletakkan bukunya dan memperhatikan Elang.
"menikahlah dengan ku atau setidaknya kita bertunangan" ucap Elang*.
"gauuuun usang......" teriak Nayna masuk ke dalam mimpinya...
"aaargh.... tiiidak... Eeelang jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu" teriak Nayna dalam mimpi itu.
Elang panik ketika Nayna tiba-tiba pingsan dan beberapa menit kemudian bangun dari kesadaran nya dan langsung memeluk dirinya.
"*Elang... kamu jangan pergi kemanapun hari ini di rumah saja yaa, aku tidak mau kehilangan mu" ucap Nayna sambil menangis.
Elang pun menarik muka Nayna dan mencium keningnya..
"itu tidak akan terjadi Nayna, kalau kamu khawatir doain aku yaa, aku janji tidak akan terluka" ucap elang meyakinkan Nayna*.
Nayna pun memeluk kembali, dia merasa atas mimpi gaun usang itu akan terjadi pada Elang.
"*Kalau begitu aku harus ikut kemanapun kamu pergi" ucap Nayna mulai merengek.
__ADS_1
"Nay... urusan ku siang sampai sore banyak, jadi aku tidak bisa menemanimu dan juga kamu masih pemulihan sayang" ucap Elang membelai rambut panjang Nayna*.
Sejak mimpi itu Nayna memeluk Elang padahal waktu masih menunjukkan pukul 10.00 pagi...
"Nay... kamu yakin nggak mau lepas pelukan ini" ucap Elang ingin mengambil minum ke dapur.
Nayna menampakkan wajah sedihnya. Elang pun tak sanggup melihat ekspresi Nayna seolah-olah jangan menolaknya.
"*Baiklah...baiklah... kamu di kamar sebentar yaa, aku ambil minum dulu.. boleh kan" ucap elang berbicara lembut.
"boleeh..." ucap Nayna*.
Elang pun pergi ke dapur mengambil Air tapi tiba-tiba gelas tersebut pecah terlepas dari tangannya.
Nayna yang mendengar hal itu mencoba berjalan menuju dapur, namun dia terjatuh dan hal itu terdengar oleh Elang yang sudah membersihkan pecahan gelas yang pecah.
"*Yaa Tuhan sayang... kenapa bisa terjatuh beginie" ucap Elang sambil mengendong Nayna ke kasur.
"tadi aku mendengar sesuatu yang jatuh, aku takut terjadi apa-apa dengan kamu" ucap Nayna dengan pandangan tertunduk*.
Elang pun tidak berkata apa-apa " dia pun memeluk Nayna memberikan ketenangan kepada Nayna".
Elang pun mengusap rambut panjang Nayna dan berkata "tidak akan terjadi apa-apa sayang, kalau pun nanti ada apa-apa kan ada kamu yang menjaga aku, jika itu terjadi ingat jangan terlalu larut dalam sedihmu, lakukan aktivitas seperti biasa dan perkuliahan mu harus berlanjut oke" ucap Elang memeluk erat Nayna.
Entah kenapa? keduanya memiliki firasat yang tidak enak di hari itu, tapi di tepis oleh keduanya. Terutama Elang yang tidak percaya dengan firasat, namun beda hal nya ketika dia bersama Nayna firasatnya merasa itu akan terjadi.
"Nay, aku sudah janji dengan diriku sendiri jika suatu saat terjadi pada ku, maka masih ada bawahanku yang akan menjaga mu tanpa kamu ketahui" ucap Elang bicara dalam hati.
Nayna pun mendorong tubuh Elang hingga keduanya tertidur di atas kasur...
"*Nay, kenapa kamu mendorong ke kasur sih?" ucap Elang gelapaan.
"Nggak ada aku mau begini sampai kamu siap-siap kuliah, aku tidak mau melepaskan mu sedikitpun"ucap Nayna mendongak wajahnya ke arah Elang.
"waah gi** bibir Nayna sangat seksi dari dekat, rasanya ingin mencium nya" ucap Elang menepis pikiran kotor nya.
Elang pun terlelap dalam tidurnya, begitupun dengan Nayna. Namun, itu hanya sesaat disebabkan dering ponsel Elang kembali berbunyi...
__ADS_1
"Elang, perkuliahan diundur kembali jam 14.00 siang, itu saja yaa kabar terkini" ucap temannya dikampus*.
Elang pun mencium bibir Nayna dengan lembut sekilas saja, namun Nayna malah bereaksi berbeda dia pun membalas ciuman tersebut. Elang pun menyentil kening Nayna
"*Nayna... kamu nggak tidur yaa" ucap elang.
"tidur sebentar kok, habis kamu nyium ... yaa aku balas lah" ucap Nayna sambil mengucek matanya*.
Elang dan Nayna pun bangkit dari tempat tidurnya. Tanpa aba-aba Nayna mencium Elang di belakang telinga, hal itu membuat elang salah tingkah. Namun, tidak diperdulikan ya karena Elang tengah fokus membaca materi perkuliahan nya.
Setelah selesai dia melihat materi yang akan disampaikan dosen, dia pun mengendong Nayna. Karena sejak tadi Nayna sudah dipangkuannya sepeti kangguru yang berada dipelukan ibunya begitulah kira-kira Nayna sekarang.
Elang pun menyentil hidung pacarnya "sayang, kamu tega banget ya membiarkan tubuh mungil kamu ini aku gendong kemana-mana, nggak malu apaa ahh" ucap Elang sambil tersenyum.
Nayna pun celingak-celinguk melihat situasi dan berkata "emang yang melihat siapa? yaa sudah aku turun sekarang kalau aku nya berat gitu" ucap Nayna cemberut.
Elang pun mempererat pelukannya dan berkata "duuh sayang aku nie, baru aja kita jadian 2 hari manja nya minta ampun, jujur sama aku kamu tadi saat pingsan mimpi apa?" ucap Elang.
Nayna pun menceritakan apa yang dia alami saat dalam mimpi, Elang hanya menggelengkan tidak percaya namun karena Nayna pacarnya dia hanya bisa meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"*Sayang, aku tahu kamu mengkhawatirkan ku, ingat yaa kalau itu terjadi berarti kamu mempunyai kemampuan supranatural yang tidak dimiliki orang jadi jangan sampai kamu berpikir negatif tentang orang itu nanti kamu bisa melihat situasi orang tersebut" ucap elang memberi tahu.
"Elang, kok kamu semudah itu percaya dengan aku, kamu tidak takut aku berbohong" ucap Nayna.
"Nay... meskipun waktu di Indonesia aku telat mengenalmu tapi aku mencari tahu semua tentang mu, bukan obsesi hanya mencari tahu tentang kehidupan mu, aku janji akan hati-hati ya" ucap Elang mengusap rambut Nayna.
Keduanya pun kembali berpelukan*...
Tidak terasa siang sudah tiba...
Elang pun bersiap-siap pergi ke kampus...
Setelah Elang berpamitan dan mengendarainya mobilnya...
tiba...tiba...
πππππ
__ADS_1
Hayooo kenapa dengan Elang ???