
Elang pun keluar dari kolong tempat tidur. Dan kembali berbicara dengan Nayna.
"Nay, aku nggak salah denger kamu udah jadian dengan Hayyan, terus Joe tadi pacar pura-pura kamu di sekolah kok bisa" ucap Joe penasaran.
"Sebenarnya aku jadian dengan Hayyan sudah 3 bulan semenjak keberangkatan ke Austria kami jadian, terus Joe dia terpaksa mengumumkan aku pacar dia karena ada mantannya yang terobsesi dengan Joe hingga mantanya tersebut pernah menyuruh orang lain untuk melukaiku" ucap Nayna menjelaskan ke Elang.
Elang pun dengan seksama mendengerkannya...
"terus apakah kamu terluka atas kejadian tersebut" ucap Elang bertanya.
"iya saya masuk Rumah Sakit meskipun tidak terlalu namun perlu waktu untuk pemulihan, hingga sekarang mantannya tersebut ketahuan dan diskors oleh pihak yayasan dan kepala sekolah atas kejadian tersebut karena papa nya Joe terus mendesak sekolah untuk menyelesaikan perkara itu, makanya segera diselesaikan oleh pihak yayasan dan kepala sekolah" ucap Nayna panjang lebar.
"Akhirnya ada balasan juga buat thu cewek, terus apakah kamu nyaman dengan keadaanmu sekarang" ucap Elang bertanya kembali kepada Nayna.
"ehm nggak nyaman sih, aku pun sudah menyampaikan pada Joe bahwa aku sudah memiliki pacar dan parahnya dia tidak ingin melepaskanku, meskipun hubungan kami hanya di dalam sekolah itu sudah cukup baginya" ucap Nayna menceritakan hubungannya dengan Joe kepada Elang dengan serius.
Elang dan Nayna pun panjang bercerita terkadang ada gelak tawa diantara pembicaraan mereka. Joe yang melihat dan mendengar itu merasa cemburu, hingga dia tidak tahan dan berlari dengan cepat mencari tempat untuk berteriak.
"aaaaaaaaarrrgh.... kenapa bukan aku Nay yang bisa membuatmu tertawa lepas seperti itu andai saja aku mengenalmu lebih lama mungkin akulah yang akan membuat hari-harimu bahagia, tapi tidak ada kata terlambat aku harus berusaha sekuat dan sebisaku" ucap Joe memotivasi dirinya.
Joe terus saja menyalahkan dirinya dan terus saja berseteru dengan dirinya. Joe merasa dirinya tidak pantas atas Nay. Namun karena Joe merasa perlu memperjuangkan Nay, dia pun memperjuangkannya entah hasil apa yang di dapatnya.
Elang pun meminta izin pada Nayna karena masih ada urusan yang harus diselesaikan.
"Nay, aku pamit dulu ya semoga kita punya kesempatan untuk bertemu kembali" ucap Elang pada Nayna.
"oke baiklah..." ucap Nayna.
Elang pun berlalu pergi. Setelah Joe dan Elang tidak berada di kamar pasien tempat Nay menginap, datanglah Hayyan menghampiri.
"Good night sayang..." ucap Hayyan berbisik ke telinga pacarnya.
"Sejak kapan kamu disini" ucap Nayna terkejut.
__ADS_1
"hihi... sejak tadi lah,, nggak terdengar ya sayang, maaf ya" ucap Hayyan sambil memberikan sesuatu pada Nayna.
"Kamu bawa apaan Hayyan" ucap Nayna.
"Nie aku bukakan sayang" ucap Hayyan sambil membuka.
Saat dibukanya betapa terkejut Nayna, jam tangan keinginan pertama kali yang diinginkan bahkan dia lupa menginginkan jam tangan itu.
"Sayang, makasih banyak ya, kok bisa kamu beliin jam tangan yang aku inginkan sejak dulu" ucap Nayna sangat senang.
"entah sayang, hari ini kan lagi kumpul dengan teman-teman selesai persentasi ada teman yang menjual katanya tinggal satu jadinya aku ingat kamu belum ada jam tangan jadi aku beliin, kalau emang kamu suka syukurlah" ucap Hayyan tersenyum.
Nayna pun meminta dipeluk Hayyan. Hayyan pun mendekat dan memeluk Nayna..
"sayang, makasih banyak yaa maafin aku nggak sempurna, kita tidak memiliki waktu untuk bersama, aku berharap kamu mau memaafkan aku" ucap Nayna sambil memeluk Hayyan dengan menangis.
"sayang kamu nangis ya, kamu nggak salah kok hanya aku saja yang sibuk dengan urusan kuliah, tapi aku janji akan ada waktu jika semua urusanku selesai" ucap Hayyan ingin melepas pelukan Nayna, namun Nayna tidak ingin melepasnya karena besok pagi dia sudah meminta mama Joe memesan tiket tanpa diketahui siapapun.
"Oke sayang, aku pergi dulu ya, kamu yang nyenyak yaa, ohya yaa sayang besok aku sibuk seharian, kalau kamu udah pulang ke rumah Joe kabari aku yaa" ucap Hayyan sambil mencium kening Nayna.
Keduanya pun berpisah untuk sementara waktu. Nayna merasa bersalah dengan Hayyan karena tidak memberi tahunya. Namun, emang sengaja dilakukannya untuk menghindari tingkat streesnya. Karena Nayna sudah berada pada tingkat kepenatan sehingga memerlukan waktu ke tempat orangtuanya di Indonesia.
Nayna pun kembali beristirahat dengan tenang, sebab besok harus siap-siap berangkat ke Indonesia.
Joe pun menenangkan diri dengan pergi sementara setelah selesai dia pun kembali ke RS untuk melihat keadaan Nayna. Nayna pun terlelap tidur, Joe hanya bisa melihat wajah itu tanpa bisa menyentuhnya karena dia tidak ingin Nayna membencinya. Karena dia hanyalah pacar palsu.
Malam pun berlalu dengan tenang...
Saat Nayna mulai bersiap-siap Joe bangun dari tidurnya.
"Kok kamu nggak bangunin aku Nay" ucap Joe kesal.
"kamu tidurnya nyenyak banget jadinya aku nggak tega" ucap Nayna.
__ADS_1
"Yaa sudah tunggu aku sebentar ya, aku mau beli minum dulu nanti nemani kamu pulang" ucap Joe sambil berlari membeli minuman.
Nayna pun hanya mengangguk saja...
"untung sebagian barangku sudah dititipkan di taxi yang di pesan oleh mama Joe" gumam Nayna dalam hati, Nay pun menulis pesan di atas meja tersebut berharap tidak bertemu dengan siapapun. Dia pun bergegas agar Joe tidak melihat dirinya.
"uuh akhirnya tiba juga di taxi, hayoo Pak jalan ke bandara" ucap Nayna dengan hati yang tenang.
Nayna pun mengirim pesan ke mama nya Jos dengan video call dan berpamitan dan berterima kasih karena mama Joe telah membantunya.
Saat Joe sampai diruangan Nayna, dia pun terkejut dan menemukan secarik kertas dengan tulisan.
"Joe, maaf saya pergi tanpa pamitan dengan siapapun, saya mau kembali ke Indonesia sementara waktu karena ada hal yang mendesak" ucap Nayna dalam tulisan tersebut.
Joe pun berusaha menelpon Nayna namun tidak ada suara panggilan apapun. Joe pun langsung ke Bandara tujuan Nayna, dia pun segera melajukan kendaraannya dengan cepat.
"Makasih Ya Pak" ucap Nayna.
Nayna pun turun dari Taxi dan tanpa waktu panjang lagi, keberangkatannya telah tiba. Nayna pun memasuki kabin pesawat setelah selesai administrasi.
Pesawatnya pun meluncur di saat Joe sampai bandara.
"aaarrgh... benar-benar kesal, kenapa loe melakukan ini pada aku Nay" ucap Joe kesal.
Joe pun pergi meninggalkan bandara tersebut dengan pandangan kosong.
Sesampainya di rumah dia mengunci kamar, mama yang melihat merasa heran dengan sikap Joe.
"biarkan dia sendiri dulu, jika ada masalah pasti akan cerita" ucap mama Joe dalam hati.
ππ·π·π·π
Like and comment yaπ
__ADS_1