
Pagi kembali menyapa, sepasang suami istri itu seperti nya sama-sama masih enggan beranjak dari tidurnya.
Dua-dua nya masih sama-sama polos setelah pergulatan panas tadi malam hingga pagi hari tanpa henti. Keduanya saling memeluk memberi kehangatan masing-masing.
Bahkan sampai saat ini, penyatuan kedua nya belum juga dilepas. Tadi sekitar pukul empat pagi baru menyelesaikan kegiatan panas nya setelah berkali-kali mencapai puncak kenikmatan.
Adrian yang memang merasa sudah mengantuk, hanya ikut tidur di sebelah istri nya dan memeluk erat tubuh mungil itu tanpa berniat melepaskan penyatuan nya.
Sedangkan Alexa sendiri sudah tertidur sejak pukul dua pagi, entah itu hanya tidur atau pingsan. Dia tidak kuat terus melayani suami has-rat suami nya yang tak pernah merasa puas.
Suara dering ponsel berhasil mengganggu tidur sepasang suami-istri itu.
Dengan penuh ogah-ogahan Alexa meraba-raba nakas untuk mengambil ponsel yang berbunyi. Sedangkan Adrian tak terganggu sedikit pun meski ponsel nya sudah berdering berkali-kali. Seperti nya laki-laki perkasa itu juga kehabisan tenaga setelah siang dan malam tak henti-henti nya melakukan pergulatan panas.
Mata Alexa sedikit menyipit karena mata nya terasa lengket untuk dibuka. Setelah beberapa saat, dia melihat ponsel yang berbunyi ternyata milik suami nya.
"Sayang ... ponsel kamu bunyi." Alexa sedikit menggoyang lengan suami nya agar terbangun.
"Sayang, angkat telepon nya. Jangan-jangan penting." Kata Alexa lagi sembari mencoba mengembalikan kesadaran.
"Hm ..." Adrian hanya menggumam tanpa bergerak atau pun membuka mata. Seperti nya dia memang sangat kelelahan sampai-sampai tidak menanggapi istri nya.
"Sayang ... bangun.." Kata Alexa lagi setelah berhasil mendapatkan kesadaran sepenuh nya.
Tiba-tiba Alexa merasa ada yang mengganjal di bawah sana, lalu dia menyingkap selimut untuk memastikan sesuatu.
Dan dugaan nya benar, suami me-sum nya itu belum melepaskan penyatuan nya.
Dengan senagaja, Alexa menggoyang-goyang kan tubuh nya hingga menimbulkan gelanyar aneh dalam diri nya.
"Sayang... Bangun..!" Kata Alexa dengan suara seksi nya seraya menggerak-gerak kan tubuh nya.
Dan...
Berhasil!!
Akhirnya suami me-sum nya mulai menggerakkan tubuh nya, tidur nya mulai terusik.
Satu detik, dua detik, tiga detik, dan...
__ADS_1
Mata suami nya terbuka sempurna. "Apa yang semalam dan pagi tadi masih belum membuat mu puas, sayang?" Kata Adrian dengan suara serak dan berat nya yang terdengar begitu seksi.
Wajah nya tersenyum menyeringai menatap wajah istri nya yang masih polos tanpa polesan make up.
"Apa sih?!" Alexa menghentikan gerakan nya lalu menyodorkan ponsel pada suami nya.
"Ada panggilan dari asisten mu angkat dulu, siapa tahu penting." Kata Alexa.
Adrian langsung meraih ponsel itu lalu membuka panggilan.
"Katakan!" Kata Adrian dengan suara tegas dan penuh penekanan. Sangat berbeda saat berbicara dengan istri nya yang penuh kelembutan.
"....."
"Segera selidiki siapa dia! Jangan sampai ada yang terlewat sedikit pun!"
Tut!
Adrian mematikan panggilan itu dengan raut wajah memerah menahan amarah, arah mata nya menatap lurus ke depan seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Adrian..."
"Maafkan aku, Sayang." Kata Adrian dalam hati.
Adrian tidak menyangka, ternyata istri nya mendengarkan pembicaraan para wanita murahaan di dalam mall yang ingin mendapatkan sentuhan nya.
Ahh! Mengapa Adrian tidak curiga saat tiba-tiba Alexa terus mengikuti kemana pun dia pergi. Bahkan ke kantor pun tetap harus ikut meski saat ini dia tidak bekerja lagi karena sedang hamil.
"Sayang, I love you." Kata Adrian.
Baru saja Alexa ingin menjawab, bibir nya sudah lebih dulu di bungkam oleh bibir tebal suami nya.
Adrian mencium istri nya dengan lembut namun menuntut. Alexa pun tak mau kalah, dia membalas ciuman suami nya yang begitu memabukkan.
Perlahan namun pasti, tangan Adrian mulai meraih benda-benda yang menjadi mainan favorit nya. Dia mer-emas-re-mas lembut buah pir istri nya, lalu memilin-milin pucuk nya sesekali mencubit nya. Membuat Alexa tak tahan untuk tidak mendesis namun tertahan oleh ciuman itu.
Adrian mulai menindih istri nya lalu menggerak-gerak kan pinggul nya. Dia tidak perlu memasuk kan timun suri nya pada terowongan sempit istri nya karena sejak tadi mereka belum melepaskan penyatuan.
Adrian kembali bergerak liar seperti biasa dengan lidah yang terus bergerak-gerak di dalam rongga mulut istri nya.
__ADS_1
Seakan-akan kedua nya sama-sama tak ingin kalah untuk membelit lidah serta menye-sap apa yang bisa mereka se-sap.
Saat merasa wanita nya kehabisan nafas, Adrian mulai menurunkan ciuman nya lalu pindah ke daun telinga istrinya. Dia mengu-lum serta menye-sap nya hingga menimbulkan gelanyar aneh pada istri nya.
Puas dengan mengu-lum telinga, bibir Adrian terus menyusuri permukaan Alexa, dia beralih menuju batang leher istri nya yang sudah di penuhi tanda cinta oleh nya. Tapi sepertinya Adrian masih ingin menambah nya lagi.
Dia kembali menye-sap batang leher istri nya hingga semakin menambah bekas kecupan itu.
Puas bermain di sana Adrian mulai menyusuri permukaan kulit buah pir jumbo. Lidah itu terus bergerak-gerak lincah hingga sampai di pucuk buah pir berwarna pink yang terlihat begitu menggemaskan.
saat lidah itu akan menyergap nya, tiba-tiba ponsel Adrian kembali berdering.
"Ad_drian. Pon_sel...Eumhh.." Kata Alexa di sela-sela desa-han nya karena tak kuat dengan rasa yang di ciptakan suami nya.
Di bawah sana terus-terusan di pompa menggunakan timun suri Adrian, sedangkan kedua buah pir nya terus-terusan di permainkan Adrian.
Lidah itu tak berhenti bergerak untuk membuat istri nya semakin kelojotan bagai cacing kepanasan.
"Adr_drian... Posellmmhh.." Alexa terus saja menggeram nikmat saat bagian bawah sana di pompa dengan begitu brutal nya lalu basuh pir nya di se-sap dengan begitu kuat.
"Biarkan saja Eummh.." Adrian pun tak kuat untuk menahan desa-han nya. Tapi dia hanya menggeram frustasi karena mulut nya masih di penuhi buah pir yang sangat menyegarkan.
"Cep-pat angkat! siapa tahu penting ouh...!" Kata Alexa lagi sembari memejamkan mata merasakan di bawah sana benar-benar penuh.
"Kalau tid-dak mau mengangkat, ak-ku tid-dak mau lag-aahhh..! jangan digigit..!"
Alexa berteriak saat tiba-tiba Adrian menggigit kuat pucuk buah pir nya.
"Haloo!" Akhirnya Adrian mengalah untuk mengangkat panggilan itu yang ternyata dari kakak laknat nya.
"...."
"Ahh..!! Jangan cepat-cepat Adrian ahh..!" Teriak Alexa saat Adrian memompa nya dengan begitu brutal.
"Aku tidak bisa!" Kata Adrian pada kakak nya di seberang sana.
"Adrian! Jangan mere-mas nya terlalu kuat! Auuhh..!" Alexa terus meracau tidak jelas saat merasakan siksaan yang begitu brutal.
Sedangkan orang di seberang sana terus-terusan mengumpat pada Adrian karena mengangkat panggilan dalam keadaan sedang ber-cinta.
__ADS_1