Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Kecantikan Rania


__ADS_3

"APA??!"


Bukan Aldi yang berteriak keras, tetapi Rania yang sejak tadi hanya menyimak obrolan dua orang itu di buat sport jantung dengan perkataan ayah nya.


Bagaimana mungkin ayah nya yang baru sadar beberapa menit lalu langsung menawarkan Aldi untuk menikahi putri nya?


Aldi pun tak kalah terkejut nya dengan Rania, hanya saja keterkejutan Aldi sekaligus merasa senang.


Ia tidak menyangka ternyata calon ayah mertua nya sangat pengertian, bahkan bisa melihat keinginan Aldi yang sudah tidak sabar menikahi anak nya.


Mungkin ayah Aldi berpikir dari pada terjadi apa-apa sebelum pernikahan, lebih baik nikah kan saja saat ini. Padahal kedua manusia berlawanan jenis ini memang sudah terjadi apa-apa hingga kehilangan keperawanan.


Bahkan mungkin saja saat ini anak nya sudah mengandung benih dari laki-laki somplak tetapi baik hati sekaligus sombong yang sebentar lagi menjadi menantu nya.


"Apa yang ayah katakan? Mana mungkin kita menikah sekarang? Itu tidak lucu, ayah!" Kata Rania sedikit kesal pada ayah nya. Karena pasti nya Aldi akan setuju-setuju saja untuk menikah saat ini juga jika ayah Rudi sudah memberikan izin.


"Kenapa tidak mungkin? Ayah bicara serius, dan tidak sedang melawak." Kata ayah menatap serius wajah putri nya.


"Apa ayah benar-benar mengizinkan Aldi menikahi Rania sekarang?" Tanya Aldi masih tak percaya sekaligus shock mendengar penuturan sang ayah.


Seperti baru saja mendapatkan durian runtuh, sungguh seperti sebuah mukjizat bagi nya.


"Tentu ayah berkata serius." Jawab ayah Rudi mantap.


"Kalau begitu, Aldi siap menikah sekarang, ayah." Sahut Aldi dengan mata berbinar cerah.


"Aldi akan segera menyuruh orang untuk membawa penghulu. Aldi juga akan menyuruh seseorang untuk membawa baju pengantin kesini." Kata Aldi lagi tanpa menunggu jawaban dari Rania maupun ayah Rudi.


Ia segera merogoh saku celana nya untuk meraih ponsel lalu menekan salah satu kontak yang ada di sana.


"Hall_"


Tutt


Sebelum Aldi sempat berbicara, Rania lebih dulu merebut ponsel itu kemudian mematikan nya.


"Aldi! Kamu apa-apaan sih? Kenapa kita jadi buru-buru nikah gini? Aku nggak mau nikah sekarang, aku mau nikah kalau ayah sudah sembuh total! lalu kita merayakan pesta meriah. Bukan malah menikah di rumah sakit seperti ini." Kata Rania panjang lebar merasa kesal pada Aldi yang tiba-tiba mau menikahi nya sekarang.

__ADS_1


Sebenarnya Rania tidak ada keinginan untuk membuat pesta meriah, hanya saja dia masih ingin menunda waktu pernikahan.


Lalu Aldi menatap Rania dengan senyum menyeringai.


"Kau tidak perlu khawatir, sayang. Kita tetap akan mengadakan pesta besar seperti yang kau ingin kan. Untuk saat ini kita hanya akan melakukan ijab qobul. Bukan begitu, Ayah?" Tanya Aldi sedikit melihat ke arah calon ayah mertua nya.


"Ya, itu benar, nak. Memang lebih baik kalian segera menikah. Untuk acara resepsi biar kita pikir besok-besok nya setelah ayah pulang dari rumah sakit.


"Tapi, ayah. Aku tidak mau menikah mendadak." Kata Rania sedikit mengiba. Ia benar-benar belum siap jika harus menikah saat ini juga.


Terlebih saat membayangkan berapa ganas nya botol air mineral itu memasuki nya membuat semakin di buat merinding.


Ia masih ingat dengan jelas di malam itu, di mana ia kehilangan keperawanan nya.


Dengan ganas Aldi melakukan nya lagi, lagi dan lagi.


"Siapa yang bilang mendadak? Bukan kah kita sudah membicarakan rencana pernikahan mu jauh hari sebelum ayah akan operasi?" Tanya ayah nya dengan maksud mengingat kan.


"Tapi ayah, Rania tidak ing_"


"Sudah, Aldi. Lebih baik kau panggil penghulu dan perias pengantin untuk mendandani Rania di sini." Perintah Ayah yang berhasil membuat mata Rania membulat sempurna, tapi juga tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Setelah mengatakan itu, Aldi pamit dari sana untuk menelpon sang asisten agar menyiapkan segala keperluan pernikahan dadakan ini.


Tak berselang lama, banyak orang berkumpul di ruangan itu. Beberapa orang mendekorasi ruang rawat ayah Rudi sedemikian rupa.


Rania sudah di bawakan beberapa kebaya pernikahan, disuruh memilih salah satu kebaya itubyang cocok menurut nya.


Mau tak mau akhirnya Rania mengambil salah satu gaun lalu membawa nya ke kamar mandi di ruangan itu untuk mengganti nya.


Saat keluar dari ruangan, Rania sudah menggunakan kebaya berwarna putih yang terlihat tertutup.


Sangat pas dalam tubuh nya, Rania terlihat sangat cantik menggunakan kebaya itu meski rambut dan wajah nya belum di rias.


Di sana sudah ada beberapa orang yang akan membantu nya berias, termasuk satu laki-laki cantik gemulai.


"Oh my god! kau cantik sekali..! tubuh mu sangat sempurna, beb." Laki-laki gemulai yang bernama Angel itu terpana melihat Rania menggunakan kebaya yang begitu pas di tubuh nya.

__ADS_1


Rania hanya tersenyum canggung menatap laki-laki di depan nya.


"Kemari, beb. Kau harus tampil memukau supaya calon suami mu tak bisa berpaling dari mu." Angel mengulurkan tangan nya, menuntun Rania menuju kursi yang sudah di siapkan untuk di rias.


Rania hanya mengangguk lalu mengikuti nya. Angel mulai merias wajah Rania dengan begitu hati-hati karena tak ingin ada kesalahan sedikit pun.


Rania adalah wanita spesial karena bisa menaklukkan seorang Aldi, sahabat Angel.


Dulu Angel, atau yang memiliki nama asli Brian itu adalah teman sekolah Aldi.


Tapi setelah menempuh pendidikan tinggi fi London, Aldi tak kembali ke Indonesia karena kedua orang tua nya juga ikut pindah ke sana untuk menjalankan bisnis kakek nya yang ada di sana.


Meski demikian, Aldi masih sering berkomunikasi dengan Angel.


Angel adalah salah satu sahabat terdekat Aldi. Mereka sering bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.


Termasuk Aldi yang sudah meniduri Rania, Angel pun sudah mengetahui nya.


"Wow, dugaan ku memang tidak salah. Kau sangat cantik, beb." Kata Angel melihat hasil maha karya nya.


Angel menatap wajah Rania di cermin yang begitu sempurna.


Perlahan Rania ikut membuka mata nya, lalu menatap wajah nya di cermin.


Dia sedikit menyunggingkan senyum saat melihat wajah nya yang bertambah cantik berkali-kali lipat.


"Kau sangat cantik, beb. Sayang nya kau itu siall sekali mendapatkan suami seperti Aldi si bujang lapuk." Kata Angel dengan nada yang di buat kesal.


Padahal hati nya ikut merasa bahagia karena sebentar lagi sahabat nya akan segera menemukan kebahagiaan nya.


Rania hanya tersenyum serta menggeleng pelan.


Tak berselang lama, pintu itu terbuka. Seorang laki-laki menatap tak percaya pada wanita yang baru saja selesai di dandani.


"Rania." Gumam Aldi dari depan pintu, ia masih terdiam di tempat menatap Rania dengan tatapan kagum.


Mulut nya menganga memandang calon istri nya.

__ADS_1


"Hapus air liur mu di wajah mu."


__ADS_2