Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Pergi


__ADS_3

Deg.


Pikiran Aldi mulai tidak karuan saat melihat tatapan sendu wanita di bawah nya mengeluarkan air mata.


Kemudian ia melihat ke arah bawah, dan benar saja dirinya baru saja mengambil keperawanan seorang gadis.


Bukanya menyesal atau pun takut, Aldi justru mengulum senyum menatap wanita di bawah nya.


"Mulai sekarang, kau milikku." Tegas Aldi dengan senyum yang menghiasi sudut bibir nya.


Ia mulai memompa botol air mineral nya dengan gerakan pelan setelah di rasa wanita nya mulai tenang.


"Ba ji ngan." Kata Rani putus-putus merasakan milik nya sangat sakit karena baru saja di bobol tembok pertahanan nya.


Mata nya menyiratkan penuh kekecewaan yang mendalam pada orang yang sedang ada di atas tubuh nya.


"Tenang lah, Aku akan tanggung jawab. Kita akan menikah setelah ini." Aldi semakin memompa botol air mineral nya dengan penuh semangat.


Akhirnya dia kehilangan keperjakaan nya dengan seorang gadis perawan.


"Ouhh, shitt!. Ternyata seperti ini nikmat nya bercinta." Batin Aldi di sela-sela percintaan nya yang membuat nya begitu memabukkan.


"Ah ... ini sungguh nikmat! pantas saja si adik laknat itu tidak berhenti melakukan hubungan."


"Ya ampun, aku bisa gila. Kamu sangat nikmat Rania."


Aldi terus berkata dalam hati, ia tidak bisa menjabarkan rasa yang begitu nikmat ini.


Sejak dulu ia hanya melakukan pelepasan tanpa memasuki sumur. Hanya menggunakan tangan atau mulut oleh wanita yang di sewa nya.


Dan sekarang ia baru menyadari, ternyata seperti ini nikmat nya saat botol air mineral nya dijepit langsung di sumur nya.


Entah sudah berapa kali Aldi mencapai puncak, yang jelas ia ingin mengulangi nya lagi dan lagi.


Aldi benar-benar kecanduan kali ini, jika saja tahu nikmat nya merasakan penyatuan pasti nya Aldi sudah sejak dulu menikah.


Sayang nya tidak ada satu pun gadis baik-baik yang mendekati nya, maka dari itu Aldi belum berminat untuk menikah.


Namun setelah melakukan nya dengan Rania, seperti nya Aldi berubah pikiran.


Ia akan segera mengikat gadis nya agar tidak bisa pergi.


Memang sejak awal bertemu dengan Rania dia sudah tertarik, sayang nya wanita ini hanya lah seorang wanita malam dan itu cukup membuat Aldi mengesampingkan rasa ketertarikan nya.

__ADS_1


Namun setelah mengetahui Rania masih suci, tentu Aldi akan segera mengikat nya. Rania harus menjadi milik nya, hanya diri nya lah yang boleh menikmati tubuh ini.


"Arrrgghh... " Lenguhan panjang mengakhiri permainan Aldi entah untuk yang ke berapa kali.


Yang jelas Aldi sangat puas, andai rasa kantuk tidak menyerang nya tentu ia akan melakukan nya sampai pagi.


Sedangkan gadis yang ada di bawah nya sudah lemah tak berdaya, tenaga nya terkuras habis oleh kebrutalan Aldi.


Rania tak menampik dirinya pun ikut menikmati apa yang di lakukan Aldi. Sayang nya itu semua tak akan mampu mengobati rasa penyesalan nya karena telah kehilangan kehormatan.


Rasanya ia sangat membenci laki-laki yang berada di atas nya saat ini.


Sejak tadi Rania sudah berusaha menghentikan Aldi namun si bujang lapuk itu sama sekali tak menggubris perkataan nya.


Bahkan tenaga nya saat berontak pun sama sekali tak berarti apapun pada Aldi.


Aldi menggeser tubuh nya kemudian berbaring di samping Rania. "Tidur lah, mulai saat ini kau adalah milikku. Semua yang ada di tubuh mu, hanya aku yang boleh menyentuh nya." Tutur nya penuh penekanan.


Rania tak merespon apapun pada nya, ia masih sangat kecewa pada laki-laki yang baru saja ia temui.


Aldi mengusap peluh yang membanjiri kening dan pelipis nya. Kemudian memberikan kecupan lama di kening wanita nya sebelum tidur.


Setelah itu ia melingkarkan tangan nya di perut rata Rania yang belum terbungkus apapun.


Aldi benar-benar terlelap dalam keadaan hati bahagia.


Sungguh, ia tak pernah menyangka malam ini menjadi malam petaka nya. Di mana dia harus kehilangan kesucian nya yang sejak dulu berusaha ia jaga.


Rania menyalahkan kebodohan nya sendiri karena berani menerima tawaran laki-laki ini.


Sebelum nya Rania tidak pernah melakukan apapun pada pelanggan club meski banyak yang meminta nya untuk melayani mereka. Namun Rania selalu beralasan sedang Kedatangan tamu bulanan.


Dan itu cukup membuat mereka percaya.


Terlalu larut dalam kesedihan nya, lama-kelamaan Rani pun merasa mata nya sangat berat hingga ia ikut tertidur.


.


.


.


"Eungh..." Seorang gadis yang baru saja kehilangan kegadisan nya terbangun dari tidur.

__ADS_1


Perlahan Ia mulai membuka mata, dilihat nya seorang pria di samping nya yang masih tertidur pulas tanpa beban sedikit pun.


Rania menghela nafas kasar, walau bagaimana pun kehidupan nya masih tetap berjalan.


Masih ada ayah yang dan kakak yang harus di hidupi nya.


Dengan gerakan pelan, ia mengangkat tangan besar yang membelit tubu nya. Perlahan ia bangkit dari tempat tidur.


Ia berjalan untuk memunguti baju milik nya. Namun sayang seribu sayang, baju nya sudah tak layak di pakai.


Ia kembali meraih kemeja milik laki-laki yang semalam sudah terkena tumpahan wine


Meski terlihat kedodoran, ia tetap memakai nya dari pada menggunakan gaun milik nya yang sudah robek.


Setelah itu Rania beralih mengambil dompet yang tergeletak di lantai, dapat di pastikan dompet itu adalah dompet milik laki-laki yang saat sedang tertidur di ranjang.


Ia melihat isi dari dompet itu, ternyata hanya ada beberapa lembar uang dan beberapa kartu berwarna hitam dan gold.


Akhirnya Rania memutuskan untuk mengambil semua lembar uang yang ada di dompet, kemudian meletakkan kembali ke lantai.


Setelah itu ia meninggalkan kamar laknat yang menjadi saksi bisu dirinya kehilangan keperawanan dengan orang yang tak ia kenal.


Rania berharap, dia tidak akan pernah lagi bertemu dengan laki-laki baji ngan yang telah berani meniduri nya.


Sedangkan Aldi masih sangat tertidur lelap hingga tak merasakan wanita nya telah pergi meninggalkan nya.


Hingga beberapa jam berlalu, Aldi menggeliat merasakan tubuh nya tidak nyaman karena terlalu lama tidur.


Saat ia benar-benar tersadar dari tidur, sudut bibir nya langsung terangkat ke atas mengingat semalam dia berhasil mengambil keperawanan seorang gadis.


Tangan nya meraba-raba tempat tidur di samping nya.


Kosong!


Seketika Aldi membuka mata, ia mengalihkan pandangan ke seluruh ruangan namun ia tak menemukan Rania.


"Rania!" Teriak Aldi, ia berharap wanita nya masih ada di kamar ini.


kemudian ia berjalan ke kamar mandi, namun tidak ada siapapun di sana. "Shitt!" Aldi mengumpat kesal saat tak menemukan Rania di mana pun.


Pikiran nya mulai kalut, ia tak ingin kehilangan Rania. Bagaimana pun cara nya, ia harus membawa wanita nya kembali.


...💙💙💙...

__ADS_1


...TBC...


See you next chapter 👋🙂


__ADS_2