Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Lanjut Lagi


__ADS_3

"Eummh... Aldi." Rania semakin tak karuan saat Aldi terus menghi-sap pucuk buah semangka nya. Seakan-akan bayi yang sudah berhari-hari tidak mendapatkan asi ibu nya.


Sedangkan satu buah semangka nya lagi ia mainkan menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kiri nya di gunakan untuk meng elus-el us setiap inci bagian tubuh istri nya.


Aldi tak membiarkan sedikit pun tubuh istri nya terlewat begitu saja dari jamaahan tangan nya.


Semua bagian yang ada di permukaan tubuh istri nya harus ia jamaah.


Tangan kiri nya semakin bergerak liar saat tiba di dua benda yang sangat sin-tal, besar, bulat dan padat.


Tangan Aldi tak tahan untuk tidak mer-emas nya nya. Dia mer-emas kuat bokong itu terus-menerus.


Plak


Tiba-tiba saja Aldi menampar bokong istri nya yang begitu menggemaskan. Rasanya ingin sekali menggigit benda itu andai mulut tak sedang menikmati buah semangka yang juga tak kalah nikmat nya.


Ahhhh rasanya Aldi ingin memakan semua yang ada di tubuh istri nya. Rania memang sangat cantik dan juga seksi. Semua lekuk tubuh nya sangat pas, kecil di bagian tertentu namun juga besar dan terlihat menggelembung di bagian yang seharusnya besar dan sangat di sukai para mata lelaki jahat.


Kali ini Aldi menghentikan aksi minum buah semangka nya, karena ingin menikmati bagian yang lain.


Aldi terus melancarkan aksinya dengan mencium setiap permukaan kulit sang istri tanpa terlewat satu kecupan pun.


Dia terus menyusuri dari atas hingga lama-lama kebawah dan kebawah dan akhirnya berhenti di depan pintu gubuk reyot yang terlihat sedikit terbuka menganga.


Kepala serta rudal ajaib Aldi ikut nyut-nyutan melihat pemandangan itu, sedang wajah Rania sangat merah antara malu saat sesuatu yang sangat berharga tiba-tiba dia pandangi laki-laki dengan tatapan menerkam, dan juga kepanasan karena ulah suami nya.


"Slruuup."


"Aaahhh ....!!!" Rania berteriak kaget serta gemetaran saat tiba-tiba mendapat serangan yang begitu memporak-porandakan dirinya.


Tiba-tiba saja mulut Aldi menempel di pintu ajaib itu lalu tanpa aba-aba dia meminum segala nutrisi yang ada di dalam sana.

__ADS_1


Lidah nya terus bergerak dengan liar memainkan celah pintu ajaib yang sedikit terbuka seperti sedang mengintip suasana di luar sana.


Aldi bahkan tanpa jeda memainkan titik paling sensitif di antara bagian yang sensitif, Rania di buat kejang-kejang tak karuan. Nafas nya terengah-engah seakan-akan tak ada lagi oksigen yang bisa ia hirup di sekitar nya.


Aldi terus memberikan siksaan demi siksaan hingga Rania hanya bisa menjerit serta terengah-engah kehabisan nafas, bahkan untuk meminta berhenti pun mulutnya tak sanggup lagi, yang ada hanya menjerit karena rasa yang begitu membuat nya kejang.


Saat gelombang besar akan segera datang, tiba-tiba Aldi menjauhkan mulut nya dari sela-sela pintu ajaib yang sejak tadi berusaha ia longgarkan celah itu.


Lalu Aldi memposisikan rudal sakti nya yang siap memporak porandakan seluruh isi gubuk reyot itu saat ledakan besar itu tiba.


Dalam satu hentakan kuat, Rudal sakti Aldi tetap belum bisa menembus gubuk reyot itu yang memang pintu nya masih sangat sempit karena baru satu kali di masuki oleh rudal sakti Aldi.


"Ahh!!!"


Rania memekik keras saat satu hentakan lagi dia hujan kan ke pintu gubuk reyot nya.


Aldi pun ikut menggeram saat merasakan rudal nya di jepit dengan begitu ketatnya, sampai-sampai ia tak tahan ingin segera meledakkan rudal sakti nya.


Suara-suara indah dari Rania dan Aldi saling bersahut-sahutan seakan-akan sedang mengikuti lomba bernyanyi dengan suara seksi. Yang kedua nya tak mau kalah untuk terus maracau serta memanggil nama pasangan nya masing-masing.


Mereka saling memuja, menyatakan cinta yang begitu menggelora, memuji keindahan serta kenikmatan setiap pasangan di sela-sela pompaan yang semakin lama rudal sakti itu semakin terlihat menggelembung dan siap meledak.


Sedangkan gubuk reyot itu semakin lama justru semakin menyempit serta mengetat hingga menjepit erat rudal sakti nya.


Aldi sangat di buat tersiksa saat rudal nya belum juga meledak sedang benda itu terus di jepit hingga rasanya ingin berteriak keras merasakan sensasi ini.


Pacuan demi pacuan ia lakukan untuk merengkuh sebuah rasa kenikmatan. Aldi semakin menambah kan tempo gerakan nya. Dia tidak puas jika hanya bergerak-gerak lincah namun belum sampai pada titik keperkasaan nya.


Dia ingin membuktikan pada Rania kalau dia sangat perkasa dan tak ada yang bisa menandingi lagi.


Dan akhirnya Aldi bergerak-gerak seperti orang kesetanan, bahkan setan pun mungkin tak bisa memacu secepat ini.

__ADS_1


Rania sungguh di buat tersiksa, nafas nya semakin pendek-pendek, suara nya habis karena lelah terus berteriak, tubuh nya lemas mendapatkan serangan yang begitu hebat dari rudal sakti suami nya.


Hingga lama-kelamaan Rania merasa seperti ingin mengeluarkan air seni, bahkan Aldi pun merasakan Rania saat ini akan segera mengeluarkan cairan kental nya namun dia tak memberikan waktu sedikit pun pada Rania untuk meresapi rasa nikmat saat cairan itu keluar.


"Sah_yang ber-hen-ti seben-tar." Kata Rania putus-putus. Dia tidak kuat dengan setiap hentakan yang di lakukan suami nya. Aldi memang sangat gila, baru kali ini ada seorang mengga-gahi istri nya tanpa jeda untuk di beri kesempatan merasakan ledakan dari istri nya.


"Aaahh ...!!!" Akhirnya Rania berhasil meluapkan seluruh isi yang ada gubuk reyot nya, meski tanpa di beri jeda untuk bernafas, tapi Rania tetap menikmati nya.


Sedangkan Aldi sampai sekarang belum berhasil meledakkan rudal nya.


Padahal sejak tadi ukuran rudal sakti Aldi terasa semakin besar dan sangat kuat di dalam sana. Tapi tetap saja Aldi masih harus berusaha keras agar rudal itu meledak.


Tubuh Rania sudah sangat lemas padahal baru satu kali gelombang, tetapi karena Aldi yang memang tidak berakhlak baik dan terus menyiksa istri nya dengan begitu brutal, baru satu kali gelombang datang pun Rania sudah terkapar lemas di bathtub.


Rania semakin merasakan ukuran rudal itu bertambah besar, dan hentakan yang di lakukan Aldi semakin bertambah liar, dia tahu suami nya akan segera berhasil meledakkan rudal nya.


Semakin lama tempo itu semakin cepat, Rania benar-benar seperti sebuah samsak yang terus di tinju dengan begitu brutal nya oleh sang pemilik samsak. Dan Rania hanya bisa pasrah karena tubuh nya pun sudah lemas seperti samsak.


Jika tinjuan nya ke kiri maka Rania ikut ke kiri, jika tinjuan nya ke kanan maka tubuh nya pun ikut ke kanan. Dan jika tinjuan nya ke depan maka ia akan terus terdorong hingga menghantam tembok pembatas.


"Aarrghh...!!!!" Akhirnya Aldi menggeram keras dan panjang saat berhasil meledakkan rudal nya.


Hah, Akhirnya Rania pun bisa bernafas normal setelah rudal itu berhasil meledak dan suaminya menghentikan siksaan nya.


"Kita lanjutkan di kamar." Bisik Aldi dengan nafas masih patah-patah karena terengah-engah.


Seketika Rania membulatkan matanya, dia kira suami nya sudah cukup melakukan nya satu kali, ternyata masih ingin menambah lagi.


Padahal satu kali yang di lakukan Aldi sangat memakan waktu serta sangat menguras energi hingga lemas tak berdaya, lalu bagaimana nasibnya kalau Aldi masih meminta nya lagi?


Rania yang masih tercengang dengan kemauan suaminya semakin dibuat terkesiap saat tubuh nya tiba-tiba di angkat seperti anak koala lalu berjalan keluar bathroom tanpa melepaskan penyatuan kedua benda sakti itu.

__ADS_1


__ADS_2