
Ia menatap sinis pada wanita itu yang sedang melakukan peraduan bibir dengan laki-laki buncit seumuran ayah nya. Bahkan tubuh bagian atas nya sudah tak lagi melekat, dua buah semangka itu tak tertutupi apapun.
Semua orang bisa melihat nya ketika pria buncit itu menikmati dia buah semangka nya sedangkan dirinya terus meracau tidak jelas.
Saking fokus nya melihat ke arah samping sampai tidak memperhatikan di depan nya ada seorang pelayan yang membawa nampan berisi minuman.
Pyarrr!
Gelas dan botol yang berisi minuman pecah seketika saat terjatuh di lantai, sebagian minuman itu membasahi baju yang di kenakan bang Aldi.
"Ma_maaf, Tuan. Saya tidak sengaja." Perempuan muda itu terlihat sangat ketakutan melihat tumpahan minuman ini membasahi baju pelanggan Club.
Ia segera meraih sapu tangan di saku nya kemudian tangan nya terulur untuk membersihkan nya.
Aldi menatap tubuh wanita muda di depan nya dari atas hingga bawah, wajah nya sangat cantik, dan manis, tatapan mata nya sendu dan terlihat lemah lembut.
Entah mengapa saat menatap wanita itu dia langsung tertarik, satu sudut bibir nya terangkat.
Namun, tak lama kemudian ia menggelengkan kepala. Tidak! ia tidak boleh suka pada wanita murahan seperti yang ada di hadapan nya ini.
Bisa-bisa nya dia tertarik dengan wanita pekerja malam seperti ini?
Aldi tersenyum sinis menatap wanita yang pastinya sudah di jamaah oleh banyak pria.
"Stop!" Bang Aldi mencekal pergelangan tangan wanita yang belum di ketahui nama nya.
"Kau tidak perlu membersihkan baju ku, tapi_" Bang Aldi menghentikan ucapan nya sembari menatap tubuh wanita ini yang menggunakan pakaian minim dan ketat hingga bagian atas tubuh nya terekspos.
"Temani aku malam ini." Suara berat bang Aldi mampu membuat wanita di depan nya mendongak menatap wajah bang Aldi.
"Maaf, Tuan. Saya sedang menstruasi dan tidak bisa melayani Anda." Tegas nya.
Aldi tersenyum miris, ternyata dugaan nya benar. Wanita ini memang seperti wanita lainnya yang menjual tubuh nya hanya demi beberapa lembar uang.
"Tidak perlu khawatir, aku hanya membutuhkan pelepasan." Kata nya santai.
Wanita itu tampak berpikir sejenak. "Saya mau, tapi Anda harus membayar 200 juta kepada saya." Tawar nya.
Bang Aldi semakin menatap sinis pada wanita gila uang di depan nya.
"Oke, tidak masalah!" Tentu saja bang Aldi langsung menyetujui nya. Uang sebesar itu bagi bang Aldi tidak ada apa-apa nya.
Setelah mereka sepakat akhirnya menuju ke kamar club yang ada di lantai tiga.
Sebelum nya, Bang Aldi menyuruh pelayan lain untuk membersihkan pecahan beling itu.
Cklek.
Saat sampai di ruangan, Aldi langsung mengunci pintu nya kemudian duduk di sofa yang ada di sana.
"Kemari!" Seru nya menepuk paha nya.
Wanita itu pun perlahan maju dengan wajah menunduk, tangan nya mencengkeram sisi kanan dan kiri gaun minim nya.
__ADS_1
"Ck! Tidak perlu berlagak malu. Aku tahu wanita seperti mu hanya akting untuk mendapatkan simpatik pelanggan!" Sarkas Aldi.
Entah mengapa saat melihat wajah yang terlihat polos wanita itu hati bang Aldi menjadi kesal.
Entah rasa apa yang ada di hati nya, seperti sebuah kekecewaan yang teramat karena wanita yang di sukanya saat pertama kali bertemu adalah seorang wanita malam.
"Siapa nama mu?" Tanya bang Aldi saat wanita itu sudah berada di pangkuan nya. Ia menatap wanita utu dengan ekspresi dingin.
"Nama saya Rania, Tuan." Wanita tetap menunduk tak berani menatap bang Aldi.
"Ck! kenapa juga aku tanya nama mu yang tidak penting!" Bang Aldi menggerutu sendiri saat tiba-tiba dirinya menanyakan wanita murahan ini.
"Ah sudahlah! Cepat lakukan tugas mu!" Sentak nya lagi.
Aldi benar-benar menjelma sebagai orang yang kasar dan arogan. Padahal sebelum nya ia tidak pernah melakukan hal ini pada siapapun.
Wanita itu memberanikan diri untuk kembali menatap Aldi setelah tadi ia sempat menunduk. "Apa yang harus saya lakukan, Tuan?"
"Apa kau benar-benar lupa cara memuaskan pelanggan mu??"
Aldi tidak salah melihat tangan wanita murahan ini gemetar, mata nya sangat sendu bahkan hampir mengeluarkan air mata.
"Apa kau sangat takut pada ku?" Tanya bang Aldi dengan suara mulai melemah.
"Sudah lah, biar aku saja yang bekerja."
Bang Aldi menggendong tubuh mungil wanita yang ada di pangkuan nya menuju ranjang, dengan segera ia lemparkan ke atas ranjang.
Tubuh wanita itu terlentang di atas kasur dengan tubuh bang Aldi yang sudah mengungkung di tubuh wanita bayaran nya.
Cup..
Aldi mulai melancarkan aksinya, ia sangat penasaran dengan bibir mungil wanita ini.
Aldi sangat menikmati bibir wanita bayaran ini yang terasa sangat manis.
Tidak ada penolakan namun juga tidak ada balasan dari wanita di bawah nya, Aldi mulai menyusuri seluruh rongga mulut Rania.
Semakin lama ciuman itu semakin brutal saat mendapat balasan dari wanita di bawah nya.
Tangan Aldi sudah tidak bisa di kondisikan lagi, bagian bawah sudah terasa panas dan ingin segera meledakkan sesuatu yang sejak tadi ingin keluar saat masih di mansion adiknya.
"Eungh ... " Rania mulai melenguh saat batang leher nya berhasil di hisap. Gaun Rania berhasil di turunkan, menampakkan pemandangan indah yang mampu membuat kabut gai rah Aldi semakin tinggi.
Ia menyesaap buah pir ukuran jumbo yang terlihat menantang dengan rakus.
Aldi memang sudah menginginkan ini sedari tadi saat mendengar adik ipar nya menjerit meminta jangan di jilat, dalam hati ia menyeringai puas saat melihat wanita yang saat ini di bawah nya pun seperti cacing kepanasan.
"Ahhh ... " Wanita itu semakin menggila saat bang Aldi memainkan pucuk buah pir jumbo nya.
Semakin lama tangan bang Aldi semakin ke bawah, hingga sampai pada kain berbentuk segitiga.
Tangan nya meraba-raba di permukaan kain segitiga itu. Ia tidak berani masuk karena Rania mengatakan sedang ada palang merah.
__ADS_1
Namun saat jari-jari nya meraba-raba semakin lama, seperti ada yang aneh!
Ya, ternyata wanita ini membohongi nya.
"Berani-berani nya kau, membohongi ku! Dasar perempuan murahan tak tau di untung!" Batin bang Aldi.
Ia sangat yg tidak suka di bohongi, apalagi wanita yang notabene nya seorang pelacurr yang membohongi nya.
Maka ia akan memberikan hukuman pada wanita ini!
Bang Aldi menyeringai lebar, sebentar lagi ia akan mencoba sesuatu yang baru untuk menghukum wanita murahan ini.
Biar lah ia kehilangan keperjakaan nya, yang terpenting ia puas memberikan pelajaran pada wanita yang di sewa nya.
"Eummh ... " Tangan bang Aldi meremas kuat dua buah pir jumbo itu hingga membuat wanita di bawah nya kehilangan akal.
Tiba-tiba ia melucuti seluruh baju nya hingga menampakkan tombak sakti nya.
Bang Aldi kembali mencium bibir wanita itu, tangan nya bergerak dibawah sana hingga...
Srekk
Terkoyak sudah kain berbentuk segitiga yang di pakai wanita di bawah nya. Namun seperti nya wanita ini sangat terbuai dengan ciumaan yang di berikan bang Aldi hingga tidak merasakan apa yang di lakukan bang Aldi.
Tangan nya bersiap-siap menancapkan tombak nya ke semak belukar itu.
Tanpa aba-aba...
Jlepp
"Mmmpphhh..." Wanita itu seakan berteriak namun suara nya tertahan oleh Ciuman Aldi.
Aldi pun merasakan tombak miliknya sangat terjepit padahal belum ada separuhnya yang memasuki semak belukar wanita itu.
Jlepp.
Aneh!
Saat mencoba menghentakkan sekali lagi, tetap saja tombak sakti nya belum bisa masuk sempurna.
Namun...
Kenapa ia seperti merasakan cairan hangat yang membasahi tombak sakti nya.
Deg.
Pikiran Aldi mulai tidak karuan saat melihat mata sendu wanita di bawah nya mengeluarkan air mata.
...💙💙💙...
...TBC...
See you next chapter 👋🙂
__ADS_1