Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Mr. Dave, I Love You!


__ADS_3


Anastasia Laurencia Lemos merupakan gadis penerus keturunan Alexander Lemos dan Jennifer Lawrence, memiliki fisik nyaris sempurna, hingga banyak pria sebaya yang mengejar nya.


Banyak orang mengira, gadis cantik seperti Ana pasti juga memiliki otak yang cerdas.


Nyata nya tidak seperti itu, otak nya berbanding terbalik dengan wajah nya.


Ya, dia memang sedikit bodoh, hingga dia kesulitan mengerjakan pekerjaan di kantor, meskipun pekerjaan itu sesuai dengan bidang sekolah nya.


Menjadi anak tunggal, membuat dirinya mau tidak mau harus bisa meneruskan perusahaan sang Daddy.


Terlahir sebagai satu-satunya penerus perusahaan keluarga, menjadikan ia harus terus belajar untuk bisa menjadi pemimpin perusahaan.


Sayangnya, meski Ana berusaha mati-matian agar bisa memahami cara mengelola bisnis, tetapi tetap saja tidak bisa.


Padahal ia tidak bodoh, hanya saja ia mempunyai keahlian dalam bidang yang lain.


Ana sangat suka menggambar sedari kecil, tetapi keahlian yang ia miliki harus di kubur dalam-dalam saat ayahnya mengajukan permintaan agar dia bisa meneruskan perusahaan sang Daddy, meski dia seorang perempuan.


Tabiatnya yang penurut, membuatnya mengiyakan begitu saja permintaan sang Daddy, tanpa memikirkan hal apa saja yang harus dirinya lakukan dan persiapkan untuk menjadi seorang pimpinan perusahaan.


Mulai saat itu, Ana belajar tentang pengetahuan bisnis. Bahkan, sekolah hingga Kuliah pun mengambil jurusan yang sama.


Berharap, ia bisa mewujudkan permintaan orang tuanya, yaitu bisa mengelola perusahaan, lebih-lebih membuat perusahaan itu semakin berkembang.


Tetapi, sekeras apapun ia belajar, tetap saja tidak bisa. Sampai-sampai teman-teman di sekolah nya sering mengatai nya bodoh karena selalu mendapatkan nilai yang buruk.


Tapi tidak apa-apa, Ana tidak pernah membenci atau bahkan mendendam pada orang yang mengejeknya.


Mereka yang mengatainya bodoh, berarti belum mengenalnya lebih jauh. Maka dari itu, Ana sendiri lah yang harus mendekat pada orang itu, itu lah prinsip Ana.


Hingga pada akhirnya, teman-teman nya lama-kelamaan suka karena sifat nya yang baik hati, penyayang, ceria serta tidak pendendam pada orang.


Selalu memandang orang dari sudut pandang positif, entah apapun yang orang lakukan selalu ia hadapi dengan senyuman.


Begitu pula kisah cintanya pada seorang pria dingin tidak tersentuh.


Dia lah David Sanjaya Grey Seorang pria berumur 27 tahun, memiliki wajah tampan, sangat tampan bahkan, mata nya tajam, hidung mancung bagai perosotan, bibir tipis yang terlihat sangat seksi, rahang nya tegas, dan Alis tebal meruncing.


Kesibukan nya yang menjabat sebagai CEO perusahaan Farmasi milik opa Sanjaya nya serta pabrik besar pakan ternak milik Opa Jeremy , hingga membuat nya tidak pernah sekalipun dekat dengan seorang wanita.


Teman-teman nya sering mengatai dirinya gay, bagaimana tidak? disaat yang lain pergi mencari hiburan ke club, Dave justru lebih senang berkutat dengan pekerjaan nya.


Masa-masa remajanya pun tak jauh berbeda dengan sekarang. Dulu, saat kuliah di LA, Dave lebih senang menghabiskan waktunya dengan buku-buku atau meracik obat.

__ADS_1


Dave memang dikaruniai otak cerdas, yang bisa dikatakan genius sejak lahir.


Sejak kecil, ia tertarik sekali membuat obat-obatan atau pun meracik racun.


Meski terlahir dari benih Dad Ello, tapi watak serta tabiat nya sangat berbeda darinya, ia lebih mirip dengan uncle Dane, begitu dingin dan tidak pernah dekat dengan wanita.


(Bagi yg ingin mengetahui lebih lanjut tentang kisah si kembar triple DSG baca dulu novel Istri Simpanan Tuan Jeremy author Tessa Amelia Wahyudi)


Dave nyaris tak pernah tersentuh wanita, kecuali mommy nya sendiri. Entah mengapa ia menjadi laki-laki yang seperti alergi dengan makhluk yang namanya wanita.


Dia lebih senang hidup bebas tanpa nama nya wanita, akan tetapi kesenangan itu tiba-tiba hilang begitu saja saat dirinya harus di pusingkan dengan kedatangan Ana, seorang gadis cerewet yang selalu mengganggu ketentraman hidupnya.


Dave tidak bisa menghindar, karena rekan baik sang ayah sudah menitipkan anak gadisnya untuk diajari cara mengelola bisnis.


Mau tidak mau Dave selalu berhubungan dengan gadis itu dari mulai berangkat ke kantor hingga pulang kantor.


Hari-hari nya terasa melelahkan saat terus menghadapi sifat cerewet sang gadis, tapi lama-kelamaan justru membuat hidup nya berwarna.


Ia akan merasa kehilangan saat jauh dari gadis cerewet itu, namun tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.


Mansion Alexander


Suasana pagi hari terlihat gaduh seperti biasa karena seorang gadis cantik yang menjadi penerus tunggal keluarga Alexander.


Dia lah Anastasia Laurencia Lemos, gadis yang selalu mengundang kehebohan orang disekitar nya.


"Ya ampun, sayang. Sudah mommy katakan, jangan hancurkan dapur mom lagi" Teriak Mom Jenni, lalu dengan tega nya menjewer anak gadisnya hingga menengadah kesakitan. "Aduh, Mommy. Lepaskan! ini sakit." Ia berusaha melepaskan tangan mommy Jenni yang masih menjewer telinga nya namun tidak bisa.


"Tidak bisa! kali ini mommy benar-benar akan menghukum mu, karena sudah ke-sembilan kali nya kau menghancurkan dapur kesayangan mommy." Kata Jenni memasang wajah kesal, Mom Jenni memang benar-benar kesal pada anak semata wayangnya ini yang sering menghancurkan dapur kesayangan nya beserta seluruh perabotan yang berantakan seperti kapal Titanic yang tenggelam.


"Ampun mommy, Ana janji akan membereskan nya menjadi rapi seperti semula." Kata Ana dengan wajah memelas nya, telinga nya sudah sangat kebas karena sejak tadi masih ditarik oleh Mom Jenni.


"Lalu, bagaimana dengan teko antik yang sudah kau pecahkan itu?" Tanya Mom Jenni dengan raut wajah kesal, karena teko limited edition kesayangan nya itu sudah di pecahkan oleh anak gadisnya.


Belum lagi beberapa mangkuk dan piring yang juga sudah hancur lebur seperti terkena boom atum, hingga membuat mom Jenni memijit pelipisnya merasa pusing melihat barang-barang perabot mahal miliknya sudah terhempas ke tempat sampah.


"Aku akan mengganti nya, Mom." Jawab Ana enteng, tanpa merasa bersalah kalau dirinya sudah memecahkan barang antik milik Mommy Jenni yang tidak sembarang orang bisa memiliki nya.


"Kau ingin membeli barang itu dimana?" Ketus mom Jenni, ia sangat tahu kalau perabot kesukaan nya itu hanya ada tiga di seluruh dunia. Dan teko antik yang sudah dipecahkan anak gadisnya ini adalah teko yang sudah di beli Alex saat ada pelelangan barang antik, karena saat itu Jenni sangat menginginkan barang itu, Alex mati-matian berjuang agar bisa mendapatkan barang nya.


Mom Jenni menjadi sangat sedih saat mengingat perjuangan suaminya saat ingin mendapatkan barang itu, kemudian melepaskan tangan nya di telinga sang anak.


"Padahal, teko itu adalah hadiah Daddy saat anniversary kita yang ke-empat." Gumam mom Jenni seraya menunduk lesu namun masih bisa di dengar oleh Ana.


Ana terkesiap saat mendengar gumaman Mom Jenni, ia baru sadar kalau selama ini Mom Jenni selalu merawat teko itu dengan hati-hati, bahkan tidak boleh ada yang menyentuh nya kecuali dirinya, sampai-sampai Daddy Alex sendiri pun tidak boleh menyentuh nya.

__ADS_1


Ternyata inilah alasannya kenapa mommy nya sangat menjaga benda itu, namun dengan sengaja Ana justru menggunakan teko itu agar mommy nya memarahi dirinya seperti biasa dan terjadilah aksi kejar-kejaran yang mengundang keributan. Dan itu membuatnya senang karena bisa tertawa saat melihat Mommy Jenni kelelahan mengejar dirinya.


Namun, saat ini Ana benar-benar merasa bersalah pada sang Mommy, apalagi melihat air yang menggenang di pelupuk mata sang Mommy dan dengan sekali kedipan bisa dipastikan air itu mengalir membanjiri pipi.


"Mom, maafkan Ana. Ini semua salah Ana, seharusnya Ana tidak menjatuhkan benda itu." Ana menatap Mommy nya dengan tatapan sendu. Ia sangat sedih saat melihat Mommy nya yang biasanya ceria kini berwajah murung.


"Sudah, tidak apa sayang. Mungkin memang sudah waktunya benda itu tidak berfungsi." Mom Jenni berusaha menyembunyikan kesedihannya dengan tersenyum menatap sang putri.


Dan hal itu berhasil membuat Jenni semakin dilanda bersalah karena Mommy nya begitu baik hati dengan menyembunyikan kesedihannya sendiri agar tidak melukai putri nya.


"Mom, jangan seperti ini. Ana tahu saat ini, mom sedang merasa bersedih karena telah kehilangan benda berharga, mom. Jangan menyembunyikan nya dari Ana, mom. Itu akan semakin menyayat hati, Ana.


"Ada apa ini? kenapa wajah kalian seperti itu?" Suara bariton Daddy Alex berhasil membuat dua wanita beda usia itu mengalihkan perhatian ke arah sumber suara.


Terlihat Daddy Alex sedang berjalan kearah mereka berdua dengan tatapan sulit diartikan.


"Apa yang terjadi dengan dua bidadari ku?" Tanya Daddy Alex lagi setelah berada dihadapan anak dan istrinya kemudian menatap nya penuh selidik.


"Tadi, Ana memecahkan teko kesayangan Mommy." Ana menunduk takut, tidak berani menatap Daddy nya.


Mendengar penjelasan sang anak, Dad Alex hanya bisa menghela nafasnya berat. Tentu dad Alex sangat tahu, kalau Jenni sangat menyayangi teko pemberian nya sebagai hadiah anniversary.


"Sudah, tidak apa. Nanti malam akan ada pertemuan kolega bisnis. Seperti nya ada acara pelelangan benda antik juga, bagaimana kalau dua wanita cantik kesayangan Daddy ini ikut?" Dad Alex merangkul dua perempuan itu mencoba menghibur keduanya.


Mom Jenni akhirnya tersenyum, kemudian mengangguk sebagai jawaban. Dad Alex akhirnya tersenyum melihat wajah istrinya sudah tidak sesedih tadi.


"Baby?" Dad Alex menatap putrinya yang belum juga menjawab perkataan sang Daddy.


"Tentu, dad. Ana akan ikut." Ana tersenyum menatap kedua orang tua nya yang masih terlihat muda meski umurnya sudah tidak lagi muda.


"Mom, sorry ... " Ana meraih tangan Mommy memasang wajah sedihnya, karena masih tidak enak hati pada Mommy.


"It's okey, sayang. Mommy tahu, Anak mom sedang belajar memasak. Kedepannya harus lebih berhati-hati lagi." Mom Jenni mengelus kepala putri nya dengan sayang.


"Oke, karena masalah sudah clear sekarang waktunya sarapan. Setelah itu, Ana ikut Daddy ke kantor."


"Oke, Dad."


"Of course, Dad."


Mom Jenni dan Ana menjawab secara bersamaan, akhirnya mereka tertawa bersama. Kemudian, ketiga nya pergi dari dapur menuju meja makan yang tidak jauh dari sana.


Yukk kepoin Novel ku yang ini.🤗


Ana si gadis cerewet seperti kaleng rombeng yang mengejar cinta Dave si manusia dingin fan kaku berhati batu tapi dermawan dan suka menolong.

__ADS_1



__ADS_2