
Prang!
Alexa terkesiap saat tanpa sengaja ia menjatuhkan Gucci yang ada di dekat pintu.
"Sayang..!" Panggil Adrian saat melihat siluet istri nya berada tak jauh dari tempat.
Adrian berlari mengejar sang istri. "Sayang, Ada mama sama papa, ayo kita temui mereka." Ajak Adrian lembut.
"Tapi, Adrian. A_aku ... "
"Sstt ... kau tidak perlu takut sayang. Papa dan mama tidak membenci mu." Tutur Adrian menatap teduh istri nya kemudian mengajak nya masuk ke ruang kerja.
Saat sudah berada di hadapan kedua orang tua sang suami, Alexa mendadak tak bisa berkata-kata. Tenggorokan nya seperti tercekat, ia bingung harus memulai nya dari mana.
"Mama, papa. Kenalkan ini Alexa istri Adrian." Seperti nya Adrian tahu kebingungan Alexa hingga ia berinisiatif mengambil alih perhatian papa dan mama nya yang semula menatap Alexa dengan tatapan sulit di artikan.
"Jadi kamu yang nama nya Alexa? kamu yang sudah menyebabkan anak saya terpuruk hingga hampir kehilangan nyawa?!" Tanya mama Adrian dengan suara sedikit tinggi.
Sedangkan Adrian langsung terkesiap melihat reaksi mama nya tidak seperti tadi.
"Mama!" Tegur Adrian.
"Kenapa?! Apakah seperti ini caranya seorang menantu menyambut mertua nya datang?! hanya menunduk tanpa ingin menyapa?!" Kata sang mama menatap tajam Alexa dan Adrian bergantian.
Dengan perlahan Alexa menghampiri sang mertua, kemudian menyodorkan tangan untuk memberi salam.
"Tante, perkenalkan saya Alexa." Kata Alexa sedikit menundukkan pandangan. Ia merasa takut saat mata nya ber si bobrok langsung dengan sang mertua.
"Kenapa memanggil ku Tante?! Kau tidak menganggap ku sebagai mertua mu?!" Alexa menatap bingung pada Adrian.
Kemudian ia melihat Adrian mengangguk sembari tersenyum memberi isyarat untuk memanggil sesuai keinginan mama nya.
"Perkenalkan saya Alexa, ma." Alexa mengulangi.
"Kau sangat beruntung karena mendapatkan pria yang sangat mencintai mu. Aku berharap kau bisa memberikan kebahagiaan untuk anak ku. Jangan kau sakiti anak ku lagi. Aku menitipkan Adrian pada mu." Kata sang mama menatap sendu menantu dan anak nya.
"Dan satu lagi, sebenarnya aku sangat tidak setuju Adrian memberikan aset perusahaan nya pada mu."
Deg.
Jantung Alexa kembali tak karuan, ini lah yang dia takutkan. Orang tua Adrian tidak terima, apalagi perusahaan itu sudah di bangun sejak dulu sebelum Adrian lahir.
Dan sekarang tiba-tiba saja sudah berpindah tangan, pasti orang tua mana pun tidak akan setuju. Tapi Alexa tak pernah meminta pada Adrian, dan ia juga tak pernah berpikir sedikit pun kalau aset suami nya di berikan kepada nya
"Tapi, setelah mama dan papa mengetahui alasan Adrian memberikan seluruh harta nya pada mu. Mama dan papa terpaksa menyetujui nya." Kata mama Adrian terus terang tanpa menyaring nya lebih dulu.
Ya, memang mama Adrian jika bicara selalu blak-blakan tanpa memikirkan lawan bicara nya. Mama dan papa Adrian memang terpaksa menyetujui demi kebaikan dan kebahagiaan anak nya.
__ADS_1
Tapi Alexa memahami apa yang di rasakan kedua orang tua Adrian. "Mama dan papa tidak perlu khawatir. Alexa akan mengembalikan nama perusahaan menjadi milik Adrian lagi. Lagian yang Alexa butuhkan bukan harta, melainkan Adrian. Alexa hanya ingin hidup bersama Adrian, ma, pa." Alexa berkata lembut dengan senyum menghiasi bibir nya, takut menyakiti kedua mertua nya.
"Jangan! Biarkan perusahaan itu menjadi milik mu. Mama dan papa sudah percaya, kau tidak akan menipu anak kami. Karena jika Perusahaan itu masih atas nama Adrian maka anak nakal ini akan kembali terjerat masalah." Kata papa Adrian.
Sejak tadi papa Adrian hanya mendengarkan mereka bicara, memberi kesempatan pada istri dan menantu nya berinteraksi. Tapi sekarang giliran nya papa Adrian yang bicara.
Sebelum Alexa masuk, Adrian memang sempat memberi tahu alasan ia memberikan seluruh harta nya pada Alexa karena ia baru saja di jebak keluarga Liana.
Tapi ternyata papa nya lebih dulu mengetahui nya, sedangkan mama nya baru tahu saat Adrian bicara.
Namun sebagai orang tua, papa Adrian tetap tidak ingin anak nya percaya begitu saja pada makhluk yang bernama wanita. Takut jika wanita itu tidak baik dan akhirnya menipu sang anak.
Tapi setelah mendengar penuturan Alexa, sekarang papa Adrian sudah tidak takut lagi. Ia percaya Alexa bukan tipe seorang penipu.
Apalagi melihat mata sendu itu, dan tatapan cinta yang ada pada anak dan menantu nya ia semakin mantap untuk memberikan harta itu pada menantu nya.
"Tapi ... " Alexa kembali ingin menolak, namun langsung di potong oleh Adrian.
"Tidak sayang, Aku sudah memberikan aset itu pada mu. Maka perusahaan itu sepenuh nya sudah menjadi milik mu. Kau tidak perlu ragu, sayang." Adrian tidak ingin wanita nya merasa tidak enak hati.
"Ya, benar. Papa dan mama setuju dengan keputusan Adrian. Papa harap kalian bisa hidup bahagia." Papa Adrian tersenyum teduh menatap anak dan menantu nya kemudian merentangkan kedua tangan nya.
Sepasang suami istri itu pun saling melempar senyum. Lalu maju dan berhambur ke pelukan papa Justin.
"Mama nggak di ajak nih?" Kata mama Adrian pura-pura cemberut.
"Mama, sini ikut." Adrian menarik tangan mama nya. Akhirnya mereka berempat berpelukkan layak nya teletubbies.
Sama hal nya dengan sepasang suami isteri itu yang ikut kembali ke kamar.
Saat ini Alexa sedang berdiri di balkon kamar, menikmati pemandangan luar.
"Sayang, aku lega. Akhirnya semua masalah dapat kita atasi." Adrian memeluk istrinya dari belakang, lalu menyandarkan kepala nya di bahu sang istri.
Alexa tersenyum sembari sedikit menengok ke belakang menatap suami nya, tangan nya mengelus rahang suami nya yang di tumbuhi sedikit bulu-bulu di sekitar nya. "Aku juga sangat bahagia. Terimakasih, sayang. Kamu sudah mengembalikan kebahagiaan ku yang pernah hilang."
"Sayang, coba kamu ulangi perkataan mu?" Mata Adrian berbinar mendengar istri nya memanggil nya sayang.
"Aku sangat bahagia, karena kamu sudah mengembalikan kebahagiaan ku yang hilang." Alexa mengulangi perkataan nya sesuai permintaan sang suami.
"Bukan yang itu, sayang." Adrian kesal karena istrinya menghilangkan kata sayang saat mengulangi perkataan nya.
"Terus yang mana?" Alexa mencoba mengingat-ingat apa yang di katakan nya tadi. "Terimakasih?" Tanya Alexa. Karena tadi ia sempat mengucapkan terima kasih pada Adrian.
"Ihhh ... bukan yang itu, sayang?" Adrian jadi kesal sendiri saat Alexa tak kunjung mengingat.
"Lalu yang mana? perasaan aku hanya berkata seperti itu." Alexa masih berusaha mengingat-ingat, tapi tetap saja seingatnya hanya itu saja yang ia ucapkan.
__ADS_1
"Tadi kamu memanggil ku apa?" Tanya Adrian.
"Adrian?"
"Bukan! Kamu nyebelin, aku ngambek!" Tiba-tiba Adrian berjalan ke kamar dengan wajah masam.
Sedangkan Alexa masih mencoba mengingat nya. Karena ia memang tidak mengingat sama sekali saat memanggil Adrian dengan kata sayang.
Alexa mengikuti suami nya yang sedang duduk di atas ranjang sembari menyandarkan kepala nya di headboard ranjang.
"Adrian, kamu marah? Memang nya aku panggil kamu apa? aku nggak ingat ... Ya udah, kalau aku salah aku minta maaf, ya. Sekarang kamu jangan ngambek lagi." Bujuk Alexa seperti sedang membujuk anak nya yang sedang mogok makan.
"Nggak! Aku nggak akan maafin kamu sebelum memanggil ku dengan sebutan seperti tadi."
Astagaaa Alexa seperti kehabisan kata-kata melihat tingkah suami nya. Ia sangat gemas pada suami nya saat ini yang melipat kedua tangannya sembari memalingkan wajah, Benar-benar seperti anak TK yang sedang mogok makan.
"Sayang ... jangan gi_"
"Apa? Coba ulangi!" Perintah Adrian memotong perkataan Alexa.
"Sayang?" Tanya Alexa.
...πππ...
...TBC...
...Pengumuman π£π£...
Halo teman-teman ku semua.
Pertama-tama aku mau ucapin terimakasih banyak buat kalian yang masih setia baca dan dukung karyaku.
Begini....π€
Sepertinya untuk cerita Adrian aku nggak mau panjangin lagi, takutnya kalau terlalu panjang nanti malah kebanyakan konflik dan bikin anuπ©ππ
Tapi...
Ada tapinya nih...π€
Aku mau lanjutin buat cerita bang Aldi sama Rania disini.
Tapi kesannya jadi nggak nyambung sama judulnya? gimana dong?
Iya ... Nggak sesuai sama judulnya, tapi aku mau nya disini aja, biar kalian masih sate buat baca (semogaπβοΈ)
Ya udah itu aja... aku gaje hahaha...
__ADS_1
I love you all π
Issh ... aku nggak bohong aku cinta kalian, kalau nggak percaya belah aja dada ku. Ehπ’