Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Butuh Kehangatan mu


__ADS_3

Setelah satu jam lamanya Alexa menunggu Adrian, ternyata memang laki-laki itu benar benar serius dengan ucapan nya.


Adrian belum juga beranjak dari ranjang, bahkan bergerak pun seperti nya tidak.


Adrian diam tak mengeluarkan suara apapun, hanya terdengar hembusan nafas dari nya.


Meskipun begitu, Alexa yakin Adrian tidak tidur. Maka dari itu, ia masih ingin menunggu sampai kekasihnya merasa bosan sendiri.


Tapi sepertinya dugaan Alexa salah, Adrian masih betah bergelung selimut meski sudah berjam-jam menunggu nya.


Alexa terpaksa mengalahkan ego untuk menghampiri lelaki yang berstatus sebagai kekasih serta boss nya saat ini.


"Kau masih betah tidur?" Tanya Alexa dengan suara rendah.


Alexa tidak mendapati jawaban sang kekasih, ia hanya mendengar gumaman kecil namun terdengar seperti bergetar.


Alexa yang curiga terjadi sesuatu dengan kekasih nya langsung menarik selimut itu untuk melihat wajah sang kekasih.


Dilihat nya wajah memerah sang kekasih dari samping karena Adrian tidur dalam posisi menyamping, dengan tubuh bergetar. "Dingin ...," Adrian berkata dengan suara lemah dan bergetar.

__ADS_1


"Ya ampun, Adrian. Demam mu semakin tinggi." Alexa sangat panik melihat keadaan Adrian saat ini.


Saat mengecek suhu badan Adrian dengan menempelkan punggung tangan nya pada dahi Adrian, ternyata ia merasakan panas nya lebih tinggi daripada tadi.


Pantas saja wajah nya sampai memerah seperti itu. Kemudian Alexa menarik selimut yang dikenakan Adrian karena takut suhu badan nya akan semakin panas jika menggunakan selimut.


"Jangan ditarik, dingin." Kata Adrian dengan suara lemah nya, khas orang sakit. Tubuhnya benar-benar menggigil dan merasakan seluruh tubuhnya sangat dingin.


Alexa menghela nafas, menyalahkan diri sendiri karena tidak merawat Adrian. Jika saja dirinya memberikan obat pada kekasih nya, tentu saja keadaan nya tidak akan menjadi separah ini.


Namun ia justru melakukan yang sebaliknya, ia bahkan ikut-ikutan ngambek dengan sikap Adrian. Padahal, Adrian sakit juga karena dirinya.


"Kita harus ke rumah sakit, Adrian. Kamu butuh perawatan." Kata Alexa yang tidak tahu harus melakukan apa saat ini, ia tidak terlalu paham menangani orang sakit.


Setelah itu, ia memaksa Adrian untuk makan. Meski Adrian terus menolak, tapi berkat kegigihan Alexa akhirnya ia bisa menyuapi kekasih nya yang kekanakan itu.


"Sekarang minum obat dulu, Adrian." Alexa menyodorkan satu butir obat penurun panas, yang hanya di lirik saja oleh Adrian.


"Minum dulu, Adrian. Setelah itu kita ke rumah sakit ...," Tekan Adrian tak ingin dibantah.

__ADS_1


"Atau aku panggil dokter saja." Alexa bergumam sendiri terlihat berfikir.


Dan Adrian tidak menanggapi apapun, karena dia sedang menikmati rasa pusing yang mendera kepala nya yang terasa begitu nikmat, serta tubuhnya yang masih saja Kedinginan.


Karena tidak mendapati respon dari kekasih nya, Alexa terpaksa memaksa laki-laki yang dicintai nya itu untuk membuka mulut.


Akhirnya, mau tidak mau Adrian menelan obat itu yang sudah berada di mulut.


"Bagus, sekarang istirahat dulu, aku akan memanggil dokter." Alexa sangat lega, akhirnya Adrian mau meminum obat.


"Tidak perlu, sebentar lagi aku akan sembuh. Tapi ...,"


"Bisakah kau membantu ku?" panggil Adrian masih dengan suara lemah, mata nya terpejam serta mengernyit menikmati sensasi yang jarang ia rasakan.


"Apa yang bisa ku bantu?" Tanya Alexa sembari mendekati tubuh Adrian hingga tubuh keduanya hanya berjarak 50 cm mungkin jika diukur.


"Peluk aku, sayang. Aku membutuhkan kehangatan mu." Tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik tubuh, Adrian lebih dulu menarik tubuh itu dan mendekap nya erat hingga keduanya terbaring di atas ranjang yang sama.


...💙💙💙...

__ADS_1


...TBC...


See you next chapter 👋😉


__ADS_2