
Hari semakin cepat berlalu, tak terasa besok adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga Romero. Di mana besok akan digelar resepsi pernikahan dari kedua anaknya.
Banyak kolega bisnis luar negeri maupun dalam negeri diundang dalam acara tersebut.
Bukan hanya ratusan tamu undangan, melainkan ribuan tamu undangan yang akan hadir dalam pesta besok.
Tuan Justin tidak hanya mengundang para kolega bisnis dan orang-orang kelas atas lainnya, tetapi semua temannya diundang meski mereka datang dari keluarga sesegukan atau bahkan kurang mampu dalam hal finansial. Tetapi kerendahan hati Tuan Justin yang memang sudah mendarah daging sejak dulu, hingga tak memperdulikan status sosial mereka, dia tidak perduli meski acaranya digelar sangat mewah tetapi juga dihadiri oleh orang-orang kelas bawah.
Bahkan dalam undangannya, mereka sepakat tak memberikan dress code para tamu undangan, karena mereka tahu diantara para tamu undangan itu ada banyak dari mereka yang berasal dari keluarga biasa.
Terlebih para kenalan Tuan Justin dulu saat dia tinggal di sebuah perkampungan terpencil yang menjadi tempat singgah sementara saat dia kabur dari rumah sewaktu remaja.
Dari situlah dia mendapatkan teman-teman sebayanya yang begitu baik hati dan suka menolong walaupun dirinya tak memiliki apapun waktu itu. Disaat teman-teman konglomerat nya tak mau menolong karena sedang dalam masa persembunyian dari kedua orang tuanya dan tak membawa apapun ke sana.
Tuan Justin benar-benar menyadari bahwa status sosial tidaklah berguna sama sekali, karena yang dibutuhkan bukan itu, tetapi kebaikan hati seseorang lah yang membuat manusia menjadi berguna.
Masa-masa Tuan Justin muda sempat akan dijodohkan oleh anak dari rekan bisnis orang tuanya. Tetapi karena Tuan Justin sudah lebih dulu mencintai mama Kania, dia menolak perjodohan itu hingga lebih memilih kabur dati rumah meninggalkan segala kemewahan.
Mulai dari saat itu pula, dia mendapatkan pembelajaran. Bahwa cinta itu seperti agama, tak ada paksaan didalamnya. Sehingga dia pun tak pernah memaksa kisah percintaan anak-anaknya kelak atau bahkan menjodohkannya sebagai tumbal bisnis. Karena dulu pun dia tidak mau dijadikan anak seperti itu.
Untuk acara resepsi akan dilakukan setelah makan siang, sedangkan paginya mereka akan mengadakan pengajian terlebih dahulu yang dihadiri dua ribu anak panti dari seluruh penjuru panti yang ada di kota ini. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan santunan pada anak-anak yang datang dan menyumbangkan sebagian hartanya kepada yayasan.
Tuan Justin tidak pernah perhitungan dalam masalah harta, mungkin sebab itu pula yang membuat usahanya semakin lancar bahkan nyaris menjadi pengusaha farmasi terdepan di dunia. Dan tuan Justin tak pernah mengelak bahwa kesuksesannya tak pernah luput dari orang-orang yang sering mendoakan nya. Dari hal kecil yang biasa dia lakukan, Tuan Justin mendapatkan banyak sekali doa serta dukungan dari orang-orang. Padahal Tuan Justin sendiri tahu, bahwa setiap dari harta yang didapat, ada sebagian hartanya yang memang milik orang-orang kesusahan.
Tetapi doa-doa dari orang-orang itu dia Angga sebagai bonus dan semakin membuatnya bersyukur pada Tuhan yang maha kuasa, karena telah melimpahkan banyak harta padanya.
.
.
.
...PROMO...
...Terpaksa menjadi Wanita Pemuas...
Elma Abigail adalah seorang gadis dari pasangan Abraham Abigail dan Aline Abigail. Seharusnya dia menjadi anak kedua dari pasangan itu, sekaligus anak bungsu.
Namun, nasib naas menimpa kakaknya. dia nekad melakukan bunuh diri setelah mendapatkan penghianatan dari seorang laki-laki bernama John. Dialah laki-laki yang telah membuatnya menjadi hamil, namun tak mau bertanggung jawab, hingga Lea Abigail memilih bunuh diri.
Tahun demi tahun Elma lalui dengan berat, karena tak lama setelah kakaknya meninggal, saham perusahaan menjadi turun seiring beredarnya kabar tentang putri sulung Abraham.
Abraham yang tak kuat mendengar berita itu terkena serangan jantung dan akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya meninggalkan sang istri dan putri bungsunya.
Setelah kejadian itu, ibu Elma sering sakit-sakitan hingga dia didiagnosis mengidap penyakit jantung. Dan semenjak itulah, Elma yang seharusnya menikmati masa remajanya, dia korbankan demi menghidupi serta membiayai pengobatan ibunya.
Elma sudah putus asa ketika mendapati penyakit jantung ibunya anfal dan harus segera melakukan operasi, sedangkan biaya yang diperlukan sangatlah mahal.
Disaat itu pula, dokter jantung yang menangani ibunya memberikan penawaran pada Elma. Jika Elma mau menjadi pemuas hasratnya, seluruh pengobatan yang dilakukan sang ibu gratis. Bukan hanya itu, semua keperluan serta kebutuhan Elma akan dipenuhi dengan berlipat-lipat ganda apabila dia melakukan tugasnya dengan baik.
Tanpa pikir panjang, Elma mengiyakan begitu saja karena sudah tidak memiliki banyak waktu.
Seiring berjalannya waktu, Elma mulai melancarkan aksi balas dendamnya dengan bantuan Edo, seorang dokter sekaligus sugar daddy Elma.
Setelah mengorek semua informasi tentang John, ternyata laki-laki itu sudah menikah dengan seorang wanita cantik serta baik perangainya. Dia adalah seorang desainer terkenal keturunan dari keluarga kaya raya pula.
Sayangnya, tanpa disadari perempuan itu, nasib buruk menimpanya karena mendapatkan laki-laki tak bermoral seperti John. Dia tidak mengetahui bahwa selama ini John sering tidur bergonta-ganti wanita dibelakangnya.
Hingga suatu hari, Elma datang ke kehidupan John. Dia menyamar menjadi sekertaris John.
John benar-benar terpesona melihat wajah cantik serta tubuh indah Elma. Hingga hasrat lnya selalu mencuat saat didekat nya.
__ADS_1
Secara sengaja, Elma menjadi seorang pelakor karena berhubungan dengan laki-laki beristri. Namun dibalik itu semua, dia juga mengorek semua kebusukan John hingga mendapatkan seluruh bukti kejahatannya selama ini.
Dia meringkuk ke dalam penjara dengan berbagai kasus, termasuk skandal dengan kakaknya hingga membuat sang kakak bunuh diri. Penghasutan beberapa tahun silam hingga membuat bisnis orang tuanya hancur, ataupun tentang korupsi yang dilakukannya di kantor keluarga sang istri.
.
.
.
Seorang gadis remaja berparas cantik nan anggun tersenyum berlari menuju seorang pemuda tampan berseragam putih abu-abu dilapisi jaket denim yang sedang bersandar di samping motor besarnya. Tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, kedua tangannya dilipat didepan dadanya seraya memandangi gadis cantik yang sedang berlari kearahnya.
Sudut bibirnya sedikit terangkat menampilkan senyum smirk penuh keangkuhan.
Gadis itu semakin mendekat, sedang laki-laki itu terlihat melambaikan tangan seraya menampilkan senyum yang sangat berbeda dengan senyuman tadi pada gadis yang sedang berlari kearahnya.
Gadis itu sama-sama masih menggunakan seragam berwarna putih abu-abu lengkap dengan sepatu serta yang berada di pundaknya.
Calea Abigail namanya, sering disapa Lea. Gadis cantik dan periang juga pintar. Terlahir dari keluarga terpandang, ayahnya memiliki perusahaan bidang marketing online yang cukup maju. Membuatnya banyak disukai laki-laki remaja sebayanya.
Namun, hatinya sudah terpaut pada sosok berparas tampan yang notabenenya adalah kakak kelasnya bernama John Mayer sejak awal masuk ke sekolah. Dia terpesona dengan sosok tampan nan angkuh yang sering bergonta-ganti memacari satu-persatu anak gadis di sekolahnya.
Keturunan dari keluarga Mayer yang kekayaannya tak akan habis tujuh turunan membuatnya sering bergonta-ganti wanita sesuka keinginannya.
Tak ada yang mampu menolak pesonanya, termasuk Lea sendiri. Dia sudah sangat mengidolakan John sejak memasuki bangku ke sepuluh, tetapi laki-laki itu baru menatapnya saat awal kelas sebelas lebih tepatnya setelah satu tahun lamanya Lea mencuri perhatiannya.
"Udah nunggu lama, ya?" Tanya gadis itu sedikit tak enak hati karena kekasihnya lebih dulu menunggu. Nafasnya sedikit naik turun karena berlari cukup kencang, takut kekasihnya marah bila menunggu terlalu lama.
Karena mendapatkan pelajaran tambahan membuatnya pulang lebih akhir dari pada murid lainnya.
"Nggak terlalu lama kok. Oh iya, kita mau kemana dulu? Nggak langsung pulang kan?" Tanya John menatap wajah kekasihnya yang sudah dibanjiri peluh keringat di pelipisnya serta wajahnya kemerah-merahan karena panas.
Roknya yang minim dan ketat membuat lekuk tubuhnya semakin terlihat, John sampai menahan nafas saat melihat tubuh menggoda kekasihnya. Dia melihat tubuh Lea dari atas hingga bawah dengan tatapan lapar, sedangkan Lea tak menyadari sama sekali dengan tatapan kekasihnya saat ini. Dia terlihat sibuk mengibaskan tangannya karena merasa begitu gerah dan haus. Tanpa sadar tangan kirinya mengangkat kerah bajunya hingga dadanya semakin terbuka lebar.
"Panas ya?" Tanya John. Suaranya sudah berubah serak. Seperti ada dorongan dibawah sana.
Bukan lagi rahasia umum kalau John memang laki-laki penggila ****, dia dan teman-temannya sering berpesta di sebuah tempat hiburan dan melakukan **** dengan para wanitanya.
Tetapi tidak tahu mengapa, Lea yang notabenenya gadis baik-baik bisa mencintai sebejat John.
"Sedikit." Kata Lea sedikit meringis. Sebelumnya dia tidak pernah mengatakan keluhannya pada kekasihnya. Tapi karena saat ini dia memang benar-benar merasa sangat gerah, terpaksa mengatakan yang sejujurnya.
"Kalau begitu lebih baik kita pulang ke apartemen ku dulu yang lebih dari sini." John mengambil keputusan. Tanpa menunggu persetujuan Lea, John langsung menyalakan motornya. Mau tak mau Lea naik ke atas motor itu, sedikit kesusahan sebenarnya saat membonceng motor kekasihnya.
Tapi lagi-lagi Lea mengeluh, dia terlanjur cinta mati pada kekasihnya dan tak ingin menjauhinya.
Seragam ketat serta rok pendek yang dipakai Lea membuat tubuhnya semakin menggoda. Siapapun yang melihatnya tak akan mengelak bahwa Calea Abigail memanglah sangat menggoda, termasuk John yang notabenenya kekasih dari Lea.
John sengaja menaikkan tempo kecepatan motor yang dikendarainya hingga Lea semakin merapatkan tubuhnya.
John dapat merasakan sesuatu yang kenyal dan hangat itu menempel sempurna di punggungnya.
Tubuh bagian bawahnya semakin bereaksi dengan baik, dia tidak sabar ingin segera membawa mangsanya ke dalam kandang.
Sekitar sepuluh menit kemudian motor itu berhenti di basement apartment.
John turun dari motor dengan terburu-buru, begitupun dengan Lea yang ikut turun dari motor dengan sedikit kesusahan karena postur tubuhnya tidak setinggi John.
Dengan sigap John ikut membantu Lea turun dari motor dengan merengkuh pinggangnya lalu mengangkat tubuh kekasihnya.
Pandangan keduanya bertemu, arah mata John tertuju pada bibir mungil berwarna ceri yang terlihat sangat sensual membuat nalurinya ingin segera menikmatinya.
__ADS_1
Tanpa meminta persetujuan, John langsung menempelkan bibirnya pada bibir Lea. Gadis itu tersentak kaget saat tiba-tiba kekasihnya menyerang dengan brutal.
John menciumnya dengan sangat rakus dan penuh nafsu. Lea sampai tidak bisa mengimbangi, dia hanya bisa pasrah membiarkan kekasihnya menikmati bibirnya.
Ini adalah ciuaman pertama Lea, sebelumnya dia tidak pernah melakukannya karena memang tidak pernah pacaran. Tapi dia merelakan first kiss nya untuk orang yang begitu dia puja selama satu tahun ini.
Lea pasrah saja saat John menikmati bibirnya karena menurutnya masih dalam kadar kewajaran, tetapi bila John memintanya lebih maka dia akan menolak.
"Eummh..." Lea mulai kehilangan nafas, dia memberi kode pada John untuk menghentikan ciumannya dengan menepuk dadanya.
Tak lama John pun melepaskan tautan bibir itu dengan tatapan penuh gairah.
Mereka akhirnya berjalan menuju lift dengan bergandengan tangan. Sesampainya di lift, John sangat ingin kembali menyerangnya, tetapi dia urungkan karena tidak ingin Lea takut padanya.
Tak lama kemudian pintu lift terbuka, John menuntun Lea menuju apartemen nya dengan sedikit menyeret.
Lea memang selalu pasrah dengan perlakuan John. Dia tidak pernah membantah laki-laki itu.
Cinta memang membuatnya bodoh, Lea terperangkap dalam kebahagiaan semua yang tak pernah tahu akan kehidupan untuk kedepannya.
"Masuk." Kata John dengan nada memerintah.
Setelah Lea masuk, John langsung menutup rapat pintu apartemen.
Lea terlihat celingukan melihat-lihat sisi ruangan apartemen kekasihnya.
Ini adalah kali pertama Lea diajak ke tempat tinggal John. Bukan tempat tinggal sebenarnya, lebih tepatnya tempat singgah karena John masih tinggal di mansion bersama orang tuanya.
"Duduklah, Akan ku ambilkan minuman dingin." Tutur John.
Meski ragu, Lea tetap menuruti perintah John.
Duduk di sofa sendirian sembari menunggu John membuatnya sedikit bosan. Untuk menghilangi kebosanannya, dia berinsiatif mengambil remot tv di depannya.
Saat ingin mengambil remot, tanpa sengaja tangannya menyenggol benda kecil bentuk kubus.
Mata menyipit melihatnya, dia bukan gadis yang tidak tahu apa-apa. Dia tahu apa fungsi benda itu.
Seketika dia melebarkan mata seraya tangannya menutupi mulut yang menganga.
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba menepis pemikiran buruk tentang John yang selama ini beredar di sekolah.
John terkenal sering bermain wanita, apakah itu benar? Batin Lea masih mencoba menyangkal.
Lea memutuskan untuk menanyakan terlebih dahulu daripada berargumen sendiri.
Tak lama kemudian John kembali seraya membawa nampan berisi satu gelas orange juice Dan satu gelas berisi minuman bening namun bukan air mineral.
"Minumlah." John menyodorkan satu gelas orange juice.
Lea langsung menerimanya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa satu tetes pun.
Setelah ini dia akan menanyakan perihal Kon*dom yang baru saja dia dapat.
Namun belum sempat dia membuka suara, dia lebih dulu merasakan panas di sekujur tubuhnya.
Ya, John sengaja menjebak Lea dengan memberikan obat perangsang ke minumannya dalam dosis tinggi. Tubuhnya menggeliat tak karuan, beberapa kancing bajunya kembali dia buka. Tak memikirkan saat ini didepannya sedang ada seorang laki-laki hingga menampilkan perut mulusnya serta dada yang masih tertutup sedikit mencuat.
KLIK PROFILKU
__ADS_1