Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Mengancam Balik


__ADS_3

"Jangan kira saya tidak tahu!! kalau kamu sering meniduri Putri saya!!! Dan setelah semua yang kamu lakukan, ingin lari dari tanggung jawab?? Jangan harap itu bisa terjadi!!!" Kata ayah Liana dengan amarah menggebu-gebu.


Ayah Liana memang sering mengetahui kalau anaknya sering tidur bersama Adrian, tapi ia tidak melarangnya karena menurutnya ini akan menjadi hal menguntungkan jika Adrian bisa tertarik pada putrinya maka aset nya akan bertambah, dan Perusahaan nya akan semakin maju.


Sedangkan Adrian tersenyum sinis menanggapi nya. " Itu karena putri Anda sendiri yang murahaan." Jawab Adrian santai tanpa ada beban apapun.


"Brengsekk kamu!!!"


bugh


Ayah Liana yang tidak terima dengan perkataan Adrian langsung meninju wajah Adrian hingga membuat sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah.


Dengan santai nya Adrian menyeka darah di sudut bibirnya kemudian kembali menatap ayah Liana dengan senyuman, entah apa maksud dari senyum yang diberikan Adrian.


"Jangan terlalu terburu-buru emosi Tuan. Saya mengatakan hal yang sebenarnya." Adrian masih melanjutkan perkataannya dengan penuh percaya diri, padahal orang yang ada di depan nya sudah di buat meradang dan bisa saja di detik ini pula Adrian di bacok olehnya.🙄


"Jahat kamu, Adrian!!" Liana mengacungkan jari telunjuknya di depan tubuh Adrian dengan air mata terus menetes di wajahnya.


"Saya tidak terima dengan hinaan mu, Adrian!! Saya akan menuntut mu!!" Kata Ayah Liana yang saat ini tubuhnya di pegang oleh istrinya karena takut tidak terkontrol emosi dan akan melukai Adrian kembali.


"Silahkan jika Anda tidak terima! Jangan harap saya tidak tahu! kalau anak Anda sering tidur dengan para klien bahkan lawan main aktor nya!" Adrian menatap tajam pada orang tua Liana.


"Tidak! Itu semua bohong! aku tidak pernah tidur bersama laki-laki lain selain Adrian." Kata Liana tidak terima.


Pandangan Adrian beralih menatap Liana dengan pandangan meremehkan. "Benarkah hanya tidur bersama ku?" Adrian menelisik menatap Liana dengan tatapan sinis nya.


Liana yang dipandang seperti itu hanya bisa menatap gugup, tak berani menjawab.


"Benarkah kamu hanya tidur bersama ku?" Adrian kembali mengulangi pertanyaannya dengan menatap intens wajah Liana hingga membuat Liana semakin gugup.


"Itu kenyataan!! hanya kamu yang laki-laki yang meniduri ku!!" Jawab Liana cepat tanpa berani menatap manik mata Adrian.

__ADS_1


Adrian tertawa sembari menggelengkan kepala. "Jangan membual, aku meniduri mu dalam keadaan sudah tidak perawan! Itu artinya sudah ada laki-laki lain yang menikmati tubuh mu." Sahut Adrian menatap jijik tubuh Liana. Dirinya memang tahu sejak awal Liana sudah tidak perawan, tapi Adrian memaklumi karena dia pun sudah tidak perjaka sejak SMA.


Tapi yang tidak ia ketahui adalah ternyata saat ini pun Liana sering berhubungan dengan laki-laki lain, dia merasa sangat dibodohi karena baru mengetahui kalau ternyata ternyata Liana sudah sering tidur bersama rekan kerjanya, atau bahkan laki-laki yang pernah menjadi fotografer nya pun ikut andil dalam skandal nya.


Dan semua fakta itu baru saja Adrian ketahui setelah asisten nya mencari tahu. Ia sengaja menyelidiki apa yang dilakukan Liana untuk mencari celah agar bisa menjatuhkan pihak Liana jika suatu waktu pihak Liana menuntut dirinya yang ingin memutuskan hubungan pertunangan.


Dan semua itu ternyata berguna karena menemukan fakta baru yang mengejutkan. Adrian tidak pernah menyangka kalau dirinya sering meniduri wanita yang sering bergonta-ganti pasangan, membayangkan saja membuat dirinya menjadi jijik.


"Itu_"


"Itu apa? tidak bisa menjawab??" Adrian menatap sinis wanita di depannya.


"Tapi itu semua sudah masa lalu, Adrian. Jangan menuduh seenaknya! hanya karena aku sudah tidak perawan membuat kamu menuduh ku sembarangan!!" Kata Liana dengan nada tinggi.


"Oh ... jadi kamu menginginkan bukti? Apa aku perlu menunjukkan bukti kegiatan panas mu di sofa ruang terbuka dengan sutradara film yang kau perankan saat ini?? " Sentak Adrian sembari menatap Liana dengan senyuman mengejek yang menghiasi bibir nya.


"Sudah cukup!! Intinya saya tidak terima jika kamu menghina Liana!!" Sela ayah Liana karena ia takut, Adrian akan benar-benar menunjukkan bukti skandal nya karena sedikit banyak nya ayah Liana memahami dengan profesi anaknya yang memang ada sebagian melakukan skandal itu meski tidak semua.


Kini ayah Adrian dan Liana dibuat tak bisa berkutik dengan ancaman Adrian. Bingung harus menggunakan cara apa agar Adrian tidak membatalkan tunangannya.


Padahal ayah Liana sudah berencana banyak jika Adrian menjadi menantu nya, maka semua kekayaan Adrian akan segera diambil alih nya.


Sayang nya, semua itu hanya lah mimpi belaka, ternyata Adrian lebih dulu memutuskan pertunangan.


"Apa yang kamu katakan Adrian! itu semua tidak benar!" Sangkal Liana. Ia tidak akan menyerah begitu saja, ia akan tetap mempertahankan Adrian.


"Pasti kamu sudah terkena bujuk rayu oleh sekertaris baru mu itu kan???" Liana mencoba mengalihkan perhatian Adrian, termasuk orang tua nya.


"Siapa itu, Liana? Apakah Adrian berselingkuh di belakang mu??" Kata ayah Liana.


"Jallang itu yang sudah berhasil menggoda Adrian, Pa. Sebelum bertemu dengan Jallang itu Adrian tidak pernah mengatakan apapun pada ku!"

__ADS_1


"Jadi benar?? Kamu memutuskan pertunangan mu dengan Liana itu karena Jallang itu??" Tanya ayah Liana.


Tangan Adrian mengepal kuat saat mendengar mereka menyebut Jallang pada Alexa.


"Iya, pah. Ini semua gara-gara Jallang sialaan it_!!"


"Cukup!!" Bentak Adrian hingga membuat semua orang yang ada di sana terkesiap.


Liana tidak melanjutkan ucapan nya karena takut dengan bentakan Adrian.


Apalagi saat ini dirinya melihat betapa marah sorot mata Adrian, benar-benar tak berani menatap manik mata itu.


"Jangan pernah memanggil Alexa dengan sebutan itu! Karena yang lebih pantas disebut Jallang adalah diri mu, Liana!!" Desis Adrian.


Adrian menatap tajam Liana, tangan nya meremat kuat agar bisa mengontrol karena saat ini dirinya ingin sekali mencekik leher Liana agar mulut itu bisa berhenti bicara dan tidak akan bisa lagi mengatai jallang lagi pada Alexa.


"Aku tegaskan! Pertunangan ini berakhir! Jika kalian masih tidak terima, silahkan tuntut saja diriku sesuai ancaman kalian! Yang jelas, aku pun akan bertindak dengan cara ku jika kalian mempersulit pemutusan hubungan ini!" Adrian berkata tegas dengan sorot mata tajam, menatap satu-persatu wajah orang yang ada di sana.


Adrian sudah berdiri dari tempat duduknya, kemudian mengambil cincin yang ia simpan di dalam saku celana.


Adrian memang sudah tidak memakai cincin itu semenjak Alexa kembali bersama nya.


"Saya permisi!" Sebelum melangkah pergi, Adrian meletakkan cincin pertunangan nya di atas meja. Kemudian berlalu dari sana dengan langkah pasti.


"Adrian! Tunggu!" Liana yang tidak terima, ia mengejar Adrian yang sudah keluar dari ruangan.


...💙💙💙...


...TBC...


See you next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2