Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Gagal Lagi


__ADS_3

AWAS ADA KONTEN HOROR, YANG MASIH ANU JANGAN LANJUTIN ANU, SKIP AJA YA😋


Aldi mendekati istrinya, lalu mera ba-raba punggung mulus wanitanya.


"Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Aldi dengan suara serak. Entahlah, dia akan tahan atau tidak setelah ini. Yang jelas, sekali pun istrinya menolak maka Aldi terpaksa akan memperkosaa nya.


"Urut punggung ku menggunakan minyak ini." Rania menyodorkan satu botol minyak.


Dengan segera Aldi meraihnya lalu membubuhkan seluruh minyak di botol itu ke punggung istrinya.


Aldi mulai mengurut dengan lembut sesekali mengecupnya.


Tangannya mulai tak bisa dikondisikan, urutan yang diberikan Aldi mulai menjalar ke depan, meraih dua buah semangka yang terasa kenyal dalam remaasan nya.


Memainkannya puncaknya terkadang sedikit memberi cubitan di sana, membuat Rania mendesis tak karuan.


"Kondisikan tangan mu!" Kata Rania ketus, sebisa mungkin dia menyembunyikan hasrat yang membara dalam jiwa.


Ya, Rania pun sebenarnya sudah terbakar gai rah. Tapi dia tak akan menunjukkan nya karena itu sangat memalukan menurut nya.


"Sayang, apa kau benar rela aku menghentikan nya?" Bisik Aldi dengan senyum smirk nya.


Dia tahu istrinya gengsi mengatakan dia menginginkan hal lebih.


Aldi semakin memainkan dua benda kenyal yang begitu menggemaskan dan Rania hanya bisa memejamkan mata.


"Stop! Cepat urut punggung ku!" Pekik Rania ketika kembali tersadar, dia masih belum memaafkan suaminya karena sudah menjatuhkan ke lantai. Belum waktunya Aldi mendapatkan kesenangan itu.


Aldi kembali fokus mengurut punggung Rania dengan begitu lembut, mulai dari bagian tengkuk hingga bagian atas pan-tat Rania semua ikut di urut.


Setelah membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit, Aldi mengehentikan urutan nya.


"Apa ini juga harus di urut?" Tanya Aldi sembari tangan nya memegang bokong istrinya sesekali memberi urutan di sana.


"Ya, bokong ku juga sakit." Kata Rania sambil memejamkan mata. Dia merasa sangat nyaman di pijat oleh suaminya.

__ADS_1


Demi menuruti keinginan istrinya, Aldi rela menahan gai rah untuk menyerang sang istri. Dengan telaten, dia kembali memijat bagian tubuh istri nya yang saat ini sedang mengurut bagian bokong setelah berhasil menurunkan penutup bagian tersebut.


Sesekali Aldi memainkan bagian itu, dengan memberikan remasan remasan kecil.


Setelah hampir sepuluh menit waktu yang Aldi habiskan untuk memijat bokong istrinya, kini baru menyadari ternyata istri nya sudah terlelap dengan begitu nyaman.


Ddia jadi tak tega membangunkannya untuk menuntaskan permainan yang belum di mulai. Dia hanya bisa menghela nafas berat, lagi-lagi si rudal sakti nya terlantarkan karena tak mendapatkan pelayanan baik oleh pemelihara nya.


"Happy a nice dream, Baby ...," Aldi membenarkan posisi tidur istri nya menjadi telentang lalu mengecup kening sang istri.


Setelah itu Aldi ikut melucuti semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga menyisakan bokser sebagai pelindung rudal sakti nya.


Tak ingin membuang waktu lama, Aldi ikut merebahkan dirinya di samping tubuh sang istri lalu membawa istri nya ke dalam pelukan.


Akhirnya mereka sama-sama terlelap tanpa melakukan ibadah suami istri terlebih dahulu.


Aldi benar-benar menahan dirinya untuk tidak menyerang wanita nya. Sebegitu besar rasa cintanya pada sang istri, hingga tak memperdulikan hasrat nya yang sudah di ubun-ubun tetapi dia mengindahkan begitu saja karena yang paling utama bagi nya adalah kenyamanan sang istri.


.


.


.


Sayup-sayup mata berat nya itu mulai mengerjap pelan saat merasakan perut nya kosong meminta diisi. Mungkin cacing-cacing serta makhluk penyerap nutrisi yang ada di dalamnya sudah berbaris panjang, mengantri seperti rel kereta untuk meminta jatah nya masing-masing yang belum juga mendapatkan asupan nya karena sang pemilik tempat belum mengisi apapun.


Rania lekas memindahkan tangan kekar suami nya yang terasa berat membelit tubuh nya setelah kesadaran nya terkumpul penuh.


"Hubby ..." Panggil Rania saraya menggoncang lengan Aldi untuk mengusik tidur nya. Yang di usik tak memberikan respon apapun, seperti nya Aldi memang sangat lelah hingga dia terlelap sampai begitu nyaman.


"Hubby, bangun. Aku lapar." Rania kembali menggoncang bahu Aldi. Mata nya menatap intens wajah sang suami yang masih terlelap begitu nyaman. Dia jadi tak tega untuk membangunkan nya lagi.


Rania berhenti menggoncang tubuh sang suami, fokus nya kini menatap wajah rupawan yang sedang terlelap.


Walaupun sedang tidur, tapi tak mengurangi sedikit pun kadar ketampanan Aldi. Tangan Rania bergerak mengelus wajah sang suami. Mulai dari rambut, turun ke kening. Sejenak dia mengentikan usapan nya lalu mencondongkan wajah nya hingga dua wajah itu tak ada jarak. Rania memberanikan diri mencium kening sang suami lalu turun ke hidung dan yang terakhir adalah bibir se-ksi suami nya.

__ADS_1


Saat ingin menjauhkan wajah nya, ternyata tengkuk nya sudah di tahan lebih dulu oleh tangan Aldi.


Kini berganti mencium bibir sensual sang istri. Bukan hanya ciuman, tetapi juga memberikan luma-tan serta ses-apan yang begitu membius seluruh persendian tubuh Rania.


Rania merasakan seperti tersengat listrik, saat Aldi terus mengeksplor seluruh rongga mulut wanita nya menggunakan lidah nya. Hingga Rania pun ikut terhanyut oleh permainan sang suami dan ikut membalas ciuman itu yang begitu memabukkan.


Seakan-akan rasa lapar yang tadi mendera nya menguap begitu saja di bawa angin. Dia justru sangat menikmati permainan itu.


Tangan Aldi mulai menjalar kemana-mana, begitu pun dengan Rania yang tak ingin kalah dengan permainan suaminya. Dai ikut meraba-raba tiap inci tubuh sang suami.


Keadaan mereka yang sudah tak memakai penutup tubuh, membuat mereka semakin mudah untuk melancarkan aksi nya.


Hanya tinggal satu lembar kain bokser yang masih menutupi aset berharga Aldi.


Tangan nakal Rania mulai menurunkan kain itu meski kesulitan karena lidah mereka masih membelit satu sama lain.


Aldi mulai membalik tubuh wanita nya menjadi terlentang lalu mengungkung nya tanpa melepaskan ciuman itu.


Puas bermain dengan bibir sensual istri nya, Aldi mulai menurunkan ciuman nya hingga berpindah ke telinga sang istri. Mengulum nya lalu sedikit menggigit nya hingga Rania semakin merasa dibuat mabuk.


Ciuman itu semakin lama semakin turun mulai dari leher, dada hingga ke titik sensitif sang istri.


Saat Aldi ingin menyatukan tubuh nya, tiba-tiba Rania menghentikan aksi Aldi.


"Stop!" Pekik Rania cepat hingga Aldi menoleh ke depan melihat wajah istri nya.


"Kenapa?" Tanya Aldi sedikit frustasi karena gai rah nya benar-benar sudah mencapai ubun-ubun.


"Aku mual." Cicit Rania.


Belum sempat Aldi memberikan respon, Rania lebih dulu menyingkirkan tubuh suami nya hingga terjerambat ke samping lalu segera berlari ke arah bathroom.


Aldi mendesah frustasi sembari mengacak-acak rambut nya.


Sekali lagi, proses percintaan nya kembali gagal. Entah keburukan apa yang diperbuat Aldi hingga membuat nya mendapat kesialan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2