
"Frans ... "
Semua orang tersentak menatap kearah Alexa yang tiba-tiba memanggil nama seseorang. Terlebih Adrian, dia langsung menatap tajam istrinya saat mendengar kata itu.
"Alexa, beri waktu aku untuk bicara padamu." Frans mendongakkan kepalanya hingga semua orang busa melihat wajah itu. Wajah yang terlihat sangat sendu menatap Alexa dengan tatapan memohon.
Adrian dengan sigap menarik pinggang istrinya semakin merapatkan tubuh wanita nya. Kedatangan Frans kehadapan nya seperti sebuah ancaman tersendiri baginya.
"Untuk apa kau kemari?!" Adrian terlihat tak suka saat menanyakan itu. "tidak ada yang perlu dibicarakan pada istri ku! Kalau kau ingin bicara pada nya, cukup aku saja yang mewakili."
Adrian benar-benar berubah menjadi sangat posesif. Dia sama sekali tak menyukai pertemuan nya dengan Frans, terlebih saat ini adalah acara besarnya.
"Tidak, aku hanya ingin bicara pada Alexa, bukan padamu." Sahut Frans menatap tak terima Adrian.
"Cih, memang nya apa hak mu mengatur-atur seperti itu?! Alexa adalah istri ku, jadi apapun yang dia lakukan harus atas izinku!"
Adrian berdecih di depan Frans, dengan tatapan begitu congkak.
"Sayang ... "' Tegur Alexa saat merasakan tatapan Adrian sudah berubah. Dia tahu, saat ini Adrian sudah terbawa emosi akibat kehadiran Frans. "Sabar, dengarkan dulu apa yang ingin dia bicarakan. Kamu tetap disini, dan aku selalu ada di dekatmu. Tidak perlu khawatir terjadi sesuatu pada ku, hm?"
Ana mengelus lembut rahang tegas Adrian yang mulai mengeras untuk menenangkan dan menghadiahkan kecupan dibibir di depan banyak orang. "Jangan marah." Bisik Alexa.
Adrian akhirnya tersadar, tatapan Nn ya sedikit me-lembut setelah mendapatkan perlakuan manis dari istri nya.
"Akan ku usahakan." Hanya itu saja yang terlontar dari mulutnya. Lalu tatapan Adrian kembali tertuju pada laki-laki yang tubuh nya sedang dipegang oleh beberapa bodyguard nya.
"Apa yang ingin kau bicarakan pada istri ku? Katakan saja disini!" Tegas Adrian tak menerima penolakan.
Frans menghela nafas panjang, mau tak mau dia harus mengatakan di depan banyak orang.
"Alexa, aku minta maaf atas semua perlakuan buruk ku pada mu. Aku minta maaf karena dulu pernah menjebak mu hingga Adrian membuang mu."
Rahang Adrian kembali mengeras saat diingatkan akan kejadian itu. Sorot matanya begitu tajam, menatap Frans dengan tatapan membunuh.
"Aku sudah mendapatkan balasan atas semua dosa-dosa yang pernah ku perbuat. Kini aku menyadari semua kesalahan ku. Aku sungguh-sungguh minta maaf, Alexa. Jika kau berkenan, berikanlah maaf untuk ku. Setidaknya aku bisa mati dengan tenang setelah ini."
__ADS_1
Kalimat yang diucapkan Frans terakhir kali berhasil membuat pandangan semua orang menatap kearahnya dengan tatapan terkejut.
"Apa maksud mu?" Alexa bertanya dengan nada mendesak.
Hah, Frans menarik nafas dalam lalu mengembuskan nya kembali sebelum menjawab lontaran kata Alexa.
"Sebenarnya ini adalah sebuah aib. Tapi tidak apa. Aku tidak akan malu bila semua orang menatap jijik tubuh ku."
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Tidak perlu banyak basa-basi!" Adrian ikut menyela, merasa geram dengan apa yang dijelaskan Frans terlalu berbelit-belit.
"Aku menderita HIV/Aids."
Hah, Semua orang menatap terkejut kearah Frans seakan tak percaya dengan apa yang menimpa nya.
"Aku di vonis dokter bahwa umur ku tak akan lama lagi. Untuk itu, aku ingin meminta maaf mu sebelum aku benar-benar menghadap Tuhan." Frans berkata dengan nada suara bergetar, tatapan matanya begitu sendu saat mengatakan itu.
"Astaga ... " Alexa benar-benar tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya. Bagaimana pun, dia pernah hidup bersama laki-laki di depan nya saat ini. Meski banyak luka yang dia torehkan, tapi hati wanita tak sekejam itu untuk tak perduli pada apa yang menimpa Frans saat ini.
Dia juga ikut merasa sedih saat Frans mengatakan umurnya tak lama lagi. Ini bukan menyangkut rasa cinta, atau sayang pada frans. Lebih tepatnya, Alexa merasa sangat iba pada sosok laki-laki dihadapannya. Laki-laki yang sudah mencukupi semua kebutuhan nya selama empat tahun, rasanya dada Alexa begitu sesak mengingat masa-masa itu.
Tubuh Alexa ingin sekali beringsut maju mendekat kearah Frans, tetapi belitan tangan Adrian semakin kencang saat Alexa mencoba melepaskan.
Adrian lebih dulu bersuara saat Alexa menatap kearah nya, dia tahu apa yang akan dikatakan Alexa. Untuk itu, Adrian lebih dulu memberikan penegasan pada istrinya.
Sedangkan Alexa semakin menatap sendu kearahnya. "Sayang, untuk kali ini saja."
"Tidak!" Adrian menjawab dengan cepat tanpa melihat kearah istri nya. Karena dia tak tega melihat tatapan sendu dan mengiba nya. Jika Adrian menatap kearah sang istri, dapat dipastikan Adrian akan menuruti semua kemauan Alexa.
Alexa hanya bisa mendesaah kasar. Tatapan nya kembali tertuju pada Frans yang masih tak bergerak dari tempatnya.
"Aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kau datang kemari. Kau tak perlu khawatir, aku tak pernah menganggap mu sebagai musuh ataupun orang yang ku benci. Terimakasih atas semua kebaikan mu selama empat tahun saat kita menjadi suami istri. Maaf, bila selama aku menjadi istri mu tidak bisa menjadi yang terbaik."
"Tidak! Jangan katakan hak itu, karena apa yang kau katakan akan semakin membuat ku terus-menerus mengingat akan semua kebodohan ku karena sudah menyia-nyiakan istri sebaik dan sempurna."
Frans benar-benar terlihat begitu menyesal saat mengatakan nya.
__ADS_1
"Tidak apa menjadi bodoh, karena berkat kebodohan mu aku bisa kembali bersatu dengan Alexa, wanita yang paling aku cintai." Adrian tersenyum sinis menatap Frans. Seakan-akan mencemooh atas kebodohan nya.
"Ya, kau benar. Karena kebodohan ku, akhirnya kalian bisa bersatu. Meski aku sudah berusaha memisahkan kalian bertahun-tahun lamanya, tapi ternyata jodoh tak akan pernah tertukar. Dan kalian tetap dipersatukan karena memang kalian adalah sepasang manusia berjodoh yang sudah ditakdirkan Tuhan.
"Hanya itu saja yang ingin ku sampaikan, semoga pernikahan kalian selalu diberi kebaikan dan dilindungi Tuhan. Aku berharap, kau selalu bahagia, Alexa. Maafkan aku yang sudah menyia-nyiakan mu, maafkan aku yang tak bisa memberi kebahagiaan. Aku pamit."
Frans benar-benar pergi setelah mengatakan nya. Dia tampak melangkah dengan sedikit tertatih.
Semua orang hanya bisa menatap kepergian nya dengan tatapan sulit diartikan, kecuali Alexa yang menatap nya dengan tatapan sendu dan kasihan.
Bahkan tak terasa air matanya mengalir di wajah.
Masih terlihat tubuh Frans yang melangkah semakin jauh dari pandangan semua orang, tiba-tiba saja tubuh nya terhuyung dan ...
Tiba-tiba ambruk ke lantai.
"Frans ..!" Teriakan meggema Alexa berhasil membuat semua orang menatap orang yang dipanggil namanya.
Beberapa dari mereka terlihat berlari kearahnya, begitu pula dengan Alexa dan Adrian yang ikut menghampiri.
Tak lama setelah nya Alexa dan Adrian datang lebih dulu kehadapan Frans karena larinya lebih cepat.
"Frans ... apa yang terjadi padamu?" Alexa begitu khawatir melihat keadaan Frans. Nafasnya sudah tidak beraturan, tetapi matanya masih terbuka menatap kearah Alexa.
"Se-per-tin-nya sudah waktu ku meni-nggal-kan dunia. Teri-ma ka-sih untuk se-mua-nya, Alexa. A-ku men-cin-tai mu."
Belum sempat menjawab, Frans sudah tak sadarkan diri.
Saat diperiksa denyut nadi dan pernafasan nya, ternyata Frans benar-benar sudah tiada.
Alexa tak berani menyuarakan tangisnya karena takut ada yang terluka.
"Selamat jalan, Frans. Semoga kau ditempatkan di sisi terbaik Tuhan."
Setelah mengatakan nya, Alexa pergi dari sana, meninggalkan semua orang yang masih terkejut atas meninggalnya Frans.
__ADS_1
Adrian ikut mengejar istrinya yang berlari keluar dari aula. Dia tahu, saat ini istri nya pasti pergi ke kamar hotel yang menjadi tempat tidurnya malam ini.
...TAMAT!...