
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 20 menit, mobil yang dikendarai Aldi sudah terparkir rapi di halaman rumah sakit.
"Stop, jangan bergerak dulu." Titah Aldi saat melihat Rania ingin membuka safety belt.
Tak ingin banyak berdebat dengan suami nya, Rania langsung menuruti perintah nya.
Aldi menggantikan posisi Rania, saat ini dia yang membukakan safety belt istri nya. "Stop disini. Biar aku yang membukakan pintu." Tegas Aldi tak mau dibantah. Dia benar-benar tak mengizinkan istri nya untuk bergerak sedikit pun, membuat bibir Rania manyun beberapa centi meter.
Aldi keluar dari mobil dan langsung bergerak ke arah pintu istri nya. Setelah membuka pintu untuk sang istri pun dia tak mengizinkan Rania beranjak dari tempat duduk, karena lagi-lagi Rania di gendong oleh Aldi.
Dan kali ini bukan lagi gendongan ala koala, melainkan di gendong layak nya pengantin baru. Membuat Rania ingin menenggelamkan wajah nya hingga ke inti bumi saja, saat tatapan orang-orang yang sedang berlalu lalang tertuju pada nya.
Tapi tidak dia lakukan karena tidak mungkin bisa, dan yang dilakukan Rania hanya lah menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya karena itu yang dia bisa. Anggap saja dada bidang suami nya adalah bagian dari inti bumi.😁
Aldi tak menghiraukan tatapan orang-orang yang seakan-akan bertanya keadaan istri nya yang saat ini berada dalam gendongan.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya seorang perawat yang baru saja menghampiri nya sembari membawa kursi roda. Seperti nya perawat itu ingin membantu Aldi agar membawa Rania menggunakan kursi roda.
"Tidak perlu, tunjukkan saja di mana letak ruangan dokter obgyn." Kata Aldi membuat Rania yang sejak tadi hanya menenggelamkan wajah nya di dada sang suami langsung mendongak, mata nya membulat sempurna menatap manik mata sang suami seakan-akan meminta penjelasan.
Namun, yang di tatap tak memberikan respon apapun bahkan terkesan cuek sembari terus melangkah mengikuti perawat yang ingin menunjukkan ruangan dokter obgyn. Dan hal ini benar-benar membuat Rania kesal setengah hidup, andai tidak sedang berada di lingkungan banyak orang, Rania pasti sudah memaki-maki suami nya karena tak merespon nya sama sekali.
"Issh ..." Rania hanya mencebik kesal saat suami nya benar-benar tak membalas tatapan nya.
__ADS_1
Jari telunjuk dan ibu jari Rania sudah bersiap untuk menjapit apapun yang menjadi mangsa nya, asal masih dalam bagian tubuh sang suami.
"Auuhhsshh ..." Ringis Aldi saat merasakan perut nya perih akibat cubitan sang istri.
Tatapan Aldi langsung tertuju pada wajah istri nya yang saat ini juga sedang menatap kearah nya dengan tatapan tak berdosa nya.
"Kenapa kau mencubit ku?" Sungut Aldi.Dia menatap jengkel pada istri nya yang selalu seenaknya sendiri memperlakukan suami nya.
"Kenapa kau membawa ku ke dokter obgyn?" Tanya Rania, tak menggubris perkataan sang suami.
"Karena aku yakin kau hamil, sayang." Jawab Aldi dengan seulas senyum. Hati nya sangat bahagia membayangkan akan ada kehidupan baru diantara mereka. Cubitan yang baru saja dia dapat dari sang istri sudah tak lagi terasa saat mengingat sebentar lagi dia akan menjadi ayah.
"Kenapa kau bisa se-yakin itu? Bagaimana kalau ternyata aku tidak hamil?" Tanya Rania yang kini tiba-tiba dirinya dilanda kecemasan. Dia takut sebenarnya dia tak hamil, sedangkan Aldi sudah sangat bahagia akan kehamilan nya.
Dia tak ingin membuat Aldi kecewa, tidak akan! "Bagaimana kalau aku tidak hamil?" Tanya nya lagi. Rania benar-benar di landa ketakutan. Ya, dia takut suami nya kecewa bila ternyata dia tidak hamil.
"Kau tak akan kecewa, kalau ternyata aku belum hamil?" Tanya Rania hati-hati. "kau tak akan meninggalkan ku kan? Kau tak akan menikahi wanita lain?" Tanya Rania dengan mata berkaca-kaca. Dia takut suami nya akan kecewa lalu meninggalkan nya seorang diri.
"Ya ampun, sayang ... cuci otak mu ..." Kata Aldi sembari menoyor pelan dahi sang istri. "Bagaimana mungkin aku meninggalkan wanita yang sudah ku perjuangan mati-matian untuk bisa mendapatkan nya? Kau pasti terlalu banyak menonton drama, sampai berpikiran yang tidak-tidak." Imbuh nya.
Aldi sampai geleng-geleng kepala, merasa tak habis pikir dengan pikiran aneh snag istri. Tapi dia juga bersyukur, itu artinya saat ini Rania benar-benar tidak ingin berpisah dari nya. Buktinya saat ini wanita nya ini khawatir ditinggal oleh nya.
"Janji, kau tidak akan pernah meninggalkan ku?" Tanya Rania lagi untuk memastikan.
__ADS_1
"Iya, sayaaang... Istri ku yang paling cantik, paling imut, paling menggemaskan, paling ..."
"Iya, iya. Aku percaya." Potong Rania sembari tersenyum bahagia di gendongan sang suami. Kini dia memberanikan diri untuk mencium suami nya di tempat umum. Kepala nya ia condong kan ke atas, mensejajarkan wajah sang suami lalu mendekatkan wajah nya hingga jarak mereka tinggal setengah centi.
Saat bibir itu hampir saja menempel, tiba-tiba saja aksi Rania di gagalkan oleh suara pintu yang terbuka.
Cklek.
"Kita sudah sampai, Tuan." Kata seorang perawat laki-laki yang sejak tadi berada di depan mereka.
Rania baru menyadari ternyata saat ini dia sudah berada tepat di depan ruang obgyn. Bahkan dokter yang ada di dalam seperti nya mengetahui aksi Rania yang hampir saja mencium sang suami.
"Selamat datang, Tuan muda Romero." Sapa dokter paruh baya sembari mengulas senyum. "Silahkan duduk." Lalu mempersilahkan Aldi duduk di depan meja kerja sang dokter.
"Terimakasih, dok." Kata Aldi setelah duduk di kursi. Dengan Rania yang masih di atas pangkuan nya.
"Biarkan aku duduk sendiri." Bisik Rania. Dia benar-benar malu pada dokter paruh baya itu yang terus menatap nya dengan senyuman.
"Jangan coba-coba untuk menjauh dariku. Mulai saat ini, apapun yang ingin kau lakukan harus atas kehendak ku." Tekan Aldi dengan suara tegas nya. Membuat Rania semakin malu dibuatnya.
Bagaimana tidak malu? Ibu dokter itu terkekeh menertawakan sikap Aldi yang super duper posesif. Padahal mereka belum melakukan pemeriksaan dan belum tentu juga Rania sedang mengandung, tetapi suami nya ini terlampau percaya diri kalau istri nya sedang mengandung.
"Jadi, apa yang Anda keluhkan, nona?" Tanya sang dokter sembari terus mengulas senyum melihat pasangan suami-istri yang begitu lebay menurut nya. Tetapi juga sangat romantis, membuat nya flashback di masa muda.
__ADS_1
"Begini, dokter. Sejak kemarin tingkah istri saya ini sangat aneh-"
"What?!"