Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Mengejar Adrian


__ADS_3

"Lebih cepat lagi, boddoh!!" Maki Alexa. Dia benar-benar berubah menjadi wanita bar bar dan tidak ada anggun-anggun nya sama sekali. Berbeda sekali dengan sebelum nya yang selalu menjaga sikap serta perkataan nya yabg selalu lembut pada siapa pun.


Bahkan Alexa tak segan mengatai pak asisten dengan kata-kata biddoh saat pak Asisten mengemudi mobil sedikit lamban.


Dia ingat istri tuan nya sedang mengandung, bila terjadi apa-apa dengan kandungan nya maka di lah yang akan menjadi sasaran kemarahan sang tuan.


"Iya juga ya." Alexa baru teringat saat ini dia sedang berbadan dua. Tangan nya mengelus perut rata nya, dia juga tak ingin membahayakan calon buah hati nya.


"Kalau begitu kamu harus hati-hati mengemudi nya." Kata Alexa dengan nada memerintah.


"Itu pasti, nona. Saya mengemudi pelan-pelan agar tidak membahayakan nona dan kandungan nya." Sahut Pak Asisten menjelaskan.


"Iya, memang seharusnya kau mengemudi pelan-pelan, tidak perlu mengebut. Nanti bisa membahayakan calon anak ku."


"Tapi aku tidak mau tahu, dalam waktu lima menit kita harus sudah sampai di rumah sakit yang di tuju."


Duarrr


Seperti tersambar petir di siang bolong, dia tidak pernah mengira sebelum nya permintaan istri boss nya ini, Kenapa menjadi sangat aneh? Apa setiap wanita hamil akan aneh seperti ini??


Hiii, dia jadi bergidik ngeri. Takut memiliki istri, kalo mengidam pasti akan aneh-aneh seperti istri Tuan nya.


Dia menyuruh nya agar berkendara pelan-pelan saja tetapi harus sampai dalam waktu kurang dari lima menit.


Oh astagaaaa seperti nya pak asisten lebih memilih menenggelamkan diri nya ke dalam air kubangan lumpur dari pada harus menghadapi istri boss nya yang sangat aneh.


"Tapi, Nona. Mana mungkin kita bisa sampai secepat itu kalau berkendara hati-hati?" Pak asisten mencoba menawar pada istri boss nya berharap akan mendapatkan ampun.


"Itu yang seharusnya kau pikirkan! aku tidak mau tahu, dalam waktu 5 menit kita harus sampai di rumah sakit medica, kalau tidak menuruti maka aku sendiri yang akan menghukum mu!" Ancam Alexa.

__ADS_1


Pak asisten diam sejenak mencerna semua ini, dia tahu ancaman Alexa pasti bukan lah main-main. Seperti kemarin saat dia mengatakan ingin menghukum nya karena membohongi nya saat membelikan makanan, dia tidak membelikan di tempat yang diinginkan istri boss nya karena jarak nya terlalu jauh namun hanya di beri waktu 7 menit. Ternyata istri boss nya sangat jeli dalam menilai rasa, dia bisa menebak di mana asisten suami nya membeli makanan.


Dan akhirnya mau tidak mau pak asisten di hukum karena kebohongan nya sendiri, dia mengelilingi seluruh area tempat kerja mulai dari lantai satu sampai lantai paling atas dengan tulisan di leher nya "Aku Pembohong".


Sebenarnya dia sangat malu, tapi tetap dia lakukan supaya tidak di pecat dan juga akan mendapatkan bonus dari pak Adrian.


Pak Adrian yang tidak tega melihat asisten sekaligus teman nya di siksa, maka dia menawarkan akan membelikan mobil Lamborghini terbaru jika mau mengikuti kemauan istri nya.


Tentu saja pak Asisten mengiyakan saja perintah dari boss nya, karena menurut nya keuntungan yang di dapat lebih banyak dari pada rasa malu nya.


"Baiklah, kalau begitu jangan salah kan saya dengan apa yang akan saya lakukan. Ini akan sedikit beresiko untuk kandungan Anda, tapi tidak akan membahayakan jika anda berpegangan kuat." Kata pak asisten.


Dia melirik dari kaca spion, melihat istri tuan nya ternyata menggunakan sabuk pengaman, tanpa aba-aba dia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.


Alexa yang tidak tahu, langsung memekik kaget. Akan tetapi pak Asisten tak sedikit pun menurunkan laju kendaraan nya.


Dia justru semakin menambah tingkat kecepatan nya saat di rasa jalanan itu sepi. Alexa tak henti-henti nya berteriak dan mengancam akan membunuh nya jika terjadi sesuatu pada kandungan anak nya serta dirinya.


Tak ingin melakukan kesalahan sedikit pun yang nanti nya akan membahayakan nyawa nya dan istri tuan nya.


Maka dari itu pak Asisten lebih memilih berkonsentrasi dalam mengemudi dari pada menanggapi omelan serta sumpah serapah yang di lontarkan dari mulut istri boss nya.


Cittttt


"Aaaaa...!"


Tak membutuhkan waktu 5 menit, mobil itu sudah berada di parkiran rumah sakit.


"Huh huh huh." Alexa mengatur nafas nya yang tidak beraturan. Seakan pasokan oksigen di kerongkongan nya habis, dia menghirup udara sebanyak-banyaknya setelah tadi di buat tak bisa bernafas.

__ADS_1


"Aku masih hidup? Aku belum mati?" Alexa menepuk-nepuk pipi nya sembari mengatur nafas. Sungguh, keajaiban dunia menurut nya dia masih hidup sampai sekarang.


Padahal Alexa mengira dia akan mati secara tragis akibat ulah dari asisten suami nya.


Ngomong-ngomong tentang asisten suami nya, dia pasti akan menghukum nya karena sudah membuat dia dan calon anak nya berada dalam bahasa.


"Pak asisten....!!!!" Teriak Alexa melengking memenuhi gendang telinga pak asisten.


"Tenang dulu, Nona. Sebaiknya Anda segera keluar dan ikuti tuan. Beliau ada di sana." Pak Asisten menunjuk seseorang yang abru saja keluar dari mobil lalu menutup nya dengan keras dan sedang berancang-ancang untuk berlari.


Arah mata Alexa mengikuti jari telunjuk pak asisten yang sedang menunjuk letak suami nya.


Yang di katakan pak asisten benar, suami nya ada di sana dan terlihat sangat terburu-buru.


Seperti nya pak Asisten akan segera mendapatkan julukan pembalap nomor satu dunia karena telah berhasil mengendarai mobil nya dengan sangat cepat.


Bahkan umum nya jarak dari gedung kantor hingga ke rumah sakit medica membutuhkan waktu sekurang-kurangnya sekitar 30 menit, tapi dia bisa sampai di sini kurang adri 5 menit.


Sungguh benar-benar keajaiban dunia dan mukjizat dari Tuhan yang maha kuasa dia sampai dalam waktu sesingkat itu.


Akhirnya dia bisa mengikuti Adrian yang bahkan pria itu sudah berangkat lebih dulu sekitar 10 menit sebelum nya


"Adrian...!!! Sayaaanggg...!!!"


Brakk


Alexa menutup pintu dengan keras sembari berlari mengejar Adrian dan memanggil-manggil nama nya. Tetapi seperti nya Adrian tak mendengar panggilan nya, dia terus berlari menyusuri rumah sakit.


Alexa dapat melihat kalau suami nya tidak masuk ke dalam lift, itu artinya sang suami masih di lantai satu.

__ADS_1


Dari kejauhan Alexa dapat melihat Adrian masuk ke salah satu ruangan super VVIP yang memang terletak di lantai satu.


Alexa berusaha mengejar nya, namun tak bisa berlari karena takut membahayakan kesehatan calon anak nya, terlebih tadi baru saja hampir membuat calon anak nya dala. bahaya akibat ulah sang asisten.


__ADS_2