
Di sisi lain, ada sepasang pengantin baru yang sedang memperdebatkan perihal tempat tinggal yang ingin mereka tempati.
Rania bersikukuh ingin tetap tinggal di rumah lama nya yang berada perumahan sempit, dan banyak ibu-ibu tukang gosip.
Rumah yang terlihat sangat sederhana, juga ukuran nya tidak sebesar rumah orang kaya. Tapi di sanalah Rania menemukan kedamaian dan ketenangan, di mana dia menghabiskan waktu nya sedari kecil di rumah itu.
Rumah yang penuh kenangan dikala suka maupun duka, telah ia lewati bersama ayah dan Kakak nya.
Di sanalah tempat kembali untuk berteduh dari sengatan matahari serta hujan, setelah seharian panjang mengais rezeki untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga nya.
Sungguh, rasanya Rania tak rela jika meninggalkan tempat penuh kenangan itu.
Meksi rumah itu sudah usang, tapi baginya sangat berarti.
Entahlah, Rania memang memiliki hati lembut dan mudah tersentuh. Mungkin itu sebabnya dia tidak mudah melupakan kenangan di rumah sempit nya itu.
Bukan hanya itu, Rania juga masih memikirkan bagaimana nasibnya jika tinggal di rumah Aldi lalu bertemu dengan ibu mertua yang tidak menginginkan nya.
Dia takut, maka dari itu lebih memilih tinggal di rumah kecil asalkan hidup damai.
Sedangkan Aldi bersikukuh menyuruh nya untuk pulang ke mansion utama, terlebih di sana sudah lama tidak di tempati.
Bukan hanya itu, Aldi ingin memberi kenyamanan pada istri nya. Dia yakin Rania tidak nyaman tinggal di rumah sempit dan sederhana itu, terlebih para tetangga nya yang suka bergosip membuat Aldi semakin ingin menjauhkan nya dari tempat seperti itu.
"Sebaiknya kamu turuti saja kemauan suami mu, ndok. Kamu itu sudah berubah status menjadi seorang istri, sudah sepantasnya istri itu patuh pada suami." Tutur ayah Rudi saat mereka berdua terus memperdebatkan tempat tinggal mereka yang tidak berujung.
"Tapi, ayah. Rania tidak mungkin meninggalkan kalian berdua. Rania tidak akan sanggup bila harus berpisah dari ayah dan kakak." Kata Rania mencoba mencari alasan yang masuk akal.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir, sayang. Ayah dan kak Raka juga akan ikut bersama kita. Kita semua akan tinggal di rumah ku." Kata Aldi menimpali. Karena memang itu lah niat nya. Tapi sejak tadi dia belum sempat berbicara karena saat Aldi ingin bicara, pasti perkataan nya di potong lebih dulu oleh Rania.
"Tidak perlu, nak. Ayah dan Raka masih bisa hidup berdua. Ayah dan Raka akan tetap tinggal di rumah kami, tidak perlu khawatir kami bisa hidup berdua." Kata ayah Rudi memotong Rania yang tadi sudah membuka mulut nya ingin berbicara.
"Tidak, Ayah. Aku tidak akan pernah tenang kalau kak Raka dan ayah jauh dari kami. Ku mohon, tinggal lah bersama di rumah ku, ayah." Kata Aldi dengan wajah penuh harap.
Dia sudah merencanakan seperti ini dari jauh-jauh hari, maka tidak akan membiarkan rencana nya gagal.
"Tapi apa ayah dan raka tidak akan merepotkan kalian jika ikut tinggal bersama di rumah mu, nak? Apa rumah mu cukup untuk menampung ayah dan juga Raka?" Kata ayah Rudi. Dia belum tahu bahwa status Aldi adalah seorang pewaris perusahaan raksasa di London bernama J.A, Corp. Perusahaan yang di bangun oleh Papa Justin dan mama nya mulai dari nol hingga tumbuh menjadi perusahaan raksasa.
Sedangkan perusahaan Romero Grup yang ada di Indonesia ini merupakan perusahaan turun temurun dari kakek nya, tapi saat ini pemilik perusahaan itu sudah berpindah nama. Bukan lagi milik keturunan Romero, tetapi menjadi atas nama sang menantu dari keluarga Romero.
J.A, Corp. bekerja di bidang farmasi, maka dari itu Aldi belum siap untuk mengambil alih perusahaan karena masih ingin bermain-main dengan dunia luar.
Dia lebih suka hidup bebas, bekerja tanpa aturan. Tapi bila dia sudah menjabat menjadi seorang CEO, itu artinya dia harus disiplin dan bekerja sesuai aturan perusahaan agar bisa di contoh para staf nya.
Biar lah perusahaan itu di kelola oleh ayah nya dulu selagi ayah nya mampu. Toh dia masih memiliki banyak uang dari hasil kerjanya sendiri. Dasar! Anak durhakim memang!
"Baik lah, kalau kamu memang tidak merasa direpotkan. Ayah akan tinggal bersama kalian." Putus ayah Rudi. Lagian ayah Rudi pasti akan kesulitan jika harus mengurus Raka seorang diri. Dia memang masih membutuhkan Rania untuk membantu mereka.
"Jadi ayah mau tinggal di rumah Aldi?" Tanya Aldi memastikan.
"Iya, nak Aldi. Jika memang tidak merepotkan ayah akan tinggal di rumah mu bersama Raka."
"Terimakasih, Ayah. Aldi sangat senang mendengar nya. Semoga ayah betah bila tinggal di rumah Aldi." Kata Aldi sembari tersenyum merekah. Dia bahagia akhirnya ayah mertua mau ikut bersama nya.
"Tapi, ayah. Bagaimana dengan rumah kita? Nanti tidak ada yang merawat." Kata Rania masih kekeh dengan pendirian nya.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir, sayang. Nanti akan ada orang yang menempati rumah itu dan merawat nya setiap hari." Kata Aldi lalu tangannya meraih tangan istrinya untuk di genggam.
Rania masih belum menjawab, dia terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak.
"Terimakasih atas semua bantuan mu, nak Aldi. Semoga kamu selalu diberikan rezeki yang berlimpah." Kata ayah Rudi. Sangat terharu dengan semua yang dilakukan menantu nya. Dia sudah banyak menolong keluarga nya.
Ayah Rudi berharap, semoga kebahagiaan ini akan terus dia rasakan hingga sampai pada takdir kematian nya.
"Memang nya orang tua mu mengizinkan kami tinggal di rumah mu?" Tanya Rania. Dia memang sejak tadi memikirkan hal itu, takut bila di sana akan bertemu dengan mertua Rania yang nanti tidak menerima dia dan keluarga.
Aldi tersenyum teduh mendengar pertanyaan Rania, dia tahu kali ini mengapa sejak tadi Rania menolak untuk pindah ke rumah nya.
"Apa kamu takut dengan mama ku?" Tanya Aldi menatap lekat wajah istri nya. Tetapi senyuman itu belum ia pudarkan.
Perlahan Rania mengangguk ragu, sebenarnya dia tidak ingin mengakuinya tapi memang kenyataan nya dia takut dengan keluarga Aldi.
Sejauh ini yang Rania tahu, Aldi adalah anak orang kaya. Dan yang di tahu, kalau orang kata itu berkuasa, segala yang mereka inginkan pasti tercapai hanya dengan uang nya.
Seperti hari ini, Aldi yang selalu membantu nya berupa materi, baik biaya pengobatan ayah atau pun kebutuhan hidup nya.
Dan Rania takut, suatu saat nanti saat Aldi bosan dengan nya, dia akan membuang nya begitu saja. Itu lah yang di takutkan Rania.
Walau Aldi pernah mengungkapkan cinta pada nya, tapi ketakutan rania lebih besar.
Dia masih belum percaya sepenuhnya dengan Aldi, hal itu pula yang membuat Rania masih menguatkan hati nya agar tidak jatuh cinta pada Aldi.
Dia takut, saat dia sudah benar-benar jatuh cinta ternyata Aldi sudah tidak menyukai nya.
__ADS_1
"Please.... jangan pikirkan apapun.Tidak ada yang menempati rumah itu kecuali kita, kamu adalah nyonya di rumah kita. Dan aku akan memperlakukan mu seperti seorang ratu, karena memang kamu lah ratu ku. Tolong jangan ragu kan cinta ku." Kata Aldi menatap dalam istri nya yang masih terlihat ragu-ragu.
Tapi Aldi akan berusaha menghilangkan semua keraguan yang ada pada istri nya. Aldi akan berusaha untuk membuktikan pada istri nya kalau dia hanya menginginkan Rania, tidak akan pernah menyingkirkan nya dari rumah apalagi hati nya.