Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)

Hasrat Cinta Adrian (Balas Dendam Pria Patah Hati)
Menikah


__ADS_3

Dengan segera Adrian bergegas keluar dari apartemen nya. Tadi dia hanya menjawab asal saat para wartawan menanyakan tentang kepastian hubungan nya bersama Liana.


Dia menjawab menyetujui ingin menikahi Liana semata-mata ia lakukan agar bisa cepat mengejar Alexa karena tidak ingin kehilangan wanita nya untuk yang kedua kali.


Setelah sampai di dalam mobil, ia segera menancapkan gas nya dengan tergesa-gesa. "Damn!!" Tiba-tiba membanting stir, Adrian sangat marah dengan semua perbuatan Liana.


Dia bukan lah orang bodoh, tentu ia akan segera mengorek semua bukti agar membalikkan keadaan.


Mungkin kali ini semua orang akan percaya dengan apa yang di lihat nya, tapi tunggu lah nanti setelah ia bisa menemukan Alexa, maka Adrian akan segera bertindak untuk membalas semua kekacauan yang dilakukan Liana.


Sampai di jalanan sepi, ia seperti melihat bayangan seorang wanita berjalan menyusuri jalan tanpa menggunakan alas kaki. Mata tajam nya ia gunakan untuk memperjelas penglihatan.


Deg.


"Alexa." Gumam Adrian.


Hati nya sangat pedih melihat kondisi Alexa yang menyedihkan tak jauh beda dari dirinya.


Segera ia hentikan mobil itu tepat di depan Alexa kemudian turun dari sana.


"Sayang." Suara bariton itu mampu mengalihkan fokus Alexa yang sejak tadi menangis sembari menyusuri jalan tanpa alas kaki.


Grepp


Tanpa aba-aba Adrian memeluk tubuh ringkih Alexa. "Syukurlah aku menemukan mu." Gumam Adrian memeluk erat tubuh wanita nya yang hampir membuat nya mati, jika tidak bertemu lagi dengan Alexa.


"Minggir!! Aku jijik pada mu!!!" Alexa memberontak dari dekapan Adrian, tapi tetap saja tenaga nya tak sebanding dengan tenaga yang di miliki Adrian.


"Menjauh dari ku!!!" Bentak Alexa dalam dekapan Adrian. Yang bisa ia lakukan hanya memukul-mukul dada Adrian sekuat tenaga hingga membuat laki-laki itu kesakitan, sayang nya tidak ada reaksi apapun pada Adrian.


"Aku membenci mu!!!" Bentak Alexa keras.


"Tapi aku mencintaimu." Sahut Adrian cepat dan tenang, seperti tidak ada apapun yang telah terjadi pada nya.


"Bulshitt!! Aku tidak percaya dengan semua omong kosong mu!!" Alexa berteriak keras sembari terus memberontak dalam dekapan Adrian.


"Kamu tidak perlu percaya, tapi kamu tetap milikku. Dan aku tidak akan pernah membiarkan milikku pergi dari ku."


"Jahat kamu Adrian!!!" Bentak Alexa lagi.


"Tapi aku mencintaimu." Sahut Adrian.


Tanpa aba-aba ia menggendong Alexa untuk membawa nya ke dalam mobil, sedangkan Alexa terus memberontak dalam gendongan Adrian dan berteriak keras memberi sumpah serapah pada Adrian.


"Aku bersumpah! akan membenci mu seumur hidup ku!"

__ADS_1


"Tidak apa kamu membenci ku, yang penting aku tetap mencintaimu." Sahut Adrian lagi, setelah mendudukkan Alexa ke kursi samping kemudi, Adrian memasangkan sabuk pengaman.


"Laki-laki pembohong!!!" Teriak Alexa lagi dengan mata sembab nya, tepat di telinga Adrian karena saat ini kedua tubuh itu sedang menempel karena Adrian belum selesai memasang sabuk pengaman.


"Bicara lah sepuas mu, sayang." Adrian tersenyum tipis menanggapi semua umpatan Alexa.


"Malam ini juga, kita menikah." Kata Adrian sembari menyalakan mesin mobil nya.


"Dasar tidak waras!! Aku tidak sudi menikah dengan pria menjijikkan seperti mu!!!"


Adrian menghela nafas berat, pasti akan butuh waktu lama untuk bisa membujuk Alexa agar mempercayai dirinya.


Tapi Adrian tidak akan menyerah begitu saja, dia tidak akan membiarkan Liana menang dengan semua permainan licik nya.


Beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai Adrian telah sampai di depan rumah yang terlihat begitu megah dan besar. Ah ... bukan rumah, lebih tepat nya mansion.


Entah ada urusan apa Adrian membawa Alexa kemari, yang jelas Alexa tidak ingin bertanya.


Sepanjang perjalanan ia hanya diam dan memandang ke arah jalanan karena jika ia memandang ke samping maka Alexa hanya akan semakin marah dan melontarkan banyak umpatan.


"Sudah sampai, sayang. Mulai sekarang kita akan tinggal di sini." Tutur Adrian lembut, kemudian membukakan sabuk pengaman Alexa namun lebih dulu di tepis oleh nya.


"Aku mencintaimu." Kata Adrian. Ia mengusap puncak kepala Alexa.


Mendapatkan perlakuan manis dari Adrian, kemudian tiba-tiba ia memberi kejutan berupa rumah impian mereka berdua. Seharusnya hari ini adalah hari bahagia kedua manusia itu, sayangnya semua kebahagiaan mereka direnggut akibat permainan sampah wanita menjijikkan itu.


"Ayo, masuk." Dengan lembut Adrian menuntun Alexa keluar mobil. Alexa tidak menurut begitu saja, dia langsung menepis tangan Adrian yang mencoba ingin menyentuh nya.


"Jangan sentuh aku!!" Sentak Alexa. Ia masih sangat ingat keadaan tubuh Adrian yang terdapat banyak bekas percintaan di seluruh permukaan kulit nya.


Bahkan wanita itu pun memiliki bekas yang sama, bagaimana mungkin hati Alexa akan mengelak kalau Adrian tidak melakukan apapun pada wanita itu?


Sedangkan bukti itu sudah sangat jelas, meski ia berusaha menyangkal, tapi tetap saja dirinya tidak dapat di bohongi dengan semua yang telah di lihat nya.


"Say_" Adrian tidak melanjutkannya perkataan nya saat tidak mendapati wanita nya di samping nya.


Setelah menoleh ke belakang, Adrian melihat wanita nya sedang berusaha kabur berlari menjauh dari nya.


Dengan langkah lebar Alexa berlari untuk mencegah Alexa pergi dari nya.


Ia tidak akan membiarkan Alexa pergi dari nya, entah Alexa mau atau menolak, Adrian akan tetap mempertahankan Alexa untuk tetap bersama nya.


"Berhenti Alexa!!" Suara tegas nya mampu membuat bulu kuduk siapapun yang mendengar merinding ketakutan.


Namun tidak dengan Alexa, ia terus bergerak maju menjauh sejauh mungkin dari Adrian.

__ADS_1


"Aku bilang berhenti, Alexa!!!" Tekan Adrian dengan amarah yang sudah menghinggapi dirinya.


"Berhenti!!! Jangan menguji kesabaran ku, Alexa!!!" Sentak Adrian. Mata nya menyorotkan sinar kemarahan.


Dalam sepersekian detik...


Grepp


Tubuh Alexa sudah berada sepenuhnya di gendongan Adrian.


"Lepaskan, bastard!!! Aku tidak sudi tinggal bersama mu!!!" Alexa terus memberontak memukul-mukul punggung nya karena Adrian menggendong Alexa layak nya membawa satu karung beras.


Adrian tidak menggubris segala umpatan yang di ucapkan Alexa. Seperti nya jiwa iblis dalam diri Adrian kembali bangkit.


Ia berjalan mendekat ke arah mansion dengan langkah lebar, mata nya sudah memerah menahan amarah.


Setelah sampai di dalam mansion, Alexa dapat melihat ruangan itu sudah di dekorasi menjadi sangat indah. Banyak sekali bunga-bunga yang terpajang di sana.


Kelopak bunga indah berwarna merah itu bertaburan membentuk hati.


Ada beberapa orang berpakaian rapi, dan satu orang laki-laki paruh baya menggunakan jas lengkap dengan peci berwarna hitam.


"Lepaskan!!! Aku tidak mau bersama mu!!!" Alexa tidak menyerah begitu saja, ia terus memberontak dalam gendongan Adrian meski banyak sekali orang yang melihatnya.


Adrian menurunkan tubuh Alexa tepat di depan dua wanita muda seusia nya.


"Rias wanita ku dengan sempurna, jangan sampai ada yang cacat sedikitpun. Ingat! Jangan sampai membuat nya kesakitan atau merasa tidak nyaman!!" Perintah Adrian penuh penekanan pada dua wanita yang di pastikan itu adalah para penata rias.


"Baik, Tuan. Kami akan melakukan sebaik mungkin." Adrian mengangguk kemudian berlalu dari sana.


Alexa dibawa oleh dua MUA itu ke dalam kamar yang di ikuti oleh beberapa pengawal di belakang nya.


Adrian memang sengaja menyewa pengawal agar Alexa tidak melarikan diri.


...💙💙💙...


Sebel banget nggak sih sama Adrian?


Sama nenek lampir bernama Liana gimana?


Ada kata-kata buat Alexa?


...TBC...


See you next chapter 👋🙂

__ADS_1


__ADS_2