
Setelah menghabiskan sekitar 30 menit, kini Alexa sudah selesai di dandani dengan riasan tebal khas pengantin yang membuat nya berpuluh-puluh kali lipat lebih cantik. "Selesai." Kata salah satu MUA yang tadi membantu nya merias wajah.
"Perfect." Kata nya lagi melihat wajah Alexa yang saat ini dia masih memejamkan mata. "Anda sangat cantik, Nona." Imbuhnya.
Tak ada sahutan sedikit pun dari Alexa. Ia masih larut dalam pikiran nya sendiri.
Naluri dan logika nya masih saja berdebat memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.
Di satu sisi, ia tidak percaya dengan semua yang di lihat nya, karena selama ini Alexa merasakan betapa tulus nya cinta Adrian pada nya. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru tadi ia lihat jika melihat cinta di mata Adrian.
Di sisi lain, bukti sangat jelas di depan mata kalau Adrian memang benar mengkhianati nya. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana tubuh wanita itu bergerak liar dia atas tubuh Adrian.
Ah ... mengingat kejadian itu membuat dada Alexa begitu sesak, rasanya seperti ada yang menghalangi pernapasan nya.
Tanpa sadar air mata nya kembali menetes, sungguh ia bukan wanita kuat yang bisa melihat orang yang begitu di puja nya, orang yang begitu di cintai nya mengkhianati dirinya.
Alexa menggelengkan kepala beberapa kali untuk menghilangkan rasa sesak di hati nya. Tapi entah mengapa itu semua tidak memberikan efek apapun, hati nya terlanjur sakit, sakit sekali.
Ingin sekali melupakan kejadian itu, tapi tetap saja tidak bisa. Bahkan suara wanita itu yang terus mendesaah masih terngiang-ngiang di telinga nya. Lalu bagaimana lagi caranya untuk melupakan kejadian itu?
Hanya mengeluarkan air mata lah ia bisa menguraikan sesak di dada nya.
"Nona, mari ikut saya keluar." Kata salah satu MUA. Saat ini waktu nya sang pengantin memasuki ruangan.
Alexa masih terlihat mematung di tempat dengan pandangan kosong, tak menyahuti sedikitpun perkataan wanita itu.
"Nona." Kata MUA itu lagi sembari sedikit menyentuh bahu Alexa.
Alexa tersentak kaget, semua lamunan nya buyar akibat sentuhan wanita itu. "I_ya." Kata Alexa. Kemudian turun ke ruang acara yang di tuntun satu wanita diikuti dua wanita yang berjalan di belakang nya.
Tap tap tap.
Semua pandangan mata tertuju pada seorang wanita cantik berbalut gaun pengantin yang sedang menuruni tangga.
Semua orang terus memandang wanita itu terutama kaum pria seakan enggan berkedip, mulut nya terbuka hingga air liur nya hampir saja menetes dan membasahi baju mereka.
__ADS_1
Sedangkan salah seorang pria yang berada di antara mereka memandang tubuh Alexa dengan mengepalkan tangan penuh amarah. Tidak, laki-laki itu tidak marah pada Alexa, melainkan pada orang yang memilihkan gaun pengantin pada Alexa.
Bagaimana ia tidak marah saat melihat tubuh atas wanita nya hampir terekspos sempurna.
gaun yang di pakai Alexa begitu ketat, bagian atas nya terbuka sempurna, hanya bisa menutupi puncak dada nya. Karena kebaya yang di gunakan sangat menerawang sehingga menampakkan kulit mulus nya.
Bagian belakang nya terekspos sempurna, dan hampir seluruh permukaan kulit nya terlihat, hanya beberapa area yang sengaja memiliki hiasan hingga sedikit menutupi kulit.
Gaun lucknut! umpat Adrian kesal.
Sungguh, kali ini kesabaran Adrian sedang di uji. Entah siapa yang meminta memakai kebaya ini yang jelas Adrian akan menghukum wanita nya setelah selesai acara.
Ia sangat geram saat melihat pandangan para laki-laki tak juga teralihkan, membuat gigi-giginya ikut bergemelutuk hebat.
Saking fokus nya melihat Alexa sampai dia tidak mendengar saat pak penghulu memanggil nya. "Saudara Adrian!" Sudah kedua kali nya Adrian di panggil seorang laki-laki berpeci itu, namu Adrian sama sekali tak menghiraukan panggilan nya.
Ia lebih memilih menatap satu-persatu wajah lelaki yang tak bisa mengontrol mata nya. Ah ... andai dirinya seorang psikopat pasti sudah lebih dulu mencongkel mata-mata nakal itu.
"Saudara Adrian!" Panggil pak penghulu lebih keras, namun pandangan nya masih tertuju pada Alexa yang saat ini sudah mendekat ke arah nya.
Adrian terkesiap, menoleh ke sumber suara. "Ya, pak!" Sahut Adrian tegas.
Tidak, bukan pak penghulu yang membuat Adrian tersadar dan mendengar nama nya di panggil, namun karena senggolan dari wanita sebelah nya. Siapa lagi kalau bukan Alexa?
"Bisa kita mulai acara nya?" Tanya pak penghulu menelisik satu-persatu wajah Adrian dan Alexa.
"Bisa, Pak." Adrian langsung mengangguk mantap, sedangkan Alexa hanya tertunduk tanpa mau menatap wajah orang-orang di sana.
"Baik, tolong jabat tangan saya." Perintah pak penghulu yang langsung di ikuti Adrian dengan sigap.
"Saudara Adrian Romero, tolong ikuti kata-kata saya." Lagi-lagi Adrian hanya mengangguk berkonsentrasi untuk mendengarkan setiap perkataan pak penghulu.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan saudara Adrian Romero dengan Alexa Silvana dengan mas kawin_" Wajah pak penghulu seketika memerah saat menghentikan perkataan nya.
__ADS_1
Suasana di sana seketika menjadi hening dan terlihat tegang.
"Ada apa, pak? Kenapa berhenti?" Tanya Adrian tidak sabaran.
"Mohon maaf, pak. Apa benar mas kawin nya yang di sebutkan di sini?" Tanya Pak penghulu tidak percaya.
"Iya, pak. Apa itu masih kurang? Sebenarnya saya masih memiliki simpanan lagi dan beberapa pulau yang tidak saya sebutkan. Kalau masih kurang akan_"
"Tidak! Bukan begitu maksud saya, pak Adrian. Hanya saja, bukan kah mas kawin yang bapak cantumkan di sini mencakup seluruh harta Anda?" Tanya Pak penghulu dengan ekspresi masih tidak percaya.
Alexa yang sejak tadi menunduk, kini mendelik seketika menatap Adrian meminta penjelasan. Bahkan seluruh orang yang menjadi saksi di ruangan itu pun begitu penasaran dan ingin meminta penjelasan Adrian.
"Ya! memang nya kenapa? Apa ada yang salah? Lagian walaupun itu harta menjadi milik istri saya, tetap saja kita masih bisa menggunakan bersama." Kata Adrian menjelaskan.
"Bukan begitu, pak. Tapi, apakah Anda tidak menyis_" Lagi-lagi ucapan pak penghulu terpotong oleh suara bas Adrian.
"Sudah ku bilang! Semua harta saya akan menjadi mas kawin nya, termasuk Romero Grup!" Kata Adrian sedikit kesal.
"Harta itu tidak berarti apa-apa jika di bandingkan dengan orang yang ada di samping saya. Dia yang akan menemani saya hingga tua bersama. Wanita di samping saya adalah segala nya. Tidak ada harta yang lebih berharga dari pada dia." Adrian menoleh ke arah samping menatap wajah Alexa yang sedang menunduk karena malu. Andai wajah nya tidak di rias dengan make-up tebal, tentu akan sangat terlihat semburat merah di wajah nya.
"Lagian saya ini percaya_" Adrian mengentikan ucapan nya sejenak.
"Kalau wanita yang akan menjadi istri saya ini sangat lah mencintai saya. Jadi bapak tidak perlu khawatir kalau calon istri saya ini akan mengusir saya. Karena dia tidak bisa jauh-jauh dari saya." Kata nya dengan senyum bangga.
Sombong sekali Adrian! Padahal dirinya lah yang tidak bisa jauh-jauh dari Alexa. Dasar!
Sedangkan Alexa yang mendengarkan itu, menjadi kesal pada laki-laki di samping nya. Padahal baru saja ia di buat sedikit tersentuh karena kata-kata Adrian, tapi baru beberapa detik dia berubah menjadi sosok yang menyebalkan.
...💙💙💙...
Mohon maaf belum bisa sering-sering up, othor lagi ngga enak badan.
Mohon doanya dari teman-teman semoga bisa cepat sembuh supaya bisa up lebih seperti biasa.🙏
Terimakasih.🤗
__ADS_1
...TBC...
Sampai jumpa di next chapter 👋🙂